Sampul Novel Hasrat Agak Laen

Hasrat Agak Laen

9.7 / 10.0
Dalam Hasrat Agak Laen, temukan kisah unik yang diangkat dari 58,83% kisah nyata. Menjelajahi genre modern romance, novel ini menyajikan modifikasi alur yang tak terduga. Baca online novel ini untuk membuktikan realitas di balik fiksi yang menantang logika dalam romance novel yang berbeda.
Ringkasan Hasrat Agak Laen
Temukan narasi romansa modern yang unik dalam novel ini. Karya ini menyajikan perpaduan menarik antara realitas dan fiksi, di mana lebih dari separuh alurnya diangkat dari kisah nyata. Meski beberapa bagian dimodifikasi dan ditambah unsur imajinatif sebagai variasi, esensi ceritanya tetap terasa autentik. Persiapkan diri Anda untuk rangkaian peristiwa yang mungkin sulit dipercaya namun benar-benar bisa terjadi. Segera buktikan sendiri keunikan kisahnya sekarang juga.
Baca Selengkapnya

Hasrat Agak Laen Bab 1

**Siapkan mental, karena hanya di novel ini, kamu akan menemukan sesuatu yang berbeda. Novel ini hanya memuat cerita-cerita unik yang bisa jadi tidak akan pernah ditemukan dalam novel-novel lainnya. Judulnya juga HASRAT AGAK LAEN, tentu saja akan sangat berbeda dengan cerita kebanyakan yang telah ada.

Selamat membaca dan meresapinya. **

Setelah berhasil meraih S2 di bidang pertanian aku ingin bekerja sesuai dengan bidang studiku. Hampir setahun aku mencari kerja, tak satu pun yang cocok. Aku sudah mulai pesimis dan agak frustasi. Sebetulnya banyak lowongan bekerja, tetapi bidangnya jauh dari bidangku.

Orang tuaku juga berusaha membantu mencarikan pekerjaan, sampai akhirnya dia bertemu teman lamanya yang punya kedudukan bagus di sebuah BUMN Perkebunan. Aku dipertemukan dengan teman ayah di sebuah hotel. Dari pertemuan itu, aku ditawari bekerja di perkebunan, tetapi tentu saja letaknya tidak di Jakarta, Perkebunan itu di Kawasan Sumatera Utara.

Aku pada waktu itu langsung saja menerima tawaran, karena kupikir bidang kerjanya sesuai dengan keilmuanku, meskipun tempat kerjanya jauh dari kota. Kedua orang tuaku agak keberatan aku jauh dari mereka, tetapi sebagai anak laki-laki aku ingin merantau dan bekerja sesuai dengan studiku.

Singkat cerita setelah melalui beberapa seleksi aku diterima bekerja di sebuah perkebunan PTP kelapa sawit. Aku langsung ditempatkan sebagai staf di perkebunan yang letaknya sekitar 10 jam dari kota Medan. Kebun itu sangat jauh dan terpencil. Kota kabupaten paling dekat sekitar 2 jam berkendaraan mobil.

Meskipun begitu aku senang, karena kelapa sawit adalah minatku dan skripsi serta tesisku merupakan penelitian soal Kelapa sawit. Aku mendapat rumah yang lumayan bagus jika diukur dengan rumah di kota, halamannya luas. Rumah dengan tiga kamar lengkap dengan perabot, hanya saja rumahnya seperti rumah peninggalan jaman Belanda.

Jadi memang rada horor juga. Tapi bagiku tidak masalah, karena aku tidak takut soal-soal seperti itu. Aku adalah pecinta alam yang sudah terbiasa mendaki puncak gunung sendirian.

Sebelum lebih jauh aku perkenalkan dulu diriku. Nama panggilanku Ferdy Sambodo, tinggi sekitar 178 warna kulit sawo matang, badan agak tegap karena sering fitnes, potongan rambut selalu pendek dan tidak merokok, wajah biasa saja tapi bersih tidak berjerawat, kumis dan jenggot selalu aku cukur bersih.

Aku mendapat fasilitas pembantu, tukang kebun, penjaga malam dan fasilitas mobil. Semuanya aku tidak perlu bayar, karena ditanggung oleh perkebunan. Awal-awal aku bekerja aku diperkenalkan oleh semua staf dan manager perkebunan. Kami cepat akrab, maklumlah karena tempat kami terpencil.

Staf dan manager mendapat rumah di wilayah yang disebut emplasement. Jika digambarkan emplasement itu adalah pusat perkebunan karena disitulah berkumpul rumah-rumah staf, kantor dan pasar.

Selama enam bulan aku belajar mengenal bidang tugasku dan menyesuaikan dengan situasi terpencil. Aku tidak menyangka di daerah terpencil seperti ini masyarakatnya ternyata tidak bisa dikatakan terbelakang. Malah menurutku lebih maju dari masyarakat kota besar. Paling tidak masyarakat di perkebunan tempatku ini sangat terbuka masalah sex.

Mandor-mandor bawahanku sering menawari aku cewek yang merupakan karyawan perkebunan, ada janda banyak juga yang gadis. Penjaga malam di rumahku kalau diajak ngobrol, ujung-ujungnya juga nawari cewek. Maklumlah mereka tau bahwa aku masih single dan bekerja di tempat terpencil yang tidak ada hiburan sama sekali kecuali teve satelit.

Semua tawaran itu belum ada satu pun yang aku terima, karena aku masih takut, mengingat aku masih baru, bukan apa-apa, aku takut nati malah terjebak. Namun kolegaku sesama staf sering mengajakku untuk menggarap karyawan-karyawan yang bisa diembat.

Para mandor pun banyak yang memamerkan perempuan-perempuan simpanan yang di daerah itu disebut gendakan. Kayaknya di perkebunan terpencil ini, hiburan satu-satunya adalah sex.

Di usiaku yang menjelang 26 tahun, tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan sex sering mendesakku. Sejauh ini aku hanya memanfaatkan dengan onani saja. Kalau hari-hari libur aku turun ke Medan dan di kota itulah aku puas-puaskan dengan wanita di sana.

Suatu hari kemudian mandorku menunjuk seorang karyawan cewek. Modelnya bahenol sehingga kelihatan sexy. Meskipun dia menggunakan kain jarik dan kaus oblong, tetapi tonjolan tubuhnya tidak bisa disembunyikan. Wajahnya lumayan ayu. Kata mandorku cewek itu janda, kalau aku berminat dia bisa atur menjadi pembantu di rumahku. Kayaknya menarik juga.

Cewek itu dipanggil oleh sang mandor lalu ditanya apakah mau bekerja sebagai pembantu di rumahku. Dengan mimik malu-malu dia mengangguk. Namun ada kendalanya dia tidak bisa pulang hari seperti pembantuku sekarang, seorang nenek-nenek yang rumahnya dekat dengan emplasement. Rumah perempuan ini jauh dari emplasemen, dengan demikian dia harus menginap atau tinggal di rumahku.

Sebenarnya memang itu yang aku harapkan. Kebetulan di rumahku ada disediakan kamar pembantu di belakang rumah.

Pembantu baruku itu bernama Yanti, umurnya sekitar 25 tahun, bahenol, janda belum punya anak. Dia sudah menjanda dua tahun dan kawin ketika masih umur 18 tahun. Entah mengapa suaminya meninggalkan begitu saja tanpa menceraikan. Kata Yanti suaminya merantau ke Medan dan kerja di sana.

Hari pertama Yanti kerja di tempatku aku agak canggung, karena aku sungkan pada penjaga malamku, yang selalu berada di sekitar rumahku pada waktu malam. Untuk menghilangkan rasa canggungku, sekitar jam 7 malam si Parno penjaga malam aku panggil masuk ke rumah. Aku jelaskan bahwa sekarang ada pembantu yang menginap jadi dia juga harus menjaganya.

Sedang aku asyik bicara dengan parno si Yanti masuk sambil membungkuk-bungkuk lalu mengawali pembicaraan dengan mohon maaf, bahwa dia takut menempati kamarnya di belakang. Yanti ternyata penakut. Dia bermohon-mohon tidur dengan tikar di ruang makan saja.

Aku tidak sampai hati jika dia tidur di ruang makan dengan beralaskan tikar. Aku beri dia kamar yang tidak terpakai di sebelah kamarku. Dia agak ragu, karena tampaknya dia takut pula menempati kamar itu.

Di kamar itu sudah tersedia tempat tidur single, lemari pakaian dan meja tulis. Yanti membereskan bajunya lalu masuk ke kamar itu. Namun dia tidak menutup pintunya. Ketika kuberitahu soal pintunya harus di tutup, Yanti beralasan takut tidur di kamar yang pintunya ditutup. Aku dan Parno saling liat-liatan dan tersenyum.

Jam 9 malam si Parno pamit keluar untuk tugas jaga malam. Aku perintahkan si Yanti mengunci semua pintu. Setelah itu dia kutawari menonton TV bersamaku di ruang tengah. Yanti serta merta bergabung bersamaku. Aku tanyakan dia ingin nonton film apa. Namun dia menyerahkan kepada aku dan dia ikut saja.

Jam 10 malam mata mulai mengantuk, Aku minta diri masuk duluan ke kamar karena ngantuk. Yanti wajahnya agak tegang, mungkin dia merasa sendiri, jadi muncul kembali rasa takutnya. Aku tanya apa dia takut kutinggal sendiri. “iya pak,” katanya.

Entah bagaimana prosesnya, tiba-tiba saja aku punya ide untuk minta dipijat. Ketika kutawarkan untuk memijatku, Yanti langsung menyanggupi dan dia mengatakan bahwa tidak terlalu pandai memijat.

Aku mengenakan sarung dengan celana dalam dan kaos oblong. Aku berbaring di tempat tidur yang lebar. Yanti yang malam itu mengenakan daster kuminta memulai dengan memijat kakiku. Dalam posisi telungkup Yanti mulai memijat kakiku bergantian kiri dan kanan. Lumayan juga pijatannya, paling tidak bisa melemaskan otot-ototku yang tegang.

Sambil memijat aku korek keterangan mengenai kehidupan pribadinya. Dia jadi terlarut bercerita panjang lebar mengenai kehidupan pribadinya. Kami jadi akrab dan Yanti makin terbuka.

Agak iseng kutanyakan mengenai selama menjanda apa gak kepengen kumpul seperti sama suaminya dulu.

“Ah bapak, ada-ada saja nanya gituan, ya pengenlah pak, tapi gimana orang janda gak punya suami, mau sama siapa pak,” katanya.

Aku tanya kenapa gak kawin lagi aja.

“Ah susah pak cari laki yang bertanggung jawab, banyakan maunya dijadikan gendak, mending kalau bagus orangnya, mana udah tua, paling-paling pangkatnya cuma mandor, seberapa sih pak duitnya jadi mandor, kok mau piara gendak,” kata Yanti.

Dia malah balik bertanya kenapa aku belum beristri. Aku jawab sekenanya saja bahwa belum ada yang cocok.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Hasrat Agak Laen

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun Cindy berbakti sebagai istri, namun sang suami menceraikannya demi wanita lain hingga ia jadi bahan hinaan kota. Pasca perpisahan, Cindy bangkit menunjukkan bakat terpendamnya hingga meraih sukses besar. Saat mantan suaminya menyesal dan mengemis ingin kembali, Cindy tegas menolaknya. Di tengah momen itu, seorang pria tampan yang kini menjadi suaminya muncul melindungi Cindy, memperingatkan sang mantan agar tidak lagi mengganggu hidup mereka.
Sampul Novel KALIAN SIAPA?
8.2
Amelia adalah pewaris kaya yang kondisi mentalnya hancur akibat penghinaan dari keluarga palsu di tengah kebohongan besar. Di sisi lain, Bima mengalami keterpurukan setelah dikhianati istrinya sendiri. Pertanyaan mengenai identitas diri menghantui Amelia dalam pencarian jati diri dan cinta tulus. Akankah takdir menyatukan dua jiwa yang terluka ini untuk mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, serta menjalin ikatan sakral yang sejati?
Sampul Novel Love and Hurt
8.0
Tiffany Ananda Putri menganggap pertemuan kembalinya dengan Jimmy Stevano Cavarro sebagai kesalahan takdir yang fatal. Baginya, kehadiran pria itu hanyalah awal dari kehancuran hidup yang beruntun bak barisan domino yang tumbang. Namun, di sisi lain, Jimmy tetap teguh pada perasaannya yang mendalam. Ia bersumpah untuk terus mencintai Tiffany, baik di masa lalu, saat ini, hingga masa depan, meskipun hubungan mereka kini penuh dengan luka dan kebencian yang mendalam.
Sampul Novel Menikah Dengan Keponakan
9.0
Akibat satu kesalahan fatal, Aeris dan Leon terjebak dalam pernikahan tanpa landasan cinta. Perbedaan usia serta kepribadian yang kontras memicu konflik terus-menerus di antara mereka. Sanggupkah Leon yang berhati dingin menghadapi tingkah abnormal Aeris setiap hari? Tantangan semakin berat saat cinta pertama Leon muncul kembali di hidupnya. Akankah ia tetap setia menjaga komitmen rumah tangga ini atau justru memilih berpaling demi masa lalunya?
Sampul Novel PESUGIHAN BERUJUNG PETAKA
8.6
Farah adalah seorang ibu rumah tangga muda yang kini terjepit dalam situasi finansial yang mengerikan. Akibat jeratan utang rentenir yang semakin menumpuk dan mengancam nyawanya, ia menemui jalan buntu yang sangat kelam. Dalam keputusasaan yang luar biasa, Farah akhirnya memilih jalur pesugihan yang sangat terkutuk. Ia terpaksa menumbalkan putri kandungnya sendiri demi melunasi semua beban hutang tersebut, namun keputusan itu justru memicu petaka besar.
Sampul Novel The Romance Empress
8.2
Kang Mi Irene baru saja menduduki takhta sebagai Permaisuri kedua, namun kebahagiaannya sirna seketika. Setiap malam, ia terpaksa mendengar Raja Xie memanggil nama 'Permaisuri' saat bermesraan dengan wanita lain. Sang Raja dikabarkan sangat terpukul atas wafatnya istri pertama, Permaisuri Jie. Mengapa Irene yang harus menanggung penderitaan ini? Di depan pintu Aula Raja, ia hanya bisa terisak dan memohon maaf dalam tangis yang tak terdengar.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan