Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel SPEKTRUM HATI QUENARRA

SPEKTRUM HATI QUENARRA

Garra Bhalendra dan Quenarra Auristela Kim terjebak dalam pernikahan tanpa cinta akibat dendam dan perjodohan orang tua. Garra berniat menyengsarakan Quen, sementara Quen terpaksa berkorban demi ayahnya meski masih mencintai Eder Shadrach. Di tengah konflik asmara beda keyakinan, rahasia kelam masa lalu Garra mulai terkuak. Mampukah Quen bertahan dalam ikatan dingin ini? Ikuti pergolakan batin dan perubahan besar dalam hidup mereka di Spektrum Hati Quenarra.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Silahkan lepas pakaianmu, atau aku yang buka. Seperti yang Eder ingin lakukan pada malam itu di hotel."

Wanita yang sedari tadi tertunduk berwajah durja, seketika mendongakkan kepala dengan cepat. Ia menatap tajam, seolah tak suka dengan perkataan pria tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah suami sendiri, yang telah sah sejak beberapa jam lalu.

"Buka kalau kamu berani! Bukankah ini memang malam pertama kita? Lakukan sesuka hatimu!"

"Kamu kira aku binatang seperti Eder?! Aku tidak akan memaksa untuk hal yang satu itu."

"Mengapa?! Bukankah menikah denganku kamu juga sudah memaksa?!"

Pertanyaan menohok, yang membuat pria itu akhirnya menyerah. Ia kembali ke salah satu sisi ranjang, dan duduk saling membelakangi punggung dengan sang istri.

***

Di sebuah kamar mewah bernuansa krem, dengan ukuran yang cukup luas, lengkap dengan interior mahal mengisi tiap sudut kamar, yang sekarang menjadi sebuah kamar pengantin.

Masih dengan balutan putih pakaian pengantin, model sederhana dengan payet yang tak begitu banyak menghiasi sekeliling baju. Tetapi, karena gadis itu yang mengenakan maka akan terlihat mewah walau tak ada sekali pun perhiasan yang menempel pada tubuh ramping untuk mempercantik penampilan, kecuali cincin nikah yang melingkar pada jari manis. Itu pun, beberapa saat yang lalu segera ia lepas, diganti dengan cincin berlian yang tak kalah cantik dengan cincin nikah, tetapi ia lebih suka memakai cincin itu dari pada cincin dari suaminya. Mengapa? Karena itu adalah cincin pemberian dari Eder.

"Aku tidak memaksamu! Aku hanya ingin menyadarkanmu!"

Wanita itu melirik, ujung garis bibirnya terangkat seolah meremehkan perkataan sang suami.

"Menyadarkan aku dari apa?! Kamu sudah ikut campur urusan asmaraku dengan Eder!"

Kedua tangan sudah terkepal kuat menahan emosi, tapi masih ia tahan karena hari ini cukup melelahkan seharian memasang topeng kepalsuan di depan para keluarga.

Perlahan tangan itu terbuka, mengarah pada bagian atas pengait baju yang berada di belakang. Tak tahu apa kini yang ada di dalam pikiran. Masih dalam tatapan nanar, ia membuka pengait baju pengantin tersebut satu persatu, tak ada yang bersuara lagi di antara mereka, selama kurang lebih lima menit berlalu, wanita itu beranjak dari sisi ranjang, menuju sisi lain tempat sang suami berada.

"Apa kamu bisa membuka tiara di atas kepalaku?" Nada suara yang datar, keluar dari bibir ranum.

Pria itu sesaat menoleh kepada wanita yang ada di hadapan. Ia berdiri, masih dengan memandangi wajah istrinya tersebut.

Tangan berukuran besar, mulai terulur perlahan membuka pengait tiara yang menempel pada rambut sang istri yang kecoklatan. Setelah semua ia lepaskan, kini tinggal beberapa jepit rambut yang melekat membentuk sanggul pada surai indah yang panjang.

"Sudah," jawabnya singkat.

Wanita itu berbalik badan, memperlihatkan punggung putih susu yang mulus. Beberapa pengait sudah ia lepaskan beberapa menit yang lalu. Kini, tinggal beberapa lagi pada bagian bawah yang tak dapat ia jangkau dengan tangan sendiri.

"Bisa tolong bukakan lagi untukku?" tanya sang istri masih dengan nada datar.

"Apa maksudmu dengan melakukan semua ini?" Suami mulai mencium gelagat aneh sang istri.

Pria tersebut masih terdiam, tanpa melakukan apa yang diminta oleh sang istri.

"Bukankah memang ini yang kamu inginkan?!" Kembali emosi itu datang.

Wanita itu kembali berbalik badan, langsung menyerang pria tersebut hingga mereka berdua terpental ke atas ranjang. Kini, posisi wanita itu berada di atas sedangkan, pria itu berada di bawah. Seolah tak tergoda, ia masih saja menatap dingin, wanita yang sudah menindih tubuh kekar berbalut jas hitam.

"Kamu mau tahu alasanku menikahimu?"

Suaranya berubah berat, dengan cepat ia menggulingkan tubuh mereka sehingga menjadi berbalik arah. Wajah wanita itu berubah tegang, menyadari posisi yang sekarang.

"A-apa alasanmu yang sebenarnya?" tanyanya terbata.

"Menjalani hubungan bertahun-tahun, tak menjamin hubungan itu bisa berlanjut pada tahap yang lebih serius, begitu pun antara kamu dan Eder. Kalian tidak akan bisa hidup bersama. Jangan terlalu memaksakan sesuatu yang tidak akan mungkin bisa terjadi."

Tak lama, wanita itu terkekeh mendengar perkataan dari sang suami. Seolah ia tak mempercayai semua ucapan tersebut.

"Kalau ada keinginan dari masing-masing pasangan, pasti bisa hidup bersama, sampai ke jenjang pernikahan sekali pun!" desisnya tajam.

"Meski kalian berdua berbeda iman? LDR yang paling jauh itu bukanlah masalah tempat di mana kalian berdua berada, tetapi sesungguhnya adalah "Love of Different Religion". Siapa manusia yang ingin berpaling dari tuhan-Nya, hanya untuk seorang manusia yang sama sepertinya?"

***

Cerita ini berawal dari seorang gadis penyuka daster yang pintar, ramah, dan baik hati. "Perfect", julukan yang saat ini pantas ia terima. Penampilan fisik pun seakan ikut mendukung, wajah oriental blasteran Korea-Indonesia menjadi nilai tambah, bisa dibayangkan wajah cantik artis Korea? Tinggi semampai dan warna surai coklat bergelombang, menambah kesan ia adalah gadis paling menawan di kampus.

Hotel Kordon

Pukul. 23.00 WIB

Satu bulan sebelum pernikahan

••••••••

"Kita sambut King dan Queen kita pada malam hari ini. Dipersilahkan kepada Garra dan Quen agar naik ke atas stage!"

Suara MC menggelegar di seluruh area yang ramai dengan kerumunan muda-mudi yang asyik menikmati dentuman musik dari seorang Disk Jockey. Semua begitu menikmati privat party yang di buat oleh Eder. Tapi, berapa kali pun MC memanggil King dan Queen, tetap mereka tidak ada yang memperlihatkan batang hidung sama sekali.

Pertanyaan-pertanyaan mereka soal di mana keberadaan King dan Queen mungkin akan segera menemukan jawaban, mengapa King dan Queen mereka tidak ada yang muncul satu pun, karena King mereka sedang sibuk, secara membabi buta mengarahkan pukulan maut pada seorang pria. Membuat yang lain berhamburan menjauh, dari tempat perkelahian.

Buk!

Buk!

Buk!

Sedangkan, Queen mereka sedang meratapi seorang pria yang menjadi mangsa King.

"Sudah! Berhenti! Kamu bisa membunuhnya!" Peringat seorang gadis yang begitu ketakutan melihat kejadian tersebut.

Quenarra Auristela Kim (20), biasa disapa Quen oleh teman-teman di kampus. Nama dengan rupa seolah tak beda jauh, ia cantik dan menjadi ratu di setiap hati masing-masing pria tempat ia menimba ilmu saat ini, Universitas Indoraksa.

Diri Garra yang membabi buta, sempat terhenti melihat Quen yang ikut menjerit, melihat kekasih tercinta dipukul secara brutal oleh pemuda dingin itu.

"Kamu ingin dia begitu saja menyentuh tubuhmu? Baiklah. Kamu bisa melakukan hal itu pada malam pertama nanti bersamaku!" ucap Garra serius.

Garra Bhalendra (22) .Cowok cool, misterius, dan irit dengan kosa kata. Menjadi salah satu idola wanita di kampus. Mempunyai struktur tubuh perfeksionis, lengan kekar, dada bidang, dan pasti wajah tampan, siapa pun pasti akan tertarik melihat personality Garra. Kecuali Quen, ia sangat tidak suka dengan pria itu.

Begitu pun dengan Garra, ia sangat membenci Quen. Hingga sekarang tidak tahu alasan pasti apa. Setiap melihat Quen, ia akan langsung memasang wajah sangar dan paling sangar yang pernah ia ekspresikan kepada gadis itu. Sekarang pun bila dilihat, akan bertambah satu orang lagi masuk dalam daftar orang yang sangat ia benci. Pria yang sekarang sedang ia pukuli tanpa ampun, kekasih Quen.

"Lepas biadab! Aku tidak pernah punya masalah denganmu, Garra!"

Eder Shadrach (20). Pria dengan rambut hitam legam, berlesung pipit, yang juga menjadi idaman dari para gadis di kampus. Selain Garra, Eder pun menjadi salah satu yang terpopuler di kalangan para gadis. Sifat yang berbanding terbalik dengan Garra, menjadi nilai plus tersendiri bagi sebagian wanita yang mengagumi sosok kekasih Quen tersebut.

"Tidak pernah punya masalah denganku?! Kamu lahir ke dunia ini, itu merupakan satu masalahku!"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dania
9.4
Bagi Dania, membina rumah tangga dengan pria pujaan adalah dambaan terbesar. Namun, takdir berubah saat Bella, tante yang telah merawatnya sejak kecil, memberikan permintaan yang sangat mengejutkan. Ia memohon agar Dania bersedia menikah dengan suaminya sendiri. Terjepit antara rasa balas budi dan kehancuran hati, mampukah Dania menyanggupi permohonan tersebut? Ikuti kisah dilema cinta dan pengorbanan yang menguji kesetiaan dalam drama modern yang emosional ini.
Sampul Novel Gairah Suamiku (Jangan Salahkan Aku Selingkuh)
8.4
Ayana tidak habis pikir mengapa Dindar, suaminya, kerap bersikap kasar dan ringan tangan hanya karena masalah sepele. Setiap kali Ayana tidak sengaja mendesah saat mereka berhubungan intim, Dindar akan langsung naik pitam dan menyakitinya secara fisik. Ayana merasa perlakuan tersebut sangat tidak wajar bagi pasangan suami istri. Namun, di balik keanehan gairah dan sikap temperamental suaminya itu, ternyata Dindar menyimpan sebuah rahasia besar yang tersembunyi.
Sampul Novel Hasrat Istri Ketiga
8.6
Pasca lulus sekolah, masa depan Kiara hancur saat terpaksa menjadi istri ketiga CEO bernama Andra. Awalnya Andra hanya menginginkan keturunan, namun kini ia menuntut pengabdian utuh Kiara sebagai istri. Di tengah gejolak gairah yang menyiksa, Mimi sang istri pertama merasa terancam dan berupaya memisahkan mereka. Mimi memanfaatkan teman masa lalu Kiara untuk menghasutnya saat Andra mengabaikan kebutuhan batin sang istri. Akankah cinta mereka bertahan atau kandas?
Sampul Novel Lima Kesempatan, Akhirnya Berpisah
8.8
Pernikahan tiga tahun Shinta Ranadi hancur saat memergoki suaminya, Raka Winata, melamar cinta pertamanya dalam sebuah pesta. Meski Raka berdalih itu hanya permainan, pengkhianatannya kian nyata hingga puncaknya Raka mendorong Shinta dari tangga demi perempuan lain tersebut, yang mengakibatkan Shinta kehilangan calon bayinya. Kecewa mendalam, Shinta menyadari lima kesempatan yang pernah ia berikan telah habis sia-sia. Tanpa ragu lagi, ia memilih untuk mengakhiri pernikahan mereka.
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Zanara melarikan diri demi menghindari rahasia kelam suaminya, lalu bertemu Jayme yang tulus mencintainya. Meski trauma masa lalu membuatnya menutup diri, ia justru terjebak dalam romansa rumit saat orang-orang dari masa lalunya kembali mengusik. Kini, keselamatan putri semata wayangnya, Marion, menjadi taruhan utama. Zanara dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menyendiri dan kehilangan Marion, atau menerima pinangan pria demi melindungi sang buah hati.
Sampul Novel Mekar dan Pudar pada Bunga Matahari
8.4
Kenia Watson memilih bergabung dengan Dokter Lintas Batas di Otresh demi meninggalkan masa lalunya yang kelam. Di tengah perjuangan melawan kanker, dia harus menghadapi pengkhianatan suaminya, Hobson, yang berselingkuh dengan adik tirinya. Kenia memutuskan bercerai dan merahasiakan keberangkatannya agar bisa bebas. Namun, saat kondisi kesehatannya kritis, Hobson justru bersimpuh di sisi ranjangnya sambil memohon agar wanita itu tetap bertahan hidup.