Sampul Novel Hasrat Agak Laen

Hasrat Agak Laen

9.7 / 10.0
Temukan narasi romansa modern yang unik dalam novel ini. Karya ini menyajikan perpaduan menarik antara realitas dan fiksi, di mana lebih dari separuh alurnya diangkat dari kisah nyata. Meski beberapa bagian dimodifikasi dan ditambah unsur imajinatif sebagai variasi, esensi ceritanya tetap terasa autentik. Persiapkan diri Anda untuk rangkaian peristiwa yang mungkin sulit dipercaya namun benar-benar bisa terjadi. Segera buktikan sendiri keunikan kisahnya sekarang juga.

Hasrat Agak Laen Bab 1

**Siapkan mental, karena hanya di novel ini, kamu akan menemukan sesuatu yang berbeda. Novel ini hanya memuat cerita-cerita unik yang bisa jadi tidak akan pernah ditemukan dalam novel-novel lainnya. Judulnya juga HASRAT AGAK LAEN, tentu saja akan sangat berbeda dengan cerita kebanyakan yang telah ada.

Selamat membaca dan meresapinya. **

Setelah berhasil meraih S2 di bidang pertanian aku ingin bekerja sesuai dengan bidang studiku. Hampir setahun aku mencari kerja, tak satu pun yang cocok. Aku sudah mulai pesimis dan agak frustasi. Sebetulnya banyak lowongan bekerja, tetapi bidangnya jauh dari bidangku.

Orang tuaku juga berusaha membantu mencarikan pekerjaan, sampai akhirnya dia bertemu teman lamanya yang punya kedudukan bagus di sebuah BUMN Perkebunan. Aku dipertemukan dengan teman ayah di sebuah hotel. Dari pertemuan itu, aku ditawari bekerja di perkebunan, tetapi tentu saja letaknya tidak di Jakarta, Perkebunan itu di Kawasan Sumatera Utara.

Aku pada waktu itu langsung saja menerima tawaran, karena kupikir bidang kerjanya sesuai dengan keilmuanku, meskipun tempat kerjanya jauh dari kota. Kedua orang tuaku agak keberatan aku jauh dari mereka, tetapi sebagai anak laki-laki aku ingin merantau dan bekerja sesuai dengan studiku.

Singkat cerita setelah melalui beberapa seleksi aku diterima bekerja di sebuah perkebunan PTP kelapa sawit. Aku langsung ditempatkan sebagai staf di perkebunan yang letaknya sekitar 10 jam dari kota Medan. Kebun itu sangat jauh dan terpencil. Kota kabupaten paling dekat sekitar 2 jam berkendaraan mobil.

Meskipun begitu aku senang, karena kelapa sawit adalah minatku dan skripsi serta tesisku merupakan penelitian soal Kelapa sawit. Aku mendapat rumah yang lumayan bagus jika diukur dengan rumah di kota, halamannya luas. Rumah dengan tiga kamar lengkap dengan perabot, hanya saja rumahnya seperti rumah peninggalan jaman Belanda.

Jadi memang rada horor juga. Tapi bagiku tidak masalah, karena aku tidak takut soal-soal seperti itu. Aku adalah pecinta alam yang sudah terbiasa mendaki puncak gunung sendirian.

Sebelum lebih jauh aku perkenalkan dulu diriku. Nama panggilanku Ferdy Sambodo, tinggi sekitar 178 warna kulit sawo matang, badan agak tegap karena sering fitnes, potongan rambut selalu pendek dan tidak merokok, wajah biasa saja tapi bersih tidak berjerawat, kumis dan jenggot selalu aku cukur bersih.

Aku mendapat fasilitas pembantu, tukang kebun, penjaga malam dan fasilitas mobil. Semuanya aku tidak perlu bayar, karena ditanggung oleh perkebunan. Awal-awal aku bekerja aku diperkenalkan oleh semua staf dan manager perkebunan. Kami cepat akrab, maklumlah karena tempat kami terpencil.

Staf dan manager mendapat rumah di wilayah yang disebut emplasement. Jika digambarkan emplasement itu adalah pusat perkebunan karena disitulah berkumpul rumah-rumah staf, kantor dan pasar.

Selama enam bulan aku belajar mengenal bidang tugasku dan menyesuaikan dengan situasi terpencil. Aku tidak menyangka di daerah terpencil seperti ini masyarakatnya ternyata tidak bisa dikatakan terbelakang. Malah menurutku lebih maju dari masyarakat kota besar. Paling tidak masyarakat di perkebunan tempatku ini sangat terbuka masalah sex.

Mandor-mandor bawahanku sering menawari aku cewek yang merupakan karyawan perkebunan, ada janda banyak juga yang gadis. Penjaga malam di rumahku kalau diajak ngobrol, ujung-ujungnya juga nawari cewek. Maklumlah mereka tau bahwa aku masih single dan bekerja di tempat terpencil yang tidak ada hiburan sama sekali kecuali teve satelit.

Semua tawaran itu belum ada satu pun yang aku terima, karena aku masih takut, mengingat aku masih baru, bukan apa-apa, aku takut nati malah terjebak. Namun kolegaku sesama staf sering mengajakku untuk menggarap karyawan-karyawan yang bisa diembat.

Para mandor pun banyak yang memamerkan perempuan-perempuan simpanan yang di daerah itu disebut gendakan. Kayaknya di perkebunan terpencil ini, hiburan satu-satunya adalah sex.

Di usiaku yang menjelang 26 tahun, tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan sex sering mendesakku. Sejauh ini aku hanya memanfaatkan dengan onani saja. Kalau hari-hari libur aku turun ke Medan dan di kota itulah aku puas-puaskan dengan wanita di sana.

Suatu hari kemudian mandorku menunjuk seorang karyawan cewek. Modelnya bahenol sehingga kelihatan sexy. Meskipun dia menggunakan kain jarik dan kaus oblong, tetapi tonjolan tubuhnya tidak bisa disembunyikan. Wajahnya lumayan ayu. Kata mandorku cewek itu janda, kalau aku berminat dia bisa atur menjadi pembantu di rumahku. Kayaknya menarik juga.

Cewek itu dipanggil oleh sang mandor lalu ditanya apakah mau bekerja sebagai pembantu di rumahku. Dengan mimik malu-malu dia mengangguk. Namun ada kendalanya dia tidak bisa pulang hari seperti pembantuku sekarang, seorang nenek-nenek yang rumahnya dekat dengan emplasement. Rumah perempuan ini jauh dari emplasemen, dengan demikian dia harus menginap atau tinggal di rumahku.

Sebenarnya memang itu yang aku harapkan. Kebetulan di rumahku ada disediakan kamar pembantu di belakang rumah.

Pembantu baruku itu bernama Yanti, umurnya sekitar 25 tahun, bahenol, janda belum punya anak. Dia sudah menjanda dua tahun dan kawin ketika masih umur 18 tahun. Entah mengapa suaminya meninggalkan begitu saja tanpa menceraikan. Kata Yanti suaminya merantau ke Medan dan kerja di sana.

Hari pertama Yanti kerja di tempatku aku agak canggung, karena aku sungkan pada penjaga malamku, yang selalu berada di sekitar rumahku pada waktu malam. Untuk menghilangkan rasa canggungku, sekitar jam 7 malam si Parno penjaga malam aku panggil masuk ke rumah. Aku jelaskan bahwa sekarang ada pembantu yang menginap jadi dia juga harus menjaganya.

Sedang aku asyik bicara dengan parno si Yanti masuk sambil membungkuk-bungkuk lalu mengawali pembicaraan dengan mohon maaf, bahwa dia takut menempati kamarnya di belakang. Yanti ternyata penakut. Dia bermohon-mohon tidur dengan tikar di ruang makan saja.

Aku tidak sampai hati jika dia tidur di ruang makan dengan beralaskan tikar. Aku beri dia kamar yang tidak terpakai di sebelah kamarku. Dia agak ragu, karena tampaknya dia takut pula menempati kamar itu.

Di kamar itu sudah tersedia tempat tidur single, lemari pakaian dan meja tulis. Yanti membereskan bajunya lalu masuk ke kamar itu. Namun dia tidak menutup pintunya. Ketika kuberitahu soal pintunya harus di tutup, Yanti beralasan takut tidur di kamar yang pintunya ditutup. Aku dan Parno saling liat-liatan dan tersenyum.

Jam 9 malam si Parno pamit keluar untuk tugas jaga malam. Aku perintahkan si Yanti mengunci semua pintu. Setelah itu dia kutawari menonton TV bersamaku di ruang tengah. Yanti serta merta bergabung bersamaku. Aku tanyakan dia ingin nonton film apa. Namun dia menyerahkan kepada aku dan dia ikut saja.

Jam 10 malam mata mulai mengantuk, Aku minta diri masuk duluan ke kamar karena ngantuk. Yanti wajahnya agak tegang, mungkin dia merasa sendiri, jadi muncul kembali rasa takutnya. Aku tanya apa dia takut kutinggal sendiri. “iya pak,” katanya.

Entah bagaimana prosesnya, tiba-tiba saja aku punya ide untuk minta dipijat. Ketika kutawarkan untuk memijatku, Yanti langsung menyanggupi dan dia mengatakan bahwa tidak terlalu pandai memijat.

Aku mengenakan sarung dengan celana dalam dan kaos oblong. Aku berbaring di tempat tidur yang lebar. Yanti yang malam itu mengenakan daster kuminta memulai dengan memijat kakiku. Dalam posisi telungkup Yanti mulai memijat kakiku bergantian kiri dan kanan. Lumayan juga pijatannya, paling tidak bisa melemaskan otot-ototku yang tegang.

Sambil memijat aku korek keterangan mengenai kehidupan pribadinya. Dia jadi terlarut bercerita panjang lebar mengenai kehidupan pribadinya. Kami jadi akrab dan Yanti makin terbuka.

Agak iseng kutanyakan mengenai selama menjanda apa gak kepengen kumpul seperti sama suaminya dulu.

“Ah bapak, ada-ada saja nanya gituan, ya pengenlah pak, tapi gimana orang janda gak punya suami, mau sama siapa pak,” katanya.

Aku tanya kenapa gak kawin lagi aja.

“Ah susah pak cari laki yang bertanggung jawab, banyakan maunya dijadikan gendak, mending kalau bagus orangnya, mana udah tua, paling-paling pangkatnya cuma mandor, seberapa sih pak duitnya jadi mandor, kok mau piara gendak,” kata Yanti.

Dia malah balik bertanya kenapa aku belum beristri. Aku jawab sekenanya saja bahwa belum ada yang cocok.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Hasrat Agak Laen

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
8.2
Kecelakaan tragis yang melumpuhkan sang suami memaksa ayah mertua tinggal bersama mereka. Namun, situasi di rumah tangga dalam novel modern misteri Derita Menantu Jelita ini kian mencekam saat sang suami bertekad mendapatkan keturunan demi garis keluarga. Sebuah rencana nekat dijalankan; ia diam-diam mencampurkan obat ke dalam minuman istri dan ayahnya sendiri. Keputusan gelap tersebut seketika mengubah segalanya, menyeret kehidupan mereka ke dalam pusaran konflik yang tak lagi terkendali.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan