Sampul Novel Merengkuh Cinta Ilahi

Merengkuh Cinta Ilahi

8.0 / 10.0
Dalam novel modern Merengkuh Cinta Ilahi, Siti Halimah harus menghadapi takdir rumit setelah kematian suaminya. Ia terikat pernikahan tanpa cinta dengan Lukman sebagai tanggung jawab. Di tengah misteri keluarga dan rahasia Laura, baca kisah selengkapnya di web novel ini sekarang.
Ringkasan Merengkuh Cinta Ilahi
Siti Halimah, pemulung yang kehilangan suaminya, Prajana, akibat kecelakaan maut dan penolakan kasta, terpaksa menikahi sang penabrak, Lukman. Pernikahan tanpa cinta ini mengungkap rahasia kelam tentang Laura, mantan kakak iparnya yang ternyata istri pertama Lukman yang kehilangan rahim. Misteri kian pelik dengan kondisi serupa pada ibu tiri Lukman. Di tengah duka dan rahasia medis, mampukah para wanita ini menemukan kebahagiaan serta cinta sejati mereka?
Baca Selengkapnya

Merengkuh Cinta Ilahi Bab 1

Aku hanyalah seorang wanita yang pengepul barang yang sudah tidak di pakai atau rongsok, Siti Hamilah namaku.  Dua anak balita ku akan menyertaiku sepanjang perjalanan,  Faiz Fadillah 4 tahun dan  Kayla Nisa 18 bulan. Di kota Jakarta yang penuh dengan hiruk pikuknya menandakan perjuangan hidup di   dunia bak penjara sedangkan lapangnya adalah di akhirat, dunia adalah penjara bagi orang mukmin begitulah almarhum ayah selalu memberi semangat. Suamiku Prajana Hadi kusuma ia adalah seorang tukang ojek, sudah sering Mas Praja  menyuruhku berhenti memulung katanya kasihan anak-anak tapi ini perkerjaan ku selain mengajar TPA di Cempaka Putih yang menghantarkan jodohku walaupun jarak yang ku tempuh tak sejauh dulu. Tak seperti pemulung yang lainnya, aku tetap menjaga aurat ku. Aku berjilbab dan berkaos kaki. Hidup kami memang cukup dengan rumah peninggalan ayah dan ibu ku di Cempaka Putih. Mas Praja sendiri membeli motor bekas untuk menjemput rejeki Allah, pernikahan yang tak pernah di restui keluarga mas Praja yang berada. Aku anak yatim piatu tak berpunya. Kenekatan mas Praja tak akan di anggap anak ayah ibunya tak menyurutkan niatnya menikahiku yang berkulit hitam terkena teriknya matahari. Entah apa yang membuatnya mencintaiku, aku pun mencintai nya karena Allah. Dan inilah kisah hidupku. 

        HP ku berbunyi, "assalamu'alaikum abi"

"Waalaikumsalam, kamu di mana biar ku hantar makanan" 

"Tadi abi nurunin di Cempaka Merah kan?? "

"Oke aku ke sana ummiku sayang..."

Tak beberapa lamapun motor butut abi di menepi tepat di hadapan ku saat ini. Di pos ronda warga, Warga sekitar sudah hafal betul kebiasaan ku sebelum menikah. 

"Abi.. Aku lapal, pulang yuk.. "Sapa Faiz sambil menyalami bapaknya. 

"Kayla bobok bi, pulang saja sebentar lagi juga mau sholat dhuhur." Kataku

"Alhamdulillah dapat banyak mi, biar ini di depan ya. " Kata abi sambil membenarkan barang rosok. Faiz dan Kayla digendonganku membonceng di belakang. 

"Alhamdulillah bisa, beberapa warga Cempaka Merah sengaja menungguku mengambil barang bekasnya, ini saja baru sebagian yang terbawa. InsyaAllah besok turunin ummi di sini lagi ya bi. " Pinta ku

"Siap ummi.. Abi sayang ummi.. Kita pulan yuk....Baca doanya dong Faiz yang kenceng.. " Perintah abinya 

""Subhaanalladzi sakhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbina lamunqolibuun." Lantunku menyertai Faiz. 

      Sampai di rumah 3*5 meter ini cukup membuat kami nyaman, ku tidurkan Kayla di kasur. Kami makan apa yang di bawa abinya, tadi ada penumpang yang baik  memberikan bakso 2 porsi gratis. 

"Penumpang nya cewek atau cowok bi kok baik banget?? "

"Cewek mi.. " Sambil makan kuah bakso, sambal dan nasi, sedangkan isinya ku bagi dua untuk Kayla nanti jika bangun. 

"Cantik dong.. Apa suka sama abi.??" Tanyaku cemburu, karena memang laki-laki 28 tahun di depanku ganteng meski tubuhnya tak segagah saat pertama bertemu karena sering puasa dan kurang makan. 

"Apaan sih mi.. Tetap ummi nomer satu di hati abi.. Yang lain mah numpang bonceng aja.. " 

"Ummi gak mau ijo-ijonya"

"Ets Faiz harus makan biar sehat, gak boleh membuang makanan nanti di sayang Allah"

"Lasanya gak enak mi, mau muntah" Celotehnya lagi

"Enak cuma Faiz saja belum terbiasa, coba lihat abi. Ia makan cabe meski pedas apakah abi muntah??" Kataku. Faiz pun menggeleng pelan. 

"Lihat abi sampai keringetan makannya, itu khasiat langsung yang abi peroleh dari makan bakso panas dan pedas. Sekarang Faiz makan insyaallah dapat khasiatnya nanti. Tubuh Faiz jadi sehat".

" Faiz coba mi. " Katanya sambil mengunyah makanan di mulutnya. Alhamdulillah berhasil, makanan ludes tak bersisa. 

"Wah hebat Faiz habis makannya, ummi nanti makan apa jika dah habis?? " Tanya Abi

"Ummi masih ada tempe goreng tadi pagi. Abi mau berangkat lagi?? "

"Iya mi sekalian sholat dhuhur di masjid, Faiz mau ikut abi ke masjid?? Eh cepet banget boboknya Faiz" Kata abi sambil mencium kening Faiz  dan Kayla di tikar berlubang di makan tikus. 

"Faiz capek tadi, ia ummi tinggal main di KB Cempaka sama bu Heru. Semoga nanti ada rejeki buat Faiz sekolah ya bi.. "

"Aamiin, ini ada uang  20ribu buat ummi belanja. Abi pergi dulu. " Katanya sambil mencium kening ku lama entah kenapa aku merasa abi tak seperti biasa. Aku mencium tangan abi tapi abi balik mencium tanganku.

"Jaga anak-anak ya mi, abi pergi dulu Terima kasih sudah menerima abi apa adanya. " Kata abi berpamitan

"Abi kenapa seperti mau pergi jauh saja" Gurau ku

     Abi pun mengeslah motornya sampai 3 kali namun tak mau hidup juga.Baru yang ke 4 kali abi baru bisa menghilang dari hadapanku. 

        Selesai sholat dhuhur ku pilah sampah lagi di belakang rumah, setiap hari Ahad akan ada petugas yang mengambil barang bekas ini. Meski sedikit ku sisihkan untuk masjid dan sebagian mampu ku belikan beras. Hasil ojek tak menentu apalagi motor tua abi sering mogok bahkan abi sering menuntun pulang saat larut menjelang. Jadi buruh tukang tak selalu ada, apalagi abi tak punya ijazah karena akses pekerjaan di pantau keluarga kusuma. Mereka benar-benar ingin mas Praja dan aku berpisah. Mas Praja sendiri ku temukan dengan wajah lebam di sekujur tubuhnya. Ku minta bantuan warga di bawa klinik terdekat. Katanya ia mabuk dan kalah judi lalu di hajar karena tak sanggup membayar. Masa sulit taubat mas Praja lalui, aku salut dengan kegigihannya. 

****************

Flashback on

       Setelah selesai membayar biaya perawatan semalam, ku putuskan untuk berpamitan pulang padanya. Ku temukan ia di  tumpukan sampah, ku kira mayat ternyata masih hidup penuh lebam. 

"Bantu aku taubat. " Pintanya sambil mengenggam erat lengan tanganku menahan pergi. 

"Maaf kita bukan mahram, lepaskan aku. " Kataku, ia pun melepaskan ku

"Apa Tuhan menerima taubat ku meski dosaku banyak, aku tukang mabo dan judi. Apa kau takut denganku?? Tanyanya panjang lebar

" Allah Maha Pengampun asal kau bersungguh-sungguh, dan aku hanya takut pada Allah"

"Benar kah??? Aku  Prajana Hadi Kusuma umurku 22 tahun, aku serius ingin bertaubat"

"Panggil saja aku Siti, aku akan hantarkan mas Praja pada pak Sobri ustadz kampung ini. "

"Kenapa bukan kau saja yang mengajariku Siti, aku akan membayar mu dan hutang perawatan kmaren. " 

"Tidak usah, aku ikhlas menolongmu dan bertaubat itu gratis hanya perlu niat yang lurus. Aku bukan mahrammu nanti jadi fitnah. Ikut saya jika serius bertaubat. Tapi tolong kita berjalan berjarak. Mundurlah 3 langkah dariku, itu jarak yang harus kau jaga. "

"Apa??? " Tanyanya heran sambil membulatkan matanya penuh heran. 

"Ikuti saja jika serius bertaubat"

Ia pun mengikuti  berjalan kaki, ku jinjing sekantong barang bekas di punggungku. Hingga 20 menit berjalan ku hentikan langkahku di masjid Ar Rohman Cempaka Putih.

"Pak Sobri assalamualaikum"

"Walaikumsalam Siti tumben sebelum Ashar ke masjid, belum sampai rumah ini?? "

"Ada yang mau ketemu pak Sobri katanya mau taubat, itu orang nya pak"

"Mas Praja ini pak Sobri kepsek  SD Cempaka Putih, guru TPA dan guru perjuangan hidupku"

"Jangan berlebih Siti, kaulah inspirasi bapak calon hafidzah"

"Aamiin, saya ijin pulang dulu pak mau bersiap sudah mau ashar. "

     Aku berpamitan pulang karena akan membantu pak Sobri mengajar TPA dan tahfidz anak-anak. Semenjak itulah ia juga menjadi marbot masjid di sini, ia juga sangat tekun belajar. Setahun berlalu hingga akhirnya ia melamar ku. 

*************************

Selesai maghrib anak-anak TPA sudah selesai, ku gendong Kayla pulang ke rumah namun semenjak itu Kayla terus menangis tak seperti biasanya. Sedangkan kakaknya Faiz terus menanyakan abinya yang tak kunjung pulang. 

"Kita baca doa buat abi biar cepet pulang selamat ya, biar dedek juga anteng" Anakku bersama Faiz. 

"Hiks.... Hiks... Hiks... Cana... Hiks... Cana.. " Tangis Kayla semakin dalam menunjuk keluar rumah. 

"BismillāhirrahmānirrahīmAlhamdu lillāhi rabbil'ālamīnAr rahmānir rahīmMāliki yaumid dīnIyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īnIhdinas-sirātal-mustaqīmSirātallażīna an'amta 'alaihim gairil-magdụbi 'alaihim wa lad dāllīn" Lantunku surat al fatihah.Faiz mengikutiku meski suaranya tak terdengar hanya bibirnya. 30 menit berlalu Kaylapun terlelap tidur karena capek menangis. ku tidurkan Kayla, Faiz meringsek minta di bacakan buku cerita yang baru di temuka terbuang di tumpukan sampah. Cerita tentang Nabi Sulaiman. Tak sampai habis ku baca Faiz sudah menyusul Kayla di peraduan. Hingga pintu ku terkejut ketukan dari luar. Tok.. Tok... Tok... 

"Siti... Siti... Kamu yang sabar ya.. " Kata bu Sari sambil memegang tanganku. 

"Maksud bu Sari apa ya?? "

"Suamimu Siti.. Anu.. Anu.. " Katanya terengah-engah

"Kenapa Mas Praja bu?? "

"Ke.. Ke.. Kecelakaan.. Ayo kesana Siti.. "

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Merengkuh Cinta Ilahi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN
8.1
Candice menjadi korban jebakan keji mantan suaminya yang berujung pada malam bersama pria asing. Empat tahun berlalu, ia kembali ke tanah air bersama putra kecilnya yang cerdas, tampan, dan jenius. Tak disangka, takdir mempertemukannya kembali dengan ayah biologis sang anak. Di tengah rencana balas dendam yang membara terhadap pria yang telah menghancurkannya, akankah Candice menemukan kebahagiaan sejati bersama keluarga kecilnya yang baru?
Sampul Novel Goyangan Panas Ibu Mertua
9.6
Rudi terkejut saat merasakan sentuhan Nina, ibu mertuanya, di bahunya pada suatu malam. Meski Nina berdalih merasa haus, tindakannya yang provokatif membuat Rudi merasa tidak nyaman. Ia segera mengingatkan Nina bahwa dirinya adalah suami dari anak kandungnya sendiri. Rudi berusaha menjauh, namun Nina yang haus akan perhatian justru tidak menyerah. Ia mulai menyusun rencana licik demi mendapatkan menantunya itu, apa pun risikonya malam ini.
Sampul Novel JANDA, MARRY ME!
7.9
Menjadi janda bukanlah sebuah pilihan atau kesalahan yang patut dihakimi. Namun, jika status tersebut dianggap sebagai noda, siapakah yang layak disalahkan? Apakah takdir Tuhan yang harus digugat, ataukah sosok pria yang tega pergi meninggalkan wanita itu sendirian? Inilah kisah emosional mengenai perjuangan seorang janda dalam menghadapi stigma sosial dan luka hati yang mendalam, saat dirinya terus berupaya mencari kebahagiaan yang seolah mustahil untuk ia temukan kembali.
Sampul Novel KEPINCUT PREMAN SALEH
8.9
Reyhan, preman urakan yang dikenal sebagai Reynold, jatuh hati pada Farhana, putri Pak Haji yang baru pulang dari pesantren. Namun, jalan cintanya terjal karena harus bersaing dengan Ustaz Usman yang alim dan populer. Reyhan pun bertekad mengubah diri demi sang pujaan, meski ia harus babak belur menghadapi hadangan Razaq dan Raziq, kakak kembar Farhana yang protektif. Mampukah si preman kampung ini mengalahkan sang ustaz dan meluluhkan hati keluarga Farhana?
Sampul Novel Let's Watch the Stars Forever
7.9
Seorang gadis muda yang terus bergulat dengan rasa benci pada dirinya sendiri menemukan titik balik saat bertemu pemuda yang berbagi minat mendalam pada astronomi. Melalui keindahan langit malam, Ataya perlahan belajar menghargai jati dirinya. Di tengah proses penyembuhan luka batin tersebut, ia menyadari bahwa perasaannya telah berkembang menjadi cinta yang tulus bagi sang laki-laki yang selalu hadir menemani setiap langkah perjalanannya.
Sampul Novel Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun
7.9
Tujuh tahun menikah, duniaku hancur saat memergoki Brama berselingkuh dengan Kinan, mahasiswi yang kubiayai. Pengkhianatan ini telah berlangsung empat tahun, bahkan Kinan kini mengandung anak Brama—sesuatu yang selalu ia tolak dariku. Muak dengan dusta mereka di rumah kami sendiri, aku tak butuh balas dendam. Aku memilih menghubungi ahli saraf untuk menjalani prosedur eksperimental demi menghapus seluruh memori tentang suamiku dari ingatanku selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan