Sampul Novel Suara Bayi di Ponsel Suamiku

Suara Bayi di Ponsel Suamiku

9.0 / 10.0
Suci menghadapi misteri besar dalam Suara Bayi di Ponsel Suamiku saat kejanggalan mulai menghancurkan kepercayaannya. Romance novel ini menyajikan teka-teki rumah tangga penuh rahasia. Ikuti kisahnya di web novel ini dan temukan kebenaran di balik pengkhianatan yang tersembunyi.
Ringkasan Suara Bayi di Ponsel Suamiku
Kehidupan rumah tangga Suci mulai terusik sejak ia mendengar suara tangisan bayi yang misterius saat sedang menelepon suaminya. Meski awalnya mencoba untuk tetap berpikir positif dan menepis segala kecurigaan, Suci justru mulai menemukan berbagai kejanggalan lain yang semakin memperkuat keraguannya. Satu per satu rahasia yang tersembunyi mulai terkuak, membawanya pada kenyataan pahit yang tak terduga di balik sikap tenang sang suami selama ini.
Baca Selengkapnya

Suara Bayi di Ponsel Suamiku Bab 1

Aku terkejut ketika mendengar suara di di seberang sana. Suara yang tak asing bagiku sebagai seorang wanita. Namun, sangat heran jika suara itu berada sangat dekat dengan tempat di mana suamiku berada.

"Mas, sedang di mana?" tanyaku.

"Aku di kamar, di penginapan," jawabnya.

Hatiku mencelos mendengarnya. Jika di kamar, kenapa suara itu jelas sekali terdengar. Bukankah ia sendiri di kamarnya.

"Tapi tadi ada suara bayi nangis?"

"Oh, itu anak kamar sebelah. Tadi aku sedang berdiri di depan," jawabnya.

"Yang benar?"

"Iya, Sayang." rayunya dengan suara mendayu.

"Sudah dulu, ya. Nanti mas telepon lagi," ucapnya.

Belum sempat aku menjawab, suamiku ini sudah menutup teleponnya.

Aku menghela napas. Selalu seperti ini, terputus di tengah jalan. Padahal aku ingin sekali mendengar suaranya.

Pekerjaannya sebagai seorang sopir rental membuat suamiku tak selalu berada di rumah. Kalau dihitung, seminggu hanya bisa 2 kali ia pulang ke rumah.

Aku sudah melarangnya melakoni pekerjaan itu. Selain usianya yang sudah memasuki usia senja, pekerjaan itu sangat menyita waktu. Terutama waktu untuk keluarga.

Memang pekerjaan itu terpaksa dilakukan karena ia telah memasuki masa pensiun dan ingin mencari kegiatan.

Uang pesangon berjumlah satu milyar yang diberikan kantor sebagai tanda pensiun telah habis kami gunakan untuk modal usaha rental mobil. Parahnya lagi, usaha rental mobil yang kami geluti ternyata tidak berjalan lancar.

Satu persatu mobil kami hilang. Dari tujuh mobil yang ada, kini tersisa hanya satu saja. Dan mobil itulah yang saat ini digunakan oleh suamiku ke sana kemari.

"Mas, kan kepala keluarga, Dek. Malu kalau berdiam diri di rumah saja," ujarnya kala aku protes kenapa ia harus bekerja sebagai sopir.

Bukan perkara jenis pekerjaannya. Namun, aku khawatir pada usianya yang tak lagi muda. Selain itu, untuk masalah keuangan semuanya masih terkendali karena aku bekerja sebagai PNS. Ketiga anak lelaki pun sudah mandiri. Hanya si bungsu Farid saja yang masih duduk di bangku SMP dan itu tak membutuhkan biaya banyak karena Farid bersekolah di tempatku bekerja.

Tetapi suamiku tetap pada pendiriannya. Aku bisa apa. Waktu berlalu hingga saat ini genap dua tahun ia bekerja sebagai sopir rental mobil.

Tak ada masalah selama setahun pertama. Mobil yang sudah hilang pun sudah mulai kami ikhlaskan. Karena memang sulit mencari jejaknya. Butuh biaya dan tenaga yang tidak sedikit untuk mengurusnya.

Masalah mulai terjadi saat memasuki tahun kedua. Suamiku makin jarang pulang ke rumah. Ia bisa berminggu-minggu di luar. Bahkan sampai sebulan lamanya ia tak pulang. Ia pulang hanya numpang tidur semalam kemudian pergi lagi. Pernah kutanya alasannya.

"Banyak orderan, Dek. Sayang kalau ditolak." Selalu begitu jawabnya.

Aku tak mau berpikir buruk padanya. Meski, selama setahun ini berbagai kejanggalan kutemui. Mulai dari parfum yang berbeda sampai uang yang biasa ia setorkan padaku tak lagi ia berikan.

Belakangan ia bahkan mengeluh kalau mobil yang ia gunakan harus direparasi. Jelas saja, bagaimana mobil itu tidak rusak, sedangkan ia pakai dijalanan berhari-hari.

Tak masalah jika uangnya memakai hasil ia menyopir. Namun, anehnya ia meminta padaku untuk membayar perbaikan mobil itu.

"Uangnya sudah habis mas pakai, Dek. Kamu tahu, kan biaya menginap dan makan di luar sana lumayan besar. Udahlah jangan hitungan gitu. Nanti kalau sudah ada uang mas ganti." Ia berkata begitu ketika aku mulai protes.

Aku yang malas berdebat, akhirnya diam tak ingin memperpanjang masalah.

***

Aku sedang membaca novel ketika terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Aku hapal betul suara mobil itu. Itu mobil Mas Haris.

"Sudah pulang, Mas," ucapku sambil mengulurkan tangan.

"Iya, siapkan air hangat, Dek. Mas mau mandi," ucapnya sambil menghempaskan tubuh tubuhnya di sofa. Letih sekali sepertinya.

Aku mengangguk kemudian bergegas ke dapur merebus air. Setelahnya aku kembali sambil membawa segelas teh hangat untuknya.

"Capek, Mas?" tanyaku sambil meraih kakinya dan mulai memijatnya.

"Hmm," jawabnya dengan mata terpejam.

"Kayak yang banyak pikiran. Ada masalah, Mas?" tanyaku lagi.

Mas Haris yang semula memejamkan mata perlahan membuka kelopaknya. Ia meraih tanganku yang sedang memijat kakinya. Kemudian memandangku dengan matanya yang sayu.

"Mobil mas mulai banyak masalah, Dek. Kemarin saja di tol mogok. Kalau begini mas takut gak bisa bawa penumpang lagi," ucapnya lemas.

Ohh, itu masalahnya. Syukurlah kalau begitu. Dengan begitu Mas Haris akan sering berada di rumah.

"Bagus dong, Mas. Mas bakal sering di rumah nemenin aku," jawabku antusias.

Mendengar jawabanku mata Mas Haris melotot. Ia seperti tak terima dengan perkataanku.

"Lho, kamu senang kalau mas gak punya pekerjaan? Mau taruh di mana muka mas ini, Dek?!" serunya setengah membentak. Aku yang tak siap mundur ke belakang karena terkejut.

"Mas kenapa marah?" tanyaku heran.

Mas Haris terlihat mengambil napas kemudian mengembuskannya perlahan.

"Maaf, Dek. Mas hanya gak suka ucapanmu. Mas masih ingin bekerja mencari nafkah. Ini masalah harga diri, Dek," jelasnya dengan mata memerah.

Aku diam tak menanggapi ucapannya. Dua puluh delapan tahun menikah dengannya, baru kali ini aku dibentak dengan keras. Aku sangat syok.

"Dek, mas mau ganti mobil. Bagiamana menurutmu?" tanyanya sambil menggenggam tanganku.

"Ganti mobil, Mas?" tanyaku setengah tak percaya.

Mas Haris mengangguk bersemangat. Lengkungan di wajahnya terbit kembali.

"Uangnya ada?" tanyaku hati-hati.

"Kita pinjam ke bank, Dek. Mas pinjam sertifikatmu untuk jadi jaminan di bank."

Hatiku mencelos mendengarnya. Uang kerjanya selama ini tak pernah sampai padaku. Namun, ia dengan tak tahu malu menyuruhku menggadaikan sertifikat PNS untuk jaminan di bank. Demi mempertahankan harga diri katanya. Padahal aku lebih senang jika ia duduk manis di rumah menikmati masa tua kami.

Bersambung

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suara Bayi di Ponsel Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Aku dan Adik Tiriku
8.7
Setelah enam tahun berpisah, Raffael kembali menemui Syaqila. Namun, kepulangannya membawa luka lama karena dulu Syaqila sering memfitnahnya hingga Raffael terpaksa mengasingkan diri ke luar negeri. Kini, niat tulus Syaqila untuk memohon maaf justru disambut dingin oleh tatapan penuh kebencian dari adik tirinya tersebut. Akankah hubungan mereka membaik, ataukah kepulangan Raffael ini merupakan awal dari misi balas dendam atas penderitaan masa lalunya?
Sampul Novel Cinta yang Sudah Hilang
9.2
Sejak kehamilanku, suamiku selalu pergi lari malam. Namun hari ini, dia terburu-buru pergi hingga meninggalkan ponselnya dan hanya mengenakan jam pintar. Saat itulah aku menemukan pesan intim yang dikirimkannya kepada seorang rekan kerja wanita, berisi ajakan tidak senonoh. Seketika, sup ayam yang baru saja disuapkannya terasa memuakkan di perutku. Keadaan semakin pelik karena suamiku baru saja memperkenalkan wanita itu kepada adikku.
Sampul Novel Di Jodohkan Dengan Om Galak
8.2
Nessa, mahasiswi cantik berkepribadian bebas, terpaksa menerima perjodohan dengan Arga, CEO dingin yang pernah ia temui dalam situasi buruk. Meski Arga masih dibayangi masa lalu, keduanya sepakat menjalani pernikahan kontrak selama setahun tanpa sepengetahuan orang tua. Namun, dinamika di antara mereka mulai berubah seiring berjalannya waktu. Akankah cinta tumbuh di tengah rahasia ini, ataukah kembalinya masa lalu Arga akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Dikejar Oleh Sang Miliarder
9.6
Kayla Herdian kembali ke masa lalu demi membalas dendam setelah dikhianati suami dan mertuanya hingga tewas mengenaskan. Dulu hidupnya hancur, namun kini ia bangkit untuk menghancurkan para musuh dan membawa bisnis keluarganya ke puncak kejayaan. Di tengah ambisinya, seorang miliarder dingin yang dulu tak terjangkau justru datang mendekat. Pria itu kini terang-terangan merayu Kayla, memohon kesempatan untuk menjadi pendamping di pernikahan keduanya.
Sampul Novel Gairah Liar sang Mafia
8.0
Arnius Nagendra dihantui masa lalu kelam akibat ulah Janied Marques, sepupunya yang mengepalai sindikat perdagangan manusia. Demi membalas kematian istrinya, Arnius menyamar jadi guru dan melibatkan seorang guru TK cantik dalam misi berbahaya ini. Identitas aslinya pun tersembunyi di balik dunia abu-abu. Akankah kerja sama ini memicu benih cinta di tengah dendam yang membara, atau justru menyeret sang wanita ke dalam lingkaran hitam yang mematikan?
Sampul Novel Sosok Teman Khayalan
9.6
Kehidupan sekolah protagonis berubah aneh saat semua orang di sekitarnya tiba-tiba menghindar. Penasaran dengan sikap dingin tersebut, ia mendesak teman sebangkunya yang tampak sangat ketakutan. Meski bersikeras bahwa itu bukan kesalahannya, sang teman memilih pindah dari kelas plus ke kelas reguler. Ketika sang protagonis menyusul ke kelas baru untuk meminta penjelasan, temannya justru panik histeris dan memohon dengan sangat agar tidak pernah ditemui atau dicari lagi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan