Sampul Novel Saat Dia Menang, Aku Hilang

Saat Dia Menang, Aku Hilang

9.4 / 10.0
Dalam novel romantis Modern Saat Dia Menang, Aku Hilang, protagonis menemani Julian sang grandmaster catur selama sepuluh tahun tanpa kepastian pernikahan. Saat Julian mengejar kejayaan dunia, ia harus menghadapi penyakit mematikan sendirian. Baca novel online gratis kisah mengharukan ini.
Ringkasan Saat Dia Menang, Aku Hilang
Sepuluh tahun dihabiskan mendampingi Julian Jovan, grandmaster catur jenius termuda dari Benua Nathan, namun pernikahan tidak pernah ada dalam rencananya yang ambisius. Demi karier, Julian menolak berkomitmen. Tanpa mendebat keputusannya, sang kekasih memilih pergi dalam diam sambil mempersiapkan koper Julian untuk Kejuaraan Dunia. Di balik kemenangan besar Julian di panggung dunia, ada rahasia tragis yang tak diketahuinya: pasangannya yang sekarat tengah menandatangani surat persetujuan kematiannya sendiri.
Baca Selengkapnya

Saat Dia Menang, Aku Hilang Bab 1

Pacarku, Julian Jovan adalah grandmaster catur yang jenius.

Waktu umurnya 16 tahun, dia jadi grandmaster termuda yang pernah ada di Benua Nathan.

Aku habiskan 10 tahun hidupku untuknya, tapi dia nggak pernah ungkit soal pernikahan.

Tapi, pas dia mencapai puncak karier dan memenangkan Grand Slam, dia tetap menolak ingkar janji yang dulu dia buat sama keluarganya soal karier.

“Dalam rencanaku, nggak ada pernikahan atau komitmen jangka panjang lainnya sebelum semua targetku tercapai.”

Mendengar ini, aku nggak debat dengannya.

Aku diam-diam kemas kopernya untuk Kejuaraan Dunia dan doakan yang terbaik untuknya.

Julian nggak tahu, saat dia mengangkat piala kejuaraan di hadapan dunia, aku dengan tubuhku yang sekarat sedang menandatangani surat persetujuan kematianku sendiri.

Sebelum setiap turnamen, Julian selalu mengacak-acak ruang kerjanya. Dia orangnya suka lupa segalanya kalau sudah fokus main catur.

Dia pakai jaket, tapi lupa pakai jam tangan. Atau dia pakai baju, tapi lupa mengancingnya.

Lupa makan dan minum bahkan lebih sering terjadi.

Akulah yang selalu mengikutinya dari belakang, merapikan kekacauan yang dia tinggalkan.

Pesawatnya hari ini dijadwalkan terbang jam 4 sore.

Setelah beres barang-barang penting Julian, aku pakai sisa waktuku untuk menata ulang buku-buku catur dan bahan panduan turnamen yang berantakan di rak bukunya.

Rak paling atas sudah penuh dengan debu tebal.

Saat aku pelan-pelan usap debunya dengan kemoceng, sebuah map coklat tua nggak sengaja jatuh dari rak.

Sebelumnya aku nggak pernah lihat ini.

Aku tahu Julian orangnya sangat pelupa. Aku khawatir map itu isinya penting yang mungkin dia salah taruh. Alih-alih menaruhnya kembali, aku memilih untuk membukanya. Akhirnya, aku pun beneran membukanya.

Di dalamnya ada selembar kertas yang terlipat rapi, tebalnya setipis laporan medis yang kusimpan di saku.

Keluarga Julian adalah keluarga besar pecatur yang nggak akan membiarkan hubungan pribadi mengganggu karier seorang pemain.

Yang aku pegang waktu itu adalah surat perjanjian yang ditulis Julian untuk keluarganya 7 tahun lalu.

Kalau semua targetnya tercapai, barulah dia bisa menetap dan berkeluarga sesuai harapan kedua orang tuanya.

Kalau targetnya belum tercapai, dia janji dia nggak akan terganggu oleh hubungan cinta.

Julian adalah kebanggaan terbesar keluarganya dan harus menanggung beban nama besar mereka.

Aku tiba-tiba paham kenapa setelah 10 tahun bersamanya sejak aku berumur 18 tahun, aku nggak pernah dapat janji pernikahan darinya.

Dulu aku pikir, kalau aku bisa memahami dan mendalami dunia caturnya yang rumit itu, aku bakal bisa memahami dirinya.

Sayangnya, bakatku terbatas. Meskipun sudah berkali-kali aku ulangi permainannya sampai tengah malam, aku tetap nggak bisa memahami kejeniusan strateginya.

Tapi sekarang, melihat surat perjanjian yang sudah mulai menguning, aku sadar bahwa semua usahaku selama ini sia-sia.

Julian selalu membuat catatan teliti di setiap dokumen penting.

Di halaman terakhir perjanjian itu, semua rencana hidupnya tertulis dengan jelas dan terperinci.

Semuanya nggak ada yang berkaitan dengan aku.

Tanggal dia tanda tangan perjanjian karier itu ternyata pas saat kami pertama kali ketemu.

Ternyata, janji yang kutunggu selama 10 tahun itu sejak awal nggak pernah masuk dalam rencana hidupnya.

Sekarang, aku sedang sekarat.

Aku sudah nggak peduli lagi soal janji nikah atau status jadi istrinya.

Jawabannya pun sekarang sudah nggak berarti lagi.

Aku tersenyum pada diriku sendiri, lalu berdiri dan bersiap-siap menuju bandara.

Saat aku tiba di ruang tunggu keberangkatan, Julian duduk sendiri di sofa sambil membaca buku kumpulan permainan catur.

Dia sama sekali nggak sadar dengan kehadiranku.

Pemandangan seperti ini sudah kulihat entah berapa kali selama 10 tahun terakhir.

Aku selalu hanya diam dan melihatnya tenggelam dalam dunia bidak-bidak caturnya.

Dia bisa tetap fokus bahkan di tempat ramai dan berisik.

Biasanya, Julian akan menulis catatan padat di pinggir halaman bukunya.

Setiap kali melihat wajahnya yang fokus gitu, aku langsung tahu.

Bahwa hari ini pun, aku nggak bisa ungkapkan isi hatiku.

Menahan diri agar nggak mengganggunya sudah menjadi kebiasaan dalam hubungan kami.

Aku berjalan pelan ke arahnya, lalu duduk di sampingnya.

Aku menaruh penyangga pergelangan tangan yang sudah terbuka di sisi kirinya dan sebatang biskuit di sisi kanannya.

Pas dia melihatku, aku langsung merapikan kerah bajunya dan berkata, “Udara di sana lebih kering dari sini. Kulitmu sensitif, jadi jangan lupa nyalakan pelembap udara setiap malam.”

“Dan jangan lupa makan. Lambungmu lemah, jangan sampai kelaparan …”

Akhirnya dia menatapku dari keheningannya dan memotong ucapanku, “Kau kok tiba-tiba jadi cerewet sekali?”

Aku mengelak tatapannya dan menjawab, “Biar kau nggak telepon aku tengah malam cuman karena nggak bisa ketemu barangmu.”

“Aku sudah daftar retret kesehatan. Jadi mungkin bakal nggak di rumah selama beberapa hari.”

Tentu saja, itu bohong.

Kali ini, aku nggak yakin apa aku masih bisa angkat teleponnya nanti.

Kemarin, rumah sakit beri aku rencana perawatan terakhir.

Ada 2 pilihan.

Satu, menjalani operasi dan hidup pakai alat bantu napas selamanya.

Kedua, yaitu eutanasia.

Pada saat itu, aku diam-diam bersyukur atas sifat Julian.

Dia tipe orang yang nggak bakal tanya macam-macam asalkan aku beri dia alasan.

Julian ambil kopernya dan berjalan menuju gerbang keberangkatan.

Sosoknya makin lama makin jauh dan mengecil sampai hampir nggak kelihatan.

Aku nggak bisa menahan diri untuk berlari mengejarnya.

Lewat dinding kaca bening, aku bertanya pada Julian, “Julian, ada yang ingin kau katakan padaku?”

Dia membeku selama beberapa saat, lalu menjawab, “Apa yang mau kau dengar?”

Aku melambaikan tanganku dengan lemah, lalu memaksakan sebuah senyuman dan berkata, “Nggak ada. Aku akan merindukanmu.”

“Semoga kau beruntung di turnamennya.”

Julian menatapku sedikit lama dari biasanya. Wajahnya tampak bingung, tapi suaranya tetap datar seperti biasanya.

“Eva Castina, hari ini kau agak aneh deh,” ucap Julian.

Mendengar ini, aku mengepalkan tanganku dengan kuat dan nggak menjawabnya.

Kayaknya ini akan jadi terakhir kalinya aku melihat Julian.

Tapi aku tetap nggak berkata apa-apa dan nggak mendengar apa-apa.

Aku membalas pesan dokter.

[Aku sudah buat keputusan, eutanasia.]

Aku pilih tanggalnya tepat pada hari final pertandingan Julian.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Saat Dia Menang, Aku Hilang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dinikahi Brondong Tajir
9.3
Dunia Keyla Valerie seketika runtuh saat ia memergoki pengkhianatan suaminya yang berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kehancuran hati dan keputusasaan yang mendalam, seorang pemuda tampan dengan gaya badboy tiba-tiba muncul di hadapannya. Tanpa ragu, pemuda kaya raya tersebut langsung mengklaim bahwa Keyla adalah calon istrinya. Bagaimana nasib Keyla selanjutnya menghadapi situasi tak terduga ini? Ikuti kisah selengkapnya sekarang.
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Kakak Ipar (Cinta Yang Semu)
8.2
Queenza Mikayla Anya terjebak dalam pernikahan balas budi yang menghancurkan keceriaannya. Setiap hari ia harus menanggung luka fisik dan mental akibat kekerasan yang ia alami. Di tengah penderitaan tersebut, sebuah insiden tak terduga membawanya bermalam dengan sang kakak ipar. Benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, memicu dilema besar bagi Queenza. Akankah ia tetap bertahan di pernikahan beracun ini atau memilih berpaling pada kakak iparnya yang selalu ada?
Sampul Novel Jodoh Dari Ayah
9.2
Genta Mackenzie dikenal sebagai playboy dengan banyak kekasih sebelum dipaksa menerima perjodohan ayahnya. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu calon istrinya. Genta langsung jatuh hati pada pandangan pertama dan menyatakan cintanya dengan tulus. Kini, pertanyaan besar menghantui hubungan mereka: mampukah gadis itu membuka hati untuk pria bule pilihan orang tuanya? Akankah ia menerima perasaan Genta meski awalnya terpaksa dijodohkan?
Sampul Novel KUNCI LATHI
8.7
Azalia mendadak kehilangan seluruh ingatannya tanpa jejak. Satu-satunya hal yang tersisa di benaknya hanyalah potongan mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Saat terbangun dalam kondisi linglung, dia menyadari bahwa kehidupannya telah berubah menjadi misteri yang mencekam. Kini, Aza harus berjuang mencari jawaban di tengah kegelapan yang mengepungnya. Mampukah ia melepaskan diri dari teror mimpi yang terus menghantui dan menemukan kembali jati dirinya yang hilang?
Sampul Novel Suami Kedua Ayla
8.6
Kehidupan harmonis Ayla bersama Fawaz dan kedua anak mereka hancur saat sang suami, seorang anggota TNI, mendadak hilang tanpa jejak. Fawaz meninggalkan wasiat misterius agar Ayla menikah dengan sahabat barunya, Pierre Nasution. Namun, keraguan muncul terkait keaslian pesan tersebut. Apakah Pierre hanya memanfaatkan situasi demi perasaannya pada Ayla, atau ia terlibat dalam hilangnya Fawaz? Ayla kini terjepit antara amanah terakhir dan kecurigaan keluarga besar.
Sampul Novel The Second Marriage
8.5
Pernikahan Lara dan Ilham berakhir tragis akibat kehadiran orang ketiga, meninggalkan luka dalam dan seorang putri kecil bernama Cherry. Meski telah bercerai, Ilham mencoba mendekat demi memulai kembali hubungan mereka. Di sisi lain, muncul Banyu yang siap melindungi dan mendambakan masa depan bersama Lara. Terjebak di antara bayang-bayang pengkhianatan masa lalu dan harapan baru, Lara harus berjuang mengatasi trauma hebatnya demi menemukan kebahagiaan sejati.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan