Sampul Novel Secret Wife

Secret Wife

9.1 / 10.0
Satu dekade membina rumah tangga, Bram dan Sinta belum juga dikaruniai keturunan. Tanpa pemeriksaan medis, Bram dan ibunya terus menghakimi Sinta sebagai pihak yang mandul. Akibat desakan sang ibu yang ingin segera menimang cucu, Bram akhirnya memutuskan untuk berpoligami secara diam-diam. Namun, sebuah rahasia besar tersimpan rapat: bagaimana jika sebenarnya Bram lah yang tidak bisa memiliki anak? Akankah Sinta tetap diam saat pengkhianatan ini terungkap?

Secret Wife Bab 1

“ Stop Mas! aku udah capek banget. ” Ia merasa lelah dengan perlakuan  suaminya yang selalu mengajaknya berhubungan tanpa henti.

“ Ini nih yang bikin kita selalu susah mempunyai keturunan, baru bermain dua ronde saja sudah kecapekan, kita sudah menikah hampir sepuluh tahun dan Kamu belum bisa memberi aku keturunan! ”

“ Mas! ... Aku sudah berusaha untuk memberimu keturunan. Aku rasa mungkin ada yang salah di sini, sebaiknya kita memeriksa kondisi kita pada Dokter. Bisa saja bukan aku yang bermasalah tapi Kamu! ” Sinta sudah merasa sangat lelah dengan perlakuan suaminya yang selalu menuntut tentang kehamilan.

“ Gak perlu! Kata Mama, Kamu yang mandul! ” Bram dengan geram memegang erat pergelangan tangan Sinta.

“ Stop Mas! Kamu jangan pernah melibatkan mama dalam urusan rumah tangga kita! ... Aku udah capek mas, kamu selalu menyalahkan aku! ” Sinta menyentak tangan Bram yang semakin erat meremas pergelangan tangannya.

“ Sudahlah! Aku mau cari angin malam!” Bram yang hendak melangkahkan kaki untuk pergi, ditahan oleh Sinta.

   “ Jangan lari dari masalah mas. Kalau mau sekarang kita ke Rumah Sakit. ” Sinta mencoba menarik tangan suaminya untuk dibawa ke Rumah Sakit, ia sudah lelah dengan Bram dan mertuanya yang selalu menyalahkan dirinya.

  Bukan hanya kali ini Bram dan Sinta bertengkar, bahkan ... sudah menjadi rahasia publik jika mereka berdua belum mempunyai keturunan. Setiap mereka bertengkar, pasti Bram akan langsung pergi meninggalkan Sinta.

   Tapi untuk kali ini, Sinta tidak akan pasrah dengan perlakuan suaminya.

   “ Ayok Mas! Jika benar aku yang mandul! ... Aku akan bersimpuh di kaki Kamu dan mama! ” Ia menarik Bram dengan kuat agar mau mengikuti langkahnya.

   “ Yasudah! Mari kita buktikan. ”

   Dengan langkah lebar Bram dan Sinta menuju mobil, mereka akan pergi ke Rumah Sakit untuk membuktikan siapa yang mandul.

   Di dalam mobil ... Suasana terasa hening, tidak ada yang memulai percakapan, Sinta yang sibuk melihat jalan, dan Bram yang hanya fokus menyetir.

   Setelah sampai di Rumah Sakit, Bram dan Sinta langsung turun dari mobil dan menuju resepsionis.

   “ Permisi mbak, saya ingin bertemu dengan Dokter kandungan yang terbaik di Rumah Sakit ini. ” Ucap Bram kepada resepsionis itu.

   “ Maaf pak, Dokter kandungan di Rumah Sakit ini sedang tugas ke luar kota. Kemungkinan pulangnya hari selasa. ” Resepsionis itu tersenyum tulus kepada Sinta dan Bram.

   “Oh, yasudah mbak, terimakasih. ” Ia langsung pergi dari situ, dan menyeret lengan Sinta.

   “ Kamu lihat! Kita harus menunggu dua hari lagi untuk tes. ” Ia membuka pintu dan menghempaskan Sinta di kursi mobil.

   “ Setelah aku mengantar kamu ke rumah! Aku ingin pergi ke tempat teman! ”

   “ Aku heran mas! Setiap kita bertengkar, kamu selalu menghindar. Apa susahnya sih!? Bicara baik-baik, kita selesaikan sekarang juga. ” Ingin rasanya Sinta menampar dan mencaci maki suaminya, tapi sayangnya ia tidak berani. Sinta yang tidak mendapat jawaban dari suaminya, hanya bisa menghela nafas panjang, ia menyenderkan kepalanya di kursi mobil. Kedua manusia ini, sedang berperang menghadapi ego masing-masing. Ketika mereka berdua sudah sampai di depan rumah.

   “ Turun. ” Bram menatap Sinta dengan tatapan yang sulit diartikan.

   “ ....... ” Tanpa menjawab, Sinta lebih memilih untuk turun langsung, daripada harus berdebat lagi.

   Baru saja Sinta menutup pintu mobil, Bram langsung menginjak pedal gas dan berlalu begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata.

   Bram yang sedang mengendarai mobil masih di bikin sebal dengan Sinta. Kenapa istrinya sekarang tidak menurut dengannya, padahal dulu Sinta sosok yang lembut dan penurut.

   Bram memutuskan untuk pergi ke rumah istri keduanya, ia mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata, bahkan banyak pengguna jalan lainnya yang mengklakson untuk memberi peringatan, tapi Bram hanya diam  tidak perduli.

   “ Tin ... Tin ... ” Suara klakson mobil terdengar begitu nyaring di luar, bahkan wanita yang tinggal dirumah itu dibuat melonjak kaget oleh suara klakson.

   Wanita itu berjalan dengan langkah besar, hanya untuk sekedar melihat siapa yang datang malam-malam seperti ini.

   Ketika wanita itu ingin membuka gerbang, terdengar bunyi klakson lagi.

   “ Tin .... Tin .... ”

   “ Lama banget sih! ” Ketika wanita itu membuka gerbang, ia langsung mendapatkan  amarah dari suaminya.

   “ Minggir! Ngapain kamu masih ditengah jalan, mau di tabrak?! ” Sedangkan wanita yang membuka gerbang, hanya bisa menghela nafas panjang, dan mengelus dada melihat sifat tempramen yang dimiliki suaminya.

   Ketika mobil Bram sudah melewati gerbang, wanita itu ikut melangkahkan kakinya untuk memasuki rumah. Ia belum berani bertanya karna ia melihat Bram yang sedang duduk di sofa dan memijit pelipisnya sendiri, ia berinisiatif untuk membuatkan minuman yang disukai suaminya.

   “ Mas, ini aku buatkan kopi. ” Wanita itu menata cangkir, dan piring kecil di meja depan Bram duduk, setelah ia duduk di samping suaminya,

   “ Kamu kenapa lagi mas? ”

   “ Gapapa, hanya ada sedikit masalah kok.” Bram menjawab dengan mengelus puncak kepala Rani. Menurut Bram, istri keduanya ini sangat menggairahkan, apalagi Rani baru menginjak usia dua puluh tiga tahun.

   “ Gimana keadaan kamu? ”

   “ Aku baik-baik aja mas. ”

   “ Aku menginginkanmu. ”

   “ Tapi mas – ” Kalimat Rani menggantung di udara.

   Bram yang sudah tidak tahan melihat bibir ranum istrinya tanpa aba-aba langsung menyambar bibir Rani, bibir Rani adalah candu baginya.

   Tanpa sadar, tubuh Bram sudah menindih tubuh Rani. Bram semakin menggila mencumbu bibir istrinya, bahkan tangannya sudah menjalar ke gunung kembar milik Rani. Rani yang tidak bisa mengelak dari serangan yang di layangkan suaminya, hanya bisa pasrah menikmati permainannya, hingga ia kehabisan nafas dan memukul-mukul dada suaminya.

   Bram yang menyadari Rani kehabisan nafas, langsung melepas ciumannya dan turun ke leher jenjang milik istrinya, tak lupa Bram memberi tanda kepemilikan di leher dan gunung kembar milik Rani.

   “ Aku selalu memimpikan kedua gunung ini, tidak terlalu besar atau kecil, tapi pas untuk digenggam dan dimainkan. ” Pengakuan Bram yang sangat terang-terangan membuat semburat merah di kedua pipi istrinya.

   Tangan Bram mulai turun kebawah dan berputar-putar di gundukan bawah milik istrinya. Dengan sengaja Bram memainkan clit yang berada di dalamnya, hingga Rani dibuat kelimpungan oleh apa yang dilakukan suaminya.

   “ Ah ... ” Desah Rani yang keluar begitu saja, tatkala suaminya memasukkan ketiga jarinya kedalam gundukan bawah milik Rani.

“ Masukin mas, aku uda – ” Belum sempat Rani melanjutkan ucapannya, Bram langsung memasukkan juniornya ke dalam gundukan itu dengan sekali hentakkan.

   Rani yang mendapat tumbukan secara mendadak, harus dibuat kewalahan tatkala Bram menumbuk dengan cepat, keringat membanjiri tubuh mereka berdua. 

   Sedangkan Sinta yang ditinggal Bram begitu saja, hanya bisa memasuki rumah dengan langkah gontai, ia langsung menuju ke kamar untuk berendam air hangat. 

   Setelah berendam selama tiga puluh menit, ia memutuskan untuk turun menunggu suaminya. Sinta duduk di sofa sambil menonton sebuah acara di tv, Sinta yang sudah kelelahan tanpa sadar tertidur di sofa tanpa mematikan tv. 

   Sedangkan ditempat lain, Bram dan Rani masih menikmati sisa-sisa percintaan mereka berdua.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Secret Wife

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan