Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

SUAMI PENGGANTIKU (BUKAN) PRIA PAYAH

Setelah dikhianati oleh Bastian yang berselingkuh dengan saudara tirinya, Mentari menolak melanjutkan pernikahan. Demi menjaga perjanjian keluarga, ia terpaksa menerima Samudra, paman Bastian, sebagai mempelai pengganti. Samudra dikenal sebagai pria kumal dan payah yang dikabarkan tidak menyukai wanita. Namun, keputusan Samudra untuk menikahi Mentari memicu tanda tanya besar. Apakah sosok yang diasingkan keluarganya ini benar-benar pria tidak berguna, atau justru menyimpan rahasia besar?
Bab
Bagikan

Bab 1

TERTANGKAP BASAH

“Bastian, ahhh … lebih cepat lagi–”

Aku menajamkan pendengaran begitu tiba di depan pintu kamar Bastian, calon suamiku. Suara-suara aneh dari dalam sana membuat bulu di tubuh ini meremang.

“Bas–oh ....”

Aku tidak tahan lagi, tubuhku mendadak bergetar hebat karena mendengar suara-suara itu. Suara-suara khas sepasang manusia yang tengah mengarungi lautan kenikmatan.

Brak!

Kudorong pintu ruangan itu dengan kuat hingga dua orang yang tengah bergumul di atas sofa sontak terperanjat.

Sepasang manusia tidak tahu malu itu kompak menoleh ke arahku.

Si lelaki langsung loncat menarik diri dari atas tubuh wanitanya dengan gelagapan. Disambarnya bantal sofa untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Sementara wanitanya bukan melakukan hal sama, melainkan dengan tidak tahu malu melemparkan senyum penuh kemenangan padaku.

Raut puas sangat kentara di sana–aku bisa melihatnya dengan jelas. Ia bahkan membusungkan dadanya seolah ingin menunjukkan padaku jika tubuhnya baru saja dinikmati calon suamiku.

“Ta-Tari? K-kenapa kamu tidak bilang mau ke sini?” Lelaki berusia sekitar 25 tahun dengan tubuh polos itu bertanya dengan gagap.

Tidak bilang katanya? Bukankah ia sendiri yang minta dibawakan pudding buah buatanku?

“I-ini … tidak seperti yang kamu pikirkan, Tari. Aku bisa jelaskan semuanya,” lanjut lelaki itu. Wajahnya pucat. Beberapa kali ia menelan ludah, terlihat dari gerakan jakunnya. Ia ingin mendekat, tetapi mungkin malu tubuhnya tak berpenutup.

Aku yang masih belum percaya dengan penglihatan ini, mematung sempurna. Lidahku kelu hingga tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Kuedarkan pandangan pada lelaki dan wanita yang sangat kukenali itu. Juga pakaian yang terserak tak beraturan di lantai. Rasa nyeri tetiba menjalari hati mendapati kenyataan ini.

“Kalian–” Suaraku tercekat di kerongkongan. Sesuatu yang kukenal dengan gemuruh tengah terjadi di dalam dada pasca beberapa saat terpaku dalam kekagetan dan ketidakpercayaan.

Gemuruh itu terekspresikan dengan gerakan dada yang naik-turun dengan cepat, hingga terasa ingin meledak.

“Jadi begini perbuatan kalian di belakangku!?” Pertanyaan itu akhirnya meluncur dari mulutku setelah kukuatkan hati. “Sudah berapa kali kalian melakukannya?”

“Tari, ayolah, Sayang. Aku sudah bilang ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Kamu hanya salah paham.” Lelaki yang masih menutupi tubuhnya dengan bantal sofa, berusaha mendekat. Ucapannya tidak lagi gagap. Bahkan wajahnya dipasang memelas.

“Apanya yang salah paham? Kamu kira aku buta?” Suaraku meninggi dengan sendirinya. Terang saja, tangan lelaki yang baru saja dipakai menjamah tubuh perempuan itu berusaha meraih tanganku. Kutepis dengan kasar hingga pudding buah yang kubawa ikut terjatuh dan berhamburan di lantai.

Bastian menatap makanan kesukaannya yang sudah terserak mengotori lantai kamarnya. Kemudian mengalihkan pandangan ke wajahku. Tatapan tajam kudapati di sana. Secepat itu mimik wajahnya berubah. Padahal sebelumnya raut memelas penuh penyesalan yang ia suguhkan.

“Kamu—”

“Pernikahan kita batal!” potongku akhirnya dengan tegas dan tanpa keraguan. Aku seolah wanita tegar yang tidak terpengaruh sama sekali dengan kenyataan menjijikan itu. Padahal kuucapkan kalimat itu dengan hati hancur dan mata mendadak panas. Sesuatu mendesak ingin keluar seiring gemuruh dalam dada yang berubah menjadi sayatan sembilu. Tapi aku tidak mau terlihat lemah di depan dua orang menjijikkan ini.

Bastian terlihat menggelengkan kepala. Wajahnya kembali memelas.

“Tari, jangan sembarangan bicara. Ayolah, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya sedang khilaf.”

Khilaf katanya? Cuih, menjijikkan!

“Pernikahan kita akan tetap berlangsung apa pun yang terjadi. Ingatlah, persiapannya sudah hampir selesai, kan? Ingat juga bagaimana perasaan nenekku dan ayahmu jika kita batal menikah.”

Aku memejamkan mata sebentar. Rasa sakit dan marah semakin bergumul dalam dada. Terbayang wajah ayah dan Nenek Widya jika pernikahan ini batal, tapi aku sudah tidak sudi lagi melanjutkan pernikahan dengan laki-laki yang ternyata sudah menikmati tubuh wanita lain. Terlebih wanita itu orang dekatku.

“Ayahku dan nenekmu pasti mengerti keputusanku. Aku tetap membatalkan pernikahan ini, Bastian Hanggara!” Suaraku kali ini menggelegar memenuhi ruangan itu. Kutatap tajam wajah tampan yang biasanya kupuja, tetapi kali ini sangat menjijikkan. Wajah tampan yang seketika berubah merah padam.

“Apa kau tidak memikirkan perasaan semua orang, Mentari Baskara? Seenak jidatmu membatalkan pernikahan. Apa kau tahu berapa banyak keluargaku sudah menggelontorkan uang untuk persiapan pernikahan ini?”

Memikirkan perasaan semua orang katanya?

“Seharusnya kau yang memikirkan perasaan semua orang sebelum berbuat hal menjijikkan dengan sundal itu!” teriakku akhirnya tidak bisa menahan diri. Gemuruh dalam dada tak bisa lagi dikendalikan. Tubuhku gemetar menahan segala rasa yang sulit kudeskripsikan.

Calon suami sempurna yang kupuja karena ia sangat sopan memperlakukanku, ternyata tak lebih binatang yang suka menikmati sesuatu yang tidak halal.

“Mentari, tutup mulutmu! Sudah kubilang ini hanya sebuah kekhilafan. Dan jangan memanggil Novita dengan sebutan buruk!” Bastian balas memakiku.

“Lalu, sebutan apa yang pantas untuk perempuan yang menyerahkan tubuhnya kepada laki-laki yang bukan muhrim, hah?” Aku membalas. “Pada laki-laki yang seharusnya menikahi kakaknya sendiri?”

“Sudah, cukup! Ini hanya salah paham.” Bastian menghela napas. Lalu mengibaskan tangan. “Kamu terlalu berlebihan, Mentari. Hal seperti ini saja dibesar-besarkan!”

KHILAF?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
8.0
Liam Benjamin merasa hancur setelah ditinggalkan kekasihnya akibat rumor impotensi yang menerpanya. Di tengah keputusasaan, ia menyelamatkan Sheeta, seorang wanita hamil yang mencoba mengakhiri hidup di laut. Meski tahu Sheeta mantan PSK, Liam justru mengajaknya menikah kontrak. Namun, Liam sebenarnya pria perkasa yang terbelenggu kutukan masa lalu. Akankah benih cinta tumbuh di balik rahasia dan perjanjian pernikahan mereka yang penuh misteri?
Sampul Novel Cinta Dalam Keheningan
8.8
Aria yang bisu sejak lahir kerap diabaikan hingga takdir membawanya menjadi nyonya di Keluarga Kurnia. Ia tahu suaminya, Ian, tidak mencintainya. Saat Letty, cinta pertama Ian, kembali dari luar negeri dan menjalin hubungan lagi dengan suaminya, Aria sadar pernikahan ini harus berakhir. Demi melindungi rahasia kandungannya, Aria menyembunyikan hasil tes kehamilan dan memutuskan untuk mundur dari kehidupan pria miliarder tersebut.
Sampul Novel Di Ranjang Majikanku
8.1
Baru saja bekerja di rumah keluarga konglomerat, Binar harus menghadapi situasi pelik. Ia tidak sengaja melihat sang majikan memuaskan diri di kamar, lalu tertangkap basah menguping pertengkaran rumah tangga pria itu. Sang tuan yang murka segera mengonfrontasi Binar dengan dingin atas tindakan lancangnya. Serangkaian kebetulan yang terus terjadi setelahnya justru menjerat Binar semakin jauh ke dalam pusaran hubungan terlarang yang tak terhindarkan antara majikan dan pelayan.
Sampul Novel Istri Dadakan CEO Tampan!
8.9
Aska Pradipta adalah CEO tampan yang menjadi incaran banyak wanita. Kehidupannya berubah drastis saat ia menemukan bayi hasil hubungan masa lalunya ditinggalkan di depan rumah. Di tengah kepanikan, ia meminta Naura, sekretarisnya, untuk membantu merawat sang anak. Namun, kesalahpahaman muncul saat ibu Aska memergoki mereka. Terpaksa demi menutupi situasi, Aska menawarkan pernikahan kontrak kepada Naura dengan imbalan fantastis. Akankah kesepakatan ini berakhir cinta?
Sampul Novel Kerinduan Tak Berujung
9.4
Lima tahun membina rumah tangga, Stella justru menemukan kenyataan pahit bahwa dokumen pernikahannya dengan Felix adalah palsu. Status istri sah ternyata diberikan kepada wanita lain bernama Tania demi melancarkan bisnisnya di luar negeri. Felix mengira Stella yang telah mengorbankan segalanya tidak akan pernah pergi. Namun, rasa sakit hati yang teramat dalam membuat Stella memutuskan untuk menghilang selamanya, tepat saat Felix mencoba membawa akta pernikahan yang asli.
Sampul Novel Pacar CEO Batal Nikah, Aku Langsung Menghilang!
9.2
Tujuh tahun menjalin hubungan, seorang wanita harus menelan pil pahit karena kekasih CEO-nya membatalkan pernikahan sebanyak 99 kali demi menolong asisten pribadinya. Mulai dari insiden terkunci di kantor hingga masalah klien, sang pacar selalu pergi dan meninggalkannya dalam keputusasaan. Lelah dipermalukan, dia akhirnya memutuskan untuk pergi dan meninggalkan Kota Niros. Namun, keputusan untuk menghilang ini justru memicu penyesalan mendalam dan pencarian obsesif sang miliarder selama lima tahun.