Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Memalsukan Kematian Demi Cinta Pertama

Suami Memalsukan Kematian Demi Cinta Pertama

Saat mendaki gunung, suamiku tewas setelah memakan buah liar. Kematiannya meninggalkan utang besar serta wanita simpanan dan anak haram yang memeras seluruh tabunganku. Demi merawat ibu mertua, aku bekerja keras hingga sekarat, hanya untuk mendapati suamiku ternyata memalsukan kematian demi cinta pertamanya. Setelah tewas dalam pengkhianatan kejam ini, aku tiba-tiba terbangun dan kembali ke masa lalu, tepat di hari kami mendaki gunung. Kini, kesempatanku untuk membalas dendam telah tiba.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku dan suamiku pergi mendaki gunung. Tak disangka, suamiku mati keracunan setelah melahap buah liar yang aku petik.

Saat pulang ke rumah, aku langsung didatangi oleh sepasang ibu dan anak. Aku baru menyadari suamiku bukan hanya memberikan mereka rumah dan mobil, tetapi juga terlilit utang dalam jumlah besar.

Aku bahkan mengeluarkan semua tabunganku untuk membayar mereka.

Demi merawat ibu mertuaku yang sakit parah, aku mengambil tiga pekerjaan dalam satu hari. Aku bekerja dari fajar hingga senja. Bahkan, hanya berani makan nasi putih saja.

Pada akhirnya, aku jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit karena kelelahan kronis. Ibu mertuaku meminta dokter untuk menghentikan pengobatanku.

Di saat aku sekarat, suamiku datang mengunjungiku sambil merangkul ibu dan anak itu. Dia melemparkan uang sepuluh ribu kepadaku.

"Terima kasih sudah merawat ibuku selama ini."

Aku baru sadar kalau suamiku memalsukan kematiannya demi bersama cinta pertamanya dan juga anak haramnya.

Saat aku membuka mata lagi, aku sudah kembali ke hari di mana aku mendaki gunung bersama suamiku.

"Eva, buah yang kamu petik kelihatannya enak."

Sama seperti di kehidupan sebelumnya, suamiku penasaran ingin makan buah liar yang kupetik. Adegan ini juga akan menjadi awal dari nasib tragisku.

Di kehidupan sebelumnya, aku dan suamiku pergi mendaki gunung. Aku memetik buah-buahan liar di sepanjang jalan. Suamiku bersikeras memakannya.

Tak lama setelah makan buah itu, suamiku keracunan dan langsung meninggal.

Kebetulan waktu itu sudah malam hari. Ditambah lagi, tidak ada sinyal. Jadi, tidak ada yang mau membantuku membawa tubuh suamiku turun gunung.

Ada pria baik hati yang menawarkan bantuan untuk mengawasi tubuh suamiku. Aku baru bisa turun gunung sendirian dan meninggalkan suamiku di sana.

Namun di saat aku menemukan tim penyelamat, tubuh suamiku telah hilang. Aku baru tahu ternyata suamiku telah dibawa pergi oleh 'pria baik hati' itu.

Aku buru-buru kembali ke kaki gunung. Aku diberitahu bahwa suamiku telah dikremasi oleh 'pria baik hati' itu. Aku hampir pingsan karena kelewat sedih.

Aku pulang ke rumah dengan membawa abu suamiku. Belum sempat beristirahat, aku sudah didatangi oleh sepasang ibu dan anak.

Mereka bilang suamiku telah memberi mereka rumah dan mobil sebelum dia mati. Selain itu, suamiku juga berutang sejumlah uang kepada mereka.

Aku punya keraguan dalam hati, tetapi ibu mertuaku menangis dan berteriak mengatakan suamiku adalah orang yang mementingkan reputasi semasa hidupnya. Aku harus melunasi utangnya.

Suamiku memang tipe orang yang selalu mengutamakan reputasi. Dia sangat menjaga harga dirinya. Jika ada yang mengatakan dia tidak baik, suamiku pasti akan ribut dengan orang itu.

Karena terlampau merasa bersalah dalam kematian suamiku dan tidak ingin reputasinya hancur setelah meninggal, aku pun menyetujuinya.

Aku memberikan semua tabunganku selama bertahun-tahun ini kepada mereka. Aku juga diusir keluar dari rumah.

Namun, ibu mertuaku yang sakit parah masih membutuhkan banyak biaya pengobatan. Aku terpaksa mengambil tiga pekerjaan dalam satu hari untuk membiayai pengobatannya.

Aku membiarkan ibu mertuaku mengonsumsi sarang burung walet dan abalon agar dia tetap sehat. Untuk menghemat uang, aku hanya makan nasi putih setiap harinya.

Setelah perjuangan keras selama sepuluh tahun, akhirnya ibu mertuaku sembuh dari penyakitnya. Sebaliknya, aku mengalami kelelahan kronis.

Dokter bilang aku jatuh sakit karena terlalu lelah bekerja. Asalkan menjalani pengobatan, nyawaku masih bisa tertolong. Namun jika tidak diobati, sisa hidupku tidak lama lagi.

Ibu mertuaku menangis di depanku. Dia bilang biaya pengobatannya selama bertahun-tahun ini telah membuat semua orang menderita. Dia memohon kepadaku agar tidak menjalani pengobatan lagi.

Aku juga tidak ingin ibu mertuaku menderita gara-gara aku. Jadi, aku setuju untuk menghentikan pengobatan.

Namun di saat aku sekarat, suamiku yang sudah meninggal tiba-tiba muncul di hadapanku bersama dengan sepasang ibu dan anak.

Dia tersenyum dan memanggil wanita itu 'Miranda'. Kemudian, menyebut anak itu sebagai putra kesayangannya.

Aku baru tahu kalau suamiku tidak keracunan buah liar, melainkan memalsukan kematiannya.

Wanita itu cinta pertamanya. Anak itu anak haram mereka. Lalu, pria baik hati itu adalah adik dari cinta pertamanya.

Tujuan dari semua sandiwara ini hanya demi mengusirku keluar dari rumah dan merawat ibunya yang sakit parah.

Namun, aku tidak bisa bergerak saat itu dan hanya bisa menyaksikannya melemparkan uang sepuluh ribu di depanku.

"Terima kasih sudah merawat ibuku selama ini."

Saat melihat uang sepuluh ribu, wanita itu malah tidak rela.

"Mengapa kamu menyia-nyiakan uang sepuluh ribu? Dua ribu saja sudah cukup. Cepat ambil kembali."

Dia mengambil kembali uang sepuluh ribu itu dan melemparkan selembar dua ribu ke wajahku.

Aku mati dengan tidak tenang. Sedangkan mereka menjalani hidup kaya dan makmur.

Di kehidupan kali ini, aku tidak akan membiarkan tragedi kehidupan sebelumnya terulang lagi.

Karena suamiku ingin memalsukan kematiannya, aku akan buat dia mati sungguhan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Altair Onder de
9.4
Altair dan Claretta dipertemukan dalam situasi ganjil setelah dewa menukar tubuh mereka tanpa izin. Meski awalnya murka, Altair luluh saat melihat Claretta menangis merindukan kasih sayang ibu. Mereka saling memahami penderitaan masing-masing di tengah hembusan angin dan kelopak bunga. Akhirnya, keduanya sepakat menerima takdir baru ini. Altair merelakan identitasnya, sementara Claretta berjanji menjaga ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
9.6
Terbangun dari tidur terkutuk selama lima tahun, aku mendapati Kaelan, Alpha-ku, telah menggantikanku dengan seorang Omega. Keluargaku sendiri menyatakan aku mati secara hukum demi melantik Luna baru. Bahkan anakku lebih memilih wanita itu dan mengharapkan kematianku. Saat aku sekarat setelah dicelakai, Kaelan justru menguras darahku demi menyelamatkan kekasihnya. Melihat pengkhianatan mereka, aku sadar keberadaanku hanyalah beban bagi kebahagiaan mereka.
Sampul Novel DIBALIK TOPENGNYA
8.2
Kehidupan Sarah berubah total saat ia menemukan sebuah buku mantra misterius milik Evander. Sosok pria itu masih menjadi teka-teki besar yang tak terpecahkan. Apakah dia sebenarnya seorang pangeran yang menderita, atau justru badut kejam yang haus akan darah? Sarah terus bertanya-tanya apakah Evander adalah pemilik sah dari rumah berhantu tersebut, ataukah dia hanya orang asing yang disewa untuk mengusir roh jahat yang bersemayam di sana.
Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Ingatan terakhirku adalah kematian tragis di tangan tunanganku sendiri. Namun, aku justru terbangun dalam balutan hanfu putih kuno. Rasa nyeri akibat guncangan hebat di dalam kotak kayu ini membuktikan bahwa aku tidak sedang bermimpi. Bagaimana mungkin orang mati masih bisa merasakan sakit? Saat mencoba duduk, aku terperanjat menyadari bahwa tempat tidurku adalah sebuah peti mati. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku bisa kembali bernapas setelah dikhianati?
Sampul Novel Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan
8.4
Seorang ahli forensik masa kini terjerat konspirasi organisasi kriminal setelah menemukan bukti vital saat otopsi. Demi keselamatan, Harper Chu melarikan diri ke masa lalu dan menyamar sebagai putri pejabat di Dinasti Cerah. Di tengah kesendirian tanpa sekutu, ia harus menghadapi seorang pangeran yang mulai curiga akan keahlian uniknya. Mampukah Harper menuntaskan misi balas dendam dan melindungi identitas aslinya dari ancaman kerajaan yang mengintai?
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Renggin Ang sering dihina sebagai sampah keluarga, padahal ia mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian sirna saat para master Benua Yu menyerang demi sebuah buku misterius bertajuk NOVEL. Renggin dan adiknya, Ampy, menyaksikan ibu mereka tersedot ke buku tersebut sementara sang ayah mengorbankan nyawa demi keselamatan mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel dalam buku kuno itu dari cengkeraman musuh.