Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Setelah memergoki tunangannya, Silvano, berciuman dan berjanji akan membiarkan cinta pertamanya, Marisha, merebutnya di hari pernikahan, hati Juvena hancur. Alih-alih melabrak, Juvena memilih jalan lain yang ekstrem. Ia diam-diam menyusun rencana balas dendam dengan menyiapkan penayangan bukti perselingkuhan mereka di hari pernikahan. Sembari mengurus visa untuk melarikan diri ke luar negeri secara rahasia, Juvena siap mengguncang semua orang dengan keputusannya membatalkan pernikahan dan menghilang tanpa jejak.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hingga larut malam, Silvano baru tergesa kembali ke rumah. Bahkan belum sempat mengganti pakaian, dia segera maju memeluk Juvena untuk meminta maaf ....

"Maaf ya Juv, hari ini sibuk rapat dengan klien jadi pulang terlambat."

Detik berikutnya, dia melihat masakan di meja yang belum tersentuh. "Kenapa kamu nggak makan, apa masakannya nggak sesuai selera?"

Juvena menggeleng pelan, lalu tanpa kentara menjauh darinya sedikit.

Aroma manis parfum yang bukan miliknya terpancar dari tubuh pria itu, memenuhi udara di sekitarnya, membuat Juvena pusing dan mual.

Namun Silvano tidak menyadari keanehannya. Pria itu hanya tersenyum pasrah, menarik kursi dan duduk di samping Juvena, lalu mengambilkan seekor udang untuknya.

"Akhir-akhir ini urusan perusahaan banyak sekali, terlalu sibuk, mungkin aku nggak bisa menemanimu makan, jangan sampai kamu kelaparan."

Saat menunduk, Juvena melihat di pakaian pria itu ada bekas merah bagian kerah baju

Perutnya segera bergejolak, dia berusaha keras menahan rasa mual.

Dulu Silvano pernah berkali-kali marah hanya karena Juvena lupa menemaninya makan.

Yang paling parah, pria itu bahkan sampai meneteskan air mata karena merasa sedih.

Pria itu pernah berkata hidup ini singkat, tak ingin melewatkan satu pun waktu makan bersama Juvena.

Namun kini, yang pertama melupakan janji itu justru pria itu sendiri.

Juvena menatap udang di mangkuknya sambil tersenyum pahit.

Sejak kapan Silvano berubah seperti ini?

Mungkin sejak pertunangan dua bulan lalu.

Hari itu, Silvano tidak seperti biasanya, terlihat gelisah dan tidak berfokus.

Padahal itu hari bahagia, namun sepanjang waktu pria itu sibuk memegang ponsel mencari sesuatu. Beberapa kali Juvena berbicara padanya pun tak didengarnya.

Bahkan setelah menerima satu panggilan telepon, Silvano malah meninggalkan acara lebih awal, meninggalkan Juvena sendirian menghadapi kecanggungan kedua keluarga.

Belakangan Juvena baru tahu, rupanya hari itu bertepatan dengan kembalinya Marisha ke negara ini.

Wanita yang membuat Silvano cinta sekaligus benci, dan terjerat dalam hubungan yang penuh luka.

Empat tahun lalu, Silvano tertipu oleh janji manis Marisha, hampir seluruh hartanya diinvestasikan ke proyek besar yang disarankan Marisha.

Namun yang didapat justru Marisha membawa lari uang itu ke luar negeri, lalu menghilang tanpa jejak.

Para rekanan yang tidak menemukan Marisha pun berbondong-bondong menuntut Keluarga Lusdan.

Itu adalah yang masa paling sulit bagi Silvano. Perusahaannya hampir bangkrut. Dalam menghadapi tekanan dari orang tua maupun semua pihak, Silvano bahkan pernah berpikir untuk bunuh diri.

Saat Silvano berdiri di tepi jembatan hendak melompat, Juvena dengan nekat mempertaruhkan nyawanya sendiri berlari dan menahannya erat-erat.

Setelah itu, Juvena melakukan investasi ke Grup Lusdan.

Lalu siang malam si wanita menemaninya bekerja keras, hingga akhirnya membangun Grup Lusdan menjadi perusahaan terdepan di Kota Samudra sekarang.

Sejak itu, Silvano menutup cintanya pada Marisha, lalu mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada Juvena.

Butuh satu tahun untuk mengejar Juvena, tiga tahun kemudian, Silvano berhasil melamarnya.

Namun, semua itu berubah ketika Marisha kembali.

Kini, Silvano bahkan berniat untuk membiarkan Marisha merebutnya untuk dijadikan pengantin.

Mengingat hal itu, Juvena dengan pelan berkata ....

"Nggak usah, aku nggak berselera, dan aku nggak makan udang."

Silvano agak tertegun, terutama saat bertemu dengan tatapan Juvena yang bagai air tenang tanpa riak.

Bagaimana dirinya bisa lupa, Juvena memang tidak pernah makan makanan laut, sekali coba saja segera muntah.

Pria itu tiba-tiba merasa bersalah, lalu dengan suara keras memanggil pelayan yang sudah tertidur.

"Bukankah aku bilang di rumah jangan ada makanan laut? Apa yang kalian lakukan?"

Pelayan seketika hilang rasa kantuknya, buru-buru menjelaskan ....

"Pak Silvano, bukankah udang ini Anda sendiri yang menyuruh orang kirim? Bahkan berpesan agar segera dimakan selagi segar, jadi aku ...."

Mata Silvano segera melotot. "Mana mungkin aku menyuruh orang mengirimkan makanan laut ke rumah?"

Namun tiba-tiba, seolah teringat sesuatu, tatapannya sedikit menghindar.

Pelayan segera mengangkat piring udang itu untuk dibuang.

Namun Juvena mengangkat tangan menghentikan gerakan berikutnya.

"Sudahlah, jangan membuang makanan, bungkus saja dan masukkan ke dalam freezer."

Sambil berkata, dia menoleh pada Silvano. "Besok kamu bawa ke kantor saja, pasti ada yang suka makan."

Pelayan bingung harus bagaimana, lalu menoleh ke arah Silvano.

Hati Silvano mendadak panik, buru-buru menggenggam tangan Juvena dan bertanya, "Juvena, ada apa denganmu? Bukankah kamu memang nggak suka udang?"

"Ya, makanya untuk tambahan makanan karyawan. Akhir-akhir ini mereka juga lembur, udang ini lumayan mahal."

Juvena menjelaskan tanpa celah, Silvano pun merasa lega.

"Memang Juvena selalu begitu perhatian. Bungkuslah."

"Baik, Pak Silvano."

Bagaimana dia bisa berpura-pura begitu sempurna tanpa ada celah seperti ini?

Juvena diam-diam menatap Sivano yang sedang membungkus udang itu sendiri, bahkan menempelkan catatan kecil bertuliskan [Perhatian dari istri tercinta Juvena].

Silvano, semoga saat menerima hadiah itu, kamu juga bisa terus berpura-pura seperti sekarang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Wedding
8.6
Fachmi heran mengapa matanya selalu tertuju pada Carissa, gadis SMK yang jauh dari kriterianya. Meski mengaku tak cinta, ia justru terhibur oleh kebencian gadis itu. Secara impulsif, Fachmi menawarkan pernikahan saat ayah Carissa mengeluhkan tingkah putrinya. Di sisi lain, Carissa yang baru tujuh belas tahun merasa hidupnya hancur. Ia terpaksa menikah muda dengan Fachmi, pria dewasa yang dicap hobi mempermainkan wanita. Akankah takdir ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Cinta Berkalung Noda
7.9
Ikhsan adalah pemuda tampan yang terhimpit kemiskinan hingga ia terpaksa mengorbankan perasaan tulusnya. Demi mengejar ambisi materi, ia merantau ke kota besar. Namun, keputusan itu menjadi awal kehancuran asmaranya. Ikhsan terjebak situasi pelik yang mengharuskannya menikahi putri bosnya sendiri. Ia pun memutuskan hubungan secara sepihak. Akankah takdir mempertemukannya kembali dengan cinta pertamanya? Ikuti perjalanan pahit Ikhsan di sini.
Sampul Novel Dendam Birahi Penakluk Hati
9.7
Demi membalas kematian adiknya, Dirham Assegaff nekat menodai Dinar Azalea yang suci. Namun, dendam itu berbalik menjadi bumerang saat Dinar hamil dan menghilang demi menutupi aib. Bertahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Dirham pun menawarkan pernikahan demi mendapatkan darah dagingnya. Sayangnya, kehadiran cinta pertama Dirham menjadi penghalang besar. Akankah benci berubah jadi cinta, ataukah luka lama Dinar justru semakin menganga?
Sampul Novel Dikira Pelayan Miris, Ternyata Pewaris
9.2
Hidup Danny Laksana hancur setelah dikhianati kekasih dan kehilangan orang tuanya dalam tragedi memilukan. Di tengah luka mendalam, ia menemukan fakta mengejutkan bahwa dirinya adalah ahli waris konglomerat terkaya. Demi menuntaskan dendam pada sang mantan dan mengungkap misteri kematian orang tuanya, Danny memutuskan untuk menikah. Namun, ia tidak menyadari bahwa dalang kriminal yang ia cari selama ini berada sangat dekat di lingkup sekitarnya.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel IPAR ADALAH BIRAHI
9.4
Kisah ini merupakan sebuah narasi dewasa yang dirancang khusus bagi para pembaca dengan ketahanan mental yang kuat. Alur ceritanya mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan provokatif dalam konteks modern. Dengan tema yang sangat sensitif, pembaca akan dihadapkan pada situasi emosional yang intens dan menantang. Pastikan Anda sudah cukup dewasa dan siap secara psikologis sebelum menyelami lika-liku kehidupan yang penuh gejolak di dalam novel ini.