Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Harga diri Bimo hancur akibat cemoohan istrinya yang tidak pernah puas dengan performanya di ranjang yang hanya bertahan tiga menit. Demi menyelamatkan pernikahan, Bimo terpaksa menerima tawaran bantuan dari ibu mertuanya. Metode yang awalnya hanya berupa ramuan khusus dan pijatan perlahan berubah menjadi bimbingan langsung yang intim. Situasi kian rumit saat kakak dan adik iparnya turut campur tangan membantu Bimo mengatasi masalah sensitif ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

​"Mama akan membantumu agar istrimu puas di atas ranjang. "

​Bimo frustrasi karena terus dihina dan direndahkan istrinya setiap hari karena hanya mampu bertahan selama 3 menit dalam satu ronde permainan. Demi memuaskan hasrat sang istri, Bimo akhirnya menerima tawaran mama mertuanya agar dapat memuaskan hasrat istrinya di atas ranjang.

Awalnya hanya pijatan dan pemberian ramuan khusus, sampai akhirnya mama mertuanya ikut turun tangan mengajari Bimo secara langsung. Apa jadinya saat tak hanya mama mertuanya saja, tapi Bimo juga mendapatkan bantuan dari kakak ipar dan adik iparnya?

Hinaan Istriku

Aroma keringat bercampur dengan parfum mawar samar memenuhi udara kamar pasca pergulatan yang melelahkan. Di bawah temaram lampu, kulit Sella berkilap peluh, namun desah nafasnya yang tidak teratur bukanlah tanda kepuasan, melainkan amarah tertahan.

“Ahh, Mas, jangan keluar dulu dong!” Sella mendesah kecewa saat Bimo, suaminya, cepat keluar sebelum dia dapat meraih klimaksnya.

Bimo melepaskan penyatuan mereka dengan perasaan bersalah karena lagi-lagi sudah membuat sang istri kecewa. Padahal sebelum bercinta, dia sudah meminum obat kuat agar bisa melayani nafsu Sella yang cukup tinggi. ​Namun tampaknya, usahanya masih sia-sia.

Bimo memeluk Sella dan mencoba menghiburnya. “Sayang, maafkan aku. Aku sudah minum obat kuat untuk memuaskanmu, tapi aku malah mengecewakanmu. Kita coba lagi besok, ya?”

“Ck, cuma segitu kemampuanmu, Mas?! Aku bahkan belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya klimaks!” seru Sella, kesal setelah Bimo melepaskan penyatuan berdua. “Aku iri mendengar cerita temanku yang baru menikah dengan suami bulenya di Australia itu! Setiap hari temanku selalu mendapatkan kepuasan dari suaminya!”

“Maafkan aku, Sella. Aku sudah berusaha melakukan apa saja agar bisa memuaskanmu di atas ranjang. Aku sudah minum obat kuat dan melakukan gym dua minggu sekali di tengah kesibukan pekerjaanku yang lumayan padat. Aku…” Belum selesai Bimo bicara, Sella sudah lebih dulu menyelanya.

“Aku capek, Mas! Milikmu selalu loyo dan lemas sebelum aku dapat meraih puncak! Masih mendingan aku main sama timun dan terong sekalian!“ hina Sella sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu tidur dengan posisi berbalik memunggunginya.

​Bimo hanya bisa terdiam membisu sambil menundukkan kepalanya dengan wajah bersalah dan malu setelah mendengar keluhan istrinya. Dengan langkah gontai, ia turun dari ranjang lalu memakai pakaiannya dengan cepat sebelum memutuskan untuk keluar dari kamar.

Bimo berjalan menuju ruang tamu dengan langkah berat. Ia memilih untuk menghidupkan laptopnya demi mengalihkan rasa malunya karena gagal memberikan kepuasan pada istrinya.

Sebenarnya, pikirannya benar-benar kacau dan ia sama sekali tidak dapat berkonsentrasi mengingat pertengkarannya dengan Sella barusan. Namun, ia tidak bisa menunda pekerjaannya karena besok adalah deadline tugas kantornya.

Baru saja layar laptopnya menyala, tiba-tiba terdengar derap langkah kaki yang mendekat dari arah dapur.

“Bimo, kamu belum tidur, Nak?” suara lembut itu memecah kesunyian. Mayang, mama mertuanya, muncul sambil membawa secangkir kopi hangat yang aromanya langsung tercium oleh Bimo.

Fokus Bimo seketika teralihkan pada kemolekan tubuh Mayang yang menggoda. Meskipun sudah berkepala empat, mertuanya itu terlihat seperti wanita umur 30-an. Darahnya berdesir ketika melihat dua tonjolan yang tercetak sempurna di balik daster mini yang dipakai wanita itu.

Bimo bisa menebak bahwa Mayang tidak memakai bra sama sekali. Saat sang mertua menunduk meletakkan kopi di atas meja, dia dapat melihat bukit kembarnya dari balik kerah daster yang terbuka. Bukit ranumnya terlihat sangat besar dan menantang, lebih besar dari milik istrinya—ukurannya diperkirakan 38 cup D.

Rasa bersalah langsung menyergapnya. Dia lekas memalingkan pandangannya ke arah lain, tidak seharusnya dia menatap mertuanya seperti tadi.

​“Te… terima kasih, Ma,” ucap Bimo dengan suara tergagap.

Mayang tersenyum lembut. “Iya, sama-sama, Nak. Apa kamu habis bertengkar lagi dengan Sella?”

Pertanyaan dari Mayang itu membuat Bimo ingin mengubur dirinya hidup-hidup. Apakah Mayang mendengar pertengkaran mereka barusan? Harga dirinya benar-benar runtuh di hadapan mama mertuanya itu.

Mayang kemudian melangkah perlahan ke belakang Bimo dan mulai menyentuh pundaknya. “Kamu kelihatannya sangat capek dan tertekan, Bimo. Sini, biar Mama bantu pijat sedikit supaya pikiranmu bisa lebih rileks. Jangan terlalu dimasukkan ke hati ucapan Sella, mungkin dia hanya sedang lelah.”

“Ti… tidak usah, Ma, aku tidak apa-apa kok. Lagian ini sudah malam, Mama istirahat saja,” tolak Bimo dengan suara bergetar karena gugup. Dia merasa kurang pantas jika mama mertuanya itu memijatnya di tengah malam begini.

Namun, Mayang seolah tidak menerima penolakan tersebut dan tetap mulai memijat punggung Bimo dengan gerakan yang mantap namun lembut.

​Tangan Mayang terasa begitu halus, namun setiap sentuhannya membuat seluruh tubuh Bimo bergetar karena rasa tak nyaman.

​“Gimana, Nak Bimo? Pijatan Mama terasa enak, kan?” tanya Mayang dengan nada yang sangat pelan dan menenangkan di telinga Bimo saat pijatannya sudah merambat ke area punggungnya.

​“Iya, Ma… enak sekali,” jawab Bimo lirih, pijatannya memang nikmat hanya saja dia kurang menikmatinya lantaran yang memijatnya adalah mama mertuanya sendiri. Ia mencoba fokus pada layar laptop, namun pikirannya sudah tidak berada di sana lagi.

“Mama punya cara supaya Sella berhenti marah,” bisik Mayang pelan di sela pijatannya.

“Kalau kamu mau… Mama bisa membantumu agar Sella puas di atas ranjang.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After Of You
9.2
Tiga tahun mendampingi Alvin dari nol hingga sukses rupanya tak menjamin kesetiaan. Saat kariernya memuncak, Alvin justru berselingkuh dengan sekretarisnya, memaksa Laura pergi dengan hati hancur. Terpuruk dalam depresi, Laura nyaris mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, di ambang kematian, seorang pria misterius datang menyelamatkannya. Sebelum kehilangan kesadaran, Laura hanya sempat mendengar suara dingin yang menyebutnya wanita bodoh.
Sampul Novel Gairah Anak Sahabatku
9.6
Demi melindungi masa depan putranya di universitas, Ellie terpaksa tunduk pada ancaman intimidasi dari teman sekelas sang anak. Pemuda itu memanfaatkan rahasia tersebut untuk mendekati Ellie secara paksa, menjeratnya dalam situasi intim yang sulit dihindari. Meski Ellie mencoba meronta dan menolak kendali sang pemuda, pergolakan batin yang aneh justru mulai menguasai dirinya. Di balik keputusasaan untuk bertahan, benih-benih gairah yang membara perlahan bangkit dalam lubuk hati Ellie.
Sampul Novel Hilang Selamanya Dari Hatiku
8.0
Sepuluh tahun pernikahan dengan Dennis hanya menyisakan luka. Sebagai istri, aku selalu dijadikan alasan bagi Dennis untuk memutuskan hubungan dengan kekasih-kekasih barunya saat dia mulai bosan. Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku justru harus menenangkan mahasiswi yang baru dicampakkannya, sementara dia asyik berkencan dengan wanita lain. Menyadari diriku terjebak dalam siklus toxic ini, aku memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai. Meski Dennis memohon agar aku menunggu perubahannya, keputusanku sudah bulat. Aku memilih pergi jauh ke negeri seberang dan meninggalkan dirinya selamanya.
Sampul Novel Mantan Pacar
8.4
Clara mendatangi kebun anggur tunangannya demi memulai hidup mewah. Namun, calon suaminya lenyap misterius dua hari sebelum pernikahan. Di tengah pencarian, ia justru terikat dengan saudara laki-laki sang tunangan yang kaku namun memikat. Terjebak dalam pusaran rahasia gelap keluarga dan godaan terlarang, Clara menyadari bahwa pengungkapan kebenaran bisa menghancurkan hidupnya atau justru memberinya kekuasaan besar yang selama ini ia dambakan.
Sampul Novel My Tsundere King
8.3
Kehidupan Ratu Gifara berubah sejak masuk kelas 11. Gadis berusia 16 tahun ini terjebak dalam perselisihan harian dengan Raja, pemuda dingin bermata hitam yang hanya bersikap sinis kepadanya. Keduanya sama-sama keras kepala dan enggan mengalah hingga kelulusan tiba. Namun, Ratu tidak menyadari adanya perjanjian rahasia antara orang tuanya dengan pihak lain. Di sisi lain, Raja yang bermulut pedas ternyata menyimpan sejuta misteri yang belum terungkap.
Sampul Novel PAK DOSEN
8.7
Ayumi Larasati dan Reza Syahrial terjebak dalam pernikahan rahasia akibat perjodohan. Situasi menjadi rumit karena status mereka sebagai mahasiswa dan dosen di kampus yang sama. Ayumi terikat larangan orang tua untuk berpacaran, sementara Reza dihantui trauma masa lalu dalam hubungan asmara. Mereka harus menyembunyikan status suami istri dari publik demi menjaga profesionalitas. Akankah rahasia besar ini bertahan di tengah tekanan kehidupan kampus dan konflik pribadi mereka?