Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rindu Yang Terlarang

Rindu Yang Terlarang

Bagi Alessandra Vega, bertemu mantan kekasih jauh lebih mengerikan daripada melihat hantu. Sialnya, takdir justru mempertemukan kembali Alessandra dengan Fabian Reva, seorang perwira militer yang pernah mengisi hatinya. Tuntutan pekerjaan memaksa mereka untuk terus berinteraksi secara intens. Kini, Alessandra terjebak dalam dilema antara kenangan lama dan realita. Akankah benih cinta lama mereka bersemi kembali, ataukah luka masa lalu justru memicu konflik baru?
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara derap sepatu memenuhi lorong panjang itu. Alessandra Vega berjalan dengan cepat, matanya menatap lurus ke depan, tetapi pikirannya berkecamuk. Hari pertama di tempat kerja baru seharusnya menjadi awal yang menyenangkan, bukan malah terasa seperti neraka yang dipersonifikasikan.

Tapi siapa yang menyangka bahwa di balik pintu besar di ujung lorong itu, dia akan bertemu dengan seseorang yang selama ini berusaha dia hindari?

Fabian Reva.

Hanya dengan mengingat namanya saja, tubuhnya terasa membeku. Jantungnya berdegup tak karuan, bukan karena rindu, tetapi karena amarah yang telah ia kubur selama bertahun-tahun.

Mereka tidak berpisah dengan baik-baik. Tidak ada ucapan perpisahan yang manis atau pelukan terakhir yang penuh air mata. Yang ada hanya kata-kata tajam, luka yang membekas, dan hati yang porak-poranda. Dan sekarang, takdir sialan ini membawanya kembali ke hadapan pria itu.

"Alessandra Vega?"

Sebuah suara berat menghentikan langkahnya.

Dengan napas yang tercekat, Alessandra menoleh. Seperti ditampar oleh kenyataan, di hadapannya berdiri seorang pria dengan seragam militer yang begitu rapi, bahunya tegap, rahangnya mengeras. Mata gelap itu menatapnya, penuh sorot yang sulit dia artikan.

Fabian Reva berdiri di sana.

"Tidak mungkin," gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri.

Fabian menyilangkan tangan di depan dada. "Kupikir kau sudah lari jauh, ternyata tidak."

Nada suaranya tajam, sarkastik, dan Alessandra langsung merasakan kemarahan yang dulu pernah ia rasakan. Dia mengangkat dagunya, menatap pria itu dengan tatapan setajam mungkin.

"Aku tidak lari," balasnya. "Aku hanya tidak ingin membuang waktuku untuk sesuatu yang tidak berharga."

Senyum tipis muncul di bibir Fabian, tetapi Alessandra tahu itu bukan senyuman yang ramah. Itu adalah senyum yang penuh tantangan.

"Lucu," katanya pelan, tetapi menusuk. "Dulu, kau yang selalu berkata ingin bersamaku selamanya. Sekarang, aku tidak berharga?"

Alessandra mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya. Napasnya memburu, berusaha menahan emosi yang siap meledak.

"Dulu aku terlalu bodoh untuk percaya pada pria seperti kau," katanya dingin.

Fabian tidak bereaksi, tetapi Alessandra tahu pria itu tidak sebodoh itu untuk tidak mengerti maksudnya. Dulu, Fabian telah menghancurkan hatinya. Sekarang, dia tidak akan membiarkan pria itu memiliki kendali atasnya lagi.

"Baiklah," Fabian akhirnya berkata, suaranya lebih tenang tetapi tetap berbahaya. "Kalau begitu, anggap saja kita dua orang asing."

Alessandra tertawa sinis. "Percayalah, itu adalah satu-satunya hal yang ingin kulakukan sejak awal."

Mereka saling bertukar tatapan tajam sebelum suara seseorang di belakang mereka memecah ketegangan.

"Letnan Fabian, rapat akan segera dimulai."

Alessandra menegakkan punggungnya, menghirup napas panjang, lalu berjalan melewati Fabian tanpa sepatah kata pun.

Namun, saat dia melewati pria itu, dia bisa merasakan tatapan Fabian tetap mengikutinya. Ada sesuatu di dalamnya-sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

Dan Alessandra tahu satu hal: ini baru permulaan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Akibat kebencian mendalam, Ratih Darmi menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah itu diculik oleh raja mafia kejam, Razzore, untuk dieksekusi di istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu sebagai mafia, harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya demi menyelamatkan Farid. Luna bersumpah akan menembus istana monster tersebut meski harus mengorbankan nyawanya sendiri demi sang putra.
Sampul Novel Dewa Alkemis
8.9
Tian Fan adalah pemuda berbakat dari keluarga bangsawan rendah yang bermimpi menjadi seorang alkemis hebat. Namun, kejeniusannya justru memicu kebencian para tuan muda dari kalangan atas yang terus menekannya. Di tengah berbagai kesulitan dan intimidasi tersebut, sebuah peristiwa besar menimpa dirinya dan mengubah segalanya. Kejadian tak terduga ini membuka jalan baru yang memperbesar peluang Tian Fan untuk mewujudkan ambisinya menjadi Grandmaster Alkemis.
Sampul Novel Immortal and The Beast
9.1
Pasca perang berdarah 100.000 tahun silam, Theodore bangkit melalui mantra kuno. Namun, alih-alih pulih dalam 10.000 tahun, roh sang Immortal justru terbangun di masa depan dalam tubuh pemuda lemah yang sering dirundung. Di dunia yang kini terancam monster, ia bertekad menjadi Hunter, pahlawan pembasmi makhluk buas. Meski raga barunya rapuh, pengalaman tempur dari masa lalu akan membantunya menaklukkan tantangan demi mengubah nasib malang sang pemilik tubuh.
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main adalah pemuda lemah yang sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Ia mengemban misi berat untuk kembali ke desa demi menghancurkan mustika ular hijau yang berbahaya. Namun, perjalanannya penuh rintangan saat ia harus bertarung melawan para pengguna piranti mistik. Main juga terjebak dalam berbagai konflik sengit melawan manusia dan makhluk gaib. Ia harus berjuang mencari informasi demi menemukan lokasi mustika itu dan menuntaskan tugasnya.
Sampul Novel PEDANG HALILINTAR
8.4
Jalu tumbuh sebagai pejuang aliran hitam di bawah asuhan guru abadi yang terasing di Pulau Tengkorak. Sang guru mengutusnya menaklukkan dunia persilatan, namun perjumpaan dengan pertapa Gunung Pesagi mengubah haluan hidup Jalu menuju jalan kebenaran. Saat sang guru berhasil bebas berkat bantuan iblis, Jalu harus menghadapi sosok yang membesarkannya itu dalam pertempuran besar demi menjaga kedamaian dunia yang kini menjadi tanggung jawabnya.
Sampul Novel Pedang Naga Siluman
9.5
Satya Wiguna tumbuh dalam kesederhanaan di bawah asuhan Mbah Wiguna hingga menjadi pemuda tangguh yang rendah hati. Bersama kawan-kawannya, ia berkelana ke masa silam demi membasmi kejahatan. Saat kekuatannya mencapai puncak, penghuni dunia sukma menobatkannya sebagai senopati perang. Berbekal Pedang Naga Siluman, Satya mengemban misi vital untuk melindungi alam moksa dan dunia nyata dari invasi besar Sang Raja Iblis yang ingin berkuasa.