Sampul Novel Suddenly Love

Suddenly Love

9.0 / 10.0
Raisa memendam perasaan mendalam pada sahabat kecilnya, Bayu. Namun, hatinya hancur saat mengetahui Bayu justru jatuh cinta pada Vanes, teman dekatnya sendiri. Di tengah luka tersebut, muncul Raihan, rekan bisnis Bayu yang terpesona oleh Raisa sejak pandangan pertama. Meski Raihan menunjukkan ketertarikan, Raisa tampaknya tidak menyadari kehadiran cinta baru itu. Akankah Raisa membuka hatinya bagi Raihan dan menemukan kebahagiaan sejati bersamanya?

Suddenly Love Bab 1

Apa kalian juga pernah mempunyai cinta pertama? Ya aku mempunyai cinta pertama dimasa kecilku.

Namanya Bayu,dia adalah tetangga lamaku,kami kemana-mana selalu berdua, perasaan cinta itu mulai datang dengan sendirinya.

Tapi hatiku sedih ketika Bayu dan keluarganya harus pindah keluar kota karena bisnis keluarga.

Saat Bayu pindah,rasanya separuh hatiku juga ikut pindah,aku merindukan Bayu yang setiap hari selalu ada disampingku,namun sekarang Bayu sudah pergi, meninggalkan aku dengan kenangan yang mungkin tidak akan aku lupa seumur hidupku.

"Apa kamu masih memikirkan tentang cinta pertamamu itu?" Vanes yang sedari tadi duduk disampingku mungkin sudah bosan mendengar ceritaku tentang Bayu.

Vanes lantas berdiri dari tempat duduknya dan mulai melihat keluar jendela kamarku.

"Tentu saja, karena cinta pertama itu tidak mudah dilupakan!" Aku juga ikut melihat keluar jendela seperti yang dilakukan Vanes.

Diluar tampak adikku dan adiknya Vanes tengah bermain bola bersama dengan beberapa orang temannya.

"Anak anak itu,kenapa harus main ditengah jalan?" Omel Vanes.

" Namanya juga anak anak, sekarang ayo cerita,siapa cinta pertamamu?" Tanyaku pada Vanes.

"Tidak ada,aku tidak pernah jatuh cinta,kamu tahu sendirikan banyak lelaki yang mengejar ku,jadi aku rasa cinta pertama ku tidak ada!"

Ya,Vanes memang wanita cantik dan pandai bersosialisasi,semua lelaki menyukai dia dan juga hampir semua lelaki di lingkungan kami patah hati dibuatnya, karena Vanes menolak cinta mereka.

"Aku akan pergi ke pesta malam ini,apa kamu mau ikut?"

"Kali ini dengan siapa?" Aku melipat kedua tangaku ke dada.

"Arya!"

"Sekarang Arya, Minggu lalu Deni,Bulan lalu Galih dan bulan bulan lalunya..!" Vanes menutup mulutku dengan kedua tangannya, mungkin dia kesal padaku karena aku mengungkit semua mantan pacarnya.

"Jangan keras keras.Nanti mamaku tahu!" Vanes menempelkan telunjuknya ke bibir ku.

"Baiklah aku akan diam sekarang!" Aku mengangkat kedua tanganku.

"Bagus,malam ini aku pergi jam delapan, pulangnya aku belum tahu,aku akan tidur disini malam ini!"

Aku hanya menggelengkan kepalaku melihat tingkah Vanes yang selalu suka seenaknya,dia akan pamit pada orangtuanya untuk tidur dirumah ku,tapi nyatanya dia akan berpesta semalaman dan pulang kalau sudah mau pagi.

"Kapan kamu akan merubah kebiasaan burukmu itu Vanes? Tidak bisakah kamu diam dirumah saja,aku sudah lelah harus berbohong pada orang tuamu!" Keluhku.

"Jangan begitu, kalau bukan kamu lalu siapa lagi yang akan membantuku,kamu kan sahabat terbaikku Raisa!" Vanes mencubit kedua pipiku.

"Terserah kamu saja!"

Aku kembali merapikan novel novel yang tadi aku baca bersama dengan Vanes.

Aku memang menyukai novel novel apalagi novel novel dengan kisah cinta yang romantis,aku membayangkan kalau nantinya aku akan mendapatkan seorang lelaki yang tampan dan mencintai aku seperti kisah cinta di novel yang aku baca.

"Raisa,Vane. apa kalian masih lama di kamar,mamamu mau pulang ini !" Teriak ibuku dari luar.

"Iya Tante!"

"Sebaiknya kamu pulang sekarang,mamamu juga sudah mau pulang!"

"Baiklah,jangan lupa malam ini,oke!" Vanes mengacungkan jempolnya padaku sebelum dia membuka pintu kamarku.

Sementara itu aku juga ingin keluar, tapi sebelumnya aku menyimpan dulu novelku,biar tidak ditemukan oleh Raka adik lelakiku yang sekarang sudah memasuki masa puber.

Setelah memastikan semua novel novelku disimpan dengan baik,aku langsung keluar kamar.

"Apa yang kalian bicarakan di kamar? sampai sampai kalian tidak keluar sama sekali!" Ujar mamanya Vanes saat sudah melihat aku keluar kamar.

"Biasalah ma,anak perempuan!"

Mama Vanes mendekus kesal mendengar jawaban Vanes, sementara aku dan ibu hanya tersenyum saja.

"Ayo kita pulang,mama belum masak, panggil juga adikmu Vanes,hari hari main terus, sampai lupa waktu!" Omel mama Vanes sambil membuka pintu rumahku.

"Iya ma!"

"Apa bajunya mau di pasang Payet yang tadi jeng? " Tanya ibu pada mamanya Vanes sebelum dia benar benar pergi.

"Tidak usah jeng,nanti biayanya makin bertambah, kamu kalau minta upah sangat mahal,aku maklum sih, karena lakukan seorang janda, jadi seperti yang kita sepakati tadi saja!"

Ada sedikit rasa kesal di hatiku saat mendengar ucapan mama Vanes yang selalu seenaknya, tanpa mempedulikan perasaan orang lain.

Ibuku memang tukang jahit dan membuka toko baju di depan rumah kami,bukan sekali atau dua kali mama Vanes bicara seperti itu.

Ayahku sudah lama meninggal dunia, karena mengalami kecelakaan.

"Baiklah, seperti yang kita sepakati tadi jeng!" Jawab mama dengan senyuman yang dipaksakan.

"Ya,ayo Vanes kita pulang!" Ajak mamanya.

Vanes malah tersenyum padaku,aku tahu arti senyumnya itu.

Aku hanya mengangguk, mengiyakan saja.

   Setelah kepergian Vanes dan mamanya,Ibu kembali menjahit baju yang dipesan oleh para konsumennya.

    "Raisa jemput adikmu,kenapa dia belum pulang?" Ibu berkata sambil menggunting kain kain yang akan dijadikan baju.

   "Iya Bu!"

  Bugh!

  Aku yang baru keluar dari rumah mendengar suara yang sangat keras,aku lantas melihat kearah suara keras itu dan ternyata,adikku dan adiknya Vanes telah merusak kaca spion mobil yang terparkir di depan jalan.

   Aku sangat kaget, ditambah lagi pemilik mobil tersebut mendatangi adikku,aku harus menyelesaikan masalah ini sendiri,jangan sampai ibuku tahu akan hal ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suddenly Love

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan