Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahim Penebus Hutang

Rahim Penebus Hutang

Detta, mahasiswi miskin yang berjuang demi pengobatan neneknya, terjepit oleh tekanan finansial dan tuntutan orang tuanya. Saat bekerja di kelab malam demi uang cepat, ia bertemu Aleandro, pewaris kaya raya keluarga Smith. Aleandro menawarkan satu miliar rupiah asalkan Detta bersedia mengandung anaknya demi menghindari paksaan nikah dari ibunya. Terdesak kebutuhan besar, Detta harus memilih antara harga diri atau menjual rahimnya demi membalas budi pada neneknya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Detta memegang kepalanya yang terasa sangat sakit, wanita itu perlahan mulai mengingat apa yang dia lakukan semalam. Detta otomatis menatap tubuhnya yang tertutup selimut tebal, dia merasa bodoh karena menerima tawaran orang asing begitu saja karena dia membutuhkan uang.

"Bersiaplah, kita pergi sekarang." Detta menatap lelaki yang dihadapannya dengan pandangan penuh tanya.

"Aku tidak mau memiliki anak haram, kita menikah sekarang. Kau bisa pergi setelah melahirkan anak ini," ujar Aleandro dingin.

Lelaki itu meninggalkan Detta, kini yang tersisa hanyalah rasa hampa ada sedikit penyesalan pada hati Detta karena mengorbankan tubuhnya demi mengumpulkan uang yang dibutuhkan oleh neneknya. Rasanya Detta ingin menangis, namun nasi sudah menjadi bubur dia tidak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang pada dirinya.

"Maafkan aku Tuhan, aku terpaksa." Detta mencoba berdiri, namun tubuhnya terasa sangat lemas.

Wanita itu merasakan sakit di pangkal pahanya, ini pertama kalinya dia melakukan hubungan seksual bahkan dia tidak menyangka juka keperawanannya dia berikan kepada orang yang tidak dia kenal.

Detta akhirnya menyelesaikan mandinya setelah dia berusaha dengan keras, permainan lelaki itu sungguh kasar hingga membuat area sensitivenya sedikit luka, dia tidak menyangka miliknya akan terasa sakit ketika dia berjalan.

"Apa aku harus memakai ini?" Tanya Detta ketika melihat dress yang tergeletak di sofa.

Detta tidak berani memakainya, dia hanya menatapnya lama karena dia takut salah dalam bertindak terlebih lelaki yang bersamanya sungguh menakutkan. Bunyi pintu terbuka membuat Detta terkejut, lelaki itu menatap Detta dengan pandangan kesal karena dia sudah menunggu sejak lama.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa tidak berpakaian?" Tanya Aleandro yang melihat Detta hanya menggunakan handuk.

"Bajuku rusak," ucap Detta memperlihatkan bajunya yang memang koyak akibat ulah Aleandro yang tidak sabar dan langsung merobek pakaian Detta semalam.

"Pakai itu, Cepatlah! aku tidak punya banyak waktu untuk menunggumu." Aleandro melihat Detta yang berjalan dengan aneh, kini lelaki itu sadar bahwa permainannya semalam sangatlah kasar.

Aleandro menutup pintu kamarnya dengan perlahan, bahkan hal sekecil itu membuat Detta terkejut, wanita itu sungguh takut pada Aleandro karena lelaki itu sungguh menakutkn.

***

Aleandro melihat Detta kini sudah siap, wanita itu terus menahan rasa sakit tiap kali berjalan. Aleandro yang tidak tahan akhirnya dia langsung menggendong Detta, wanita itu hampir saja berteriak namun tatapan tajam Aleandro cukup membuatnya terdiam.

"Apa begitu menyakitkan?" Tanya Aleandro.

Detta mengangguk, dia tidak berani berkata sepatah katapun karena jantungnya berdetak cepat akibat ulah Aleandro yang menggendongnya tiba-tiba.

"Maaf jika aku terlalu kasar," ucapan Aleandro membuat Detta terdiam, matanya yang jernih membuat Aleandro merasa berbeda.

"Terima kasih," ucap Detta ketika Aleandro membantunya duduk di kursi mobil mewahnya.

Detta menatap isi mobil dengan penuh keheranan, ini pertama kalinya dia melihat isi mobil ini karena semalam dia bahkan tidak berani karena dia masih ketakutan dengan apa yang diinginkan oleh Aleandro.

"Tandatangani surat perjanjian ini, jangan sampai melanggar apa yang terdapat di dalamnya." Detta membuka kontrak perjanjian dan mulai membacanya, selama pernikahan Detta tidak diperbolehkan mengakui Aleandro sebagai suaminya di depan umum, Detta tidak boleh menjalin hubungan dengan lelaki lain dan kontrak pernikahan ini akan berhenti jika pihak pertama yang menginginkannya.

"Kompensasi yang aku berikan senilai itu, apa kamu keberatan?" Tanya Aleandro.

"Aku tidak keberatan, tapi apakah aku boleh minta sedikit dulu? Aku butuh uang untuk operasi nenek."

"Berapa yang kamu butuhkan?" Tanya Aleandro.

"Aku tidak tahu berapa, tapi apa aku boleh meminta 50 juta?" Tanya Detta.

"Baiklah kirimi nomor rekening kamu," ujar Aleandro.

Detta hanya terdiam dia bingung, jika sampai ditaruh di rekeningnya maka ibunya akan tau dan langsung mengambilnya kembali seperti beberapa hari yang lalu. Dia hanya ingin menyimpan uang itu untuk berjaga-jaga, jika dia berikan semua pada ibunya maka dia akan kembali meminta uang pada Detta.

"Kenapa? Tidak punya akun bank?" Tanya Aleandro.

"Aku punya, tapi jika dikirim ke sini maka ibuku akan mengambil semuanya. Dia akan terus meminta uang padahal aku sudah memberikan semuanya, aku hanya ingin menyimpan uang itu untuk berjaga-jaga jika nenek kondisinya makin parah." Detta meremas jari-jarinya dengan rasa takut karena dia baru kali ini berbicara intens dengan laki-laki.

"Berikan kartu identitasmu, aku akan meminta orang untuk mengurusnya untukmu." Detta menatap Aleandro dia hanya tidak menyangka jika lelaki itu baik padanya.

"Maaf merepotkanmu," ujar Detta.

Aleandro hanya diam, setelah setengah jam berlalu kini mereka akhirnya sampai di kantor pencatatan sipil. Aleandro sudah reservasi dan mendapatkan nomor antrian hingga dia tidak membutuhkan waktu lama untuk mendaftarkan pernikahannya.

Detta berdebar jantungnya, dia dan lelaki itu akhirnya berfoto untuk kartu nikah. Lelaki di sampingnya memang sangat tampan, tetapi tatapan tajamnya membuat Detta tidak berdaya, dia bahkan tidak berani untuk menatapnya terlalu lama.

"Aku yang akan menyimpannya," ucap Aleandro mengambil buku pernikahan karena dia tidak ingin wanita itu melanggar kontrak yang sudah ditandatangani olehnya.

"Ini kartu identitasku, tolong bantu simpan." Detta tahu ibunya pasti akan semakin membuatnya sengsara jika buku registrasi itu berada bersamanya, beberapa hari lalu ibunya terus meminta Detta untuk menikah dengan saudagar kaya yang dikenalkan oleh bibinya, lelaki tua itu ingin menikahi Detta dan berjanji akan memberikan mahar yang besar untuknya.

"Aku akan kembali ke perusahaan setelah ini apa yang kau lakukan?" Tanya Aleandro.

"Hari ini aku masuk kuliah," ujar Detta.

Aleandro meminta ponsel Detta untuk diisi nomornya, dia memang baru tahu nama wanita itu ketika pendaftaran pernikahan dan memang ini pertama kali mereka bersama.

"Baiklah kembali ke tempatku malam ini, beresi barang-barangmu di tempat tinggalmu sebelumnya." Aleandro tidak ingin menerima penolakan karena itulah dia langsung meninggalkan Detta dan bergegas kembali ke perusahaan.

***

Detta kembali ke kos-nya, hari ini dia memang memiliki janji dengan dosen untuk bimbingan, namun dosennya memintanya datang jam 1 karena itulah dia masih memiliki banyak waktu untuk membereskan barangnya untuk pindah ke tempat Aleandro.

"Detta tadi kamu kemana? Aku mencarimu tapi kamu bahkan tidak ada dimanapun." Liona masuk ke kamar Detta dan membawakan barang-barang wanita itu yang tidak sempat dia ambil karena ulah Aleandro.

"Aku harus kembali karena ada hal yang aku urus," ucap Detta sedikit gugup.

"Ini gaji yang bos berikan, aku juga gatau berapa isinya." Liona mengatakan itu karena memang amplop yang bosnya berikan masih direkatkan tanpa berani Liona bawa.

"Terimakasih Liona, nenekku sangat membutuhkan uang ini untuk operasi," ujar Detta.

Liona mengusap punggung Detta dengan perlahan, dia tahu nasib Detta sangat tidak beruntung, wanita itu banyak bekerja keras demi keluarganya bahkan selama ini dia selalu makan tak teratur demi menghemat pengeluarannya.

"Liona tunggu," ujar Detta menahan tangan Liona yang akan keluar dari kamarnya.

"Ada apa? Hari ini kamu ada bimbingan'kan?" Tanya Liona.

"Iya, aku cuma mau bilang. Aku sudah tidak akan kos disini lagi," ujar Detta.

"Kenapa? Kamu ga punya uang untuk membayarnya?" Tanya Liona yang tahu bahwa memang dua hari lagi waktunya bayar kos.

"Aku mendapatkan pekerjaan dan bisa tinggal di rumahnya, sepertinya ini lebih baik untuk mengurangi biaya hidup."

"Kamu bekerja sebaga art?" Tanya Liona.

"Pekerjaannya tidak berat kok, bersih-bersih dan memasak hal yang mudah bagiku. Setidaknya aku bisa menghemat uang kos dan uang makan," ucap Detta.

"Bagaimana kuliahmu? Kamu tinggal konsultasi bab 4 dan sebentar lagi juga selesai," ujar Liona yang menyayangkan jika bos Detta yang baru akan melarang pendidikannya.

"Kamu tenang saja, bos mendukung pendidikan dia tidak melarang aku berkuliah asalkan tau waktu dan aku juga harus menyelesaikan pekerjaanku dengan baik." Detta terpaksa berbohong pada Liona, dia hanya belum siap mengatakan kejujuran karena hal ini bagaikan aib untuknya, dia bahkan harus menjual keperawanannya demi mendapatkan uang.

"Kamu hati-hati di sana, kalau ada waktu kita ketemu lagi. Kamu pindah hari ini?" Tanya Liona.

"Iya aku pindah hari ini, setelah bertemu dosen aku akan pergi. Nanti aku akan mengirim pesan pada ibu kos tentang aku yang tidak melakukan perpanjangan," ujar Detta.

Liona mengangguk dia langsung pamit kembali ke kamarnya karena dia tidak ingin mengganggu Detta yang sedang membereskan barang-barangnya yang tidak banyak. Detta hampir 4 tahun di sini, namun barang-barangnya hanya sedikit bahkan barang-barangnya dia kemas dalam satu koper. Detta hanya memiliki baju sedikitt karena dia hampir tidak pernah membeli baju baru karena sangat membatasi pengeluarannya.

"Ya Tuhan lelah sekali," ucap Detta setelah membereskan kamar kosnya.

Wanita itu hanya membawa 1 koper dan tas ransel yang biasa dia gunakan untuk kuliah. Wanita itu melihat jam usang yang melingkar di tangannya, sudah jam 12 dan dia bergegas untuk mandi dan menuju kampus dengan berjalan kaki, walaupun lumayan lelah dia tidak memiliki pilihan lain karena tidak memiliki kendaraan apapun.

Wanita itu sudah bersiap dan rapi, dia kini teringat dengan amplop yang diberikan oleh Liona. Detta langsung membukanya, matanya terkejut dia melihat uang yang ada didalamnya.

"Kenapa sebanyak ini?" Tanya Detta tak percaya.

Wanita itu mengeluarkan semua uangnya dan mengambil note kecil yang berisi rincian gajinya malam itu. Gajinya memang tidak besar dia mendapatkan 650 ribu sebagai pelayan namun tips yang dia dapatkan sangat besar, bahkan total semuanya 3juta 500 ribu, bahkan seumur hidup dia tidak menyangka mendapatkan uang sebanyak ini dalam satu malam.

"Gila, tapi aku bersyukur setidaknya aku bisa mengirim sedikit uang untuk nenek dikampung." Detta bergegas berangkat lebih awal karena dia akan mampir ke atm untuk menyetor uang, setidaknya dia akan meminta ibunya untuk mengambil uang 2 juta terlebih dahulu karena Detta tidak ingin ibunya semakin serakah jika tahu Detta memiliki banyak uang.

"Mas Ghani dengan Tania? Jadi semuanya benar. Aku hanya sebagai mainan," ucap Detta pada dirinya sendiri. Detta mengucek matanya berkali kali berharap salah dalam melihat namun nyatanya semua itu memang benar. Ghani ternyata berangkat bersama dengan wanita lain, Detta tidak menyangka lelaki yang menyatakan cinta padanya ternyata hanya main-main saja.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan luka batin akibat pengkhianatan Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru menikahi kakak tirinya sendiri, menghancurkan kepercayaan Aluna pada cinta. Kini ia hanya menginginkan seorang anak tanpa keterikatan emosional dengan pria. Mengandalkan kekayaan melimpah, Aluna menggelar sayembara mencari donor bibit unggul demi melahirkan pewaris. Ia pun berhasil menjadi ibu dari tiga anak tanpa harus jatuh cinta lagi.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel JandA
9.4
Aline Anderson memimpin penerbitan terbesar di kotanya, namun ketidakhadirannya membuat kestabilan perusahaan goyah. Saat ia kembali memegang kendali, ancaman muncul dari penulis emasnya yang ingin menarik karya secara mendadak. Keputusan ini membawa bisnis Aline ke jurang kebangkrutan. Kini, Aline harus menghadapi kerugian besar sekaligus fakta mengejutkan mengenai identitas asli sang penulis di tengah badai konflik yang mulai bermunculan satu per satu.
Sampul Novel Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki
9.6
Nayara adalah staf administrasi cantik yang tetap rendah hati meski tampil modis di sebuah perusahaan besar Jakarta. Kehidupannya bersinggungan dengan Leonardo Arvandre, miliarder muda keturunan Prancis-Indonesia sekaligus pewaris tunggal Arvandre Global Corporation. Sejak pertemuan pertama mereka tiga tahun lalu, keduanya terjerat dalam hubungan yang rumit. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta, harga diri, dan rahasia besar yang masih tersimpan rapat.
Sampul Novel Kekasih Bayaran
8.1
Demi melunasi utang ibunya, Tiara bersedia menjadi kekasih Adrian Wiratama. Namun, ia justru dicampakkan saat Adrian memilih menikahi tunangannya. Hancur karena hanya dianggap wanita simpanan, Tiara pergi dalam kondisi hamil dan menikahi pria lain demi ketenangan. Sayangnya, hidupnya tetap menderita karena sang suami membenci anaknya. Saat Adrian muncul kembali, ia justru merebut paksa putra Tiara hingga membuat wanita itu nyaris gila dalam kepedihan.
Sampul Novel Lelaki Asing Yang Menodaiku
9.1
Alana melarikan diri dari rencana pernikahan karena merasa ternoda oleh pria misterius yang tidak ia kenali. Tragedi masa lalu sebagai TKW itu meninggalkan trauma mendalam hingga ia menutup diri. Sementara itu, Lars adalah CEO sukses yang merasa hidupnya hampa setelah kehilangan sebagian ingatan akibat kecelakaan. Saat takdir mempertemukan mereka, Lars merasa terobsesi pada Alana. Rasa rindu dan perih yang muncul mulai mengusik rahasia masa lalu mereka yang kelam.