Sampul Novel Suamiku Menolak Perceraian

Suamiku Menolak Perceraian

9.3 / 10.0
Dalam Suamiku Menolak Perceraian, Renee siap mengakhiri pernikahan demi wanita masa lalu William. Namun, sang miliarder justru menolak cerai dan mengancam penyebar rumor. Baca romance novel modern ini untuk mengikuti konflik rumah tangga penuh kejutan dalam billionaire romance books populer.
Ringkasan Suamiku Menolak Perceraian
Banyak yang yakin William hanya terpaksa menikahi Renee. Saat kekasih masa lalunya kembali dalam kondisi hamil, publik menanti William segera mendepak istrinya. Namun, Renee justru mengejutkan semua orang dengan menuntut perceraian lebih dulu demi harga dirinya. Di tengah spekulasi yang memanas, William secara tak terduga menolak berpisah dan mengancam akan menggugat siapa pun yang menyebar fitnah. Kini, Renee terjebak dalam kebingungan atas sikap suaminya.
Baca Selengkapnya

Suamiku Menolak Perceraian Bab 1

Sebuah jip militer melaju kencang di jalan bar yang ramai, kehadirannya bagaikan badai di cakrawala. Berhiaskan dengan lencana perwira tinggi dan plat nomor yang khas, mobil jip itu menarik perhatian semua orang di sepanjang jalan. Mobil itu berhenti mendadak di depan bar Serendipity yang diterangi lampu neon, remnya berdecit dengan suara lantang, seolah-olah sedang menantang kehidupan malam di sekitarnya.

Pintu jip itu terbuka, lalu terbanting menutup dengan kekuatan yang bergema di malam yang sunyi bagaikan suara tembakan yang tajam. Seorang pria turun dari mobil dalam balutan seragam militer, yang tampak kurang serasi dengan lingkungan perkotaan. Ekspresi wajahnya yang tegas dan rahangnya yang kokoh menambah kesan menakutkan saat dia melangkah ke dalam hiruk pikuk bar tersebut.

Cahaya lampu neon yang berwarna-warni menerpa wajahnya yang dingin, bayangan bermain di wajahnya saat dia melangkahkan kaki dengan mantap. Bar itu ramai dengan dentuman musik yang menggetarkan dan gumaman obrolan orang mabuk, tapi dia dikelilingi oleh hawa dingin yang menakutkan, seolah-olah terisolasi dari hiruk pikuk di sekitarnya.

Di depan meja bar, Ryland Flynn sedang asyik menggoda seorang gadis bartender. Saat prajurit itu masuk, dia mendongak dan kabut alkohol seketika menghilang dari matanya. Melihat sosok yang mengesankan itu langsung menuju lift, dia bergegas turun dari kursi dan berlari untuk mencegat pria itu.

"Pak William ..., kenapa kamu datang ke Serendipity malam ini?" tanya Ryland dengan terbata-bata di bawah tatapan dingin pria itu.

Pria itu menyipitkan mata ke arah Ryland dan bertanya dengan suara yang dalam, "Di mana Renee?"

"Renee ... seharusnya dia sedang berada di rumahnya malam ini," jawab Ryland dengan tergagap sambil berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan ketenangannya di bawah tatapan yang tajam tersebut.

Tanpa ragu, pria itu menekan tombol lift menuju lantai atas dan berkata dengan nada tajam dan tegas, "Kamu punya waktu 30 detik untuk memberitahunya."

Rasa panik mencengkeram Ryland sehingga jantungnya berdebar kencang. Dia menyadari bahwa tidak ada gunanya mengarang cerita sekarang. Dengan tangan gemetar, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor Renee Carter tepat di hadapan seorang pria bertubuh kekar yang berdiri menjulang di atasnya. Namun, setelah tiga kali menelepon berturut-turut, tidak ada satu panggilan telepon pun yang terjawab sehingga memaksanya untuk buru-buru beralih ke WhatsApp. Tidak punya waktu untuk mengetik, dia memilih untuk mengirim pesan suara dengan menekan ikon mikrofon dan berbisik dengan nada mendesak, "Renee, suamimu ada di sini untuk menemuimu. Dia sedang naik lift."

Meskipun dia berusaha berbicara serendah mungkin, kata-katanya bergema jelas di ruang lift yang sempit itu.

Tawa dingin terdengar dari belakang Ryland, membuat bulu kuduknya berdiri saat lift berbunyi dan pintunya terbuka" Keringat mulai menetes di dahinya, setiap tetesnya merupakan bukti meningkatnya rasa takutnya.

Pria itu melangkah keluar dengan langkah mantap dan langsung menuju ruang VIP. Terperangkap dalam rasa takut, Ryland mengikuti pria itu dengan patuh di belakang, langkahnya ragu-ragu saat dia memeras otak untuk mencari jalan keluar.

Berada di depan sebuah pintu, pria itu langsung berhenti melangkah dan berbalik sedikit. Setelah mengumpulkan sedikit keberanian, Ryland berkata dengan suara gemetar, "Pak William, aku berani menjamin, dia tidak ada di sini."

"Kuberi satu kesempatan terakhir, bukakan pintu itu atau aku sendiri yang akan mendobrak pintu ini."

"Kumohon, percayalah padaku. Dia ...," bujuk Ryland dengan terbata-bata.

Pria itu mulai menghitung mundur dengan tenang tanpa memberi ruang untuk perdebatan, "Tiga ...."

"Oke, oke, aku akan membukanya," gumam Ryland dengan enggan sebelum menghela napas berat dan mengeluarkan kunci kamar untuk membuka pintu dengan tangan gemetar. Di dalam hati, dia merasa kasihan pada Renee, tapi dia tidak berani menentang anggota Keluarga Mitchell yang berkuasa.

Begitu pintu terbuka, mata pria itu menyipit dan raut wajahnya mengeras, seperti seorang komandan yang tegas dan pantang menyerah, saat menyaksikan pemandangan di hadapannya.

Ryland melirik sebentar ke dalam dan menarik napas dalam-dalam, lalu buru-buru mengalihkan pandangannya untuk menjaga keselamatan diri sendiri, memosisikan dirinya tepat di ambang pintu dan mengamati dari jarak yang aman.

Di dalam ruangan, Renee sedang berbaring dengan malas di sofa, tubuhnya terbungkus gaun slip satin berwarna merah terang, yang memberikan kesan berani, dan diapit oleh dua gigolo yang muda dan tampan. Tubuh mereka yang telanjang dihiasi dengan jejak-jejak gairah yang jelas, goresan-goresan terukir di kulit mereka, yang menggambarkan betapa intensnya interaksi di antara mereka.

Mendengar suara pintu yang berderit terbuka secara tiba-tiba, kedua gigolo itu membeku, otot-otot mereka menegang saat mereka melihat sosok yang menakutkan berdiri di pintu masuk.

Sebaliknya, Renee menunjukkan sikap santai dan acuh tak acuh. Perlahan-lahan dia membuka matanya, bibirnya melengkung membentuk seringai mengejek saat melihat siapa yang datang.

Dengan kilatan nakal di matanya yang setengah terbuka, dia menatap pria itu dan senyumnya merekah di sudut mulutnya. "Tenang, anak-anak, ini bukan penggerebekan polisi," Perkenalkan, dia adalah suamiku, William Mitchell yang terhormat dari Keluarga Mitchell. Kalian pasti pernah mendengar tentangnya, kan?" godanya dengan nada jijik.

Ketika tatapannya jatuh ke wajah William yang muram, dia menyeringai provokatif dan melanjutkan, "Pak William, kenapa kamu begitu usil sampai jauh-jauh datang ke sini? Bukankah seharusnya kamu menyibukkan diri dengan kekasih masa kecilmu daripada membuang-buang waktu di sini bersama kami?"

William mendekat dengan langkah hati-hati, dinginnya udara malam menempel di jaket militernya, yang mencerminkan sikap dingin di wajahnya. Dia duduk di sofa berhadapan dengan Renee, lalu menyilangkan kakinya dengan cuek.

Kemudian, dia menyeringai mengejek dan melambaikan tangannya sambil berkata, "Jangan pedulikan aku, silakan lanjutkan aktivitas kalian."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suamiku Menolak Perceraian

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gue Bukan Perempuan Nakal!
8.3
Terjebak dalam obsesi masa lalu, seorang wanita rela melakukan apa pun demi mendapatkan kembali hati sang mantan kekasih. Keputusannya memicu kehancuran besar, merusak ikatan persahabatan, keharmonisan keluarga, hingga menyakiti pria tulus yang benar-benar mencintainya. Akankah pengorbanan buta ini berakhir dengan kebahagiaan, atau justru menjadi penyesalan abadi? Simak perjuangan emosionalnya dalam menghadapi konsekuensi dari pilihan hidup yang keliru.
Sampul Novel Kenikmatan Di Kelas Bisnis
8.6
Setiap bulan, sahabatku selalu bepergian ke berbagai kota menggunakan kelas bisnis dan kembali dengan wajah yang sangat berseri-seri. Rasa penasaran membuatku bertanya tentang keistimewaan fasilitas penerbangan mewah tersebut. Dengan senyuman penuh arti, ia mengungkapkan rahasia tak terduga. Mulai dari mahasiswa polos, bos besar yang dingin dan berkuasa, hingga pria asing yang menawan; semua petualangan romantis yang tak terbayangkan telah ia rasakan di sana.
Sampul Novel Lovely Rivalry
8.5
SMA Melody menjadi saksi perseteruan Kayana Setyawan, sang Ratu Es kaya raya, dengan Naruga Indra, jenius fisika sederhana. Perbedaan kasta memicu konflik tajam hingga insiden berdarah di sekolah memaksa keduanya bekerja sama. Kayana mengandalkan hartanya sementara Ruga memakai logika murni untuk mengungkap misteri siswa koma. Di tengah rivalitas sengit, tumbuh cinta tak terduga yang menguji prinsip mereka. Mampukah integritas menyatukan dua dunia yang berbeda?
Sampul Novel MENGGODA DOSEN GALAK
8.1
Bagi Darris, mencintai Netanya adalah dosa yang ingin ia ulangi terus-menerus. Enam tahun berpisah demi pendidikan tak mampu menghapus pesona wanita yang ia anggap sebagai hadiah Tuhan tersebut. Kini, takdir memberikan kejutan besar saat Neta kembali muncul sebagai dosen pembimbingnya di kampus. Meski panggilannya sering membuat Neta kesal, Darris tetap bertekad meluluhkan hati sang dosen galak agar hubungan mereka bisa berakhir di pelaminan.
Sampul Novel Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
9.4
Terjepit masalah finansial, seorang gadis terpaksa menjalani sandiwara cinta yang rumit. Ia menerima tawaran mengejutkan dari seorang wanita yang sedang sekarat untuk menikahi suaminya yang gagah. Ironisnya, pria kaya yang terpaut usia dua puluh tahun darinya itu adalah ayah dari kekasihnya sendiri. Demi uang dan keadaan yang mendesak, ia rela mengubur rasa sakit hatinya dan meninggalkan sang kekasih demi menjalani pernikahan kontrak penuh dilema ini.
Sampul Novel Takdir Perjanjian Pernikahan
8.8
Marsha dan William terjerat dalam perjodohan meski hati mereka milik orang lain. Walau sempat menolak, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pernikahan yang penuh kebencian. Hubungan mereka bak kucing dan tikus yang tak pernah akur, namun waktu mulai menumbuhkan benih cinta yang tak terduga. Marsha mulai goyah, sementara William masih terbelenggu masa lalu. Akankah dua hati yang terluka ini akhirnya menemukan kebahagiaan sejati?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan