Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan

Saksi Gairah, Bukti Pengkhianatan

Proses penyusunan surat cerai di hadapan pengacara justru memicu gairah yang lama padam. Di bawah meja, sentuhan jemari yang lembut membawa kehangatan bagai embun manis menyirami bunga layu. Secara mengejutkan, sensasi dingin kursi kerja berubah menjadi dekapan hangat dari tubuh pria yang kokoh. Sentuhan lembut pria itu mulai menjalar di atas kulitnya, menghidupkan kembali hasrat yang selama ini terkubur dalam kehampaan hubungan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah melihat bukti yang kubawa, atasan kami tampak dalam suasana hati yang sangat baik. Ia langsung menarikku dan Dikta untuk berdiskusi soal langkah selanjutnya.

Saat aku mengambil berkas dan melangkah melewati Dikta menuju ruang rapat, aku jelas merasakan sentuhan samar di bagian belakang tubuhku, entah sengaja atau tidak, bokongku sempat tersentuh olehnya.

Hanya satu detik, tapi ada gelombang aneh yang tiba-tiba naik dari bawah perutku.

Dikta duduk di kursinya, sementara aku berdiri di sampingnya, membungkuk sedikit agar bisa melihat isi percakapan di tangannya.

“Tapi semua ini tetap tak sebanding dengan kerja keras Pengacara Anna,” katanya tiba-tiba sambil menoleh ke arahku.

Karena perbedaan tinggi badan, wajahnya kini tepat mengarah ke bagian dadaku.

Pakaian berpotongan rendah yang kupakai jelas tak mampu menyembunyikan apa pun dan napas hangatnya langsung menyapu ke kulitku.

Wajahku langsung memanas.

Tapi melihat ekspresinya yang tetap tenang dan seolah tak terjadi apa-apa, aku pun menganggapnya sebagai sebuah kebetulan belaka.

Aku menarik sedikit bagian kerah bajuku dan duduk di sampingnya.

Tapi kemudian, kaki Dikta makin lama makin mendekat.

Suara bicaranya lembut, seperti semut yang merayap di hati, geli dan membuatku gemetar.

Bahkan melalui rok ketatku, aku masih bisa merasakan otot-otot kakinya yang keras dan panas, nyaris membakar kulitku…

Detak jantungku yang semakin cepat membuatku gelisah tak karuan.

Antara kedua pahaku tiba-tiba terasa licin dan lengket, sangat tidak nyaman.

Agar bisa bernapas lega, aku membuka sedikit kaki, tanpa sengaja ujung kakiku menyentuh betisnya.

Mungkin Dikta salah paham, melihat gerakanku yang tak sengaja itu, tangannya pun diam-diam merayap mendekat.

Suhu tubuh pria memang lebih hangat, panas dari sentuhan tangannya seolah membakar kulitku sampai terasa sesak.

Ketua tim duduk di depan, fokus menyusun rencana, tak seorang pun tahu apa yang terjadi di bawah meja.

Tangannya yang besar dengan santai meletakkan di pahaku, sesekali seperti ingin mengeksplorasi lebih jauh.

Aku tak bisa menahan diri, menggoyangkan pinggul mencoba mengusir rasa geli di kaki.

Saat tangannya hampir saja menyelinap ke balik rok, ketua tim dipanggil oleh rekan kerja.

Saat itu hanya tersisa aku dan Dikta di ruang rapat, tatapan panasnya menancap tajam di leherku yang basah oleh keringat.

“Pengacara Anna, tubuhmu benar-benar luar biasa, gimana kalau lagi bergairah nanti?”

Aku tak berkata apa-apa, lalu berusaha berdiri.

“Ku tunggu saat kita bisa bersama-sama membuat rantai bukti.”

Dikta menghentikanku, mendekat ke telingaku, suaranya dibuat sangat pelan.

Kata membuat diucapkannya dengan sengaja pelan dan berat, aku jelas tahu itu godaan terselubung.

Jadi, sebelum keluar dari ruang rapat, aku menatapnya tanpa basa-basi, tersenyum menggoda.

Jari-jari tanganku menggoyang-goyang dasinya.

Setiba di rumah, aku seperti biasa mandi dan beristirahat.

Aneh, saat mandi aku tak bisa menahan diri membayangkan tubuh Dikta di balik celananya.

Tangan mengikuti aliran air, turun perlahan...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anugerah Cinta
9.3
Dila, putri Gus Wirto, terjebak dalam perjodohan dengan Fabian, mantan pecandu yang sedang memperbaiki diri di pesantren. Hati Dila sebenarnya terpikat pada Prima, seorang hafiz yang saleh. Meski berupaya membatalkan taaruf, Dila tak kuasa melawan harapan orang tuanya. Namun, saat kesepakatan tercapai, rahasia kelam Fabian mulai terkuak satu per satu. Akankah Dila bertahan dengan pilihannya? Mampukah Fabian benar-benar lepas dari masa lalunya yang kelam?
Sampul Novel Berpisah Karena Game Online
9.0
Kehidupan rumah tangga Rani hancur berantakan akibat kegemaran sang suami bermain game online. Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa hobi tersebut menjadi pemicu keretakan hubungan mereka yang semula harmonis. Kenyataan pahit harus dihadapi Rani saat ia mengetahui suaminya telah mengkhianati komitmen pernikahan mereka. Lewat dunia virtual itu, sang suami tega berselingkuh hingga akhirnya Rani terpaksa memilih jalan perpisahan yang menyakitkan.
Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, gadis dari keluarga retak, terjebak asmara terlarang dengan Evan, kakak sahabatnya yang sudah beristri. Saat hubungan rahasia ini terungkap, ia pun dihujat dan dimusuhi Siska. Karina memilih pergi sambil mengandung buah hati mereka tanpa sepengetahuan siapa pun. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta membawa seorang putra. Kini, rahasia besar mengenai ayah biologis sang anak terancam terbongkar. Sanggupkah ia terus menutupi fakta dari masa lalunya?
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Hidup Caca selalu dirundung nasib buruk hingga seorang peramal menyarankan agar ia segera memiliki anak demi mengubah takdirnya. Sayangnya, suami misterius yang menikahinya setahun lalu tak pernah menampakkan diri, meski ia hidup mewah di rumah elit. Menduga suaminya adalah pria tua yang buruk rupa, Caca nekat mencari pria idaman di klub malam untuk dihamili. Tak disangka, pria tampan yang menjadi targetnya justru adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Kenapa Kalian Membuang Ibu?
8.2
Minah awalnya hidup tenang dalam asuhan Eliza dan Agung. Namun, situasi berubah drastis saat putri bungsunya itu harus pergi merantau. Minah terpaksa pindah ke rumah Edo, putra sulungnya. Di sanalah penderitaan bermula akibat perlakuan buruk sang menantu yang kejam. Masa tua Minah berakhir tragis di sebuah panti jompo. Ia akhirnya mengembuskan napas terakhir dalam kesendirian yang memilukan, tanpa kehadiran satu pun anak kandung di sisi tempat tidurnya.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.1
Sepulang berwisata dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular misterius yang diyakini bisa memberikan kemudaan abadi. Syaratnya mengerikan: patung itu harus diberi sesembahan darah menstruasi gadis perawan. Ibu memaksaku memberikan darah serta memotong rambutku untuk dililitkan pada kepala ular tersebut. Namun, dia tidak tahu bahwa aku sudah tidak perawan sejak kuliah. Dua bulan berlalu, petaka pun tiba saat kulit ibu mulai ditumbuhi sisik biru dan dia mulai berganti kulit layaknya ular.