Sampul Novel Sahmura Yang Redup

Sahmura Yang Redup

8.1 / 10.0
Dalam Sahmura Yang Redup, Hafizah harus memilih antara sang ayah atau Hafiz, guru muda yang menikahinya di usia 19 tahun. Perubahan sifat Hafiz memicu konflik besar dalam romance novel ini. Temukan kelanjutan kisahnya di webnovel modern ini melalui pilihan sulit Hafizah.
Ringkasan Sahmura Yang Redup
Hafizah Putri Amaliyah, seorang gadis belia yang kerap menjadi korban perundungan, memulai hidup baru setelah dinikahi oleh Hafiz, guru muda berusia sembilan belas tahun. Namun, sebuah peristiwa mendadak mengubah kepribadian Hafiz secara drastis. Di tengah perubahan misterius sang suami, Hafizah terjebak dalam dilema sulit untuk memilih antara ayahnya atau Hafiz. Mengapa Hafiz menikahinya? Rahasia di balik perubahan sikapnya kini menguji kesetiaan Hafizah.
Baca Selengkapnya

Sahmura Yang Redup Bab 1

Antara jodoh dan kematian tidak ada yang tahu kapan dia datang meminang kita. Kita pun tidak tahu kepada siapa, kapan dan di mana hati kita berlabuh. Teruntuk hati, kapan pun kamu memilih, berdoalah semoga kamu tidak terpatahkan lagi.

Kata pujangga, hidup tanpa cinta bagai taman tidak berbunga. Ternyata, memang benar begitu adanya. Baik, itu cinta sesama manusia maupun cinta kepada Sang Khalik.

Allah, ia maha membolak-balikkan hati manusia. Sekeras apa pun kita mencintai, jika ia bukan jodoh kita maka ia akan tetap pergi. Sekeras apapun kita membenci dia yang terkadang sering menyakiti, jika goresan takdir membuatmu harus bersatu. Kita tidak akan bisa membantah bukan?

Berharap lah kepada sang pemilik hati, agar langkah selalu diridhoi ....

Berharap lah kepada sang pemilik Arsy, semoga langkah yang kita jalani tidak mengalami kepatah hatian yang terus berlalu.

Tiada manusia, tanpa hati. Tiada manusia yang bisa hidup indah tanpa cinta. Pemilik cinta, labuhkan hati ini sepenuhnya kepada-Mu.

~~~~

Kisah Muhammad Hafiz al-Faruq, yang tertulis di halaman pertama ini. Hafiz tidak pernah menyangka jika dirinya akan mengagumi sosok siswi yang sering menjadi bulan-bulanan teman-temannya.

Hafiz menatap dari kejauhan sosok siswi yang kini sering terpatri di setiap doa yang terpanjatkan. Wajah ayu itu kini duduk di tanah dengan air wajah yang mengiris hati siapa pun yang melihatnya.

"Gara-gara lo, Haikal jadi sering ngebandingin gue sama lo. Katanya Hafizah lebih cantik dari lo." Seorang siswi berbaju ketat itu membentak Hafizah. "Padahal gue 'kan pakai skincare Korea yang mahal itu!" lanjutnya dengan raut wajah heran.

Ditempatnya Hafiz ingin sekali tertawa mendengar pujian secara tidak langsung itu. "Anak muda zaman sekarang, pacaran diutamakan, ck ck," gumam Hafiz.

Pandangannya tidak luput sedikit pun dari kejadian itu. Bukan hanya sekali Hafiz melihat ini. Namun, hari-hari yang lain pun. Bukan tidak ingin menindaklanjuti, tetapi salah satu siswi diantaranya adalah orang yang berperan.

Terkadang, seseorang yang keras harus dilembutkan agar lunak. Jika ikut-ikutan diberi kekerasan, biasanya akan lebih menjadi-jadi dari sebelumnya. Hafiz tidak mau Hafizah kenapa-napa.

"Jangan diem lo, jawab pakai skincare apa?!" Perempuan dengan name tag Yulisa Maharani itu membentak.

"Aa-aku cuma pakai bedak biasa ko, beneran." Hafizah menjawab.

Ardela ikut berjongkok dihadapan Hafizah. Ia menjambak rambut dibalik kerudung itu dengan kasar, sehingga membuat Hafizah mendongakkan kepalanya. Hafizah meringis, perih, pusing ia rasakan.

"Kalau jawab yang bener!" desis Ardela tajam.

Sosok ketua gang buli itu semakin memperkencang jambakan pada rambut Hafizah. "Hesss, Kak Del, bohong itu dosa. Jadi, aku jawab bener," balas Hafizah, tangannya dengan kuat menahan tubuh agar tidak tertarik ke belakang.

"Berani ngelawan ya, Lo!"

Plak!

Rasa panas menjalar di wajah Hafizah. Tubuhnya seketika bergetar. Rasa sakit di wajah dan rambutnya tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Setetes bulir bening itu terjatuh.

'Ya Allah ... sabarkanlah Fizah,' gumam hatinya.

Yulisa lalu tambah menginjak punggung tangan Hafizah, menambah sakit yang menjalar di relung hati. Bel masuk menandakan habisnya waktu istirahat pun berbunyi. Mereka pergi dengan tatapan sinis. Hanya satu di antara tiga orang itu yang tidak ikut-ikutan membentak dan melakukan kekerasan.

Siswi bername tag Fazaya Sharma itu hanya memperhatikan dengan wajah datar, Hafizah mendongak melihat Fazaya. "Lain kali jangan sendiri." Tersirat nada tidak suka terdengar kentara.

Anehnya, Hafizah merasa itu adalah teguran yang menyiratkan kekhawatiran secara tidak langsung. Fazaya menyampaikan pesan, 'Jaga diri dan lebih hati-hati.' Hafizah menangkap itu.

Setelah kepergian gang yang selalu menjadikannya bahan bualan. Hafizah menangis tergugu, sendiri. Tidak ada yang berani melawan atau membela kepada Hafizah. Semuanya, seolah-olah tidak melihat kejadian apapun.

Meskipun begitu, Hafizah akan selalu pura-pura terlihat baik-baik saja. Tersenyum getir, ia berhenti menangis. "Hafizah kuat, masa gitu aja nangis, dasar cengeng!" Lalu, ia tertawa pelan-menertawakan diri sendiri.

Hafiz tetap memperhatikan Hafizah. Hatinya terusik ketika Hafizah mengulum senyum lurus. Meskipun, bukan senyum ke arahnya. Namun, senyum itu menunjukkan gejolak kepedihan yang butuh sebuah dukungan.

Apalagi, ketika mendengar gumaman terakhir Hafizah. Ia menyemangati dirinya sendiri lalu tersenyum. Rasanya, Hafiz ingin berdiri di sampingnya, menghapus air mata yang terjatuh itu dan menggantinya dengan seuntai kebahagiaan.

"Sabar Khumairoh Kecilku, semoga takdir memudahkan niatku. Jangan pernah menyerah, percayalah aku selalu ada di sini, untukmu."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Sahmura Yang Redup

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
9.7
Disiksa kejam oleh penculik demi melindungi sang ayah, seorang gadis meregang nyawa dalam kesendirian. Di momen terakhirnya, panggilan teleponnya justru ditolak dengan penuh kebencian oleh ayahnya yang sedang merayakan ulang tahun putri adopsinya. Sang ayah mengutuk kelahirannya yang merenggut nyawa ibunya. Jasadnya kemudian ditemukan tragis di depan kantor polisi. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli otopsi memimpin penyelidikan tanpa menyadari bahwa korban mutilasi keji tersebut adalah putri kandung yang sangat ia benci.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun menikah rahasia dengan seorang direktur, sang istri harus menerima kenyataan pahit saat suaminya melarang putra mereka memanggilnya ayah. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretarisnya, keputusan bulat pun diambil. Surat cerai dilayangkan, dan dia pergi membawa putranya selamanya. Kepergian tiba-tiba ini meruntuhkan ketenangan sang miliarder yang seketika kehilangan kendali mencari istrinya. Namun, kali ini penantiannya akan sia-sia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan