Sampul Novel Sugar Baby Milik Mafia Tampan

Sugar Baby Milik Mafia Tampan

8.0 / 10.0
Dalam novel Sugar Baby Milik Mafia Tampan, Max harus menghadapi kekacauan di mansion setelah menyelamatkan Ella dari pelelangan. Kisah modern novel ini mengikuti transformasi Max saat melindungi Ella dari berbagai rintangan maut. Temukan kelanjutan nasib mereka dalam mafia romance books ini.
Ringkasan Sugar Baby Milik Mafia Tampan
Kehidupan Max berubah drastis setelah ia tanpa sengaja membawa pulang Ella dari sebuah pelelangan. Meski awalnya membenci gadis polos yang tampak kurang gizi tersebut, kehangatan Ella perlahan mencairkan suasana mansion yang dingin. Ella menyimpan banyak kejutan yang mengubah Max menjadi cinta. Namun, hubungan mereka diuji oleh berbagai rintangan berat, mulai dari konflik internal hingga urusan hidup dan mati. Akankah cinta mereka mampu bertahan?
Baca Selengkapnya

Sugar Baby Milik Mafia Tampan Bab 1

Di tempat hiburan malam, Max menantang cecunguk yang menjebaknya. Ketika Max memasuki pintu yang salah. Seharusnya ia masuk ke tempat hiburan, namun ia justru masuk ke dalam club rahasia yang menjebaknya. Max diharuskan menghabiskan banyak uang di sana.

"Hanya pengusaha kaya dan berduit yang bisa masuk dan keluar dengan selamat. Apa kau berniat hanya untuk memata-matai kami? Jangan harap keluar dengan selamat kecuali kau membeli apa yang kami jual! Hehehe." Para preman itu tak tahu dengan siapa mereka berhadapan. Mafia kelas kambing.

"Saya akan membuang uang di sini! Apa yang kalian jual? Sebutkan harganya?" tanya Max sengit tak terima dianggap ingin melarikan diri karena tak memiliki uang banyak.

"Hah?! Yakin bisa beli dengan harga yang kami tawarkan? Kami menjual perempuan muda, sanggup untuk membelinya?" ejek pemilik club ilegal itu.

"Sebutkan harganya, dan berikan gadis rendahan yang paling murah, tapi akan kubayar 2 kali lebih mahal seharga gadis terbaik kalian! Uang bukan masalah untukku!" ego seorang lelaki tersentuh. Max sebagai billionaire tak akan kehabisan uang dalam satu hari. Bahkan dalam tidur pun ia tetap mencetak uang dan pundi-pundinya terus terisi dari perusahaannya serta bisnis kotornya.

"Baiklah, Tuan Sombong, akan kami urus."

"Cepat lakukan aku tak sudi berlama-lama bernafas di tempat pengap dan kotor seperti ini!" bentak Max

Max merasa terhina karena ia terjebak di tempat yang salah hingga ia harus melakukan transaksi jual beli seorang gadis yang tak pernah ia harapkan atau butuhkan. Hatinya telah lama menolak banyak perempuan.

"Maaf, Max, aku gak tau kalau pintu itu untuk masuk ke perdagangan gadis. Aku pikir pintu klub striptease." Agastara merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia lakukan. Maksud hati ingin bersenang-senang di club striptease tapi malah berakhir di tempat ilegal di kota ini. Tempat yang paling tabu dimasuki untuk orang tak berduit. Sekali masuk ke sana pantang untuk tidak mengeluarkan uang. Dan hari ini Max terjebak di dalam sana dan harus membeli salah satu dari gadis yang ditawarkan. Ini sebagai sistem keamanan mereka para penjahat berkerah putih.

"Boss, ini kesempatan untuk kita membuang gadis liar yang dijual ayah tirinya pada kita. Orang tua aslinya tak jelas. Anak itu sedikit gila! Kadang menangis kadang galak seperti kucing liar! David saja tergigit olehnya. Kita bisa jual 10 kali lipat harga primadona di sini. Kita bisa untung banyak dan tak memelihara gadis itu terlalu lama."

"Ya cepat berikan!"

"Baik bos! Laksanakan!"

Setelah menunggu 30 menit, para bajingan itu datang menyeret seorang gadis lusuh berambut panjang, berbadan kurus dan kecil. Dilemparkannya gadis itu ke kaki Max.

"Aaaahh... sakit kau jelek!" umpat gadis itu kesakitan dan menendang tulang kering cecunguk yang melemparnya.

"Awww.. gadis inii ya.. Plak!" ia memukul begitu saja gadis itu tanpa kasihan. "Silakan bawa Tuan Max! Pembayaran sudah selesai"

"Hey kau, berdiri! Kau sudah aku beli, jangan bertingkah dan berani menyentuhku! Mengerti?!" sahut Max kesal. Tanpa melihat ada darah segar disudut bibir gadis itu.

"Mengerti! Aku juga tak suka menyentuh orang jelek!"

"Bilang apa?"

"Dan aku juga gak mau deket-deket orang sombong." Gerutunya

"Ulang sekali lagi?"

"Apa tuan budek?"

"Berani kau berkata sembarangan padaku? Apa perluku tambah luka di bibirmu?" ancam Max

"Luka ini bukan yang pertama!" gadis ini masih saja sengit tak takut dengan ancaman Max.

"Jangan berlaku kurang ajar aku gak segan-segan menghukummu dengan rotan lentur yang bisa melukai kulit tipismu! Ingat itu! Kau aku beli karena terpaksa! Akan aku jadikan keset di rumahku!"

"Lepaskan saja aku, aku bukan keset!"

"Lepaskan? Lalu kau di tangkap mereka dan dijual lagi? Enak saja mereka akan untung banyak."

"Aku bisa berlari sangat kencang seperti kijang. Aku tak akan tertangkap!"

"Kau tak akan bisa kabur dariku."

"Aku akan sembunyi di kolong jembatan."

"Kau miliku sekarang! Nyawamu juga miliku!"

"Aku tak ada gunanya. Minta kembali saja uangmu pada ayahku."

"Terlihat, memang kau tak ada gunanya! Ayahmu sudah menjualmu! Artinya kau itu sampah! Mengerti?"

"Mengapa tuan membeli sampah apa tuan seorang pemulung? Cih!"

"Mulutmu itu kupastikan akan membawa banyak masalah! Park masukan dalam bagasi, aku tak sudi semobil dengan dia!"

"Baik Tuan Max."

"Huh? Ak.. aku gak mau.. aku bisa mati di dalam sana! Lepaskan! Aku akan ganti uang tuan berapa pun. Maafkan aku.. jangan di bagasi!"

"Dengan apa aku mengganti uangku? Dengan badanmu saja tak akan ada yang mau! Masuk sekarang atau kuseret di belakang mobil!"

"Kalo gitu biarkan aku mati!"

"Kalau tak mau masuk ke dalam bagasi, maka kau akan mati sekarang juga dengan tanganku! Masuk!"

Di 20 menit perjalanan menuju rumah Max menyuruh Park untuk berhenti.

"Pinggirkan mobil Park! Buka bagasinya, aku takut ia mati kehabisan udara. Lalu tutup lagi, dan lanjutkan perjalanan!"

"Laksanakan tuan."

Park pun membuka dan menemukan gadis itu tertidur dengan air mata yang masih menggenang dengan menghisap ibu jari seperti bayi.

"Bagaimana kondisinya?"

"Saya kurang pasti apa ia pingsan atau tidur, tapi ia masih bernapas. Seperti ini."

Park memberikan foto yang ia ambil baru saja.

"Park selidiki latar belakang gadis itu. Aku tak mau nanti dituduh penculikan anak dibawah umur." Max menatap foto gadis itu ada yang aneh dengan gadis itu.

"Mengapa ia seperti bayi, mengisap jempolnya dan meringkuk? Apa ia selama ini hidup di jalan?" pikir Max dalam hati.

Setelah perjalanan 45 menit sampailah di mansion yang mewah dan megah dengan pengamanan berlapis.

"Paman Austin... Letakan gadis itu di kamar belakang dekat dapur. Jauhkan dariku. Awasi dan jangan sampai kabur. Laporkan segala ulahnya!"

"Baik tuan Max."

"Park bangunkan gadis itu!"

"Sepertinya ia sulit dibangunkan tuan, sudah saya guncang. Apa ia pingsan?"

"Ini pasti akal-akalan dia saja, sudah angkat dan baringkan di kamarnya. Jauhkan dari kediamanku ya! Jangan biarkan ia di dalam rumah utama!"

"Apa pekerjaannya tuan Max?" tanya Paman Austin.

"Aku belum tahu guna dari gadis ini.. biarkan saja dulu sampai saya tahu guna gadis ini di sini."

"Siap Tuan."

Dalam benaknya Max berpikir soal gadis liar itu, sesuatu membuatnya terusik.

"Apa aku terlalu kejam ya? Bagaimana kalau ia benar-benar pingsan dan kekurangan oksigen?"

"Aaaah.. kenapa aku memikirkan gadis lusuh itu yang bahkan namanya saja aku gak tau! Matanya liar dan wajahnya konyol! Bicaranya seperti anak kecil."

Pada saat makan malam Max teringat dengan gadis liar itu, entah mengapa ia penasaran.

"Paman Austin apa gadis liar itu sudah dikasih makan?"

"Sudah tuan sepertinya ia hanya mau makan mie saja."

"Sekarang sedang apa gadis itu?"

"Sejak tadi ia bersembunyi dan ketiduran di dalam lemari. Menangis lirih kadang meraung seperti sedang terguncang. Sepertinya ia jarang tidur di kasur dan sangat takut dengan orang asing. Rambutnya kusut, badannya penuh bekas luka. Seperti anak jalanan pada umumnya."

"Panggilkan dokter dan periksa. Aku tak mau ia bawa penyakit atau mati di sini."

"Baik tuan!"

"Menyusahkan saja! Apakah Tuhan sedang menghukumku? Maksudnya apa Tuhan mengirim gadis liar itu ke rumah ini? Aku tak mau lagi disusahkan dengan mahluk bernama wanita! Apa tak sebaiknya aku kirim ke panti asuhan? Atau rumah sakit jiwa?"

Max berpikir dalam benaknya, Gara-gara Agastara kini dia memiliki beban hidup yang tak menyenangkan.

"Awas kau Agastara, karenamu aku jadi terbebani seorang gadis yang tak tahu mau aku apakan!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sugar Baby Milik Mafia Tampan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan