Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ranjang Tetangga

Ranjang Tetangga

Nabil mendedikasikan waktunya sebagai mak comblang bagi para tetangga di sekitarnya. Namun, saat tahun hampir berakhir, ia justru menyadari perasaan pribadinya yang mendalam terhadap Regal, pria yang tinggal di sebelah rumahnya sendiri. Kini, Nabil terjebak dalam dilema antara peran profesional dan kata hatinya. Apakah Regal memiliki perasaan yang sama, ataukah cinta Nabil hanya akan berujung pada luka karena bertepuk sebelah tangan tanpa balasan?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aku juga bilang apa kemarin? Ibun diem aja di rumah. Enggak usah jualan cookies,"

Satu bulan berjualan keliling agaknya Nanta tidak kuat fisik. Paling jauh Nanta sampai ke desa sebelah, berjalan kaki.

"Sekarang udah terlanjur, Ibun gak perlu bantah lagi ucapan aku,"

Nanta tersenyum kecil. Anaknya sudah dewasa. Bagaimana cekatannya Regal memanggil seorang mantri untuk datang ke rumah dan memeriksa keadaan Nanta. Memasak bubur untuknya, memijat kedua kakinya bahkan Regal libur, tidak berjalan bakso guna menemani Nanta.

"Udah kenyang," Nanta menahan pergelangan tangan Regal. Cukup, rasanya Nanta ingin memuntahkan kembali bubur yang sudah masuk ke dalam perutnya.

"Mual?" Regal panik. Dia menaruh mangkuk tersebut di atas nakas. Mengambil gelas berisi air putih, kemudian membantu Nanta untuk minum.

"Kamu perhatian banget sama Ibun. Apalagi nanti kamu sudah menikah pasti perhatiannya level atas alias bucin ke istrinya," ujar Nanta ketika menyudahi minumnya. Dia terkekeh pelan melihat Regal mulai cemberut. Nampak di luar Regal seseorang yang tegas. Bila berduaan dengan Nanta, Regal akan menjelma sebagai seorang anak-anak.

"Masih di umpetin jodohnya juga," cetus Regal memijat tangan kiri Nanta. Pelan tetapi Nanta menikmati pijatan sang anak.

"Siapa bilang?" sahut Nanta, "jodohnya kamu 'kan Nabil, tetangga rumah seberang,"

"Emang Ibun kenal Nabil?" Regal tahu Nanta jarang sekali berinteraksi dengan tetangga sekitar. Paling memberi sapaan sebagai formalitas ketika sedang lewat, lalu setelahnya pergi.

"Belum sih,"

"Mau aku kenalin?" Regal loading usai mengatakannya. Barusan dirinya bersedia mengenalkan Nanta kepada Nabil? Cewek si paling cerewet dan ceroboh?

"Ciee, mau dong. Ibun mau kenal deket sama calon menantu,"

Regal salah bicara, sialan.

"Ibun liat Nabil suka sama kamu,"

Nanta terkekeh geli, sementara Regal mengusap wajahnya kasar. Nanta semakin ngaco saja, batinnya tak habis pikir.

"Suka darimana? Bocah itu yang suka jodoh-jodohin aku sama si Entin," gerutu Regal, "emang Ibun mau punya menantu kayak Nabil?" imbuhnya lagi. Semoga Nanta bilang tidak mau. Kalaupun iya ... istilah untuk Regal iseng-iseng berhadiah. Berhadiah mendapat bocah macam Nabil yang bikin kepala geleng-geleng.

"Why not?"

Di luar dugaan Regal, "Aku yang enggak mau, Ibun. Nabil cerewet, ceroboh, udah gitu baperan lagi. Bicara gak disaring dulu, suka ceplas-ceplos," untuk kalimat terakhir Regal cuma asal nebak. Sebagai tetangga selama beberapa tahun, Regal mengenal sosok Nabil suka berpikir dulu sebelum bertindak.

Regal tidak sadar sudah mengetahui semua sifat serta kelakuan Nabil di depan Nanta. Perkataannya yang menggebu-gebu tidak ada jeda sama sekali.

"Tau banget kamu... "

Ucapan Nanta terputus kala ada yang mengetuk pintu rumahnya. Keduanya saling menatap dan bertanya-tanya. Siapa gerangan pagi-pagi sekali yang bertamu? Masih jam enam pagi lho ini, batin Nanta.

"Aku lihat dulu ke depan," ujar Regal. Dia melangkah lebar, kemudian membuka pintu setengahnya. Cewek yang tadi dibicarakan muncul juga, panjang umur. Regal terpesona dengannya. Rambut dibiarkan terurai, memakai setelan baju santai membuat Nabil semakin ... astaghfirullah, sadar Regal. Hampir saja dia mau memuji cewek itu.

Hadeuh, mau muji gengsinya segede gunung Himalaya. Siapakah dia? Regal Alamsyah Alfath Juanda. Tiga tahun lagi mau berkepala tiga, dan Nanta khawatir Regal akan fokus bekerja setelah kandasnya hubungan sang anak dengan Rika--mantan kekasih Regal yang pertama. Nah, bisa kalian ketahui 'kan, Regal baru pertama kali pacaran? Apakah cowok itu menganggap Rika cinta pandangan yang pertama? Kata orang, cinta pertama sulit dilupakan. Apa iya? Hanya Regal dan si penulis maha mengetahuinya.

"Assalamualaikum, Abang," sapa Nabil ceria dengan mata berbinar. Regal silau, masih pagi namun, matahari sudah kelihatan.

"Bapak Adiansyah selalu bilang ke Nabil gini, orang yang memberi salam segeralah kita menjawabnya. Jangan pura-pura tidak mendengar macem Abang liatin Nabil sampai ilernya netes,"

Shit, Regal membuang pandang ke segala arah. Asal tidak melihat wajah Nabil tengah tersenyum jenaka kepada cowok itu.

"Waalaikumsalam,"

"Telat dua menit, Bang,"

Heh, emangnya harus menit ke berapa? Jawab salam aja dibikin ribet. Mending bikin anak, sat-set berbagai macam gaya, astaghfirullah. Regal terus mengucap istighfar dalam hati.

"Mau apa lo ke sini?" tanya Regal menengok sesuatu di dalam piring yang dipegang Nabil. Pisang goreng. Regal meneguk saliva susah payah. Tidak bisa. Pisang goreng ialah makanan kesukaannya. Comot aja sekarang sopan gak sih? Regal tidak sabar mencicipi pisang goreng tersebut.

Nabil senyum misteri. Dirinya sudah tahu Regal amat menyukai pisang goreng. Kasih pelajaran dulu deh, biar kesabaran cowok beda empat tahun darinya tidak setipis tisu dibagi dua.

"Bahasa Inggrisnya aku?" desak Nabil melotot tajam.

"Maksa bener lo. Nilai Inggris lo waktu sekolah kosong 'kan? Makanya belajar, bocah-- "

"Sstt, jawab cepet. Dilarang ngomel-ngomel,"

"I," ogah-ogahan Regal menjawab dengan kedua tangan bersedekap di dada.

"Cinta?" Nabil kagak nge-prank? Regal cek satu per satu pot bunga di halaman rumahnya, takut ada kamera tersembunyi.

"Kamera Nabil rusak," imbuh Nabil seperti cenayang. Bisa baca pikiran Regal.

"Love," cowok itu mendengus sebal. Sekarang apalagi? Dirinya tidak kuat berdiri terus di ambang pintu. Belum sarapan. Seluruh tenaganya mulai lemas, layaknya kekurangan vaksin cinta.

"Kamu?" mata Regal memicing tepat di kedua mata Nabil, "you,"

"Digabungin kalimatnya, jadi?"

"I LOVE YOU," Nabil hampir tersedak ludahnya sendiri. Regal mengucapkan kalimat tersebut penuh penekanan. Ditambah menatap lekat mata Nabil, dia jadi salting dibuatnya.

"Kita temenan aja," pedenya Nabil mengibaskan rambut hitam miliknya. Kalimat receh tidak membuat Regal membedakan mana serius atau bercanda.

"Bang Regal lemot. Ambil nih pisang goreng buatan Nabil. Ikhlas gak perlu bayar pakai seperangkat alat solat sama uang tunai sepuluh juta," Nabil teringat bacaan novel tadi malam di ponsel. Jadinya terbawa suasana, mohon dimaklumi ya.

"Nyicil bayinya sekarang aja, gimana?"

Nabil menganga. Dia terkejut, terjungkal, terpeleset, terpelanting and tikasewad.

"Abang sarapan sama apa tadi?"

"Makan Nabil," hih, Nabil takut diterkam. Regal lagi menjelma singa sementara dirinya seekor kelinci imut tidak berdosa.

"Tumben bercandanya lancar? Ngikutin Nabil ya?" todong Nabil menunjuk wajah Regal menggunakan jari telunjuknya, "ralat. Abang 'kan anti bercanda sama Nabil. Katanya Nabil masih bocah, gak asik orangnya, terus-- "

"Kawin lari mau nggak?"

Refleks Nabil meninju perut Regal. Wow, Nabil merasakan kalau perutnya Regal, six pack? Argh, berarti punya ABS dong. Pengin lihat tapi, Adiansyah bilang belum muhrim Nabil melihat aurat cowok. Nanti aja pas udah nikah. Bisa sepuasnya melihat punyanya suami. Syukur banget calon suaminya punya perut kotak-kotak. Kalau buncit? Yassalam, akan Nabil suruh olahraga sampai membentuk perutnya jadi roti sobek kek oppa Korea.

"Ish, Nabil gak mau di ajak kawin lari sama Abang," ketus Nabil diiringi dengusan kasar.

"Capek tau. Bisa kali sambil rebahan kawinnya? Mengundang cibiran netizen aja, Abang ngajakin kawin lari,"

Nabil lemot, Regal menggerang frustasi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GXY" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GXY
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Salah Jodoh (Si Kembar)
8.0
Claire terpaksa menghadapi kenyataan pahit saat ditinggalkan di hari pernikahannya. Demi menjaga martabat, ia akhirnya menyetujui pernikahan kontrak dengan saudara kembar calon suaminya. Di tengah upaya menumbuhkan benih cinta dalam rumah tangga barunya, Claire harus menghadapi berbagai ujian berat. Gangguan terus datang dari mantan calon suaminya yang berkhianat, serta kehadiran mantan kekasih sang suami yang berusaha merusak hubungan mereka berdua.
Sampul Novel Hakikat cinta yang kau nodai
9.1
Hana lelah menghadapi perselingkuhan Devan yang terus berulang meski telah berkali-kali dimaafkan. Setelah delapan tahun bersabar, ia akhirnya memilih bercerai. Di tengah luka, hadir Rama, pewaris Abimana Group yang saleh, sebagai oase ketenangan. Namun, cinta mereka terhalang status Hana sebagai janda dua anak dan hierarki bisnis keluarga Rama. Akankah Rama diterima oleh anak-anak Hana, atau justru Devan kembali mengejar mantan istrinya yang dulu ia khianati?
Sampul Novel Miracle (Our Magic shop)
7.9
Dalam kisah ini, aku hanyalah seorang manusia biasa yang sedang berjuang melawan kebimbangan hidup yang mendalam. Di balik keseharianku, tersimpan sebuah kehampaan besar akibat kurangnya kasih sayang yang kuterima. Perjalanan ini menggambarkan pencarian jati diri dan kehangatan emosional di tengah keraguan yang terus menyelimuti hati. Sebuah narasi tentang kerentanan jiwa yang merindukan perhatian dan ketulusan dalam dunia yang terasa begitu dingin.
Sampul Novel Mr. Right
8.8
Pertemuan Angelina Bale dengan Dean Carter membawa dilema besar yang mengancam hubungan baiknya bersama Raquel Scott. Meski menyadari risiko kehancuran persahabatan mereka, Angie tidak mampu mengendalikan ke mana hatinya berlabuh. Kini ia terjebak dalam pilihan sulit antara kesetiaan pada sahabat atau mengejar cinta sejatinya. Keputusan apa pun yang diambil Angie dipastikan akan menyisakan luka mendalam bagi semua pihak, termasuk dirinya sendiri.
Sampul Novel OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA
8.6
Rheno jatuh hati pada Nadeeva, ibu tiri sahabatnya yang hidup dalam bayang-bayang tragedi. Nadeeva kini terjebak dilema antara impian masa depan bersama Rheno atau tetap dalam perlindungan Aiman, suami yang menikahinya demi menyelamatkan nyawa dan aset keluarganya. Meski sepuluh tahun menikah, Nadeeva masih suci karena perjanjian status tersebut. Di tengah intrik dan ancaman pembunuh yang mengintai, mampukah Rheno meyakinkan Aiman untuk melepas Nadeeva?
Sampul Novel Pernikahan Janda Kembang
8.3
Ayu adalah janda memesona yang menyimpan misteri kelam. Empat suaminya tewas secara tiba-tiba, hingga ia dituduh menggunakan ilmu hitam. Meski rumor mengerikan beredar luas, Ruben tetap teguh pada pendiriannya. Pemuda tampan sekaligus miliarder kaya raya ini bertekad mempersunting Ayu walau sang ibu menentang keras hubungan mereka. Ruben siap menghadapi risiko maut demi cintanya pada sang janda kembang di tengah pertentangan keluarga yang sangat sengit.