Sampul Novel Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan

Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan

9.4 / 10.0
Dalam romance novel Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan, Surya berusaha mencari Anaya dan anak-anaknya setelah tiga belas tahun berpisah demi meminta bantuan. Namun, takdir berubah saat ia mendapati mantan istrinya telah bertransformasi total. Simak kelanjutan modern novel ini di webnovel.
Ringkasan Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan
Pasca perceraian pahit, Surya tega mengusir Anaya dan memutus hubungan dengan darah dagingnya sendiri. Selama belasan tahun, ia tidak pernah memberi nafkah atau mencari tahu keberadaan mereka. Namun, desakan kebutuhan mendesak memaksa Surya melacak anak-anaknya setelah tiga belas tahun berlalu. Saat pencarian itu membuahkan hasil, Surya harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kehidupan mantan istri dan anak-anaknya telah berubah total di luar dugaannya.
Baca Selengkapnya

Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan Bab 1

Suara gaduh terdengar saat kakiku menginjak lantai keramik teras rumah. Berkas penting yang tertinggal di ruangan kerja, membuat aku harus memutar balik arah mobil. Jam masih menunjukkan pukul 08.15.

Apa yang terjadi? Mbok Narsih berlari turun dari lantai dua. Wajahnya pusat pasi. Dasternya basah kuyup.

"Tolong. Tolong. Tuan! Non Melisa, Tuan," tubuh wanita paruh baya itu gemetar.

"Ada apa dengan Melisa?"

"Non Melisa pingsan di kamar mandinya. Tangannya berdarah-darah. Saya takut Tuan." Wajah pucat itu di penuhi air mata.

Mbok Narsih memang sangat menyayangi Melisa, putri sulungku. Karena sejak balita, Mbok Narsih yang mengasuh Melisa.

Aku berlari ke lantai dua, letak kamar Melisa ada di pojok setelah kamar utama. Aku terkejut bukan main, saat melihat lantai kamar mandi yang sudah penuh dengan darah. Tubuh Melisa pun bersimbah darah.

Ada darah keluar dari balik dressnya, dan darah di pergelangan tangannya.

Tanpa pikir panjang, aku menggendong tubuh semok Melisa. Membawanya ke mobil. Mbok Narsih masih mengikutiku dari belakang.

"Mbok. Tolong bangunin Nyonya. Suruh menyusul saya ke rumah sakit!"

"Baik Tuan!"

Aku memacu mobil dengan kencang. Mencari rumah sakit terdekat dari perumahan elit yang kami tinggali. Sesampainya di sana, dengan sigap aku masuk ke dalam lobi rumah sakit berteriak dengan kencang memanggil bantuan.

Dengan sigap, seorang dokter muda, mendorong brangkar, mendekatiku dan berkata,

"Mana pasiennya Pak?" matanya menatapku penuh.

Seketika sekujur tubuhku bergetar. Wajah ini? Wajah milik seseorang yang begitu aku kenal. Selama belasan tahun terakhir, aku berusaha mencari sosok dengan wajah ini.

"Pak! Gimana?" suaranya yang sedikit menghentak, berhasil mengembalikan kesadaranku.

"Ma-maaf. Itu. Di mobil saya Dok." Aku menunjuk keluar.

Dokter muda dan dua orang perawat berlari cepat keluar pintu. Aku membuka pintu mobil, dan membantu para perawat itu menurunkan tubuh Melisa.

Melihat keadaan Melisa, brangkar kemudian di dorong sambil berlari oleh para tenaga medis itu, masuk ke ruangan UGD.

"Bapak tunggu sebentar di luar yah. Saya akan kabari keadaan pasien." Dengan senyum ramah dan tenang, dokter muda itu memintaku menunggu, saat tubuhku hampir masuk ke dalam ruangan itu.

Aku mengangguk patuh. Berjalan mondar mandir di depan pintu ruangan. Bagaimana Melisa bisa berdarah seperti itu? Apakah selama ini keadaannya tidak baik-baik saja? Talita. Dia harus menjelaskan semua ini.

Yang aku tau, darah yang mengalir dari kedua paha Melisa, menandakan bahwa anak itu mengalami pendarahan. Di tambah lagi dengan sayatan di pergelangan tangannya.

Akh! Kepalaku pusing. Mana istri dolarku itu?Belum juga muncul. Pertanyaan demi pertanyaan mengerubungi kepalaku.

Ponsel di saku jas berdering.

"Ya. Saya terlambat. Anak saya masuk rumah sakit."

...

"Ia ... Dia kecelakaan. Tolong urus meetingnya Jo. Ambil berkas di rumah sakit ARTAMA. Saya tidak bisa meninggalkan Melisa sendiri. Jika istri saya sudah tiba di sini, saya akan usahakan segera ke sana."

Aku menyugar rambutku. Ini adalah meeting yang penting. Jika investor itu gagal mengulurkan bantuan dana untuk perusahaanku, aku pastikan perusahaan keluargaku akan kolaps.

Astaga. Talita. Lama sekali.

Apa dia tidak mengkuatirkan keadaan anaknya?

Waktu semakin beranjak. Sementara aku berkutat dengan ponsel untuk menghubungi Talita, dokter muda tadi keluar dengan dua orang perawat.

"Maaf Pak. Pasien mengalami pendarahan hebat akibat keguguran. Kami butuh persetujuan anda untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan rahim. Jika tindakan ini tidak dilakukan dengan segera, kami takut, nyawa pasien dalam bahaya,"

Aku terkesiap. Apa tadi? Pengangkatan rahim?

"Maaf Dok. Tapi anak saya masih gadis. Dia belum menikah!" suaraku tercekat di tenggorokanku.

Dokter dan perawat itu saling pandang. Dia berbalik dan tersenyum dengan ramah.

"Pasien sudah mengalami keguguran berkali-kali Pak. Tindakan ini adalah langkah terakhir yang bisa kami sarankan kepada keluarga pasien. Jika Bapak setuju, tolong tanda tangani berkas ini, dan segera urus admistrasinya. Kami berjanji akan bekerja dengan maksimal untuk kesembuhan pasien."

Duniaku seakan runtuh, mendengar penjelasan dokter ini. Melisa. Anak yang selalu aku banggakan. Ternyata, sudah mengalami keguguran beberapa kali? Dengan siapa dia hamil? Apa yang aku lewatkan dalam keluarga ini?

"Baiklah Dokter. Lakukan saja yang terbaik. Saya akan menandatangani surat persetujuan ini," dengan tangan gemetar, aku menyambut berkas di tangan suster di samping dokter tersebut.

Setelah menandatanganinya, mereka masuk kembali. Lima menit kemudian, brangkar dengan tubuh Melisa yang terbaring lemah, keluar dari ruang UGD, masuk ke ruangan operasi.

Aku menggapai ponsel di saku. Kembali menelpon Talita. Pada dering ke tiga, panggilanku di jawab.

"Apa Mas?" suara Talita terdengar malas, dari seberang sana.

"Ke rumah sakit sekarang Talita. Melisa akan melakukan operasi pengangkatan rahim. Jika dalam tiga puluh menit kau belum tiba di sini, aku pastikan, akan mencabut semua fasilitas untukmu, anakmu dan keluargamu!"

Klik. Kuusap kasar layar ponsel. Mematikan panggilan sepihak. Lihat saja. Aku tidak main-main dengan ancamanku. Jika Talita tidak datang dalam kurun waktu setengah jam, aku akan melakukan apa yang aku katakan padanya tadi.

Apa yang paling ditakuti istri dolarku itu, selain dari berkurangnya jaminan hidup bagi dia dan keluarganya? Dia bahkan akan tiba di sini, lima menit lagi setelah ponsel aku kembalikan ke dalam saku.

"Mas!" suara Talita memanggilku. Dia berlari di lorong ruangan. Celana jeans, kaos oblong, dan sandal. Tanpa make up, tanpa perhiasan.

Aku menarik nafas. Aku yakin mbok Narsih sudah memberitahukannya tentang Melisa, tapi dia masih enggan menyusulku. Giliran diancam akan mengambil fasilitas, dia langsung datang dengan keadaan berantakan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dosenku Mantan Suamiku
9.0
Ardan menceraikan Luna karena tuduhan perselingkuhan dan keraguan atas status anak mereka. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang berbeda. Ardan yang dulu pengusaha sukses, kini menjadi dosen di kampus tempat Luna menuntut ilmu. Meski Ardan masih menyimpan dendam dan melontarkan kalimat pedas tentang pengkhianatan masa lalu, Luna justru menanggapi sikap dingin mantan suaminya itu dengan keberanian dan kecurigaan yang jenaka.
Sampul Novel Masa lalu Marni (Wewe gombel)
9.7
Marni hidup menderita akibat dosa masa lalu dan kebencian ibu tirinya yang memicu fitnah kejam dari tetangga. Meski sempat menikah dengan Ari, ia tetap dikucilkan hingga akhirnya diceraikan karena tak kunjung memiliki anak. Penderitaan Marni memuncak saat ia menjadi gila akibat pelecehan warga sebelum akhirnya tewas dibunuh secara brutal. Kini, arwahnya yang penuh dendam menghantui, menyisakan misteri apakah ia bisa beristirahat dengan tenang.
Sampul Novel Not a Stuntman!
8.1
Alin Arshavina terpaksa menggantikan kakak tirinya, Friska, untuk menikahi Evano Xander yang dikenal kasar. Pernikahan mendadak ini terjadi karena Friska kecelakaan tepat di hari sakral tersebut. Evano, asisten pribadi CEO yang sinis, menganggap semua wanita hanya mengejar harta. Saat Friska pulih dan menuntut posisinya kembali, Alin terjebak dilema. Meski ingin setia pada komitmen sekali seumur hidup, sikap buruk Evano dan gangguan Friska terus menguji keteguhan hatinya.
Sampul Novel Obsesi Kencan Buta Sang Pewaris
8.0
Livia tak menyangka perannya menggantikan sahabat di kencan buta akan berujung petaka. Sikap cerianya justru memicu obsesi Damien Remington, pewaris tunggal konglomerat yang angkuh dan misterius. Situasi memburuk saat Livia menghilangkan jam tangan miliaran milik Damien, membuatnya terjerat dalam permainan kekuasaan pria kejam itu. Kini, ia terjebak dalam lingkaran emosi dan sisi gelap Damien, berjuang keras untuk lepas dari jeratan obsesi yang kian mengikatnya.
Sampul Novel Pesona Kemolekan Istri Sahabatku
9.4
Novel modern Pesona Kemolekan Istri Sahabatku mengisahkan ketegangan yang terjadi di atas punggung kuda. Saat sang suami sekaligus sahabatnya sibuk bermain kartu di rumah yang tak jauh dari sana, sang protagonis justru menikmati momen mendebarkan bersama istri temannya tersebut. Sambil memegang pinggang ramping wanita itu di atas kuda yang berguncang dengan rok yang berkibar tertiup angin, sebuah kedekatan rahasia terjadi tepat di depan mata sang sahabat.
Sampul Novel Tumbal Untuk Bisnis Gelap
8.9
Saat pertama kali mendengar tentang perdagangan ASI, protagonis mengira itu hanyalah transaksi bisnis biasa yang legal. Namun, segalanya berubah menjadi mengerikan ketika sang bos membawanya ke sebuah kelab malam mewah yang benderang. Di sana, ia menyaksikan sendiri praktik menjijikkan dan rahasia gelap yang tersembunyi di balik bisnis tersebut. Novel modern bernuansa horor mafia ini mengupas tuntas konspirasi sindikat ilegal yang memanfaatkan manusia sebagai tumbal demi keuntungan materi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan