Sampul Novel Altair Onder de

Altair Onder de

9.4 / 10.0
Dalam Altair Onder de, Altair harus beradaptasi dengan tubuh baru akibat pertukaran jiwa oleh dewa. Fantasy novel ini mengisahkan misi Altair menjalani takdir sebagai penerus pengendali Mana demi melindungi keluarga. Baca web novels free ini untuk mengikuti petualangan penuh pengorbanan.
Ringkasan Altair Onder de
Altair dan Claretta dipertemukan dalam situasi ganjil setelah dewa menukar tubuh mereka tanpa izin. Meski awalnya murka, Altair luluh saat melihat Claretta menangis merindukan kasih sayang ibu. Mereka saling memahami penderitaan masing-masing di tengah hembusan angin dan kelopak bunga. Akhirnya, keduanya sepakat menerima takdir baru ini. Altair merelakan identitasnya, sementara Claretta berjanji menjaga ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Baca Selengkapnya

Altair Onder de Bab 1

“Bukankah dia si wanita angkuh?” bisik seorang karyawan laki-laki bersembunyi dari belakang meja kerja.

“Benar, ada kabar dia tidak suka dengan laki-laki.” jawab laki-laki lain di seberang.

Seorang yang lain bersungut mendengar temannya memancing percakapan,“Ibunya seorang pelacur yang hidup di kalangan saudagar kaya akhirnya dinikahi.”

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya seorang junior, terlihat dari kemeja putih yang dia kenakan sangat rapi dan bersih. Berbeda jauh dengan orang-orang yang sudah lama bekerja disana, mereka rata-rata hanya mengenakan pakaian seadanya.

“Temanku bercerita dan dia mengenalnya. Dia pernah diajak tidur oleh teman sekelas dan lagi foto-foto vulgarnya sudah tersebar banyak di internet.”

Suasana ruang kerja mulai memanas, Claretta yang mendengar bualan mereka mendatangi meja kerja.

“Bukannya itu editan? Semua orang tahu kalau itu editan.”

“Memang siapa yang peduli, itu editan atau bukan. Kalau benar berarti...” ucap yang lain, namun kata-katanya berhenti ketika Claretta mendatangi mereka.

Dia yang sedari tadi mendengar pembicaraan segerombolan laki-laki, memukul meja dengan berkas yang dia bawa.

“Masuk di perusahaan sehebat ini adalah mimpi semua orang. Kalian masuk dan bekerja di sini karena mulut busuk kalian yang hanya bermodalkan orang yang sama busuk seperti kalian. Jika ingin bekerja lama di sini, maka lakukan tugas kalian. Karena jika tidak, berarti otak kalian editan.” tukas Claretta dengan lantang sehingga terdengar oleh karyawan lainnya.

Setelah mengucapkan hal tersebut, Claretta pergi ke divisi lain berisikan pegawai wanita, ide pemisahan tempat kerja adalah idenya. Menurutnya lebih efisien dan Claretta lebih senang bergaul dengan mereka.

Claretta melihat seorang gadis yang belum pernah dia temui dan menghampirinya.

Dengan rasa penasaran,“Siapa namamu?” tanya Claretta.

“Sa... saya Mia.” ucapnya sembari berdiri dengan tergesa-gesa, tingkahnya yang terlihat ceroboh membuat Claretta tersenyum, sembari pergi mengambil beberapa berkas dari pegawai lain.

Dia heran banyak dari mereka sedang asik bermain ponsel daripada sibuk di depan komputer masing-masing.

“Apa yang kalian lakukan?” tanyanya usai memeriksa berkas hasil pekerjaan karyawan yang lain tiba-tiba beberapa orang mulai mengerumuni dan menyodorkan hp mereka ke wajah Claretta.

“Coba lihat ini!” tiba-tiba sebuah ponsel mengarah ke wajah Claretta dengan mata berbinar-binar tidak menghiraukan situasinya yang kini sedang dihimpit banyak orang.

Sejenak Claretta melihat judul novel ‘Ksatria dan 4 Ultimate’ dan membaca sekilas judul novel online tersebut melihat tingkah mereka, Claretta merasa pusing.

“Waktu kalian hanya habis untuk ini?” Claretta menghela nafas meletakkan tangannya ke atas kepala.

“Kau tidak tahu? Mereka tampan dan sangat keren. Apalagi tokoh utama ksatria yang ada dalam cerita. Novel ini bercerita tentang seseorang yang berinkarnasi masuk dalam novel dan menjadi tokoh utama.” ucap gadis itu yang menyodorkan smartphone.

“Apa yang bagusnya? Lagi pula reinkarnasi? Apa-apaan itu? Hanya cerita takhayul yang tidak mendasar sekali.” sanggah Claretta mulai gemas dengan tingkah lakunya.

“Kami suka membaca ini dan berharap bisa bereinkarnasi seperti tokoh utama. Membayangkan dikelilingi 5 laki-laki tampan, kaya, memiliki kekuatan dan berkuasa.” timpal Hyein dengan pita merah yang mengikat di kemeja biru muda dengan rambut yang diikat, imajinasinya melayang tinggi.

“Harem?” ujar salah satu karyawan yang lain entah dari mana asalnya.

Sontak semua karyawan yang mendengarkan ucapan tersebut tertawa, fitrah wanita juga ingin dipuja. Sedangkan Claretta merasa bulu kudunya berdiri di satu sisi tingkah mereka membuat Claretta senang.

Sore hari dimana pekerjaan mereka telah selesai, Claretta yang sudah menyelesaikan semua tanggung jawabnya sebagai kepala divisi akhirnya keluar dari tempat kerjanya dan berniat untuk mengabari ibunya.

Claretta ingat berjanji akan menelpon untuk menanyakan kabar dan pergi berkunjung kerumah ibunya. Lift pun berhenti dan Claretta berbicara di telepon.

“Halo, Ibu? Bagaimana kabarmu?” tanya Claretta.

“Apakah kau sudah pulang kerumah?” jawabnya dari seberang.

“Aku baru keluar dari tempat kerja dan akan berkunjung.” ujar Claretta.

“Ayah dan saudara-saudaramu tidak jadi ke rumah, jadi tidak perlu khawatir dan besok kamu juga bekerja.”

Mendengar kabar baik, Claretta merasa lega dan hari ini ibunya pasti dalam keadaan baik-baik saja.

“Baiklah bu, tapi saya akan mengirimkan uang untuk Ibu di rumah.” sambil berusaha menahan helaan nafas.

“Ya, terima kasih. Jangan lupa dengan kebutuhanmu juga di sana.” jawab ibu Claretta.

Lift Pun berhenti membuka pintu dengan lebar dan Claretta berhambur keluar bersama pegawai lainnya.

“Ya Ibu, aku beruntung bisa bekerja di sini dan terimakasih karena Ibu selalu ada untuk menemaniku.” Berjalan keluar gedung, dia melihat senja sangat cantik hari ini.

“Seharusnya Ibu yang berterima kasih karena kamu terlahir dari Ibu dan menjadi sahabat Ibu.”

Segera Claretta menyeka air matanya dan percakapan mereka ditutup dengan salam perpisahan sayang dari seorang ibu kepada anak perempuannya.

Untuk mengilangkan rasa sedihnya, Claretta ingat dengan restauran milik teman yang pernah dia bantu karena pencurian asuransi yang hampir dibawa kabur oleh orang yang tidak dikenal. Claretta berniat mendatangi restoran Kareen, menghentikan sebuah taksi untuk pergi ke restoran miliknya.

Claretta Pun beranjak keluar setelah menikmati restoran ayam berlemak, selama di restoran, Kareen tidak berhenti membujuk Claretta membaca cerita novel yang dibahas kantornya tadi pagi dengan jengkel akhirnya Claretta membaca novel hingga selesai.

Hari sudah semakin larut dia berjalan menuju kasir di mana ibu Kareen yang bertugas menjaga meja.

“Malam, berapa semua Bibi?” tanya Claretta sembari bersiap mengeluarkan aplikasi pembayaran melalui ponsel.

“Claretta. Lama tidak melihatmu? Bagaimana keadaan Ibumu?” tanya ibu Kareen membersihkan tangannya yang berminyak dengan kain lap yang melingkar di pinggangnya.

“Ibu, baik-baik saja” jawab Claretta dengan senang.

“Tidak usah, itu traktir dari kami.” menolak pembayaran Claretta.

“Tidak saya ingin membayarnya Bibi.” Sahutnya sedikit memaksa.

“Tidak apa-apa, lain kali ajak Ibumu nanti kau boleh membayarkan untuk itu,” jawabnya sambil tersenyum.

“Terima kasih banyak, Bibi. Semoga restorannya lancar dan ramai dengan pengunjung.” ucap Claretta penuh haru.

Dia pergi meninggalkan sambil membungkukkan badanya.

“Sama-sama.” sahutnya dan sosok Claretta sudah hilang dari balik pintu kaca diikuit suara khas lonceng berbunyi.

Claretta Pun keluar dari restoran tersebut, apartemen dan jarak restoran hanya sekitar 10 menit berjalan kaki meskipun begitu dia dalam keadaan mabuk, berusaha keras untuk berjalan menuju apartemen miliknya.

Claretta tidak menyadari bahwa sekitar 5 menit yang lalu sudah ada seseorang yang mengikuti dirinya dari jalan seberang mengambil celah dan terus mengikutinya.

JLEB!! SRAT!! Suara itu terdengar ketika Claretta sudah ditusuk oleh orang aneh dengan menggunakan topi dan jaket. Melihat Claretta yang masih berdiri, pria itu hendak menusuknya lagi.

Melihat kedatangan serangan Claretta bersiap mengambil senjata panjang yang selalu dia bawa dalam kantong saku, yang lebih mirip tongkat pemandu orang buta yang bisa dilipat.

Dengan sekuat tenaga dia memukul dengan keras kepala orang tersebut sehingga topi yang dipakai terjatuh. Claretta melihat sosok yang dia kenal. Dia adalah karyawan laki-laki yang menyebarkan gosip buruk tentangnya.

Laki-laki itu terjatuh tersungkur, melihat sebuah batu di dekatnya dia langsung melemparkan batu lalu mengenai kepala, Claretta menahan rasa sakit, darah mulai mengucur dari kepala, mabuk membuat kesadarannya mulai kabur. Pria itu lari meninggalkan Claretta yang sudah ambruk dan merasa yakin telah membunuhnya.

Claretta sendirian terbaring di tempat sepi. Muncul kembali dalam benaknya bahwa memang laki-laki bukanlah makhluk yang patut dikasihani dengan kebejatan serta kengisan yang tiada tara. Bahkan nafsu durjana membawa seseorang ke dalam neraka.

Claretta bertekad tidak akan menikah dan ingin hidup bersama ibunya untuk selamanya.

Angin malam terasa dingin, rasa sakit pada bagian perut dan kepala membuatnya sulit untuk bergerak. Claretta berusaha membuka ponsel untuk menelpon nomor darurat.

Beruntung respon yang cepat, akhirnya Claretta berhasil menelpon rumah sakit dan tidak berselang lama suara sirine berbunyi keras, orang-orang sudah berkumpul dan sebuah ambulan datang mendekat petugas berhambur keluar. Sedangkan penglihatan Claretta mulai samar, hembusan nafasnya mulai terasa berat dan dingin.

Kulit merasakan hawa dingin membuat Claretta ingin segera membuka mata. Claretta terbangun dengan langit-langit yang aneh, terlihat gypsum-gypsum mewah dan besar. Terpampang lampu hias besar, corak langit malaikat-malaikat kecil bertelanjang dada. Dia terkejut dan melempar selimut yang dia pakai.

Meraba bagian perut yang semalam tertusuk dan tiidak terasa apa-apa. Claretta loncat dari tempat tidurnya. Merasa asing dengan barang-barang di sekitar.

“Apakah selera rumah sakit telah berbeda? Suka dengan gaya klasik beserta ornamen-ornamen tua!” Claretta melihat ke arah bunga di dalam vas.

Claretta berlari keluar ruangan tersebut ada seorang pria paruh baya yang menghadang dirinya di depan pintu. Kebenciannya muncul kembali, Claretta lari dan mendorong laki-laki dengan kuat hingga terjatuh. Melihat hanya ruangan-ruangan besar dengan ukiran antik, lukisan aneh dan patung-patung setengah badan.

“Tuan, mau pergi kemana?” sahut seseorang kepadanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Altair Onder de

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Sinta menghadapi cobaan berat setelah menerima lamaran Ashraf, sang pewaris kaya. Selain teror misterius yang menuduhnya memakai guna-guna, ia harus menelan hinaan kejam dari saudara sepupunya karena status sosialnya yang rendah. Meski ibunya menangis menyesali kemiskinan mereka, Sinta tetap tegar dan beriman. Ia percaya bahwa kehormatan sejati datang dari Tuhan, bukan sekadar harta atau pendidikan, sembari berharap restu tulus sang ibu menyertai langkahnya.
Sampul Novel Sang Alpha Salah Menandatangani Penolakanku
9.5
Tiga tahun aku menjadi Mate Alpha Bramantyo yang tak dianggap karena cintanya pada Rossa. Saat ayahku sekarat, Bram justru mengabaikan permintaanku demi kekasihnya. Akibat ulah Rossa yang pura-pura sakit, tabib pergi dan ayahku pun wafat. Bagi Bram, nyawa ayahku hanyalah urusan sepele. Namun, ia tak sadar telah terjebak. Di tengah kelalaiannya, Bram tanpa sengaja menandatangani dokumen Ritual Penolakan yang kini resmi memutuskan ikatan jiwa kami selamanya.
Sampul Novel Suami dan Anakku Direbut Sahabatku
8.4
Sebuah unggahan foto mesra antara suami, anak kandung, dan mantan sahabatnya, Sophie, mengungkap pengkhianatan besar dalam sepuluh tahun pernikahan sang protagonis. Alih-alih mendapatkan penjelasan, ia justru disalahkan oleh suami dan putranya sendiri karena dianggap mengganggu ketenangan Sophie. Menolak terus disudutkan dan dikhianati oleh orang-orang terdekatnya, ia akhirnya mengambil keputusan tegas dengan melayangkan surat cerai dan memilih pergi meninggalkan sandiwara keluarga bahagia tersebut.
Sampul Novel Tahanan di Pelukanmu
8.5
Nicole, mahasiswi 18 tahun, terjebak dalam skandal setelah dijebak saudarinya masuk ke kamar Bruno Leone, miliarder dingin yang baru dikhianati. Akibat malam tak sengaja itu, ayah Bruno memaksa mereka menikah. Bruno yang murka yakin Nicole adalah penipu, sehingga ia bertekad menyiksa hidup gadis itu sebagai balas dendam. Namun, kebencian perlahan berubah jadi cinta. Mampukah Nicole memaafkan penderitaan yang Bruno berikan saat pria itu mulai jatuh hati?
Sampul Novel The Bastard Detective
9.5
Helena Livy Roberto naik pitam saat Heros Grint Easton tak sengaja menciumnya. Gadis 25 tahun itu menampar sang detektif tampan dan mengancam akan merobek mulutnya jika berani mengulanginya. Bagi Helena, pria 30 tahun itu hanyalah bajingan yang gemar gonta-ganti pasangan. Merasa terhina, Heros bersumpah akan memberi Helena pelajaran. Akankah dendam ini berubah jadi cinta, atau justru kebencian mereka semakin membara di tengah konflik yang memanas?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan