Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Short Story

Short Story

Menghadirkan antologi kisah romansa modern yang dikemas khusus untuk pembaca dewasa dengan kategori usia 21 tahun ke atas. Koleksi ini menyuguhkan berbagai narasi pendek yang mengeksplorasi kedalaman hubungan interpersonal dan dinamika asmara kontemporer. Setiap cerita di dalamnya dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang intens dan emosional, merangkum berbagai fragmen kehidupan cinta yang penuh warna dalam format cerita singkat yang memikat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Resti, wanita usia 28 tahun. Kehidupannya sangat agamis, menggunakan pakaian tertutup dan pastinya keluarga harmonis. Semua berubah sejak kehadiran Tigor.

Tigor, tukang sayur usia 50 tahun. Pertemuan mereka terjadi saat Ratih belanja, Tigor yang selalu keliling menjajakan dagangannya bertemu dengan Ratih.

Kedekatannya dengan Tigor tidak sengaja, Tigor yang perhatian membuat Resti masuk kedalam perangkapnya. Mereka memiliki keyakinan berbeda, tapi tidak membuat hubungan mereka terganggu. Keluarga Tigor sudah menerima Resti dengan tangan terbuka, membuat Resti melupakan statusnya dan dosa.

"Oughh...Bang...lebih dalam..." Resti mengerang saat merasakan penis Tigor mengocok vaginanya.

"Memek kamu enak, Sayang." Tigor melumat payudara Ratih dengan kasar.

"Oughhh...kontol kamu buat aku ketagihan, Bang...oughh....ahhh..." Resti meremas rambut Tigor.

"Lonte memang kamu...lonte nikmat...besar mana kontolnya sama suami?" Tigor mendorong sampai dalam.

"Ahhh...abang...enak abang...oughh....aku memang lontenya abang." Resti meracu tidak jelas.

Tigor mendorong semakin dalam penisnya, Resti mengangkat tubuhnya akan mencapai klimaksnya. Tigor yang bisa merasakan Resti mencapai klimaks mempercepat gerakan penisnya, dinding rahim Resti sudah menjepit penisnya tanda akan mencapai klimaks.

"Aku mau keluar...." Resti mengerang.

"Aku juga keluar...."

"Ahhh...." teriak mereka berdua.

Tigor langsung melumat payudara Resti, mendorong penisnya semakin dalam dan semprotan spermanya berkali-kali keluar. Resti membelai rambut keriting Tigor dengan pelan, melepaskan penyatuan mereka dan melumat bibir Ratih lembut sebelum berakhir mencium perutnya.

"Cepat tumbuh anakku, aku nggak sabar kaya siapa anak kita." Tigor menatap lembut Resti.

"Abang bisa aja, pastinya kaya kita." Resti menarik Tigor mendekatinya.

Melumat bibirnya pelan, tangan Resti membelai penis Tigor pelan. Tigor menghentikan gerakan tangan Resti dan juga ciuman mereka, menatap bingung dengan apa yang Tigor lakukan.

"Sayang, mamak mau datang." Tigor berkata lembut "Mamak mau cepat-cepat jadikan kamu mantu, katanya bujang lapuk ini akhirnya ada yang mau."

"Tapi aku kurang, Bang." Resti memberikan tatapan memohon.

Mendorong tubuh Tigor menjadi berbaring, Resti memegang penis Tigor yang masih berdiri, memasukkan kedalam vaginanya langsung tanpa pemanasan. Tigor hanya tersenyum melihat keliaran Resti, padahal diawal sangat susah mendapatkannya.

Flashback On

"Sayurnya, Neng." Tigor menatap Resti sedang bersama putrinya.

Resti yang menggunakan pakaian tertutup, tidak bisa menutupi bentuk tubuhnya dan Tigor membayangkan sesuatu didalam pakaian itu. Tatapan mereka bertemu, senyum tipis yang Resti berikan membuat Tigor membeku. Belum pernah menikah sampai usianya sekarang, bukan tidak laku tapi Tigor tidak mau menjalin hubungan karena trauma dan memutuskan melajang. Tidak ada wanita yang menyukai dirinya, memiliki kulit hitam, rambut keriting dan satu lagi badannya yang tidak tinggi selayaknya pria pada umumnya. Tigor memang tidak menarik perhatian para wanita, pastinya Resti juga sama tidak akan tertarik pada Tigor.

"Melamun aja, Bang." Resti menegur Tigor yang membuatnya tersadar jika wanita itu ada dihadapannya "Melamun apa?"

"Kamu." Tigor menjawab langsung, seketika dapat dilihat pipi Resti yang memerah.

"Abang, bisa aja." Resti menggelengkan kepala seakan menghilangkan kegugupannya.

Mereka semakin dekat, saling bertukar cerita satu sama lain. Tigor menjadi pendengar terbaik, saling bertukar nomer dan mengirim chat. Hal yang tidak di duga oleh Tigor adalah Resti mengirim foto telanjangnya, tapi tidak berlangsung lama karena langsung dihapus, untungnya sudah disimpan oleh Tigor.

"Aku mau hamil lagi, Nana sudah minta adik, tapi suamiku sibuk melulu." Resti bersandar pada bahu Tigor.

"Aku aja yang hamili kamu." Tigor berkata lembut.

"Abang, jangan ngarang deh." Resti memukul paha Tigor pelan.

"Sakit, Sayang." Tigor membelai pahanya pelan.

Mereka sudah saling bergenggaman tangan satu sama lain, setiap melihat tangan mereka bertautan membuat Tigor tersenyum dalam hati. Sangat kontras, kulit mereka berdua dimana Resti putih dan Tigor hitam. Perhatian Tigor membuat Resti perlahan membuka diri, genggaman tangan ini juga berlangsung lama. Resti dengan terbuka membenarkan Tigor menggenggam tangannya. Banyak hal yang berubah dalam hubungan mereka, salah satunya adalah ciuman bibir yang dilakukan sembunyi-sembunyi.

"Bang, kalau aku hamil anak kamu benar nggak papa?"

Flashback Off

"Oughh...Bang...enak, Bang...." Resti menjerit keras saat menaik turunkan tubuhnya dan menggoyang pantatnya.

Tigor hanya diam melihat apa yang Resti lakukan, tangannya meremas payudara dan mencubit putingnya keras. Teriakan Resti membuat Tigor akhirnya mengikuti apa yang dilakukannya, mengangkat tubuhnya membuat penisnya semakin masuk kedalam.

Mereka terus bergerak, suara erangan dalam kamar kecil di rumah Tigor terdengar keras. Tigor beruntung menyewa rumah yang jauh dari tetangga, membuat mereka bebas melakukan segala macam termasuk kegiatan panas ini.

"Oughhh...Bang...ahhh..." Resti menurunkan kepalanya dan melumat bibir Tigor.

"Aku mau keluar, sayang." Tigor menarik tubuh Resti semakin dekat dengannya dan penisnya masuk semakin dalam.

Cairan keluar dari mereka berdua, Resti bersandar pada bahu Tigor setelah pelepasan keduanya. Tigor membaringkan tubuhnya dengan Resti berada diatasnya tanpa melepaskan penyatuan mereka berdua.

"Kalian masih begituan?" suara mamanya Tigor membuat Resti menatap kearahnya.

"Bang Tigor enak jadi aku lupa diri, Mak." Resti menatap tidak enak.

"Ya sudah, mamak pergi aja kalian buruan buatin mamak cucu. Mamak kan mau punya cucu dari Tigor, masa udah 50 belum punya anak, setidaknya ada yang menjadi penerus keluarga ini."

"Ini lagi usaha buat cucu, Mak." Tigor menatap malas pada mamaknya yang tersenyum menggoda.

"Mamak pulang."

Resti menatap kepergian mamaknya Tigor dalam keadaan masih diatas tubuhnya dan penis yang berada didalam, rasanya malas melepaskan penyatuan mereka berdua.

"Abang, masih ingat janji ke aku?" tanya Resti membuat Tigor menatap bingung. "Abang akan bawa aku pergi dari sini dan kembali ke tempat abang?"

"Ah...itu...tapi bukannya kalau kamu bercerai dan hamil?" tanya Tigor mencoba mengingat.

"Abang siapin semua, kalau bisa secepatnya karena aku sudah bercerai dan hamil anak abang."

Tbc

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Yang Di hina Miskin Jadi Kaya
8.0
Nur sering dipandang sebelah mata oleh keluarga suaminya, Andi, karena latar belakangnya yang sederhana. Luka hati akibat hinaan tersebut memicu tekad kuat dalam diri Nur untuk membangun bisnis sendiri dari nol. Kerja kerasnya membuahkan hasil hingga ia menjadi pengusaha sukses yang bergelimang harta. Namun, di puncak kejayaan materi yang telah ia raih, Nur justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa pengkhianatan dari orang yang ia percayai.
Sampul Novel Di Jodohkan Dengan Om Galak
8.2
Nessa, mahasiswi cantik berkepribadian bebas, terpaksa menerima perjodohan dengan Arga, CEO dingin yang pernah ia temui dalam situasi buruk. Meski Arga masih dibayangi masa lalu, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak selama setahun tanpa sepengetahuan orang tua. Namun, dinamika di antara mereka mulai berubah seiring berjalannya waktu. Akankah cinta tumbuh di tengah rahasia ini, ataukah kembalinya masa lalu Arga akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Disangka miskin diperantauan
8.4
Sisil dan orang tuanya terus-menerus dikucilkan serta dianggap rendah oleh keluarga besar mereka. Karena dipandang miskin, ia dilarang terlibat dalam urusan keluarga. Tak tahan dihina, Sisil bertekad mengubah nasib dan mengangkat derajat orang tuanya di mata dunia. Ia memulai langkah besar untuk membuktikan kesuksesannya sekaligus membalas rasa sakit hati terhadap mereka yang dulu meremehkannya. Perjuangan Sisil pun dimulai demi sebuah harga diri.
Sampul Novel Dream come true
8.7
Zefanya sempat merasa dicintai Andrew, hingga kesalahpahaman fatal menghancurkan segalanya. Kehormatan Zefanya direnggut secara paksa, menghancurkan impiannya untuk memiliki keluarga tulus. Sepuluh tahun berlalu, Andrew hidup menderita dalam kekayaan dan rasa bersalah yang mendalam. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Zefanya bukan lagi wanita yang sama. Andrew kini berjuang keras demi sebuah maaf, namun benarkah hanya itu yang ia inginkan?
Sampul Novel ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
8.0
Farah Maharani, gadis desa berusia dua puluh lima tahun, terjebak situasi sulit hingga terpaksa menyewakan rahimnya kepada pengusaha bernama Kairo Juang. Keputusan ini bermula dari Salsa, istri Kairo, yang lelah dihina mandul oleh orang-orang di sekitarnya. Demi mendapatkan keturunan, Salsa merelakan suaminya menikahi wanita lain. Meski awalnya kesepakatan ini berjalan lancar tanpa kendala, sebuah malapetaka besar tiba-tiba datang mengancam kehidupan mereka.
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko
9.8
Demi menuruti ambisi ibunda yang mendambakan cucu tanpa harus terikat pernikahan, Jicko menolak perjodohan dan memilih jalan pintas. Ia menawarkan sebuah kesepakatan khusus kepada Ameera untuk mengandung buah hatinya. Jicko yakin kontrak ini akan menguntungkan kedua belah pihak tanpa ada komitmen emosional. Namun, rencana yang semula tampak sederhana ini berubah menjadi pelik saat realitas hubungan mereka ternyata jauh lebih rumit dari dugaan.