Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suddenly Love

Suddenly Love

Raisa memendam perasaan mendalam pada sahabat kecilnya, Bayu. Namun, hatinya hancur saat mengetahui Bayu justru jatuh cinta pada Vanes, teman dekatnya sendiri. Di tengah luka tersebut, muncul Raihan, rekan bisnis Bayu yang terpesona oleh Raisa sejak pandangan pertama. Meski Raihan menunjukkan ketertarikan, Raisa tampaknya tidak menyadari kehadiran cinta baru itu. Akankah Raisa membuka hatinya bagi Raihan dan menemukan kebahagiaan sejati bersamanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Apa kalian juga pernah mempunyai cinta pertama? Ya aku mempunyai cinta pertama dimasa kecilku.

Namanya Bayu,dia adalah tetangga lamaku,kami kemana-mana selalu berdua, perasaan cinta itu mulai datang dengan sendirinya.

Tapi hatiku sedih ketika Bayu dan keluarganya harus pindah keluar kota karena bisnis keluarga.

Saat Bayu pindah,rasanya separuh hatiku juga ikut pindah,aku merindukan Bayu yang setiap hari selalu ada disampingku,namun sekarang Bayu sudah pergi, meninggalkan aku dengan kenangan yang mungkin tidak akan aku lupa seumur hidupku.

"Apa kamu masih memikirkan tentang cinta pertamamu itu?" Vanes yang sedari tadi duduk disampingku mungkin sudah bosan mendengar ceritaku tentang Bayu.

Vanes lantas berdiri dari tempat duduknya dan mulai melihat keluar jendela kamarku.

"Tentu saja, karena cinta pertama itu tidak mudah dilupakan!" Aku juga ikut melihat keluar jendela seperti yang dilakukan Vanes.

Diluar tampak adikku dan adiknya Vanes tengah bermain bola bersama dengan beberapa orang temannya.

"Anak anak itu,kenapa harus main ditengah jalan?" Omel Vanes.

" Namanya juga anak anak, sekarang ayo cerita,siapa cinta pertamamu?" Tanyaku pada Vanes.

"Tidak ada,aku tidak pernah jatuh cinta,kamu tahu sendirikan banyak lelaki yang mengejar ku,jadi aku rasa cinta pertama ku tidak ada!"

Ya,Vanes memang wanita cantik dan pandai bersosialisasi,semua lelaki menyukai dia dan juga hampir semua lelaki di lingkungan kami patah hati dibuatnya, karena Vanes menolak cinta mereka.

"Aku akan pergi ke pesta malam ini,apa kamu mau ikut?"

"Kali ini dengan siapa?" Aku melipat kedua tangaku ke dada.

"Arya!"

"Sekarang Arya, Minggu lalu Deni,Bulan lalu Galih dan bulan bulan lalunya..!" Vanes menutup mulutku dengan kedua tangannya, mungkin dia kesal padaku karena aku mengungkit semua mantan pacarnya.

"Jangan keras keras.Nanti mamaku tahu!" Vanes menempelkan telunjuknya ke bibir ku.

"Baiklah aku akan diam sekarang!" Aku mengangkat kedua tanganku.

"Bagus,malam ini aku pergi jam delapan, pulangnya aku belum tahu,aku akan tidur disini malam ini!"

Aku hanya menggelengkan kepalaku melihat tingkah Vanes yang selalu suka seenaknya,dia akan pamit pada orangtuanya untuk tidur dirumah ku,tapi nyatanya dia akan berpesta semalaman dan pulang kalau sudah mau pagi.

"Kapan kamu akan merubah kebiasaan burukmu itu Vanes? Tidak bisakah kamu diam dirumah saja,aku sudah lelah harus berbohong pada orang tuamu!" Keluhku.

"Jangan begitu, kalau bukan kamu lalu siapa lagi yang akan membantuku,kamu kan sahabat terbaikku Raisa!" Vanes mencubit kedua pipiku.

"Terserah kamu saja!"

Aku kembali merapikan novel novel yang tadi aku baca bersama dengan Vanes.

Aku memang menyukai novel novel apalagi novel novel dengan kisah cinta yang romantis,aku membayangkan kalau nantinya aku akan mendapatkan seorang lelaki yang tampan dan mencintai aku seperti kisah cinta di novel yang aku baca.

"Raisa,Vane. apa kalian masih lama di kamar,mamamu mau pulang ini !" Teriak ibuku dari luar.

"Iya Tante!"

"Sebaiknya kamu pulang sekarang,mamamu juga sudah mau pulang!"

"Baiklah,jangan lupa malam ini,oke!" Vanes mengacungkan jempolnya padaku sebelum dia membuka pintu kamarku.

Sementara itu aku juga ingin keluar, tapi sebelumnya aku menyimpan dulu novelku,biar tidak ditemukan oleh Raka adik lelakiku yang sekarang sudah memasuki masa puber.

Setelah memastikan semua novel novelku disimpan dengan baik,aku langsung keluar kamar.

"Apa yang kalian bicarakan di kamar? sampai sampai kalian tidak keluar sama sekali!" Ujar mamanya Vanes saat sudah melihat aku keluar kamar.

"Biasalah ma,anak perempuan!"

Mama Vanes mendekus kesal mendengar jawaban Vanes, sementara aku dan ibu hanya tersenyum saja.

"Ayo kita pulang,mama belum masak, panggil juga adikmu Vanes,hari hari main terus, sampai lupa waktu!" Omel mama Vanes sambil membuka pintu rumahku.

"Iya ma!"

"Apa bajunya mau di pasang Payet yang tadi jeng? " Tanya ibu pada mamanya Vanes sebelum dia benar benar pergi.

"Tidak usah jeng,nanti biayanya makin bertambah, kamu kalau minta upah sangat mahal,aku maklum sih, karena lakukan seorang janda, jadi seperti yang kita sepakati tadi saja!"

Ada sedikit rasa kesal di hatiku saat mendengar ucapan mama Vanes yang selalu seenaknya, tanpa mempedulikan perasaan orang lain.

Ibuku memang tukang jahit dan membuka toko baju di depan rumah kami,bukan sekali atau dua kali mama Vanes bicara seperti itu.

Ayahku sudah lama meninggal dunia, karena mengalami kecelakaan.

"Baiklah, seperti yang kita sepakati tadi jeng!" Jawab mama dengan senyuman yang dipaksakan.

"Ya,ayo Vanes kita pulang!" Ajak mamanya.

Vanes malah tersenyum padaku,aku tahu arti senyumnya itu.

Aku hanya mengangguk, mengiyakan saja.

   Setelah kepergian Vanes dan mamanya,Ibu kembali menjahit baju yang dipesan oleh para konsumennya.

    "Raisa jemput adikmu,kenapa dia belum pulang?" Ibu berkata sambil menggunting kain kain yang akan dijadikan baju.

   "Iya Bu!"

  Bugh!

  Aku yang baru keluar dari rumah mendengar suara yang sangat keras,aku lantas melihat kearah suara keras itu dan ternyata,adikku dan adiknya Vanes telah merusak kaca spion mobil yang terparkir di depan jalan.

   Aku sangat kaget, ditambah lagi pemilik mobil tersebut mendatangi adikku,aku harus menyelesaikan masalah ini sendiri,jangan sampai ibuku tahu akan hal ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair
8.8
Kehidupan pernikahan yang terasa hambar dan dingin membuatku terjebak dalam nostalgia masa lalu. Kenangan manis bersama Hany, sang mantan kekasih, terus membayangi setiap sudut hari-hariku hingga menjadi beban bagi hubungan saat ini. Bayang-bayang kebahagiaan lama itu kini mengancam keutuhan rumah tangga yang sedang dijalani. Akankah pernikahan ini mampu bertahan di tengah godaan memori yang tak kunjung sirna, ataukah semuanya akan berakhir hancur?
Sampul Novel DIANA, Istriku Cantik di Mata Pria Lain
8.5
Penyesalan mendalam menghantui hidupku setelah menyia-nyiakan Diana. Dulu aku memandang sebelah mata istriku yang tulus dan menjaga kehormatan itu, bahkan tega mengkhianati cintanya. Kini, setelah dia benar-benar pergi meninggalkan rumah dan tak pernah kembali, aku baru menyadari betapa berharganya sosoknya. Aku sadar telah bertindak bodoh karena kenaifanku sendiri. Diana layak mendapatkan kebahagiaan sejati bersama lelaki lain yang mampu lebih memuliakannya.
Sampul Novel Dimadu Saat Koma
9.0
Pasca koma setelah melahirkan, Inara mendapati kenyataan pahit. Suaminya telah berpoligami, dan sang anak pun bersikap dingin padanya. Di tengah luka itu, Dokter Feri yang merupakan mantan kekasihnya hadir memberikan kenyamanan. Inara yang terkhianati akhirnya terjebak dalam hubungan gelap sebagai bentuk balas dendam. Kini ia harus memilih antara bertahan dalam pernikahan yang hancur atau mengakhirinya demi harga diri. Siapa yang harus memikul beban kesalahan ini?
Sampul Novel Gelora Panas Sekretaris Seksi
8.4
Pasca dikhianati dan ditinggal kekasihnya, Kayla bertekad membalas dendam kepada Miranda yang menjadi pemicu perpisahannya dengan Bisma. Di tengah luka hati, ia melamar sebagai sekretaris pribadi Jason, seorang pria tampan yang langsung terpikat oleh pesona fisik dan kecantikan Kayla. Demi ambisinya, Kayla berjanji memberikan kepuasan yang jauh melampaui apa pun yang pernah Jason dapatkan dari Miranda sebelumnya dalam hubungan profesional yang provokatif.
Sampul Novel Kamu Akan Miskin, Mas!
8.6
Kehidupan rumah tanggaku berubah drastis setelah momen persalinan. Sikapku kini menjadi sangat dingin terhadap suami sendiri akibat luka batin yang teramat dalam. Rasa sakit hati ini tidak akan pernah bisa sembuh begitu saja dalam waktu singkat. Aku sudah membulatkan tekad untuk menuntut keadilan. Mas, bersiaplah karena segala perbuatanmu akan kubalas dengan setimpal tanpa ampun. Kamu tidak akan pernah bisa lari dari konsekuensi ini.
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Keserakahan sering kali membutakan nurani, seperti nasib malang yang menimpa Kanaya. Akibat ketamakan ibu tirinya, masa depan gadis ini terancam hancur dalam sekejap. Tanpa izin, ia dijadikan jaminan utang kepada rentenir paling kejam di kota. Kini Kanaya terjebak dalam situasi pelik yang mempertaruhkan hidupnya. Apakah ia mampu bangkit melawan takdir pahit tersebut, atau justru terpaksa menyerah pada keadaan yang merenggut kebebasannya?