Sampul Novel Sang Pemuas Nafsu

Sang Pemuas Nafsu

7.9 / 10.0
Dalam novel modern Sang Pemuas Nafsu, seorang mahasiswa beasiswa berjuang mengatasi kemiskinan. Namun, sebuah takdir setelah kematian sahabatnya mengubahnya menjadi incaran banyak wanita. Ikuti perjalanan transformasinya dalam romance novel ini yang tersedia di platform web novel.
Ringkasan Sang Pemuas Nafsu
Kisah romansa dewasa 18+ ini mengikuti perjalanan seorang mahasiswa cerdas yang berkuliah di kampus ternama berkat jalur beasiswa. Meski memiliki keterbatasan ekonomi dan penampilan fisik yang biasa saja, hidupnya berubah drastis setelah kehilangan sahabat terbaiknya. Sosok pria yang semula tak menonjol ini tiba-tiba menjadi pusat perhatian banyak wanita. Perubahan tak terduga tersebut membawanya ke dalam serangkaian konflik asmara yang penuh gairah dan kedewasaan.
Baca Selengkapnya

Sang Pemuas Nafsu Bab 1

Perkenalkan namaku Kamaruddin, umur 20 tahun, sudah semester tiga di salah satu kampus ternama dan terkenal di kota ini.

Sebenarnya aku tinggal di sebuah desa terpencil, namun saat ini aku sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di kota yang terkenal dengan kota kembang, karena kota ini memiliki banyak taman asri yang di penuhi dengan bunga - bunga cantik.

Meskipun aku dari keluarga yang kurang mampu, tapi aku tetap kekeh untuk melanjutkan pendidikanku. Bokap sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sementara nyokap kini tinggal di rumah kakakku yang nomor ketiga. Aku anak kedua dari tiga bersaudara.

Bahkan saat ini aku sedang berjuang demi mempertahankan beasiswaku, karena untuk mempertahankannya, kita harus memiliki nilai IPK yang cukup.

Pagi ini aku menyempatkan berolahraga pemanasan dan melatih pukulanku dengan memukul mukul bantal yang sudah aku modifikasi layaknya samsak.

Tinggi badanku 183 cm, perawakan wajahku tidak terlalu mendukung alias tidak ganteng, tapi aku tidak mau mengaku kalau aku jelek, karena ini semua adalah takdir dari sang pencipta. Namun aku berusaha untuk menutupi kekuranganku dengan menjadi pribadi yang baik.

Aku baru rajin berolahraga setahun belakangan ini untuk sekedar membentuk fisik yang kuat, dan aku memulainya dengan tujuan tidak mau di tindas oleh orang lain. Di sisi lain aku juga pernah di pukul tanpa berani memberikan perlawanan, dan aku pernah mendapatkan sebuah hinaan dari seorang wanita yang sepertinya sudah sangat beranggapan dirinya sempurna.

"Udah hitam, dekil, jelek, miskin, kurus, hidup lagi, bikin ngeneg aja lama - lama !" inilah kata - kata motivasi terbesarku yang pernah di ungkapkan oleh seorang wanita primadona di kampusku.

Tok tok tok! 

Mendengar pintu kamarku di ketuk seseorang dari luar, aku segera beranjak, lalu membuka pintu.

Ternyata yang mengetuknya adalah kak Monica, dia juga salah satu mahasiswi di kampusku, dia cantik, bodynya sangat menantang, kulitnya yang putih kadang membuatku lupa diri.

"Din, tolong beliin pembalut, nanti lebihnya ambil saja !" ucapnya sambil menyodorkan uang kepadaku. Kak Monica ini orangnya jutek, sombong, tapi baik kalau ada maunya. Sementara aku paling rajin di suruh olehnya yang penting dia mau memberikan senyuman untukku.

Sepertinya dia baru menyelesaikan mandinya, saat ini dia hanya memakai kimono mandinya, dan tentu saja aku sempat melihat beberapa lekukan tubuhnya yang enak untuk di pandang.

"Ini, cepetan, aku mau ke kampus nih !" timpalnya karena aku malah kelamaan menerima uangnya.

"Iya kak !" jawabku singkat, lalu menerima uangnya, dan sejenak aku kembali masuk ke dalam kamar untuk memakai baju.

Setelah itu, aku berjalan kaki ke salah satu kios langgananku, kebetulan kios ini yang paling dekat dengan kostku.

"Belliiii,  !" teriakku.

"Beli apa, Din ?" tanya sang pemilik kios, saking seringnya berbelanja di sini, dia sudah tau dengan namaku.

Yang aku ketahui dari pemilik kios ini, dia bernama Fina dan sedang berstatus janda tanpa anak. Sementara dari pandanganku tentang Fina, dia cantik, tapi pakaiannya selalu tertutup jadi untuk saat ini aku belum bisa menjelaskan lekukan tubuhnya.

"Pembalut mba!" jawabku.

"Rajin amat di suruh - suruh sama teman kostmu, Din!" timpalnya.

"Heheh, lumayan dapat lima ribu mba !" jawabku.

"Iya juga sih, nanti kamu pulang jam berapa ?" tanya Mba Fina sambil memberikan pembalut dan aku juga memberikan uangnya.

"Hmm, palingan jam satu Mba, ada yang bisa saya bantu ?" tanyaku.

"Ada, nanti kamu kesini lagi kalau sudah jam tiga sore, kebetulan mau pergi belanja barang untuk stok jualan !" ujar Mba Fina.

"Hehe, siap - siap Mba, nanti aku ke sini lagi !" jawabku.

Meskipun dia cantik, tapi Mba Fina sepertinya tulus untuk tersenyum untukku. Aku sudah sering membantunya untuk membawa mobilnya sekedar pergi berbelanja di salah satu distributor barang sembako, dan setiap selesai membantunya, pasti aku akan mendapatkan upah darinya.

Setelah itu, aku kembali ke kost dan langsung menuju kamar kak Monica.

Tok tok tok! 

"Kak, aku simpan di gagang pintu yah !" ucapku, lalu pergi ke kamarku.

Kenapa aku menyimpannya di gagang pintu saja, karena aku pernah mendapatkan teguran keras ketika aku tidak sengaja melihatnya ganti baju. Meskipun itu murni kesalahannya, karena tidak menutup rapat pintu kamarnya.

Tepat pukul sembilan aku mengendarai motor bebekku peninggalan dari almarhum bapak menuju kampus. Tentu saja motorku ini umurnya tidak muda lagi alias butut dari segi pandangan orang kaya.

Kebetulan kampus jaraknya sekitar 1 km saja dari jarak kostku, jadi beberapa menit saja aku sudah tiba di sekitaran kampus.

Sementara untuk style kesukaanku ketika ngampus cukup rapi, celana kain berpaduan dengan kemeja, dan sepatu sneakers. Berhubung aku paling jarang ke kantin, jadi aku langsung menuju ruanganku saja. Sebenarnya mahasiswa tidak perlu menunggu dosen layaknya masih pelajar, karena sebelum dosen masuk, dia akan memberikan informasi di grup salah satu aplikasi ponsel.

Di dalam ruangan ini atau yang sejurusan denganku berjumlah tiga puluh orang saja, ada 13 pria dan 17 wanita. Dan di antara tiga puluh orang itu, hanya satu orang yang care denganku itupun sama - sama batangan.

Teman jurusanku yang wanita  sebenarnya ada juga yang sering ngajak ngobrol, tapi aku saja yang kurang tau cara untuk nyambungnya.

Tidak lama kemudian sahabatku datang dan langsung duduk di tempatnya, dia lalu menggeser kursinya dekat denganku.

"Din, ada proyek nih, kamu mau ikut ngga ?" tanya Syamsul, dialah sabahatku yang aku maksud tadi.

"Proyek apaan ?" tanyaku.

"Ngantarin balok  ke kota sebelah, kalau mau kita gas nanti sore !" jawabnya.

Syamsul berbeda nasib denganku, orang tuanya termasuk cukup berada, dia memiliki bisnis di bidang jual beli kayu dan kadang dia memintaku untuk menemaninya, dan di situ juga aku kembali akan mendapatkan upah. Meskipun tidak banyak, tapi setidaknya aku juga bisa refreshing otak dan otot.

"Tapi aku ada proyek juga nanti sore, jam tigaan, Sul !" timpalku.

"Sejak kapan kamu punya proyek lain selain bersamaku ?" tanya Syamsul.

"Bantuin tetangga aja sih, memangnya ngga bisa angkut malam ?"

"Bisalah habis magrib, tapi jangan lupa bawa pakaian ganti, kita malmingan di sana !" ujarnya.

"Hahaha, palingan malmingan di warkop aja  !" timpalku.

"Hehhehhee !" dia hanya terkekeh, namun aku melihat senyum licik darinya.

Syamsul bukan hanya berkecukupan, tapi dia memiliki ketampanan juga, tapi dia tidak mempergunakan ketampanannya itu untuk menggait hati para wanita. Bahkan dia pernah di minta oleh seorang wanita untuk menjadikannya kekasih, namun dia malah menolaknya. Andai saja aku yang di posisinya, mungkin hanya beberapa detik aku langsung menerimanya, memeluknya, dan menciumnya

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sang Pemuas Nafsu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bos Mafia yang Kejam Ingin Aku Kembali
9.8
Dulu Eleanor adalah pewaris sombong yang memandang rendah Andreas, pemuda sederhana yang menumpang di rumahnya. Delapan tahun berlalu, roda nasib berputar drastis. Andreas kini bangkit menjadi bos besar yang sangat disegani, sementara Eleanor kehilangan segalanya dan hidup dalam penderitaan. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, Andreas menyimpan dendam mendalam. Ia menegaskan bahwa kebenciannya pada perlakuan Eleanor di masa lalu adalah satu-satunya alasan ia meraih kesuksesan sekarang.
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat dekade tertipu, rahasia suami terbongkar lewat tablet cucu. Isinya ribuan foto mesra dia dan sahabatku, Wulandari, saat perjalanan dinas palsu. Bahkan Rizal, putraku, lebih memilih memuja pelakor itu daripada ibu kandungnya. Ternyata aku hanya dimanfaatkan sebagai inkubator karena Wulandari mandul. Tak sudi jadi babu, aku menuntut cerai dan menguras harta mereka. Kini aku sukses di Bali, membiarkan mereka hancur dan mengemis tanpa ampun sedikit pun.
Sampul Novel Cinta Pertama Sumber Penderitaanku
8.1
Terlahir kembali, protagonis Cinta Pertama Sumber Penderitaanku menolak menikahi Fred, pria yang ia kejar selama sepuluh tahun. Ia memilih dijodohkan dengan kakak tiri Fred, Zico. Di kehidupan lalu, ia tewas mengenaskan akibat distosia, hanya untuk mengetahui bahwa anak yang dikandungnya adalah hasil perselingkuhan Fred dengan wanita lain menggunakan obat ciptaannya. Kali ini, ia membiarkan mereka hidup tanpa bantuannya. Namun, saat Fred melihat cincin Zico di jarinya, pria itu justru menjadi gila.
Sampul Novel Dijatah Lima Juta
9.2
Uang belanja sebesar lima juta rupiah setiap bulan menjadi akar permasalahan yang terus memicu perselisihan antara aku dan suamiku. Pertengkaran demi pertengkaran tak terelakkan karena nominal tersebut dirasa sangat tidak mencukupi kebutuhan hidup kami. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran suamiku yang tetap teguh memberikan jatah bulanan yang sangat terbatas itu tanpa mempertimbangkan realita yang ada dalam rumah tangga kami.
Sampul Novel RAHASIA BAPAK MERTUA
8.3
Di rumah ini, ada satu ruangan terlarang yang tak boleh kami masuki sesuai perintah bapak mertua. Namun, kecurigaan muncul saat beliau selalu keluar dari kamar tersebut dalam kondisi berkeringat dan kelelahan yang tidak wajar. Didorong rasa penasaran yang besar, aku memutuskan untuk menyelidiki aktivitas misteriusnya secara diam-diam. Siapa sangka, sebuah rahasia gelap dan mengejutkan yang selama ini tersimpan rapat akhirnya berhasil aku bongkar.
Sampul Novel Takdir Cinta Nadia
8.7
Kehidupan Nadia berubah drastis sejak kepergian ibunya. Ia terjebak dalam perjodohan paksa dengan Marvel, pria kaya raya yang bersikap sangat kasar padanya. Ayah kandungnya justru lebih memihak ibu tiri daripada melindunginya. Meski harus menjalani pernikahan tanpa cinta yang penuh penderitaan, Nadia tetap bertahan demi menjaga amanah terakhir sang ibu. Di tengah tekanan fisik dan batin, sanggupkah Nadia terus berjuang mempertahankan rumah tangganya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan