Sampul Novel Sang Taipan Berdarah Dingin

Sang Taipan Berdarah Dingin

7.9 / 10.0
Dalam novel Modern Sang Taipan Berdarah Dingin, Arabella menggunakan keahlian tempurnya untuk membalas dendam dan melindungi kembarannya. Aksi jeniusnya menarik perhatian Asher, sang pengusaha kejam. Baca kisah Action dan Romance ini di Webnovel, pilihan tepat bagi pembaca Online Novel.
Ringkasan Sang Taipan Berdarah Dingin
Pasca tujuh tahun pelatihan brutal negara, Arabella pulang demi menuntut keadilan. Ia murka melihat bibinya hidup mewah sementara saudara kembarnya menderita. Dengan kecerdasannya, ia menghancurkan bisnis sang bibi dan melindungi saudaranya dari perundung sekolah. Meski sempat diremehkan, identitas aslinya terungkap saat keluarga elite dan laboratorium nasional memujinya. Asher, taipan yang dikenal berdarah dingin, justru luluh dan mulai mengejar cinta sang jenius.
Baca Selengkapnya

Sang Taipan Berdarah Dingin Bab 1

"Anda telah melewati badai yang tak terhitung jumlahnya selama beberapa tahun terakhir. Selamat datang kembali, Nona Arabella."

Pada acara jamuan makan malam, seorang pria muda mengenakan setelan jas yang sangat rapi mendapati dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan dari Arabella Stanley.

Arabella memiliki kecantikan yang luar biasa, fitur wajahnya yang tegas seolah-olah dipahat oleh seniman terkenal dan dia memancarkan aura dingin serta menjaga jarak. Tatapan mata Arabella yang tajam tidak mengungkapkan isi pikirannya, lalu dia berbicara dengan suara sedingin es. "Aku akan pergi sekarang."

Joshua Willis segera memanfaatkan kesempatan tanpa ragu-ragu. "Bagaimana jika aku mengantarmu pulang?"

Arabella tidak menolak tawarannya.

Tidak lama kemudian, mobil meluncur menembus malam. Lampu-lampu kota mulai memudar ketika Joshua memandang ke arah wajah cantik wanita muda di sampingnya. "Nona Arabella, kapan kamu berencana kembali ke perusahaan? Kerajaan bisnis kita telah berkembang pesat."

Kemitraan mereka dimulai bertahun-tahun lalu melalui sebuah proyek dan Joshua telah menyaksikan kemampuan Arabella yang menakjubkan secara langsung. Dia membujuk gadis itu untuk menjalin kerja sama dan mereka berdua telah mendirikan sebuah perusahaan yang saat ini mendominasi industri di pasar domestik atau luar negeri.

Arabella mempertahankan nada bicaranya yang tenang. "Aku akan kembali saat waktunya tepat. Untuk saat ini, aku hanya ingin pulang."

"Aku mengerti. Kamu pasti sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Daisy. Aku yakin dia hidup bahagia. Aku telah memberikan semua proyek premium kepada suami bibimu selama beberapa tahun terakhir." Senyum di wajah Joshua semakin lebar saat dia berusaha mendapatkan pujian dari Arabella.

Arabella dan saudara kembarnya Daisy Stanley, telah kehilangan orang tua mereka pada usia enam tahun dan bibi mereka yang bernama Meagan Tucker akhirnya turun tangan untuk membesarkan mereka berdua.

Arabella mengangguk pelan sebagai tanggapan. "Aku menghargai bantuanmu."

Jari-jarinya yang ramping menemukan liontin bunga sakura di lehernya, lalu membuka liontin itu sehingga menampakkan foto dirinya bersama Daisy.

Ekspresi Arabella di dalam foto terlihat tenang, sedangkan Daisy tampak tersenyum ceria.

Rasa hangat memenuhi hati Arabella saat dia memandang wajah adiknya yang berseri-seri, sehingga wajahnya terlihat lebih lembut.

Setelah kematian tragis orang tua mereka, Arabella dan Daisy sangat bergantung pada satu sama lain. Daisy seperti sinar matahari bagi keluarga mereka dan dia selalu menerangi setiap ruangan yang dimasukinya.

Pada usia dua belas tahun, Arabella telah dipilih oleh pemerintah untuk berpartisipasi dalam operasi rahasia yang menghabiskan tujuh tahun terakhir dalam hidupnya. Sekarang misinya telah selesai dan dia akhirnya bisa kembali ke Daisy.

Dia telah mengirim seluruh gajinya kepada Daisy untuk memastikan adiknya menjalani hidup yang aman serta nyaman.

Mata Joshua terbelalak karena takjub saat melihat senyum Arabella.

'Ratu es yang legendaris ternyata bisa tersenyum?'

Rasa ingin tahunya terhadap adik perempuan Arabella semakin meningkat secara dramatis.

Mobil mereka mendekati sebuah kompleks perumahan mewah, masing-masing rumah memiliki taman pribadi yang dirawat dengan sangat teliti.

Kendaraan itu meluncur berhenti di depan sebuah rumah mewah.

Rumah ini merupakan rumah yang diwariskan orang tua Arabella kepada dia dan Dasiy, namun sekarang ditempati oleh Meagan serta Daisy.

Cahaya lampu menerangi rumah dengan cahaya hangat dan suara tawa riang membuat suasana terasa hidup.

Sepertinya, Daisy tumbuh di lingkungan yang indah.

Dengan pemikiran itu, Arabella tersenyum lembut saat dia menyeberang ke halaman depan.

Di salah satu sudut rumah, terdapat sebuah kandang anjing yang sudah lapuk.

Seseorang tampak berlutut di balik bayang-bayang.

Karena pencahayaan yang remang-remang, Arabella tidak dapat mengenali orang itu, tapi dia mengamati sosok tersebut menyendok makanan langsung dari mangkuk yang diletakkan di tanah.

'Kenapa dia makan di samping kandang anjing?'

Rasa khawatir memenuhi wajah Arabella saat dia berjalan mendekat dengan hati-hati.

Sosok itu tampak terkejut dan dia bergegas masuk ke dalam kandang anjing.

Arabella semakin bingung saat melihat reaksinya. Lalu, suara lembut dan bergetar terdengar dari dalam kandang anjing. "Tolong jangan pukul aku lagi. Aku tidak akan melakukan kesalahan. Aku akan berusaha untuk lebih berhati-hati ...."

'Suara itu milik Daisy!'

Hati Arabella langsung hancur saat pemikiran tersebut melintas di benaknya. Dia bergegas mendekat, lalu menarik sosok itu dari dalam kandang anjing. Bahkan dalam cahaya bulan yang pucat, dia langsung mengenali adik perempuan kesayangannya.

Daisy balas menatap Arabella dan wajahnya tampak tidak percaya. "Kamu ...." gumam Daisy, seakan-akan dia takut pikirannya sedang mempermainkan dirinya dengan kejam.

"Daisy, apakah kamu benar-benar Daisy?" Suara Arabella bergetar karena tidak dapat memercayai penglihatannya.

Ketika Daisy mengangguk lemah, amarah yang membara meledak dalam diri Arabella dan matanya seolah-olah dibakar api amarah.

"Kak Bella ...." Daisy berbisik, dia masih terkejut sehingga tidak mampu berkata-kata. "Kamu benar-benar kembali?"

Momen itu terasa sangat tidak nyata bagi Daisy, bagaikan sebuah mimpi yang muncul karena kerinduan yang mendalam.

Arabella mengulurkan tangan untuk menyentuh dahi Daisy saat melihat wajah pucat adiknya. Dahi Daisy seolah-olah terbakar karena demam. Sebelum Arabella dapat memproses penemuan tersebut, Daisy jatuh ke dalam pelukannya seperti boneka yang rusak.

Arabella menggendong tubuh adiknya yang terasa lemah dan dingin, meski dia sedang demam tinggi.

Hati Arabella berubah menjadi lebih keras dari berlian.

Tiba-tiba, pintu depan rumah itu dibuka dengan kasar.

"Daisy, kamu memang tidak berguna! Beberapa menit sudah berlalu dan kamu masih belum selesai makan? Cepat masuk ke dalam dan cuci piring-piring yang kotor!" Suara Meagan membelah udara malam bagaikan bilah pisau.

Arabella berbalik perlahan, lalu dia memberikan tatapan ingin membunuh ke arah sasarannya.

Penampilan Meagan telah berubah drastis selama bertahun-tahun. Dulu, Meagan tampak letih dan kehabisan tenaga, sekarang dia terlihat elegan dan mewah. Dia mengenakan mantel desainer yang mahal dan perhiasannya memantulkan cahaya lampu di teras.

Wanita paruh baya itu terkejut dan wajahnya berubah menjadi pucat saat menyadari tatapan mematikan Arabella. "Kamu ... kamu adalah Arabella? Kapan kamu datang ke sini?"

"Apa yang telah kamu lakukan pada adikku?" Arabella berjalan maju dengan langkah penuh perhitungan, sementara suaranya berubah menjadi bisikan yang mengancam.

Meagan secara naluriah mundur beberapa langkah, dia merasa resah dengan tatapan ingin membunuh di mata keponakannya. Namun, rasa percaya dirinya segera kembali saat teringat bahwa Arabella hanyalah seorang wanita muda.

Dia tersenyum mencemooh, sebelum berkata dengan nada menantang. "Daisy memecahkan piring, jadi aku hanya memberikan hukuman padanya. Kamu telah pergi selama bertahun-tahun. Apa kamu tahu betapa susahnya hidup kami selama ini? Aku tidak pernah membiarkan Daisy kelaparan dan aku juga telah memberinya tempat berteduh. Jika kalian bukan anak kakakku, maka aku tidak akan repot-repot mengurus kalian berdua."

Dengan satu gerakan yang alami, Arabella mengulurkan tangan dan wajahnya tampak sedingin es di kutub saat mencekik leher Meagan. Meagan berjuang untuk menarik napas, sambil berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Arabella. "Lepaskan ... aku ....!"

"Ini rumahku," seru Arabella, suaranya dipenuhi tekad dan matanya memancarkan sinar berbahaya. "Kamu memperlakukan Daisy seperti seorang pelayan dan memaksanya melakukan pekerjaan kasar. Kamu bahkan membuatnya tidur di kandang anjing seperti binatang. Kamu sangat berani, Meagan!"

Di bahwa cahaya lampu dari dalam rumah, Arabella akhirnya melihat makanan adiknya. Dia melihat mangkuk berisi makanan sisa.

Hati Arabella hancur menjadi berkeping-keping saat menggendong tubuh adiknya yang terasa sangat ringan, sementara wajah anak itu tampak pucat pasi.

Adik kesayangannya dipaksa hidup menderita selama bertahun-tahun!

"Meagan, ketika kamu pindah ke rumah kami, kamu telah bersumpah bahwa kamu akan merawat Daisy dengan baik." kata Arabella, dia merasakan dorongan kuat untuk membunuh bibinya.

Meagan merasa kesal karena Arabella berani memanggilnya menggunakan nama depan dan dia berpikir anak itu sengaja bersikap tidak hormat.

Namun, dia tanpa sadar berjalan mundur ke belakang saat melihat kilatan ingin membunuh terpancar dari mata Arabella.

Selama ini, Arabella selalu berbeda dengan anak-anak lainnya. Dia bersikap dingin dan tidak mengenal rasa takut. Saat Arabella tinggal di rumah itu, Meagan tidak berani bertindak gegabah dan dia terpaksa menjalankan peran sebagai seorang bibi yang baik.

Namun saat Arabella pergi, Meagan mengambil alih kendali dan memperlakukan Daisy yang berjiwa lembut dengan kejam.

Dia tidak pernah menyangka Arabella akan kembali untuk menyaksikan kejahatannya.

"Aku telah merawat Daisy! Dia melakukan kesalahan, jadi aku hanya mencoba untuk memberikan hukuman yang pantas. Kenapa reaksimu sangat berlebihan?" Sebelum Maegan sempat menyelesaikan kalimatnya, cengkeraman Arabella di lehernya semakin kuat, sehingga membuat wanita paruh baya itu berpikir bahwa dia akan menemui ajalnya.

"Arabella?" Keributan di halaman akhirnya menarik perhatian orang-orang di dalam rumah. Suami dan putri Meagan menyadari konfrontasi mematikan yang terjadi di halaman mereka.

Melalui pintu depan yang terbuka lebar, Arabella mengamati keluarga bibinya hidup mewah di vila yang luas dan didekorasi dengan mewah, dia juga melihat meja makan dipenuhi dengan hidangan lezat. Orang-orang di dalam mengenakan pakaian mahal yang menunjukkan bahwa mereka hidup dengan nyaman.

Sementara itu, Daisy tidur di rumah anjing dan memakan sisa makanan. Mata Arabella tampak berkaca-kaca saat menyadari kenyataan pahit mengenai kehidupan yang dijalani adiknya selama beberapa tahun terakhir.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sang Taipan Berdarah Dingin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara dua Cinta
8.3
Ikatan persahabatan yang semula sangat kokoh kini berada di ambang kehancuran sejak kehadiran seorang wanita misterius. Saat mereka berjuang mewujudkan mimpi besar bersama, konflik perasaan mulai merenggangkan hubungan hingga mereka memilih jalan hidup masing-masing. Ambisi dan cinta menjadi ujian berat yang mengancam segalanya. Akankah mereka berhasil memperbaiki keretakan tersebut dan mengembalikan keutuhan persahabatan yang pernah menjadi kekuatan utama mereka?
Sampul Novel Damn! Dia Bosku
8.1
Alexandre Geraldo kembali dari Amerika demi mengejar cinta lamanya, Dara. Namun, Dara yang sekarang telah berubah dan bersikap dingin meskipun mereka dahulu sangat dekat. Di tengah penolakan itu, Alex menghadapi tekanan orang tua untuk menikahi wanita pilihan mereka. Terdesak oleh situasi, Alex mengambil keputusan nekat yang tak terduga. Mampukah Alex mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Dara dan memenangkan kembali hatinya di tengah konflik ini?
Sampul Novel Gairah Liar Sang Dokter
8.7
Terobsesi pada ketampanan Sakha, Jena menjebak sang dokter hingga terjebak dalam pernikahan siri yang penuh gairah rahasia. Namun, kehidupan Jena hancur saat ia dituduh membunuh kakak iparnya dan dipenjara dalam kondisi hamil. Bertahun-tahun berlalu, rasa cinta Jena berubah menjadi benci. Takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah hotel VVIP, di mana Jena bekerja sebagai penari. Akankah dendam menghancurkan mereka ataukah cinta lama bersemi kembali?
Sampul Novel My unhappy family
8.6
Kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan membuat seorang remaja berusia empat belas tahun mencapai batas kesabarannya. Karena tidak sanggup lagi menghadapi perilaku buruk sang ayah yang terus berlanjut, ia akhirnya mengambil keputusan besar untuk meyakinkan ibunya agar segera pergi meninggalkan rumah tersebut. Ini adalah kisah perjuangan mereka dalam mencari ketenangan dan memulai lembaran baru demi lepas dari bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan.
Sampul Novel Pacarku Adalah Mantan Sepupuku
7.8
Kekasihku selalu enggan menemui orang tuaku, namun diam-diam dia menyamar sebagai calon istri mantannya di hadapan para kerabat. Pertemuan itu bahkan digelar di rumah yang kusiapkan untuk pernikahan kami. Tanpa dia sadari, aku adalah sepupu jauh dari mantannya. Saat dia berpura-pura tidak mengenalku dan mengancam akan putus jika aku mengacau, aku justru tersenyum sinis. Kutawarkan hadiah pernikahan atas kesamaan selera kami, yang seketika membuatnya panik.
Sampul Novel Pesona Suami Kedua
9.1
Keenan, pemuda tampan yang terhimpit nasib, terjebak utang besar pada Roman demi membiayai operasi jantung sang ibu. Sebagai syarat pelunasan, ia dipaksa menikahi Khanza, mantan istri Roman yang jelita. Rencana licik Roman adalah meminta Keenan menceraikannya kembali agar ia bisa rujuk dengan Khanza. Di tengah takdir yang rumit dan penuh patah hati ini, Keenan harus menjalani pernikahan sandiwara yang mempertaruhkan harga diri dan perasaannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan