Sampul Novel SANG PENAKLUK MAFIA

SANG PENAKLUK MAFIA

8.3 / 10.0
Dalam novel SANG PENAKLUK MAFIA, Abigail terjebak di Napoli sebagai pelayan Lucca Alonzo, pemimpin klan kejam. Dia harus bertahan hidup di tengah dunia gelap penuh risiko. Baca kisah seru ini di webnovel kami, pilihan tepat bagi pencinta mafia romance books dan modern novel berkualitas.
Ringkasan SANG PENAKLUK MAFIA
Setelah meninggalkan kekasihnya yang pecandu judi, Abigail justru terjebak dalam cengkeraman Lucca Alonzo. Pemimpin mafia Italia berwajah rupawan namun berhati kejam itu membawa Abigail ke kediamannya di Napoli. Di sana, Abigail dipaksa menjadi pelayan bagi para wanita simpanan Lucca. Terperangkap dalam dunia gelap penuh mara bahaya, mampukah Abigail yang berhati lembut bertahan hidup dan meloloskan diri dari jerat sang iblis yang mengerikan ini?
Baca Selengkapnya

SANG PENAKLUK MAFIA Bab 1

00:30, Dermaga Greenwich, London, Inggris

Aku buta, 

Aku tidak bisa melihat apapun dengan jelas. 

Aku terjebak.

Mungkin, semuanya sudah terlambat.

Kalimat itu terus terulang di kepala Abigail. Kakinya bergerak lebih cepat dari yang dia rasakan. Pikirannya memerintahkan untuk terus berlari. 

Sesekali kepalanya menoleh ke belakang untuk memastikan enam lelaki yang mengejarnya masih jauh. Berharap bisa meloloskan diri meskipun Abigail sadar di sela napasnya yang semakin terasa berat, kemungkinan besarnya, dia akan tertangkap.

Semua ini karena kebodohannya sendiri yang terlalu ingin tahu. Tidak sengaja melihat apa yang seharusnya tidak dia lihat.

Hosh..Hoshh..Hoshh..Hoshh..

Napasnya pendek-pendek, kakinya mulai letih, air matanya mendesak keluar. Apakah ada yang akan menolongnya saat ini?

Abigail memilih untuk terus berlari.

Membiarkan saja rambut hitamnya berkibar tertiup angin laut yang berhembus. Berlari di antara kontainer yang tersebar di sekitar dermaga. Sialnya, dia malah menjauhi keramaian di sisi lain bar. 

Saat napasnya mulai terasa sesak, Abigail melihat ada celah tertutup di antara kontainer dengan bangunan di sampingnya tidak jauh di depan dan bergegas masuk untuk berlindung. 

"Please, pergilah. Please," gumamnya  berkali-kali seraya memeluk tubuhnya sendiri dengan erat. "Aku tidak melihat apapun."

Bunyi langkah kaki di kejauhan terdengar semakin mendekat. Abigail menutup mulutnya sendiri dengan tangan agar tidak mengeluarkan suara apapun. Menahan napasnya saat para lelaki berpakaian hitam itu lewat. 

Beberapa saat dia hanya diam, memastikan mereka tidak kembali agar dia bisa pergi dan mencari bantuan.

"Tuhan, lindungi aku," ucapnya dengan penuh keyakinan, keluar dari persembunyian saat dirasa cukup aman ke arah yang berlawanan. Gerombolan lelaki itu sudah tidak terdengar lagi dan inilah kesempatannya untuk kabur.

Hanya tinggal beberapa belokan seperti yang diingatnya tadi, dia akan lolos. Sesaat Abigail menoleh ke belakang memastikan tidak ada yang mengikuti dan ketika kembali menghadap depan, kakinya langsung berhenti berlari sebelum menabrak seorang lelaki yang menghadang jalannya dengan wajah tertutupi topi hitam bundar. Coat hitam panjangnya berkibar tertiup angin laut.

Dengan napas naik turun, Abigail berdiri di sana didera ketakutan yang amat nyata. Laki-laki itu hanya diam, tidak melakukan apapun tapi Abigail seperti tidak bisa bergerak. Padahal kesempatan satu-satunya hanyalah berbalik dan lari menjauh tapi dia seakan membeku di tempatnya memandangi lelaki yang merupakan pimpinan semua orang-orang menakutkan itu. Dia melihatnya membunuh beberapa orang di dalam sana.

Aku akan mati!

Laki-laki itu bergerak maju, Abigail menahan napasnya. Saat mereka berdiri berhadapan, dia mengangkat sedikit kepalanya dan Abigail seakan melihat malaikat. Angel yang turun dari langit karena ketampanannya. 

Abigail terkesiap saat lelaki itu dengan gerak cepat mengulurkan tangan berbalut sarung tangan hitam, mencengkram lehernya kuat mengabaikan kenyataan kalau dia seorang wanita. 

"Please—" Abi menahan lengan kuat itu dengan kedua tangannya sendiri, mencoba berbicara.  "A-ku tida-k me-lihat apa-pun."

Cengkramannya menguat, Abigail berdesis merasakan sakit.

Biasanya Devil serupa dengan Angel.

"Ya aku percaya." Laki-laki itu berbicara Bahasa inggris dengan aksen yang terdengar sedikit aneh. "Namun, aku harus mencongkel kedua bola mata indahmu itu lebih dulu."

"To-long, le-paskan a-ku." Abigail semakin tidak bisa bernapas dengan benar. "Ak-u tid-ak ak-an meng-atakannya p-ada siapa-pun."

Lelaki itu menarik sedikit sudut bibirnya ke samping. Abigail melirik sekilas ke bawah, melihat  kalung putih bentuk salib yang melingkari lehernya tapi buru-buru dialihkannya lagi tatapannya ke wajah lelaki itu.

"Aku sering mendengar kalimat itu dari orang-orang yang bertemu denganku sebelumnya." Abigail memejamkan mata saat lehernya semakin dicengkram. "Sayang sekali, wanita secantik dirimu berada di tempat dan waktu yang salah. Siapa yang harus disalahkan? Hmm?"

Abigail kembali membuka mata, "Am-puni ak-u."

"Pengampunan." Nada suaranya terdengar meremehkan. "Apa setiap orang hanya bisa mengatakan hal itu padahal mereka sadar, ada konsekuensi disetiap tindakan dan aku sama sekali tidak menyukai orang-orang yang terlalu ingin tahu sepertimu," tambahnya penuh penekanan.

"Ap-a yang bis-a aku lak-ukan ag-ar men-dapat pen-gampunanmu?" 

"Apa yang bisa kau tawarkan?" Lelaki itu bertanya balik. "Jangan katakan tubuhmu karena aku sama sekali tidak tertarik."

"Aku juga tidak sudi—ssshhh," desis Abigail,  semakin merasakan sesak. "Ap-a yang ka-u ingin-kan se-lain hal it-u?"

Senyuman smirknya semakin membuat Abigail takut. Lelaki tampan itu memiliki pandangan yang membuat siapapun teepesona tapi juga takut di saat yang bersamaan.

"Kematianmu," bibirnya menyunggingkan senyuman menakutkan. 

Abigail membenamkan kukunya di lengan lelaki itu dengan rasa takut yang menjalar.

"Siapa namamu?" Abigail diam, cengkramannya menguat, dia berdesis, "Siapa namamu?"

"Abi. Na-maku Abi."

"Halo Abi," sapanya. "Sepertinya malam ini bukan malam keberuntunganmu karena bertemu denganku."

Laki-laki itu semakin mencengkram lehernya erat membuatnya tidak lagi mendapatkan asupan udara hingga dadanya sesak. Seperti ikan yang dilempar ke daratan tanpa peringatan. Kepalanya terasa sakit dan dia tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan diri. 

Aku akan mati. Siapapun, help me.

BRUUMMMMMM!!

Tiba-tiba suara mobil yang datang mengagetkan keduanya. Sorot lampunya membuat pandangan silau, tanpa benar-benar sadar, mobil itu melaju mendekat dengan suara mesinnya yang menggelegar ke tempat di mana mereka berada.

BRAAAAKKK!!

Setelah hantaman itu, Abi merasakan tubuhnya terlempar bersama dengan lelaki itu dan terjatuh di aspal dingin dengan rasa nyeri yang tidak terelakkan.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi SANG PENAKLUK MAFIA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CEO Itu Ayah Dari Anakku!
8.6
Risa, gadis desa yang mencari orang tuanya di kota, justru dikhianati teman dan dijual hingga berakhir menghabiskan malam bersama CEO muda, Arjuna. Hubungan singkat itu menghasilkan kehamilan yang mengancam reputasi sempurna Arjuna. Di tengah perbedaan kasta sosial dan intrik keluarga yang rumit, Arjuna terjebak antara menjaga citra atau melindungi Risa. Akankah cinta tumbuh di balik skandal besar ini, ataukah status sosial menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Joshua berubah menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali setelah dikhianati oleh kekasih masa lalunya. Luka perselingkuhan itu mengubah kepribadiannya secara drastis tanpa ia sadari sepenuhnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda dalam sebuah pertemuan yang tidak terduga. Akankah kehadiran gadis ini mampu menyembuhkan trauma Joshua dan mengembalikannya menjadi sosok pria yang dulu, atau justru memperumit keadaan?
Sampul Novel Istri Yang Dilupakan CEO
8.1
Bagi Noel, pernikahan dengan Bianca hanyalah transaksi bisnis demi kelancaran kerja sama perusahaan. Ia mengabaikan keberadaan istrinya dan menanti saat yang tepat untuk berpisah secara resmi. Namun, ketika waktu perceraian tiba, sikap Noel mendadak berubah drastis. Ia menolak keras melepaskan Bianca tanpa alasan yang jelas. Di tengah dinginnya hubungan mereka, Noel justru bersikeras mempertahankan ikatan yang awalnya ia anggap tidak berarti sama sekali.
Sampul Novel Kursi Panas di Kantor
8.9
Giselle Putri Natapradja adalah konsultan senior ambisius di The Converge yang mengincar posisi partner. Namun, jabatan itu justru jatuh ke tangan Akira Hangga Aryanto, pria berpengalaman dari perusahaan ternama. Situasi menjadi rumit karena Akira adalah pria dari masa lalu Giselle saat mereka terlibat cinta satu malam. Kini, di tengah persaingan profesional yang sengit untuk membuktikan siapa yang terbaik, keduanya harus berjuang meredam gairah lama yang kembali membara.
Sampul Novel Menjadi Madu Sahabatku
8.3
Silla sangat terkejut saat Elsa, sahabat yang sudah dianggap saudara, memintanya menjadi istri kedua bagi suaminya, Nathan. Elsa yang divonis mandul mendesak Silla agar mau memberikan keturunan bagi keluarga mereka. Meski sempat menolak, tekanan yang ada membuat Silla akhirnya setuju. Namun, situasi menjadi rumit karena Silla ternyata masih mencintai Nathan secara rahasia. Akankah ia sanggup melepaskan Nathan setelah tujuannya tercapai atau malah terjebak?
Sampul Novel Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal
9.6
Ketika sang anak menangis histeris mengabarkan bahwa ibunya terbujur kaku di ranjang, Michael justru mencaci istrinya sebagai wanita pemalas dan menutup telepon demi bermesraan dengan sekretarisnya. Dia tidak pernah menduga bahwa penolakan kasar itu menjadi komunikasi terakhir mereka. Sang istri telah tiada untuk selamanya. Kini, setelah kebenaran tragis itu terungkap, Michael hanya bisa mendekap bingkai foto mendiang istrinya dalam penyesalan yang terlambat, memohon agar ia kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan