Sampul Novel Tugas Tambahan untuk Ibu Susu

Tugas Tambahan untuk Ibu Susu

8.3 / 10.0
Dalam novel romantis miliarder "Tugas Tambahan untuk Ibu Susu", seorang wanita bekerja sebagai ibu susu di rumah bosnya. Namun, sebuah insiden ASI yang merembes memicu ketegangan intim di antara mereka. Baca novel online gratis ini untuk mengikuti kisah romansa modern yang penuh hasrat.
Ringkasan Tugas Tambahan untuk Ibu Susu
Bekerja sebagai ibu susu di kediaman sang bos, wanita ini mengalami insiden memalukan saat air susunya merembes hingga mengotori pakaian. Upayanya membersihkan diri justru membuat tubuhnya basah kuyup oleh ASI, menarik perhatian penuh dari sang majikan yang menatapnya dengan intens. Dilanda gairah yang tak tertahankan, ia mengasingkan diri ke kamar mandi. Namun, sang bos menyusulnya, menyentuh dadanya dengan lembut, dan memutuskan untuk menghabiskan sisa ASI yang tidak habis oleh bayinya.
Baca Selengkapnya

Tugas Tambahan untuk Ibu Susu Bab 1

Aku datang ke rumah bos untuk menjadi ibu susu. Namun, payudaraku yang merembeskan ASI malah membuat kemejaku berantakan.

Aku buru-buru mencoba membereskannya, tetapi keadaannya justru makin buruk. Seluruh tubuhku kini penuh dengan noda ASI dan bos sama sekali tidak bisa memalingkan pandangannya dariku.

Di bawah tatapan panasnya yang membara itu, aku merasa malu karena tubuhku justru mulai memberikan reaksi.

Saat aku berada di dalam kamar mandi dengan tubuh yang lemas tak berdaya, mencoba mengatasi gejolak hasratku, aku justru merasa gairahku makin menjadi kuat. Tiba-tiba, bos muncul di hadapanku dan menangkup lembut payudaraku.

"Anakku nggak bisa menghabiskan semuanya, jadi orang tuanya yang akan bertanggung jawab."

Setelah berkata seperti itu, dia pun mengulum putingku.

Aku adalah seorang ibu susu. Hari ini aku pergi ke rumah Pak Farid untuk menyusui putranya.

Lantaran payudaraku sedang membengkak karena ASI, belakangan ini aku jarang mengenakan bra. Jika tidak, tekanannya akan terlalu kencang dan selalu terasa nyeri yang samar.

Terlebih lagi, karena terus-menerus diisap dan dijilat oleh bayi, putingku menjadi begitu sensitif. Gesekan sekecil apa pun akan membuatnya menegang, lalu setelah itu ASI akan merembes keluar tanpa bisa dikendalikan.

Aku sudah terlalu sering mengalami situasi memalukan di luar saat bagian dadaku basah kuyup. Tatapan membara dari orang-orang di sekitar membuatku merasa malu sekaligus bergairah. Hal itu justru membuat dadaku makin tak terkendali, hingga akhirnya rembesan ASI menembus seluruh kemejaku.

Saat hendak keluar rumah, aku sengaja memilih kemeja berwarna abu-abu, sehingga meskipun basah, tidak akan sampai memperlihatkan tubuhku di depan umum seperti halnya jika aku memakai kemeja putih.

Siapa sangka cuaca tidak mendukung. Belum sampai di halte bus, hujan badai sudah turun dengan derasnya.

Saat aku tiba di rumah Pak Farid, pakaianku sudah hampir basah kuyup, benar-benar basah kuyup dari kepala hingga kaki.

Ketika aku berdiri di depan pintu rumah bos, aku melirik ke arah tubuhku sendiri dan dalam hati berseru, 'Gawat!'

Aku lupa bahwa ASI berwarna putih. Meskipun kemeja berwarna gelap tidak mudah memperlihatkan bentuk tubuh saat basah kuyup, putingku kini ternoda oleh bekas ASI. Bagian ujungnya tampak putih bersih, bahkan bisa terlihat cairan yang terus merembes keluar tanpa henti dari sana ….

Dengan sedikit panik, aku menggosok-gosok kain di bagian putingku dengan tangan. Namun, hal itu malah menyentuh titik sensitifku. Seketika aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerang pelan di depan pintu. Kakiku terasa begitu lemas hingga hampir saja terjatuh.

Namun, tubuhku ditangkap oleh seseorang.

Aku mengangkat kepala, menatap ke arah depan dengan pandangan sedikit kosong.

Entah kapan pintu itu terbuka. Pak Farid sudah berdiri di sana. Dia mengulurkan tangannya untuk menopangku.

Pak Farid sempat terpaku sejenak melihat penampilanku yang kacau balau. Pandangannya terhenti saat menyapu bagian dadaku yang ternoda ASI. Namun, dia tetap tidak mengatakan apa pun dan memintaku masuk ke dalam.

Berjalan di belakangnya, aku merasa sedikit tidak enak hati. Kemudian, tanpa sadar aku menarik-narik bajuku.

Begitu melirik jam, sepertinya aku sudah terlambat cukup lama.

Aku pun menjelaskan situasiku pada Pak Farid dengan terbata-bata, sambil terus merasa cemas karena bagian dadaku masih terus membasahi kemeja. Akan tetapi, usahaku untuk menutupi dadaku dengan tangan justru membuatnya makin terlihat jelas, hingga memancing Pak Farid untuk terus menatap ke arah sana.

"Nggak apa-apa. Hujan di luar sangat deras, bisa dimengerti."

Pak Farid tersenyum dan memaafkan keterlambatanku. Namun, secara tidak sadar pandangannya tertuju ke arah dadaku.

Di tengah puncak musim kemarau, kemeja yang kukenakan begitu tipis. Pakaian yang basah itu melekat erat di tubuhku, membuat bentuk bulat dari kedua payudaraku terlihat begitu jelas. Pak Farid pasti juga menyadari bahwa aku tidak mengenakan bra.

Pada saat ini, noda ASI putih sudah merembes turun dari bagian putingku, mengalir mengikuti garis payudara dan membentuk lekukan tubuhku dengan jelas di atas kemeja yang berwarna gelap.

Aku merasa sangat malu dan segera menarik-narik bajuku untuk menutupi diri. Namun, anehnya tubuhku justru terasa sedikit panas.

Terus-menerus ditatapi oleh Pak Farid seperti itu membuatku merasa begitu malu hingga rasanya ingin menghilang ditelan bumi. Aku pun berkata dengan gugup, "Itu .… Mana Dodo? Aku mau menyusuinya."

"Nggak perlu buru-buru. Mandilah dulu. Jangan sampai kamu kedinginan dan jatuh sakit," ucap Pak Farid dengan nada penuh perhatian.

Pak Farid menatap kemejaku yang berantakan dengan penuh arti, lalu menambahkan, "Ganti juga baju yang kamu kenakan itu. Akan kucarikan yang baru untukmu."

Hatiku terasa hangat. Aku menatap Pak Farid dengan rasa terima kasih. Namun, aku tetap mengatakan tidak perlu.

Lagi pula, rumah mereka adalah apartemen mewah yang begitu luas dengan dekorasi yang begitu megah. Sebagai seorang wanita, aku merasa sangat sungkan jika harus mandi di rumah mereka.

Pak Farid sepertinya melihat keraguanku. Dia tersenyum dan kembali berkata, "Baiknya mandi dulu saja. Nggak enak juga kan kalau badan anakku jadi ikut basah waktu kamu menyusuinya, 'kan?"

Terdengar nada yang tidak menerima penolakan dalam suaranya, sehingga aku hanya bisa menganggukkan kepala.

Kamar mandi di rumah Pak Farid sangat besar. Luas area toiletnya saja sudah melebihi luas rumah yang aku dan suamiku sewa saat ini.

Aku melepaskan pakaianku yang basah kuyup, lalu berdiri di depan cermin besar yang ada di samping gantungan jubah mandi. Sambil menatap tubuh rampingku di dalam cermin serta bagian dadaku yang berisi dan membanggakan, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengulurkan kedua tangan untuk menopang dan meraba keduanya.

Bagian dadaku yang pada dasarnya memang masih merembeskan ASI menjadi makin tidak terkendali karena gerakanku tadi.

Dua gumpalan payudara yang berisi ini dahulu pernah memberiku kesulitan besar. Waktu masih sekolah dahulu, aku bahkan pernah diejek sebagai "sapi perah" oleh teman-teman sekelas. Tidak kusangka sekarang ini justru menjadi sarana bagiku untuk menyambung hidup, membuatku tidak tahu apakah harus merasa senang atau malah merasa miris.

Akan tetapi, saat teringat bagaimana Pak Farid menatap dadaku dengan mata yang berbinar tadi, jantungku pun tidak bisa berhenti berdegap kencang.

Tepat di saat aku sedang melamunkan hal yang tidak-tidak, pintu tiba-tiba terbuka. Tak disangka-sangka Pak Farid masuk ke dalam dengan membawa satu setel pakaian baru yang cantik di tangannya.

Aku menjerit kaget. Dalam kepanikan aku buru-buru menutupi tubuhku dengan tangan sambil berseru cemas, "Kamu … kenapa kamu masuk? Cepat keluar!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tugas Tambahan untuk Ibu Susu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Hasrat Dilema Dalam Gairah
9.0
Dalam suasana penuh gairah, Aslan perlahan melucuti pakaian terakhir yang menutupi tubuh Endah. Respons pasrah Endah memperlihatkan betapa ia terbuai oleh hasrat yang membara di antara mereka. Saat Aslan mulai menjelajahi keintiman fisik sang wanita, aroma alami dan sensasi menggoda semakin memacu adrenalin lelakinya. Ketegangan romansa modern ini memuncak ketika sentuhan-sentuhan lembut Aslan memicu desahan tertahan, mengunci keduanya dalam dilema nafsu yang mendalam.
Sampul Novel Jangan Pernah Mengkhianatiku
9.0
Arvella Siregar melarikan diri dari kekejaman suaminya, Rivan, hingga tersesat di hutan dan diselamatkan oleh Kael Mahendra yang misterius. Di sana, ia bergabung dengan kelompok ahli untuk belajar bertahan hidup dan menjadi tangguh. Arvella mengungkap fakta bahwa kematian orang tuanya adalah konspirasi jahat, bukan kecelakaan. Bersama Kael, ia kini bersiap keluar dari hutan untuk membalas dendam dan mengungkap asal-usulnya meski nyawa menjadi taruhan utama.
Sampul Novel Rahasia Suami Terbongkar di Meja Pendaftaran
9.5
Demi menyekolahkan putranya, Edy Sudrian, Anida Kusuma mempersiapkan berkas selama setahun. Namun saat pendaftaran, akta nikahnya dengan Eric Sudrian tidak ada. Di sana, Eric justru menyalahkannya. Kejutan besar terjadi ketika staf sekolah mengungkap bahwa istri sah Eric di sistem bukanlah Anida. Viona Hakana, yang berada di sana, menunjukkan akta nikah mereka yang terdaftar sejak hari pertunangan Anida dan Eric empat tahun lalu. Kebohongan Eric selama tujuh tahun akhirnya terbongkar.
Sampul Novel Tawanan Cinta Tuan Jackson
9.2
Michelle Wilson, gadis berusia 22 tahun, mendadak dilamar oleh Jackson Lee, seorang miliarder tampan namun dikenal sebagai pria hidung belang. Meski Jack memiliki kekayaan melimpah, Michelle dengan tegas menolak niat pria tersebut karena reputasi buruknya dalam bergonta-ganti pasangan. Bagi Michelle, menikahi pria penggila wanita seperti Jack adalah hal yang menjijikkan. Lantas, bagaimana reaksi Jack saat pesonanya dipatahkan begitu saja oleh Michelle?
Sampul Novel Terlambat untuk Menyesal
9.1
Setelah delapan tahun mengejar Charles Watson, Lynda Bennett akhirnya menikah karena hamil. Namun, tragedi menimpa saat Eleanor, keponakan Charles, menewaskan ibu Lynda. Bukannya membela, Charles justru mengancam Lynda demi melindungi Eleanor, sosok yang sebenarnya ia cintai. Penderitaan Lynda memuncak saat Eleanor mencabut nyawa ayahnya. Akhirnya, Lynda memilih pergi membawa putrinya dan menikahi rival Charles. Kini, Charles bersujud memohon maaf, namun penyesalannya sudah terlambat.
Sampul Novel WARUNG KOPI JENNY
8.8
Jennyta, mantan TKW Malaysia, kini menetap di Rusunawa Depok demi ibunya. Modal yang tersisa ia gunakan untuk membuka warung kopi sederhana. Namun, kedamaiannya terusik oleh Jimmy Waluyo, mantan preman yang gemar mengganggunya setiap hari. Di tengah perselisihan yang terjadi, muncul benih cinta yang tak terduga. Akankah Jennyta sanggup melupakan pesona kekasihnya, Januar Arifin, lalu membuka hati untuk Jimmy yang selama ini menjadi pengganggunya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan