Sampul Novel Pernikahan Janda Kembang

Pernikahan Janda Kembang

8.3 / 10.0
Ayu adalah janda memesona yang menyimpan misteri kelam. Empat suaminya tewas secara tiba-tiba, hingga ia dituduh menggunakan ilmu hitam. Meski rumor mengerikan beredar luas, Ruben tetap teguh pada pendiriannya. Pemuda tampan sekaligus miliarder kaya raya ini bertekad mempersunting Ayu walau sang ibu menentang keras hubungan mereka. Ruben siap menghadapi risiko maut demi cintanya pada sang janda kembang di tengah pertentangan keluarga yang sangat sengit.

Pernikahan Janda Kembang Bab 1

Dalam keremangan malam, tampak mobil yang melaju di jalanan yang berbelok-belok. Di dalam mobil ada Ayu, wanita cantik berusia tiga puluh tahun bersama Dicky suami barunya yang lebih muda tiga tahun darinya. Dengan masih mengenakan pakaian pengantin, mereka berdua di mobil berencana pergi bulan madu. Dicky menyetir mobil, di samping Ayu yang auranya semakin terpancar memakai kebaya putih lengkap dengan riasan mahkota, siger, dan melati di kepalanya. Mereka tampak bahagia.

“Akhirnya aku bisa nikahin kamu, Ayu,” ucap Dicky.

“Alhamdulillah. Aku juga senang Allah ngasih aku jodoh lagi. Semoga bulan madu kita ini jadi bulan madu yang indah,” sahut Ayu.

Dicky termenung sesaat memikirkan sesuatu. Ayu melirik Dicky bingung.

“Kenapa, Mas? Kok melamun? Mikirin apa sih?”

Dicky tersenyum seraya membelai lembut pipi Ayu. “Dulu banyak yang bilang aku bisa kena musibah kalo nikah sama kamu. Bisa cepet mati kayak suami kamu dulu.” Dicky tertawa meremehkan, “buktinya mana? Nih, aku udah nikah sama kamu, tapi masih sehat! Ha ha ha ....”

Mobil Dicky belok ke tikungan dan pada saat yang sama muncul mobil truk!

Ayu langsung panik. “Awas!”

Sayang Dicky tidak mampu merespons dengan cepat. Di dalam mobil sepasang pengantin baru itu berteriak histeris.

“Arrrrgh!”

Dicky membanting setir, belok kiri, tapi karena kecepatan tinggi susah dikendalikan hingga menabrak pohon besar. BRAKKK! Keluar asap dari mobil Dicky. Tubuh Dicky kejang-kejang menahan sakit, lalu akhirnya terkulai sudah tidak bernyawa dalam keadaan berlumuran darah.

Ayu menggerak-gerakkan tubuh Dicky sambil menangis histeris.

“Mas Dicky! Bangun, Mas! Jangan pergi tinggalin aku, Mas! Kita baru aja menikah. Kamu udah janji nggak akan ninggalin aku, Mas! Mas Dicky!”

Tangisan Ayu pecah.

Warga sekitar berdatangan untuk menolong Ayu dan almarhum Dicky. Saat jenazah Dicky akan dipindahkan ke mobil ambulans, Ayu malah berusaha menahan tubuh Dicky dengan emosional.

“Mau ke mana kalian bawa suamiku? Jangan bawa suamiku! Jangan!” Ayu menempis tangan warga yang mau mengangkat tubuh Dicky.

“Sabar, Mbak. Istighfar. Suami Mbak udah meninggal,” ujar salah satu warga.

“Iya, Mbak. Biar jenazahnya diurus dulu. Yang sabar, Mbak. Ikhlasin ya. Kasihan suami Mbak,” ujar warga yang lain.

“Nggak! Jangan!” Ayu terus berteriak frustrasi. Siger dan riasan melati di kepalanya jatuh berantakan. Ayu menangis tersedu-sedu menyaksikan jenazah lelaki yang baru menikahinya itu dibawa pergi.

Kenapa Dicky harus meninggal juga? Kenapa suami ketiganya juga harus meninggal?

***

SATU TAHUN KEMUDIAN

Pagi itu di sebuah masjid, Ayu sudah bersiap untuk melangsungkan ijab qabul di depan penghulu dengan calon suami barunya, yaitu Hendry berusia dua puluh tujuh tahun. Di dekat Ayu ada Vano, adik Ayu. Para tamu undangan memperhatikan Ayu. Ada beberapa ibu-ibu membicarakan Ayu.

“Itu pengantin wanitanya kan janda, tapi masih kayak perawan ting-ting, ya,” ujar Bu Iroh penuh rasa penasaran memperhatikan Ayu dari atas ke bawah.

“Iya, katanya udah janda tiga kali, tapi kok masih cantik dan awet muda, ya?” Bu Hera balik bertanya sambil mencibir sinis melihat Ayu.

Ela, adik kandung Hendry yang ada di dekat situ diam-diam menguping pembicaraan ibu-ibu itu. Wajahnya tampak kesal dan malu. Namun pembicaraan tentang Ayu masih berlanjut di antara ibu-ibu karena menjadi topik yang seru selama beberapa dekade.

“Emang ibu-ibu nggak tahu, ya? Dia bisa awet muda gitu kan karena pake tumbal. Suaminya yang dijadiin tumbal,” kata Bu Rosa.

Ibu-ibu langsung heboh. Ada menggeleng tidak percaya melihat Ayu, ada yang ketakutan, dan ada yang terus berbisik-bisik melanjutkan cerita. Ketika Pak RT berdehem sambil melirik ke arah ibu-ibu itu, baru mereka berhenti bergosip.

Sementara Ela jadi curiga pada Ayu dan semakin kesal.

Diam-diam ibu-ibu masih kasak-kusuk saat Hendry menyalami penghulu, mengucap Ijab qabul.

“Saya terima nikahnya Ayu binti Sulaiman dengan mas kawin tersebut dibayar tunai,” ucap Hendry.

“Bagaimana saksi? Sah?” tanya penghulu kepada para saksi.

“Sah!” sahut para saksi.

“Alhamdulillah,” ucap Hendry lega sekaligus bahagia. Seluruh ruangan dipenuhi gemuruh rasa syukur dan ucapan selamat kepada kedua mempelai.

Hendry memandang Ayu dengan bahagia. Begitu juga Ayu. Namun di sisi lain, Ela terlihat tidak suka dan memandang Ayu dengan kesal. Tiba-tiba Hendry memegangi dadanya yang terasa sakit!

“Aduuuh! Kenapa dadaku jadi sakit begini?” rintih Hendry.

Ayu dan keluarga beserta tamu langsung panik.

“Mas Hendry kenapa?” tanya Ayu cemas sambil memegangi suaminya.

Hendry tidak sanggup menahan rasa sakit dan terus merintih. Tidak lama kemudian ia ambruk jatuh ke lantai. Dengan terbata-bata ia berkata kepada keluarganya, “Tolong jaga Ayu baik-baik. Rawat Ayu dengan baik.”

Setelah mengatakan itu, Hendry pingsan.

“Mas Hendry!” Ayu berusaha menyadarkan Hendry, tapi wajah Hendry sudah sangat pucat. “Vano, tolong bantu kakak bawa Mas Hendry ke rumah sakit!” kata Ayu kemudian kepada adiknya.

Vano dengan sigap segera menolong, mau bawa Hendry ke rumah sakit. Namun saat Arya memeriksa denyut nadi Hendry, ternyata sudah tidak bernyawa.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Denyut nadinya sudah nggak ada. Mas Hendry sudah pergi,” ucap Vano.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun.” Sontak para keluarga dan tamu mengucapkan kalimat itu. Seketika ruangan masjid diisi dengan teriakan histeris dan tangisan. Atmosfer langsung berubah sesak dan suasana jadi muram.

Ayu langsung memeluk Hendry sambil menangis histeris.

“Mas Hendry! Jangan tinggalin Ayu, Mas!” pekik Ayu pilu.

Ela sangat terkejut dan shock. Ia menangis di samping jasad kakak laki-lakinya. Ibu-ibu yang tadi menggunjingkan Ayu kembali berkomentar.

“Aku bilang juga apa? Setiap lelaki yang nikah sama Ayu pasti mati,” ujar Bu Rosa.

Semua menoleh ke Bu Rosa.

“Astaghfirullah hal adzhim. Kenapa Ibu tega ngomong kayak gitu? Semua manusia pasti akan kembali pada Allah. Hanya waktunya saja yang berbeda,” kata Vano.

Ela menyambar Vano. “Kamu belain dia karena Ayu kakak kamu, kan? Mending kamu diam aja karena yang dibilang ibu itu benar!”

Ayu jadi sedih. Vano juga sedih mendengar perkataan Ela dan tuduhan ibu-ibu itu.

Vano lalu membacakan surah Annisa ayat 78. “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS Annisa: 78)

Ibu-ibu terdiam dan malu, tapi Ela masih tampak kesal. Lalu Pak RT dan warga lain ikut menengahi.

“Sudah, Ibu-Ibu, tolong jangan memperkeruh keadaan apalagi sedang ada yang terkena musibah. Ingat, fitnah itu dosa besar!” pesan Pak RT.

“Tapi kan memang Ayu udah empat kali menikah dan semua suaminya meninggal mendadak atau dengan cara aneh. Masa Pak RT dan yang lain nggak curiga?” celetuk Bu Rosa berkeras.

“Astaghfirullah. Udah, Bu. Tolong utamakan empati di saat seperti ini. Siapa pun dari kita semua bisa mengalami hal seperti ini. Ayo sekarang bantu Mbak Ayu dan keluarga almarhum,” kata Pak RT.

Warga lalu membantu mengangkat jenazah Hendry dan melaksanakan segala proses semestinya. Sementara Ayu sekali harus menerima cobaan hidup kehilangan suami di saat baru saja menikah. Bahkan sudah keempat kalinya.

Ya Allah, ya Rabb, apa salah hamba? Apa dosa hamba sehingga harus menerima ujian seberat ini sampai berkali-kali? Hamba hanya bisa berserah kepada-Mu, batin Ayu perih.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pernikahan Janda Kembang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Secret Wife
9.1
Satu dekade membina rumah tangga, Bram dan Sinta belum juga dikaruniai keturunan. Tanpa pemeriksaan medis, Bram dan ibunya terus menghakimi Sinta sebagai pihak yang mandul. Akibat desakan sang ibu yang ingin segera menimang cucu, Bram akhirnya memutuskan untuk berpoligami secara diam-diam. Namun, sebuah rahasia besar tersimpan rapat: bagaimana jika sebenarnya Bram lah yang tidak bisa memiliki anak? Akankah Sinta tetap diam saat pengkhianatan ini terungkap?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan