Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Short Story

Short Story

Menghadirkan antologi kisah romansa modern yang dikemas khusus untuk pembaca dewasa dengan kategori usia 21 tahun ke atas. Koleksi ini menyuguhkan berbagai narasi pendek yang mengeksplorasi kedalaman hubungan interpersonal dan dinamika asmara kontemporer. Setiap cerita di dalamnya dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang intens dan emosional, merangkum berbagai fragmen kehidupan cinta yang penuh warna dalam format cerita singkat yang memikat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Liana merahasiakan kehamilannya dari siapapun, kecuali sang suami dan Heru pastinya. Sikapnya berubah semenjak hamil, tidak seperti kehamilan sebelumnya.

"Kamu sekarang jadi lebih manja," ucap Heru saat mereka sudah berada di rumah sewaan atau kos. "Kamu manja juga sama suami?"

Liana menggelengkan kepalanya "Aku hanya manja sama kamu, Mas. Anak ini tahu siapa ayahnya jadi hanya manja sama satu orang, apalagi kalau kontolmu itu masuk kedalam kayaknya anak ini bakal tenang."

"Alasan kamu aja itu." Heru mencubit hidung Liana pelan.

Mereka berbicara banyak hal, posisi mereka berbicara berada diatas ranjang tanpa sehelai benang ditubuh masing-masing. Heru sebenarnya mau minta lagi, tapi harus menahan diri karena Liana hamil anaknya.

"Kamu alasan apa sama suami?" tanya Heru penasaran.

"Mas alasan apa sama istri? Dua istri pula." Liana menatap selidik pada Heru.

"Aku cowok jadi gampang alasannya, kalau kamu?" tanya Heru penasaran.

"Suami dinas luar kota selama sekitar 3 bulan, jadi agak sedikit bebas. Aku sudah pernah bicara sama mas kalau nggak salah."

"Aku sudah tua pastinya lupa dan pikun." Heru memberikan alasan membuat Liana memutar bola matanya malas.

Flashback On

Heru yang bertugas malam harus merasakan kesepian, kondisi hujan membuat semuanya menjadi berantakan. Heru memiliki istri dua yang pastinya bisa memuaskannya, kalau bosan dengan pertama bisa datang ke yang lain. Kepuasannya ternyata tidak benar-benar maksimal, Heru menginginkan sesuatu yang lebih dalam mencapai klimaksnya.

"Pak Heru, yang jaga malam ini?" sapa Liana yang sepertinya baru dari warung depan.

"Ya, Neng." Heru menjawab sopan, hanya saja matanya fokus pada payudara Liana.

"Aku masuk dulu, Pak." Liana menganggukkan kepalanya untuk pamitan.

Isi kepala Heru saat ini adalah bagaimana membawa Liana masuk kedalam pesonanya, membuat Liana yang ketiga atau menjadi selingkuhannya. Heru sangat yakin jika vagina Liana bisa memuaskan penisnya dibandingkan kedua istrinya, Heru langsung membayangkan bagaimana rasanya Liana.

Heru mengamati kantor yang berada didalam, pegawai-pegawai sudah pada pulang dan tampaknya hanya Liana yang belum. Memilih untuk menutup dan mengunci pagar, Heru berjalan memasuki ruangan kantor mencoba melihat keadaan Liana.

"Belum pulang, Neng?" tanya Heru berjalan mendekat kearah Liana.

"Belum, Pak."

"Teman-temannya udah pada pulang, nanti nggak dicari suami?" Heru mencoba memancingnya.

"Akhir bulan sudah paham, Pak. Bapak kenapa ada disini?" Liana menatap sekilas pada Heru.

"Lihat keadaan dalam dan Neng Liana yang belum pulang." Heru menjelaskan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Heru menatap Liana yang sudah sedikit berantakan, tapi tidak dengan wajahnya masih terlihat menyegarkan. Heru membelai penisnya perlahan, membayangkan rasa penisnya didalam vagina Liana.

"Sudah selesai, Neng?" tanya Heru saat melihat Liana membereskan sesuatu.

"Subuh, aku pulang mungkin." Liana mengatakan tanpa menjawab pertanyaan Heru.

Heru angkat tangan dan memilih kembali ke posnya, tidak ada kejadian apapun dan di kantor hanya ada mereka berdua. Waktu berjalan cepat dan teman Heru sudah ada yang datang untuk menggantikan dirinya, dari jauh Heru melihat Liana dengan wajah lelahnya. Heru langsung berpamitan pada temannya, mengambil jam pulang awal dan mendatangi Liana yang akan berjalan keluar.

"Aku antar aja, Mbak." Heru menawarkan dirinya.

Liana menggelengkan kepalanya "Naik angkot didepan."

"Aku antar." Heru mengatakan dengan nada datarnya dan tidak terbantahkan.

Liana hanya bisa mengikuti perkataan Heru, beralasan pada temannya karena dari semalam melihat Liana tampak tidak enak badan. Heru merasakan dari belakang beberapa kali Liana terantuk, memilih mencari tempat penginapan karena tidak mungkin mereka pulang dalam keadaan Liana seperti ini.

"Kita istirahat disini dulu, nggak mungkin mbak pulang dalam keadaan seperti ini." Heru sekali lagi berbicara dengan nada yang sama seperti sebelumnya.

Liana yang tidak ingin membantah hanya mengikuti perkataan Heru, membiarkan Liana langsung berbaring di ranjang tidak lama suara dengkuran pelan terdengar. Heru memilih membeli makanan untuk mereka berdua melalui aplikasi online di ponsel Liana, membuka galeri foto yang langsung membuat penis Heru tegang.

Liana memotret dirinya dalam keadaan yang bisa membuat pria menginginkannya, foto telanjang mulai dari payudaranya sampai vaginanya. Heru mengalihkan pandangan kearah Liana yang masih tidur, pesanan datang tidak lama kemudian yang langsung Heru ambil dan mengunci pintunya.

Heru berjalan mendekati Liana, membuka kancing bajunya secara perlahan sampai bajunya terbuka memperlihatkan perut mulusnya yang berbeda dengan di foto. Heru menaikkan bra Liana membuat payudaranya terlihat dengan putingnya coklatnya, tangan Heru membelainya pelan. Heru melepaskan pakaiannya semua dan dilemparkannya, menurunkan badannya yang langsung melumat puting dan meremas payudara Liana.

"Ehmm...ehmm...ehmm..." Liana mendesah di saat tidurnya.

Heru yang mendengar itu tidak mau membuang kesempatan dengan membuka celana Liana dan memainkan jemarinya disana, desahan keluar dari bibir Liana dengan mengangkat tubuhnya.

"Apa yang bapak lakukan?" suara Liana saat tersadar menatap Heru terkejut.

"Hanya ingin merasakan bagaimana punya Neng Liana."

Liana membelalakkan matanya mendengar jawaban Heru "Bapak sudah punya anak dan istri bagaimana bisa..."

Heru menghentikan perkataan Liana dengan melumat bibirnya, tangan Liana memukul dada Heru dengan keras. Heru menggigit bibir Liana membuatnya membuka bibir dan langsung memasukkan lidahnya didalam dengan bermain disana. Liana yang sudah tidak memiliki tenaga memilih untuk menyerah dan menikmati apa yang Heru lakukan, tangan Liana sudah melingkar di leher Heru.

"Apa bisa aku melakukannya, Sayang?" tanya Heru setelah melepaskan ciuman mereka "Buka semua bajumu sekarang."

Liana tidak ingin membantah dan memilih melakukan apa yang dikatakan Heru, membuka seluruh pakaiannya dan membuat Heru menelan saliva kasar. Heru menarik tubuh Liana dan bisa merasakan penisnya yang tegang, Heru mengambil tangan Liana untuk diletakkan di penisnya yang membuat Liana terkejut dibuatnya.

"Foto-foto kamu seksi, aku suka." Heru mencium bibir Liana lembut "Lebih besar siapa aku atau suamimu?"

"Ahh...kamu..." Liana mengerang saat merasakan remasan pada payudaranya.

"Kamu foto buat siapa?" tanya Heru masih meremas payudara Liana.

"Ahhh...hentikan...suamiku...semua buat suamiku...ahh..." Liana tidak bisa berpikir dengan jernih.

Heru mengganti posisinya menjadi berbaring, meletakkan Liana diatasnya dan memberi kode untuk memasukinya. Liana menatap penis Heru ragu, mengangkat tubuhnya menempatkan penis Heru di bibir vaginanya, menggesekkannya perlahan membuat Liana memejamkan matanya. Heru melihat apa yang Liana lakukan mengulurkan tangan untuk meremas payudaranya, remasan Heru membuat Liana mendesah dan mulai memasukkan penisnya ke vagina.

"Ahhh...penuh...oughh..." Liana mendesah diantara gerakannya.

Heru yang melihat itu memilih mengubah posisi dengan duduk dan memegang pinggang Liana, mendorong penisnya semakin masuk kedalam. Liana yang sudah mencapai klimaks hanya bersandar pada bahu Heru, dorongan penis Heru membuat Liana tidak bisa melakukan gerakan lain karena terlalu lelah. Heru tidak peduli yang penting adalah dirinya mengeluarkan benih didalam rahim Liana, cukup lama dalam posisi seperti duduk sampai akhirnya mereka mencapai klimaks bersamaan. Liana mencapai klimaksnya kembali bersamaan dengan Heru yang mengeluarkan cairannya didalam.

"Kamu luar biasa," bisik Heru.

Sejak saat itu Heru dan Liana melakukan hubungan terlarang, tidak ada kata cinta yang keluar dari bibir mereka. Heru tahu Liana tidak mencintainya, pasangan sah mereka adalah yang paling utama.

Flashback Off

"Mikirin apaan?" tanya Liana menatap penuh selidik "Istri kamu?"

"Cemburu?" tanya Heru dengan nada menggodanya.

"Kalau ya?" Liana menatap kesal pada Heru.

"Kita akan tetap seperti ini, aku nggak mungkin menikahimu. Kamu tetap dengan suamimu sampai kapanpun." Heru membelai wajah Liana perlahan.

"Aku paham karena aku juga nggak mau jadi istri ketigamu." Liana menganggukkan kepalanya.

"Pintar." Heru mencium bibir Liana lembut. "Anak ini adalah saksi bagaimana kita bersama selama ini, aku akan membiayainya semampuku."

"Aku menerima apapun itu, asalkan kamu tetap ada disamping kami." Liana menatap Heru lembut.

Mereka berciuman kembali, berlanjut dengan kegiatan ranjang dan panas yang menjadi kebiasaan mereka selama ini.

Sembilan bulan kemudian

"Kenapa kamu disini?" tanya Liana terkejut dengan kedatangan Heru ke rumahnya.

"Dimana semua?" tanya Heru menatap rumah Liana.

"Suami kerja, anak-anak sekolah. Asisten hari ini libur jadinya aku sendirian." Liana menjelaskannya dengan tatapan rindu pada Heru.

"Nggak ada orang sama sekali?" Liana menganggukkan kepalanya.

"Masuk kedalam."

Liana membawa Heru masuk semakin kedalam rumahnya setelah mengunci pintu semua, tujuan mereka tentu melihat anak mereka yang baru Liana lahirkan dua bulan lalu.

"Cakep kaya ibunya," ucap Heru menatap bayi yang ada di ranjang.

Heru mengangkat bayinya dan menggendongnya, Liana yang melihat itu hanya diam dan tersenyum kecil. Melangkahkan kakinya kearah Heru, melingkarkan tangannya di pinggang Heru dan meletakkan kepalanya di bahu Heru.

"Mirip kamu juga," ucap Liana menatap bayi mereka.

Heru menatap Liana sekilas, mencium bibirnya lembut dan kembali fokus pada bayi mereka.

"Kalau begini aku jadi pengen punya anak lagi dari kamu," ucap Heru membuat Liana mencubit pinggangnya.

"Mungkin satu lagi nggak masalah, nanti kita atur waktunya kapan buat kasih dia adik."

Tamat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Kehilangan Segalanya
8.4
Keputusan Timo untuk menikahi sahabat masa kecilnya yang hamil demi menjaga nama baik menghancurkan hati kekasihnya. Meski sang kekasih juga sedang mengandung anaknya dan tidak memiliki siapa pun lagi di dunia ini, Timo tetap memilih melindungi Selina dari gunjingan publik. Saat semua orang mencemooh kandungannya sebagai anak haram, Timo hanya diam membisu dengan tatapan dingin. Sadar dirinya tak pernah menjadi prioritas utama, ia akhirnya memilih menggugurkan kandungannya dan merelakan Timo pergi.
Sampul Novel Kehidupan Istri Seorang Milyarder
8.4
Demi imbalan seratus juta, seorang wanita menyelamatkan pria yang ternyata miliarder paling berpengaruh di kota. Sang presiden kaya yang terobsesi mulai mengejarnya dan menawarkan mahar fantastis untuk menikah. Meski ditagih janji uangnya, sang wanita tegas menolak lamaran karena tidak tertarik pada sosoknya. Namun, pria dominan itu justru menaikkan tawaran menjadi satu miliar dan dengan berani mengajukan dirinya sendiri sebagai hadiah tambahan hadiah.
Sampul Novel Mantan Yang Sempurna
8.6
Tepat satu malam menjelang hari pernikahan, sebuah pengkhianatan besar terungkap. Sang calon istri kembali ke rumah dalam kondisi mabuk berat dan pakaian yang sangat berantakan, diantar oleh mantan kekasihnya yang bernama Dylan Wiguna. Di tengah kesadarannya yang hilang, wanita itu meracau dan memohon agar Dylan tidak meninggalkannya. Ia bahkan mengaku bersedia menikah hanya untuk menuruti fantasi menyimpang Dylan yang menyukai wanita bersuami. Rahasia gelap ini menghancurkan rencana masa depan mereka.
Sampul Novel MEMBAKAR GAIRAH
9.4
Sepuluh tahun berlalu sejak tragedi hotel menghancurkan cinta Joshua dan Reinata. Takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi pelik saat Joshua muncul sebagai kekasih Kayla, putri tiri Reinata. Terbakar api cemburu dan perasaan yang belum padam, Reinata bertekad menggoda Joshua demi merebutnya kembali. Akankah Joshua terjebak dalam gairah terlarang bersama calon ibu mertuanya? Bagaimana hancurnya hati Kayla jika rahasia kelam masa lalu sang suami terungkap?
Sampul Novel Mengambil Alih Identitas Kakakku
9.1
Kematian tragis sang kakak kembar di usia delapan belas tahun meninggalkan luka mendalam sekaligus dendam membara. Setelah dinodai di hotel tersembunyi hingga tewas, reputasinya dihancurkan oleh Ginny, sahabat yang berkhianat dengan menyebarkan foto-foto kejadian tersebut. Tidak tinggal diam, sang adik mengambil alih identitasnya dan melakukan aksi pembalasan sadis dengan merusak wajah Ginny. Di tengah genangan darah, ia bersumpah bahwa siapa pun yang menyakiti kakaknya tidak akan pernah lolos dari hukuman.
Sampul Novel My Mysterious Husband
9.7
Elsa Anindita menutup pintu hatinya rapat-rapat setelah dua kali gagal menikah. Di tengah keputusasaan, ia menerima tawaran pernikahan kontrak dari Alvaro, seorang pria difabel yang sebenarnya adalah CEO sukses yang tengah menyamar. Elsa setuju terikat janji suci demi mahar 500 juta rupiah. Namun, rahasia besar menyelimuti hubungan mereka. Siapa sangka, Alvaro adalah Dika, masa lalu yang dulu meninggalkannya di pelaminan. Akankah benih cinta tumbuh kembali?