Sampul Novel Istri Rahasia Sang CEO

Istri Rahasia Sang CEO

9.3 / 10.0
Dalam Istri Rahasia Sang CEO, Arana Salingga harus memilih antara kekasihnya atau tawaran pernikahan Danendra demi biaya rumah sakit ibunya. Ikuti kisah billionaire romance novels ini saat gadis biasa terjebak kesepakatan dengan pengusaha ternama dalam web novel penuh dilema ini.
Ringkasan Istri Rahasia Sang CEO
Danendra Danu Atmaja, pengusaha sukses, tiba-tiba menawarkan untuk melunasi biaya pengobatan ibu Arana Salingga. Namun, bantuan tersebut datang dengan syarat yang mengejutkan: Arana harus menikahinya. Meski Arana sudah memiliki kekasih dan merasa asing dengan Danendra, pria itu tetap bersikeras. Arana terjebak dalam dilema besar karena perbedaan status sosial mereka yang sangat jauh. Mengapa sosok CEO ternama tersebut memilih gadis biasa sepertinya?
Baca Selengkapnya

Istri Rahasia Sang CEO Bab 1

"Ibu ... Ibu kenapa?" Wajah Arana seketika panik saat Arana menyalakan lampu kamar ibunya. Kedua matanya seketika membulat tatkala indra penglihatannya menangkap sosok tubuh yang dari tadi dia cari. Tubuh Ibu Arana tergeletak tidak bergerak di samping tempat tidur.

Arana pun segera bersimpuh dan menahan kepala sang ibu dengan pahanya. Dia mencoba memanggil-panggil nama ibunya, tapi wanita paruh baya yang memiliki wajah lembut itu sama sekali tidak merespon panggilan Arana.

Seketika air mata Arana mengalir deras, dia bingung dan seketika di dalam hatinya sudah diliputi oleh hal yang dia sama sekali tidak menginginkannya.

Arana memberikan bantal untuk kepala ibunya dan berlari keluar. Pertama yang dia datangi adalah rumah sahabatnya yang berada tepat di depan rumahnya. Tanpa memberi salam dia langsung menyelonong masuk dengan wajah paniknya.

"Arana, kamu kenapa?" Seorang wanita paruh baya dengan rambut digelung rapi bertanya dengan wajah kaget.

"Tante, tolong Ibu aku, Tante."

"Ibu kamu kenapa?"

"Ibu aku pingsan dan aku tidak tau kenapa?"

"Ibu kamu pingsan? Sekarang di mana?"

"Ada di kamarnya." Arana benar-benar terlihat sangat panik saat ini.

"Tapi Om Arya belum pulang, kita hubungi saja ambulans agar secepatnya datang ke sini dan bisa membawa ibumu."

"Di mana ibumu? Biar aku yang membawanya ke rumah sakit," timpal seorang pria yang memang dari tadi juga ada di sana, tapi karena saking paniknya, Arana sampai tidak sadar ada orang lain di rumah sahabatnya itu.

"Pak Dane, nggak usah repot-repot, biar saya panggilkan ambulans saja untuk menolong Ibu Arana."

"Sudah tidak apa-apa, biar aku saja yang membawanya, aku takut jika terlalu lama, kondisinya bisa semakin memburuk."

Arana pun melihat ke arah pria itu dengan wajah datar, tapi terkesan dingin. "Tolong Ibu aku!” Arana menatap pria bernama Dane sambil memohon dan tidak sadar mencengkeram lengan tangan pria itu.

Dane melihat wajah Arana yang sangat berharap agar ibunya ditolong segera beranjak dari tempat duduknya. Dane kemudian berlari ke arah rumah Arana, diikuti Arana dan ibu dari sahabatnya segera menuju kamar di mana ibu Arana pingsan.

Dane langsung membopong ibu Arana dan membawanya masuk ke dalam mobil. Arana mengikuti dengan duduk di belakang, kepala ibunya diletakkan di atas paha, dan sambil menangis Arana mengusap-usap lembut pipi ibunya. Air matanya tidak berhenti mengalir karena rasa takut akan kehilangan sosok yang dia cintai itu terbayang jelas di depannya. Arana baru saja kehilangan ayahnya–orang yang juga sangat dicintainya karena sakit yang terlambat terdeteksi dan sekarang dia melihat ibunya juga seperti sekarang ini.

"Ken, cepat ke rumah sakit Elena!" Dane memerintah pada laki-laki di sampingnya yang terlihat usianya lebih muda dari Dane.

"Iya, Pak," jawab singkat laki-laki bernama Ken. Dia dengan cepat melajukan mobilnya.

Di perjalanan, tak henti-hentinya Dane menoleh ke belakang mencoba menenangkan Arana.

"Kamu tenang saja dan yakinlah Ibu kamu pasti baik-baik saja!”

Ken yang melihat tampak terkejut karena dia baru pertama kali melihat atasannya sampai begitu peduli pada seseorang.

***

Setibanya di rumah sakit, Ibu Arana segera dibawa oleh petugas medis di sana. Dane segera berjalan ke sebuah ruangan yang ada di lobi untuk menemui Elena–temannya yang bertugas di sana.

"Elena."

"Halo, Tampan! Eh, kapan kamu datang ke Indonesia?" tanya wanita dengan rambut pirangnya. Dia juga terkejut melihat temannya itu tiba -tiba ada di sana.

"Nanti saja kita bicaranya. Aku ke sini ingin kamu menangani pasien yang baru aku bawa."

"Who is it?"

"Dia wanita berumur yang jatuh pingsan di rumahnya. Cepat, Elena!"

"Okay-okay!" Wanita itu langsung menyambar stetoskop yang ada di atas mejanya dan berjalan menuju ruangan di mana Ibu Arana sudah dipasangi beberapa alat untuk memeriksa kondisinya.

Elena yang sudah sampai di sana langsung meminta Dane dan Arana keluar dari ruangan agar Elena bisa mulai menjalankan pemeriksaan.

"Dane, ibuku akan baik -baik saja, kan? Aku takut, Dane." Tanpa sadar Arana mencengkeram kedua lengan Dane dengan air mata yang sejak tadi tidak berhenti menetes.

"Kamu harus tenang, Arana! Semua akan baik-baik saja. Ibumu sudah ditangani dokter terbaik di sini, dia temanku."

"Aku takut, Dane, aku sudah tidak memiliki siapa pun di sini. Aku cuma punya ibuku." Arana kembali menangis. Kali ini tangisannya terdengar keras dan begitu perih.

Mendengar itu, entah kenapa Dane jadi ikut merasa cemas. Hatinya bergetar. Tidak tega melihat Arana. Tangan Dane pun tiba-tiba terangkat dan mendekap Arana dalam pelukannya. Arana yang memang sedang diliputi kesedihan pun tidak sadar membalas pelukan Dane. Saat ini, dia hanya membutuhkan bahu seseorang untuk menuangkan rasa yang membuatnya sesak. Rasa trauma akan kehilangan orang yang dia cintai kembali muncul saat melihat keadaan ibunya tadi.

Ken yang sejak tadi berdiri di sana semakin kaget melihat sikap atasannya yang seperti itu, padahal sebelumnya Dane sama sekali tidak pernah mau tahu dengan keadaan orang lain, terlebih seorang wanita.

***

Beberapa menit kemudian, Elena keluar dari ruangan. Dokter berambut pirang itu berjalan ke arah Dane dan Arana. Dane yang melihat temannya itu langsung melepaskan pelukannya. Arana yang baru sadar apa yang dia lakukan jadi merasa tidak enak akan hal itu.

Dia menatap Dane sebentar. "Maaf, Dane." Dia kemudian menundukkan pandangannya.

"Tidak apa-apa."

Arana mengalihkan pandangannya, melihat kedatangan Elena yang tiba di hadapannya.

"Dokter, bagaimana keadaaan Ibu saya?" tanya Arana panik melihat Elena.

"Untuk saat ini keadaan Ibu kamu belum bisa dikatakan stabil, kita harus melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa tidak ada hal lain yang mengkhawatirkan karena tekanan darah pasien sangat tinggi sekali. Jadi, lebih baik pasien dirawat di sini dan besok akan kita lakukan pemeriksaan lanjutan."

"Ya sudah, kalau begitu kamu atur saja semua, Elena. Tangani Ibu Arana dengan baik, aku percayakan semua perawatannya sama kamu," terang Dane.

"Ya sudah kalau begitu suster akan menyiapkan kamar dan pasien akan dipindahkan ke sana. Kalau begitu kamu dan Arana langsung ke ruangan di sana untuk menyelesaikan administrasinya." Elena menunjukkan sebuah ruangan dengan pintu kaca besar. Elena juga berpamitan sebentar untuk kembali ke ruangannya.

"Dane, apa ibuku tidak bisa dirujuk ke rumah sakit lainnya, ya?" Arana tampak mendekat dan berbicara terbata-bata kepada Dane.

"Kenapa tidak di sini saja?" Wajah Dane tampak bingung.

"Ini rumah sakit besar, Dane. Di sini biayanya pasti mahal, aku …." Arana bingung mau melanjutkan perkataannya.

"Maksudnya, soal biayanya kamu tidak punya uang?" Dane menatap penasaran.

Arana mengangguk perlahan. "Aku hanya karyawan kecil di sebuah kantor majalah dan gajiku tidak akan mencukupi jika harus membiayai ibuku di rumah sakit yang besar ini, tapi bukan berarti aku tidak mau ibuku sembuh. Aku ingin memastikan ibuku baik-baik saja karena hanya dia yang aku miliki sekarang, " ucap Arana lirih.

Seketika di dalam hati Dane, muncul suatu ide saat melihat kebingungan Arana, “Mungkin aku bisa memanfaatkan keadaan Arana. Aku yakin dia tidak akan mungkin bisa menolaknya.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Rahasia Sang CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Menikahi Paman Mantanku
8.8
Dikhianati Carsten Morgan di hari pernikahan demi perundung masa lalunya, hidupku hancur saat dia menekan kasus pelecehan yang kulaporkan. Aku menjadi sasaran hinaan karena luka fisikku dianggap menjijikkan olehnya. Carsten merasa tak terkalahkan berkat dukungan paman miliardernya. Namun, segalanya berbalik saat sang paman justru merangkulku. Dia menawarkan pembalasan dengan menjebloskan mereka ke penjara, asal aku bersedia menjadi miliknya selamanya.
Sampul Novel Lebih Baik Kita Berpisah
8.6
Ranti memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya meski masih mencintai sang suami. Alasan utamanya bukanlah orang ketiga, melainkan penolakan keras dari keluarga mertua yang tak pernah menghargai pengorbanannya. Meski ia telah bekerja keras demi kesejahteraan mereka, Ranti justru dituduh melakukan guna-guna. Saat terpuruk, keluarga suaminya pun tak pernah peduli. Kini, ia harus mempertimbangkan apakah meninggalkan ayah dari enam anaknya adalah jalan terbaik.
Sampul Novel PELUKAN HANGAT PAPA MERTUA
8.6
Sepuluh tahun Luna menderita dalam pernikahan tanpa cinta karena Eric gemar berselingkuh. Terikat perjanjian keluarga, Luna mencari pelarian pada alkohol hingga tak sengaja tidur dengan Brian, ayah mertuanya. Brian yang menduda tak kuasa menolak pesona Luna. Meski merasa bersalah telah mengkhianati putranya, Brian terus menjalin hubungan terlarang demi mengusir kesepian. Saat Eric menceraikan Luna demi kekasihnya yang hamil, rahasia pun terungkap dan mereka memilih hidup bersama.
Sampul Novel Pendekar Pedang Patah
7.9
Pancaka dikenal sebagai musuh besar bagi seluruh golongan persilatan, mulai dari sekte hitam hingga putih. Tanpa alasan jelas, ia menghancurkan organisasi tersebut dengan pedang tanpa bilah miliknya yang legendaris. Namun, kejayaan sang pendekar berakhir setelah ia menderita kekalahan telak. Secara misterius, Pancaka terlempar kembali ke masa lalu. Kini, ia harus memilih untuk memperbaiki perilakunya atau justru menjadi sosok yang jauh lebih kejam dari sebelumnya.
Sampul Novel Pijat Tunanetra Kapal Pesiar
8.1
Ada rahasia gelap di balik kemewahan perayaan tahun baru di Kapal Pesiar Lautan, di mana deretan terapis wanita tunanetra dihadirkan untuk dipilih para tamu. Demi menyelidiki hilangnya sang kakak, sang protagonis nekat memalsukan identitasnya sebagai perempuan buta agar bisa menyusup ke sana. Rencananya berjalan lancar hingga seorang tokoh besar yang sangat berpengaruh memilihnya. Di dalam kamar tertutup, pria misterius itu menguji penglihatannya dan menantangnya dengan permainan yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Terjebak Malam Panas dengan Billionaire
8.2
Hans berencana merebut harta Alina melalui skandal perselingkuhan rekayasa. Saat perayaan anniversary, ia mencekoki Alina dengan obat dan meninggalkannya di hotel. Namun, kesalahan teknis membuat kartu kamar Alina tertukar dengan milik Dariel Kyle, seorang miliarder tampan. Mereka akhirnya terjebak dalam malam penuh gairah yang tak terduga. Kini, Dariel mulai mengejar cinta Alina, sementara pengkhianatan Hans masih membayangi nasib hubungan mereka selanjutnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan