Sampul Novel PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14

PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14

8.4 / 10.0
Zunara berjuang membesarkan 14 anaknya meski penuh lelah. Hidupnya berubah saat Tengku Salman, pangeran Malaysia, menyelamatkan putranya, Zafran, dari maut. Meski hanya ingin kebahagiaan anak-anaknya, Zunara mulai terpikat oleh tatapan sang pangeran. Di sisi lain, Salman yang terbiasa hidup formal merasa tersentuh oleh ketangguhan Zunara. Kini, sang bangsawan bimbang apakah ia harus mengejar cinta wanita itu dan melampaui sekat status sosial mereka.

PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14 Bab 1

"Mama... Zafran nggak bisa napas..."

Tubuh kecil itu menggigil di pelukan Zunara. Wajah Zafran pucat, dadanya naik-turun cepat, matanya setengah terpejam.

"Astaghfirullah...! Aleena, Rayyan! Cari inhalernya cepat!"

"Nggak ada, Ma! Inhalernya nggak ada!"

Suara Rayyan bergetar. Anak-anak lain mulai menangis keras.

"Mama, Abang Zafran mau mati ya? Jangan mati, Abang..."

Yahya meremas ujung gamis ibunya sambil terisak.

"Tolong! Ada yang bisa bantu?! Anak saya sesak napas!"

Zunara berteriak, napasnya memburu. Orang-orang hanya menonton. Ada yang malah merekam dengan ponsel.

Zafran mengerang lemah.

"Mama... sakit..."

Zunara hampir jatuh berlutut. Bagaimana kalau Zafran benar-benar berhenti bernapas?

Tiba-tiba suara berat namun tegas terdengar.

"Serahkannya pada saya, cepat."

Zunara menoleh. Seorang pria tinggi dengan wajah tegas dan sorot mata tajam berdiri di depannya.

Kemeja putihnya kusut karena berlari, tapi auranya... berbeda. Bukan orang biasa.

"Saya pernah urus kes macam ni. Kalau lambat satu minit saja, anak puan boleh mati dalam pelukan."

Zunara menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca.

"Tolong... selamatkan anak saya."

Rayyan maju, berdiri protektif.

"Jangan sentuh adik saya! Siapa kamu?!"

Pria itu menatap Rayyan, nada suaranya tajam.

"Awak mau dia hidup atau tak?"

Rayyan terdiam, gigi bawahnya menggigit bibir. Zunara mengangguk cepat.

"Tolong..."

Pria itu meraih Zafran dengan sigap.

"Pegang kuat, dik. Jangan tidur, ya. Bertahan. Saya janji, awak akan baik-baik saja."

Dia langsung berjalan cepat, menembus kerumunan. Suara kamera ponsel berkedip di sekitar mereka.

Zunara mengejar, hampir menangis.

"Ya Allah... siapa pun dia... selamatkan anakku..."

Di dalam mobil hitam mewah yang melaju kencang, pria itu menatap Zafran penuh khawatir.

"Bertahanlah, dik..." bisiknya, logat Malaysianya terdengar jelas.

Nama pria itu?

Tengku Salman Fawwaz.

Pangeran paling berpengaruh di Malaysia.

Dan sore itu, tak seorang pun tahu kalau video dirinya menggendong seorang bocah sesak napas akan viral... dan mengubah hidup mereka semua.

Video berdurasi tiga puluh detik itu beredar cepat di media sosial.

Tengku Salman Fawwaz, pria tinggi dengan kemeja putih yang basah oleh keringat, menggendong seorang bocah kecil sambil berlari ke arah mobil hitam mewah. Wajahnya tegang, tatapannya penuh khawatir.

"Pangeran Malaysia tolong anak sesak napas di pasar Indonesia!"

"Tengku Salman Fawwaz, calon menantu idaman!"

Netizen heboh. Komentar membanjir:

"Masya Allah, baik banget pangeran ini, ya!"

"Duh, ganteng banget, siapa tu anaknya?"

"Jandanya siapa tu? Kok banyak banget anaknya kelihatan di video."

"Ih, liat deh tuh perempuan big size, bawa anak segambreng, dasar numpang tenar."

Nama Zunara Mahnoor ikut terbawa. Orang-orang mulai mencari identitasnya. Dan ketika menemukan fotonya... hinaan makin menjadi-jadi.

"Pantes aja janda, siapa juga yang mau sama dia."

"Big size, anak 14, mau cari simpati lah tu."

"Eh tapi untung ada pangeran, bisa aja janda ini mancing biar dikasihani."

---

Zunara duduk di lantai ruang tengah, menatap layar ponsel yang terus berbunyi notifikasi. Tangannya gemetar.

Aleena duduk di sampingnya, mencoba menenangkan.

"Ma, jangan dibaca lagi. Nggak semua orang di dunia ini baik..."

Zunara menelan ludah. Matanya berkaca-kaca, tapi ia tetap tersenyum tipis di depan anak-anaknya.

"Mama nggak apa-apa, Nak. Biarin aja orang mau bilang apa. Yang penting kalian sehat."

Tapi Zoya Tabassum tak bisa setenang itu. Gadis 12 tahun itu menatap ponsel ibunya dengan mata merah.

"Kenapa orang-orang jahat banget, Ma? Mama nggak salah apa-apa... Mama tuh baik..."

"Zoya, udah, jangan-"

"Enggak!" Zoya tiba-tiba berdiri, air matanya jatuh deras.

"Aku benci orang-orang itu! Aku mau balas, Ma! Aku mau tulis di komentar mereka kalau Mama nggak kayak yang mereka bilang!"

"Zoya, cukup!" suara Rayyan tegas, tapi Zoya makin histeris.

"Mereka hina Mama, Kak! Mereka bilang Mama janda gendut nggak pantas sama Pangeran itu! Mereka bilang kita semua... anak-anak sampah!"

Zoya menangis keras, menjerit hingga Arhaan yang duduk di pojok menutup telinganya dan mulai gelisah. Yahya juga ikut menangis, memeluk lutut ibunya.

Zunara langsung memeluk Zoya erat, berusaha menenangkan.

"Nak, tolong... jangan nangis gitu... Mama kuat kok. Kalian nggak usah mikirin Mama..."

Tapi air matanya sendiri akhirnya jatuh juga.

Tiba-tiba... ketukan keras terdengar di pintu.

Tok! Tok! Tok!

Aleena mengintip lewat celah jendela, wajahnya berubah kaget.

"Ma... itu..."

Zunara menatap heran.

"Siapa, Nak?"

Aleena menelan ludah.

"Itu... Pangeran itu, Ma."

Di depan rumah sederhana itu, berdiri Tengku Salman Fawwaz dengan kemeja santai tapi tetap rapi. Sorot matanya... tajam, penuh tekad.

"Assalamualaikum... Saya mahu bercakap dengan puan. Tentang anak-anak ini... dan tentang puan."

Tengku Salman Fawwaz duduk di kursi ruang tamu yang sederhana itu.

Sorot matanya menyapu anak-anak satu per satu sebelum akhirnya berhenti pada Zunara.

"Saya minta maaf datang tiba-tiba. Tapi saya fikir, saya patut cakap terus pada puan."

Zunara menunduk sopan, tangannya meremas ujung jilbabnya.

"Iya, Tengku... Silakan."

"Pertama sekali, anak puan, Zafran... dia sudah stabil. Doktor kata dia cuma perlu rawatan lanjut, tapi keadaannya sudah selamat."

Zunara menghela napas lega, air matanya menetes.

"Terima kasih, Tengku... Saya nggak tahu harus balas kebaikan Tengku gimana..."

Salman mengangguk tipis.

"Tak perlu berterima kasih. Itu memang tanggungjawab manusia. Tapi... ada perkara lain saya nak bincang. Perkara besar."

Rayyan yang sejak tadi berdiri di dekat Zunara melipat tangan di dada, pandangannya penuh curiga.

"Perkara apa? Kalau soal bayar rumah sakit, kami nggak minta belas kasihan siapa pun. Mama nggak perlu kasihan dari orang asing."

"Rayyan!"

Zunara menegur lirih, tapi Salman hanya tersenyum tipis.

"Bagus, awak anak yang jaga maruah keluarga. Tapi saya bukan nak hina puan Zunara atau anak-anak. Saya nak tawarkan sesuatu. Sesuatu yang... mungkin akan ubah hidup puan."

Zunara menatap Salman bingung.

"Maksud Tengku?"

Salman menarik napas panjang, sorot matanya serius.

"Saya tahu orang bercakap macam-macam di media sosial. Mereka hina puan. Hina anak-anak. Puan tak layak terima semua tu."

Zunara menunduk, matanya memerah.

Salman melanjutkan, suaranya tegas.

"Jadi saya fikir... hanya ada satu cara untuk hentikan semua fitnah. Satu cara supaya anak-anak puan dilindungi... dan nama puan bersih."

"Cara apa, Tengku?" suara Zunara bergetar.

Salman menatapnya lurus.

"Kahwin dengan saya, Puan Zunara."

Kata-kata itu seperti petir di siang bolong. Ruang tamu mendadak hening. Anak-anak menatap dengan mata terbelalak.

"A... apa?" suara Zunara bergetar, wajahnya memerah.

"Tengku... jangan bercanda. Kita baru kenal kemarin. Ini... ini nggak masuk akal."

Rayyan langsung maju selangkah, berdiri protektif di depan ibunya.

"Mama nggak usah jawab! Kita nggak butuh pernikahan pura-pura kayak gini!"

"Rayyan!"

Zunara menegur, tapi remaja itu menatap Salman tajam.

"Kami nggak kenal kamu, dan Mama nggak perlu kasihanmu!"

Salman tetap duduk tenang, sorot matanya dalam.

"Saya faham awak marah, Rayyan. Awak anak lelaki yang baik, jaga maruah keluarga. Tapi awak salah faham. Saya tak berniat nak hina puan Zunara... malah saya hormat dia."

Zunara menggigit bibir, tangannya meremas jilbabnya.

"Tapi... kenapa, Tengku? Kenapa tiba-tiba minta saya menikah dengan Anda?"

Salman menarik napas panjang, suaranya rendah namun tegas.

"Puan, saya tengok sendiri macam mana orang hina puan di media sosial. Mereka takkan berhenti. Nama puan akan terus dipijak, anak-anak puan akan terus dibuli."

Zoya yang duduk di lantai mulai menangis lagi, Aleena merangkulnya.

"Saya fikir... kalau puan jadi isteri saya, semua orang akan berhenti bercakap. Mereka takkan berani hina lagi. Dan anak-anak puan akan dilindungi."

Zunara menunduk, air matanya jatuh.

"Tapi... saya cuma perempuan biasa, Tengku. Tubuh saya besar... anak saya banyak... kenapa Tengku mau repot-repot?"

Salman menatapnya serius.

"Kerana saya pun bukan lelaki sempurna, puan. Saya ada kekurangan sendiri... kekurangan yang orang tak tahu. Tapi saya tak kisah tentang rupa puan atau jumlah anak puan. Saya cuma nak bantu."

Rayyan menggeleng cepat.

"Mama, jangan percaya dia! Ini pasti ada maunya!"

Salman berdiri perlahan, menatap Rayyan.

"Awak berhak fikir macam tu. Tapi saya tak paksa. Saya cuma beri pilihan."

Lalu Salman kembali menatap Zunara.

"Puan... saya tak minta jawapan sekarang. Fikir baik-baik. Saya beri masa tiga hari. Kalau puan setuju, hidup puan akan berubah. Kalau tak... saya akan pergi dan takkan ganggu lagi."

Salman berjalan ke pintu, berhenti sebentar dan menoleh.

"Tiga hari, puan. Lepas tu, saya akan anggap jawapan puan adalah... tidak."

Pintu tertutup pelan.

Zunara duduk kembali, wajahnya pucat. Tangannya menutup mulutnya, air matanya jatuh.

Anak-anak menatapnya bingung, Rayyan berdiri kaku, dan Zoya mulai terisak lagi.

Tiga hari.

Hanya tiga hari... untuk memutuskan sesuatu yang bisa mengubah segalanya.

----

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PANGERAN MALAYSIA MENIKAHI JANDA BIG SIZE ANAK 14

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri
8.2
Kehidupan seorang gadis berubah drastis saat Hunter Oragle memergokinya tengah mengintip kemesraan intim pria itu bersama sang ibu. Bukannya marah, ayah tirinya justru memberikan tawaran provokatif untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan yang seharusnya murni kini terjebak dalam pusaran gairah terlarang yang berbahaya. Segalanya menjadi kian rumit dan penuh tekanan ketika fakta-fakta masa lalu mulai terungkap ke permukaan, mengancam batas moral mereka.
Sampul Novel Terjerat Cinta Duda Dingin
8.9
Kinara Larissa Putri telah mencintai satu pria sejak remaja hingga usianya kini hampir tiga puluh tahun. Kesabaran Kinara berbuah manis saat ia akhirnya menikah dengan Arka, duda tampan yang ia dambakan. Namun, Arka ternyata sosok kaku dan egois yang menikahinya hanya demi sang anak, bukan cinta. Di tengah dinginnya sikap suami, muncul pria lain yang tulus mencintai Kinara. Sanggupkah Kinara bertahan dalam rumah tangga penuh paksaan ini saat godaan baru datang menyapa?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan