Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

8.4 / 10.0
Dalam billionaire romance novels ini, Athena Gimberly berambisi memiliki anak tanpa pernikahan. Ia memilih Arthur Harley untuk mewujudkannya. CINTA SATU MALAM DENGAN CEO menyajikan romansa modern tentang ambisi dan pilihan hidup yang bisa Anda baca di platform online novel ini.
Ringkasan CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
Athena Gimberly mendambakan kehadiran buah hati sebagai teman di masa senjanya kelak, namun ia enggan terikat dalam pernikahan. Demi mewujudkan keinginan gila tersebut, ia bertekad mencari pria yang bersedia memberinya keturunan tanpa komitmen. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO angkuh yang memiliki harga diri tinggi. Setelah pertemuan pertama mereka gagal membuahkan hasil, Athena secara terang-terangan meminta Arthur mengulangi malam panas itu.
Baca Selengkapnya

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO Bab 1

Suara desahan demi desahan terdengar di dalam kamar sebuah hotel mewah. Terlihat seorang pria tengah mengerakkan tubuhnya begitu cepat, hingga membuat wanita di bawahnya terus mengeluarkan suara yang terdengar begitu merdu di telinganya.

"Oh, shit! Kau sempit, Sweetie!" Erangnya tertahan. Terus menggerakkan tubuhnya tanpa henti untuk mencapai kepuasannya.

Wanita itu tak menjawab. Terus mengerang dengan tubuh menggeliat berkeringat hingga membuat seprai terasa lembab.

Tiba-tiba wanita itu memukul pelan bahu pria di atasnya, berusaha untuk mengatakan sesuatu dengan bibirnya yang bergetar menahan rasa nikmat.

"He-hentikan. A-aku ingin buang air kecil," cicitnya dengan susah payah menahan gejolak aneh yang seakan meronta ingin dikeluarkan.

Sesaat pria itu tersenyum. Menambah ketampanannya tanpa menghentikan gerakan tubuhnya.

Pria itu menunduk, mendekatkan bibirnya tepat di telinga wanita itu. "Keluarkan, Sayang. Keluarkan," bisiknya berat.

Erangan panjang keluar dari bibir keduanya saat mencapai puncak kenikmatan. Seketika tubuh pria itu tumbang menimpa wanita tersebut, mencoba mengatur deru napas mereka yang tidak beraturan karena olahraga malam.

Setelah merasa sedikit tenang, pria itu memindahkan tubuhnya ke samping. Memeluk erat sosok wanita yang kini terlelap karena lelah.

"Good night, Sweetie." Ucapnya dengan suara berat, mengecup singkat kening wanita dalam dekapannya.

***

Seorang wanita mengerjap beberapa kali, merasa terusik dari tidurnya saat cahaya mentari yang masuk melalui celah gorden mengenai wajahnya.

Wanita itu terdiam sesaat. Menoleh ke samping, di mana sosok pria tampan tengah tertidur lelap dengan deru napas beraturan.

Dengan hati-hati wanita itu menyingkirkan lengan besar yang berada di atas perutnya. Bergerak perlahan turun dari tempat tidur dengan menahan rasa nyeri pada bagian bawahnya.

"Sttt! Sakit banget," lirihnya sambil mendesis pelan. Segera membungkuk meraih satu persatu pakaiannya yang tergeletak di lantai.

Setelah selesai memakai pakaiannya, merapikan penampilannya yang sedikit berantakan. Kini wanita itu kembali mendekat ke arah ranjang, menatap lama wajah pria tampan yang memuaskannya semalam.

"Terima kasih untuk yang semalam," bisiknya pelan seolah pria itu mendengarnya. Wanita itu merogoh tas kecil miliknya, meraih selembar uang seratus ribu di sana.

"Aku tidak punya uang lebih di dalam tas. Jadi aku bayar segini saja, ya." Ucapnya lagi, meletakkan uang tersebut di atas meja samping tempat tidur.

"Sekali lagi aku ucapkan terima kasih. Terima kasih karena sudah menyumbangkan benih di perutku. Aku berharap benih ini bisa segera membuahkan hasil, sekali lagi terima kasih." Ucapnya tulus. Lalu berjalan tertatih mendekati pintu untuk segera keluar dari kamar tersebut.

Beberapa menit kemudian.

Sebuah taksi berhenti tepat di depan bangunan apartemen 5 lantai. Seorang wanita keluar dari dalam taksi, berjalan pelan memasuki lobi bangunan apartemen itu untuk segera tiba di dalam unitnya.

Dengan cepat ia memasuki lift, mengabaikan beberapa tatapan aneh orang yang berada di sekitar.

Wanita itu terdiam di dalam lift, menatap pantulan dirinya pada dinding lift.

"Pantas saja mereka menatapku aneh, ternyata penampilanku masih sangat berantakan." Gumannya pelan, merapikan rambutnya.

Ting!

Perlahan wanita itu melangkah keluar saat tiba di lantai tiga. Berjalan pelan mendekat ke arah pintu yang berada tidak jauh dari lift, segera merogoh tas kecilnya untuk mengambil kunci.

Setelah berhasil membuka pintu, ia pun melangkah masuk dan terkejut mendapati seonggok manusia berjenis kelamin wanita tengah tertidur pulas di sofa.

"Lina! Lin, bangun!" wanita itu menggoyangkan bahu wanita yang tengah tertidur di sofa.

Sosok yang merasa tidurnya terusik, perlahan membuka kelopak matanya. Sontak segera mendudukkan diri saat mengetahui siapa yang membangunkannya.

"Kamu dari mana, Thea?! Aku tungguin semalaman enggak balik-balik. Abis dari mana?" tanyanya tanpa henti.

Wanita itu tak langsung menjawab, ia hanya terdiam sambil mengerjap polos beberapa kali.

Tiba-tiba, Lina kembali berbicara dengan raut wajah terkejut yang terlihat jelas di wajahnya.

"Tunggu," Lina bangkit dari duduknya. Mengelilingi tubuh sahabatnya yang kini tengah berdiri, "Kamu habis dari mana? Kok ada bau alkohol?"

Lina menutup mulutnya tak percaya, menatap Athena dengan kedua mata terbelalak.

"Semalam kamu habis dari kelab malam?" tanya Lina dengan telunjuk mengarah tepat di wajah sahabatnya.

Dengan polosnya Athena menganggukkan kepalanya, membuat mulut Lina sedikit terbuka karena terkejut.

"Udah dapat penyumbangnya juga," ucap Athena girang dan Lina semakin diam membeku kaku di tempatnya.

'Wanita sinting!' batin Lina.

Lina menggeleng tak percaya menatap Athena. Padahal baru kemarin sahabatnya itu mengatakan jika ia ingin memiliki anak. Apakah secepat itu Athena melakukan niatnya dengan pergi ke kelab mencari pria yang bersedia menjadi penyumbang kecebong?

"Ka-kamu beneran abis ..." Lina tak sanggup melanjutkan ucapannya. Tangannya bergerak kaku untuk menjelaskan maksud perkataannya.

Athena kembali mengerjap polos, lalu mengangguk membuat kelopak mata Lina berkedut.

"Kalau kata dokter, tunggu beberapa hari untuk melihat hasilnya. Jadi aku tinggal nunggu aja," ucap Athena mengingat ucapan dokter kandungan yang ia temui kemarin siang, sebelum malamnya pergi ke kelab.

Lina masih diam tak percaya akan hal itu. Apa semudah itu sahabatnya menyerahkan keperawanan pada seorang pria yang bahkan tak ia kenal, hanya demi memiliki seorang anak?!

Lina cukup tahu kenapa Athena ingin memiliki anak tapi tak ingin menjalin hubungan serius dengan seorang pria. Tapi, apa semudah ini?

Pria beruntung mana yang mendapatkan santapan gratis tanpa dimintai pertanggung jawaban?

"Ya udah, Lin. Aku masuk kamar dulu, mau mandi abis itu tidur." Athena melenggang pergi dari hadapan Lina, mendekat ke arah pintu kamar bercorak pink.

"Athena." Sontak Athena menghentikan langkahnya mendengar panggilan dari Lina.

Wanita itu menoleh ke belakang, menanti sahabatnya melanjutkan ucapannya.

"Kamu tidak lupa bayar cowok itu, 'kan?" tanya Lina.

Athena mengangguk, "tentu saja. Masa iya, aku pergi gitu aja. Cuman ..."

Kening Lina mengerut penuh curiga mendengar Athena menjeda ucapannya, mendadak perasaannya tidak enak.

"Aku cuma bayar 100 ribu. Soalnya uang yang aku bawa habis bayar minuman."

"What!" pekik Lina tak percaya.

Sedang di sisi lain.

Seorang pria menggeliat di bawah selimut yang menutupi setengah tubuhnya, memperlihatkan lekukan otot pada perutnya yang tertata begitu rapi.

Kening pria itu mengerut kala tak merasakan kehadiran seseorang di sampingnya.

Dia mendudukkan diri, menatap sekeliling sembari mengumpulkan kesadarannya, hingga tatapannya tertuju pada selembar uang di atas meja.

Pria itu mengabaikan uang tersebut. Menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya, lalu beranjak mendekat ke arah pintu kamar mandi untuk mencari keberadaan seseorang yang bersamanya melewati malam panas semalam.

"Tidak ada." Monolognya saat membuka pintu kamar mandi tapi tak menemukan keberadaan seseorang yang ia cari.

Ia kembali melangkah mendekati tempat tidur tanpa peduli dengan tubuhnya yang tidak mengenakkan sehelai kain. Pikirannya hanya tertuju untuk mencari sosok yang kini mendadak hilang bagai ditelan bumi.

"Haha," tiba-tiba pria itu tertawa garing. Mengalihkan pandangannya menatap selembar uang seratus ribu yang sempat ia abaikan tadi.

"Hahaha," ia kembali tertawa.

"Harga diriku." Ucapnya dengan tubuh gemetar, "akan aku cari kamu." Putusnya telak.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta yang Tak Mungkin Kembali
8.8
Kepergian sang ayah mendorongnya bercerai dari Declan, suaminya yang seorang komandan batalion. Setelah mengelabui Declan agar menandatangani surat cerai dan mengundurkan diri dari pekerjaan, ia menyajikan hidangan perpisahan. Namun, Declan malah mencelanya demi membela cinta pertamanya. Ia pun memutuskan hubungan dan pergi ke desa pegunungan. Setengah bulan kemudian, mereka bertemu kembali di desa tersebut saat Declan baru pulang bertugas dengan mata yang memerah.
Sampul Novel Dokterku, Cintaku
8.1
Berprofesi sebagai dokter spesialis ginekologi membuatku terbiasa berinteraksi dengan berbagai pasien wanita setiap hari. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa menandingi kesempurnaan Teresa Bunanta, wanita yang tinggal tepat di sebelah rumahku. Di mata pria ini, sosok Teresa adalah definisi keindahan yang mutlak. Di balik sikap profesionalnya sehari-hari, sang dokter memendam sebuah hasrat rahasia yang mendalam, yaitu sebuah harapan agar suatu hari ia bisa memeriksa tubuh tetangganya itu secara medis.
Sampul Novel JEJAK CINTA DI SISIKU
9.2
Anindita terjebak dalam dilema saat mencari Zack, kekasihnya yang menghilang tanpa jejak. Di tengah pencarian, ia bertemu Dirgantara, pria pelindung yang masih terbayang mendiang istrinya yang tewas tragis. Saat perasaan Anindita mulai beralih pada Dirgantara, Zack kembali muncul dengan segala misterinya. Takdir pun mulai mengungkap keterkaitan kelam antara masa lalu Zack, Dirgantara, dan sang istri. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati Anindita?
Sampul Novel Kau Layak Menderita
8.1
Hidup Selina hancur setelah dijebak Rafael Donovan dalam pernikahan paksa. Saat Rafael lumpuh akibat kecelakaan, Selina menganggapnya karma dan memilih bertahan hanya untuk membalas dendam serta menguasai hartanya. Namun, di tengah kebencian itu, ia justru menemukan sisi rapuh dan penyesalan mendalam pada suaminya. Kini Selina terjebak dalam dilema antara misi balas dendam atau perasaan asing yang mulai tumbuh di hatinya bagi pria yang seharusnya ia benci.
Sampul Novel Keabadian yang Tertunda Dendam
8.2
Dua saudari kembar, Wulan dan Mulan, akhirnya turun gunung setelah berlatih selama 300 tahun di bawah bimbingan Master Sun. Selain mengejar keabadian, mereka mengemban misi menemukan ayah mereka yang ternyata masih hidup. Namun, pertemuan itu mengungkap rahasia kelam masa lalu. Kini mereka terjebak dilema besar: membalaskan dendam sang ibu demi meraih status abadi, atau justru melepaskan ambisi tersebut demi hidup sebagai manusia biasa di dunia fana.
Sampul Novel Suamiku Memilih Maduku
9.0
Demi menarik kembali perhatian Radwan, Arlisa nekat meminta sang suami berpoligami. Ia berharap kehadiran orang ketiga memicu rasa cemburu dan kerinduan Radwan padanya. Namun, rencana itu menjadi bumerang saat Radwan justru jatuh cinta pada istri barunya. Arlisa kini terjebak menyaksikan kemesraan yang dulu miliknya kini berpindah tangan. Di tengah rasa sesak dan pengkhianatan, akankah Arlisa tetap bertahan atau mencari kehangatan di pelukan pria lain?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan