Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sahmura Yang Redup

Sahmura Yang Redup

Hafizah Putri Amaliyah, seorang gadis belia yang kerap menjadi korban perundungan, memulai hidup baru setelah dinikahi oleh Hafiz, guru muda berusia sembilan belas tahun. Namun, sebuah peristiwa mendadak mengubah kepribadian Hafiz secara drastis. Di tengah perubahan misterius sang suami, Hafizah terjebak dalam dilema sulit untuk memilih antara ayahnya atau Hafiz. Mengapa Hafiz menikahinya? Rahasia di balik perubahan sikapnya kini menguji kesetiaan Hafizah.
Bab
Bagikan

Bab 1

Antara jodoh dan kematian tidak ada yang tahu kapan dia datang meminang kita. Kita pun tidak tahu kepada siapa, kapan dan di mana hati kita berlabuh. Teruntuk hati, kapan pun kamu memilih, berdoalah semoga kamu tidak terpatahkan lagi.

Kata pujangga, hidup tanpa cinta bagai taman tidak berbunga. Ternyata, memang benar begitu adanya. Baik, itu cinta sesama manusia maupun cinta kepada Sang Khalik.

Allah, ia maha membolak-balikkan hati manusia. Sekeras apa pun kita mencintai, jika ia bukan jodoh kita maka ia akan tetap pergi. Sekeras apapun kita membenci dia yang terkadang sering menyakiti, jika goresan takdir membuatmu harus bersatu. Kita tidak akan bisa membantah bukan?

Berharap lah kepada sang pemilik hati, agar langkah selalu diridhoi ....

Berharap lah kepada sang pemilik Arsy, semoga langkah yang kita jalani tidak mengalami kepatah hatian yang terus berlalu.

Tiada manusia, tanpa hati. Tiada manusia yang bisa hidup indah tanpa cinta. Pemilik cinta, labuhkan hati ini sepenuhnya kepada-Mu.

~~~~

Kisah Muhammad Hafiz al-Faruq, yang tertulis di halaman pertama ini. Hafiz tidak pernah menyangka jika dirinya akan mengagumi sosok siswi yang sering menjadi bulan-bulanan teman-temannya.

Hafiz menatap dari kejauhan sosok siswi yang kini sering terpatri di setiap doa yang terpanjatkan. Wajah ayu itu kini duduk di tanah dengan air wajah yang mengiris hati siapa pun yang melihatnya.

"Gara-gara lo, Haikal jadi sering ngebandingin gue sama lo. Katanya Hafizah lebih cantik dari lo." Seorang siswi berbaju ketat itu membentak Hafizah. "Padahal gue 'kan pakai skincare Korea yang mahal itu!" lanjutnya dengan raut wajah heran.

Ditempatnya Hafiz ingin sekali tertawa mendengar pujian secara tidak langsung itu. "Anak muda zaman sekarang, pacaran diutamakan, ck ck," gumam Hafiz.

Pandangannya tidak luput sedikit pun dari kejadian itu. Bukan hanya sekali Hafiz melihat ini. Namun, hari-hari yang lain pun. Bukan tidak ingin menindaklanjuti, tetapi salah satu siswi diantaranya adalah orang yang berperan.

Terkadang, seseorang yang keras harus dilembutkan agar lunak. Jika ikut-ikutan diberi kekerasan, biasanya akan lebih menjadi-jadi dari sebelumnya. Hafiz tidak mau Hafizah kenapa-napa.

"Jangan diem lo, jawab pakai skincare apa?!" Perempuan dengan name tag Yulisa Maharani itu membentak.

"Aa-aku cuma pakai bedak biasa ko, beneran." Hafizah menjawab.

Ardela ikut berjongkok dihadapan Hafizah. Ia menjambak rambut dibalik kerudung itu dengan kasar, sehingga membuat Hafizah mendongakkan kepalanya. Hafizah meringis, perih, pusing ia rasakan.

"Kalau jawab yang bener!" desis Ardela tajam.

Sosok ketua gang buli itu semakin memperkencang jambakan pada rambut Hafizah. "Hesss, Kak Del, bohong itu dosa. Jadi, aku jawab bener," balas Hafizah, tangannya dengan kuat menahan tubuh agar tidak tertarik ke belakang.

"Berani ngelawan ya, Lo!"

Plak!

Rasa panas menjalar di wajah Hafizah. Tubuhnya seketika bergetar. Rasa sakit di wajah dan rambutnya tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Setetes bulir bening itu terjatuh.

'Ya Allah ... sabarkanlah Fizah,' gumam hatinya.

Yulisa lalu tambah menginjak punggung tangan Hafizah, menambah sakit yang menjalar di relung hati. Bel masuk menandakan habisnya waktu istirahat pun berbunyi. Mereka pergi dengan tatapan sinis. Hanya satu di antara tiga orang itu yang tidak ikut-ikutan membentak dan melakukan kekerasan.

Siswi bername tag Fazaya Sharma itu hanya memperhatikan dengan wajah datar, Hafizah mendongak melihat Fazaya. "Lain kali jangan sendiri." Tersirat nada tidak suka terdengar kentara.

Anehnya, Hafizah merasa itu adalah teguran yang menyiratkan kekhawatiran secara tidak langsung. Fazaya menyampaikan pesan, 'Jaga diri dan lebih hati-hati.' Hafizah menangkap itu.

Setelah kepergian gang yang selalu menjadikannya bahan bualan. Hafizah menangis tergugu, sendiri. Tidak ada yang berani melawan atau membela kepada Hafizah. Semuanya, seolah-olah tidak melihat kejadian apapun.

Meskipun begitu, Hafizah akan selalu pura-pura terlihat baik-baik saja. Tersenyum getir, ia berhenti menangis. "Hafizah kuat, masa gitu aja nangis, dasar cengeng!" Lalu, ia tertawa pelan-menertawakan diri sendiri.

Hafiz tetap memperhatikan Hafizah. Hatinya terusik ketika Hafizah mengulum senyum lurus. Meskipun, bukan senyum ke arahnya. Namun, senyum itu menunjukkan gejolak kepedihan yang butuh sebuah dukungan.

Apalagi, ketika mendengar gumaman terakhir Hafizah. Ia menyemangati dirinya sendiri lalu tersenyum. Rasanya, Hafiz ingin berdiri di sampingnya, menghapus air mata yang terjatuh itu dan menggantinya dengan seuntai kebahagiaan.

"Sabar Khumairoh Kecilku, semoga takdir memudahkan niatku. Jangan pernah menyerah, percayalah aku selalu ada di sini, untukmu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Sampul Novel Dangerous Feeling
8.4
Elaine Natalie menyambut kembalinya impian masa lalu, namun ia justru terjebak dalam obsesi Saga Revander. Sebagai kakak tiri sekaligus senior yang keras kepala, Raven memperlakukan Elaine layaknya kekasih tanpa memedulikan ikatan keluarga mereka. Kehadiran Raven yang dominan mulai menggoyahkan perasaan Elaine terhadap Damian. Di tengah keraguan yang mendalam, Elaine harus memilih: tetap setia pada Damian atau menyerah pada cinta lama yang kembali bersemi demi Raven.
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Hidup Roxelle Clementia Evelyn berubah total saat Hendrik Ou Gang mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris Ou Gang Grup. Setelah bertahun-tahun menderita akibat kemiskinan dan penghinaan, wanita Asia-Amerika ini ternyata cucu yang selama ini dikira telah tiada. Kehadirannya memicu ketegangan besar bagi Margarita dan Donna yang selama ini berkuasa. Mampukah Roxelle memimpin perusahaan finansial raksasa di Kota Luo dan menghadapi intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel Membalas Penkhianatan Istriku
8.3
Jannah merasa cemas saat perselingkuhannya dengan Thalib mulai terendus oleh Arief, suaminya. Namun, Thalib justru memprovokasi Jannah dengan menyebut Arief tidak lagi peduli karena tak mencoba mempertahankannya. Di tengah keraguan, Jannah kembali terbuai oleh rayuan dan nafsu terlarang bersama sang ustadz di bawah kucuran shower. Thalib yang sudah lama mengidamkan Jannah terus meyakinkannya untuk meninggalkan suaminya yang dianggap tidak berguna demi kenikmatan sesaat.
Sampul Novel Pernikahan kontrak (cinta)
9.7
Demi uang, Tamara Utami setuju menjalani pernikahan kontrak dengan Adam Malik, pengusaha kaya yang terdesak tuntutan keluarga. Namun, keputusan ini membawa penderitaan bagi Tamara akibat perlakuan ibu mertuanya. Saat Tamara ingin mengakhiri kesepakatan karena merasa salah melangkah, Adam justru mengancamnya dengan denda penalti yang fantastis. Meski terjebak dalam hubungan dingin dan penuh kebencian, Tamara kini berani menantang otoritas sang suami.
Sampul Novel Setelah 17 Tahun Pernikahan
8.6
Amira terkejut mendengar rekaman pembicaraan antara ibu mertuanya dan Bu Sarah. Setelah menderita kelumpuhan akibat stroke ringan selama sebulan, ia justru dikhianati. Bu Nur menganggap Amira takkan sembuh dan berencana meminta Habib menikahi Laila. Sang mertua mengaku sudah mendapat persetujuan Habib dengan alasan kasihan melihat putranya harus mengurus diri sendiri. Amira kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya setuju untuk berpoligami.