Sampul Novel Menikah Dengan Keponakan

Menikah Dengan Keponakan

9.0 / 10.0
Dalam novel Menikah Dengan Keponakan, Aeris dan Leon terjebak pernikahan tanpa cinta akibat kesalahan fatal. Leon yang dingin harus menghadapi sifat abnormal Aeris di tengah konflik perbedaan usia. Baca kisah romance modern ini saat cinta pertama Leon kembali menguji kesetiaan mereka.
Ringkasan Menikah Dengan Keponakan
Akibat satu kesalahan fatal, Aeris dan Leon terjebak dalam pernikahan tanpa landasan cinta. Perbedaan usia serta kepribadian yang kontras memicu konflik terus-menerus di antara mereka. Sanggupkah Leon yang berhati dingin menghadapi tingkah abnormal Aeris setiap hari? Tantangan semakin berat saat cinta pertama Leon muncul kembali di hidupnya. Akankah ia tetap setia menjaga komitmen rumah tangga ini atau justru memilih berpaling demi masa lalunya?
Baca Selengkapnya

Menikah Dengan Keponakan Bab 1

Gadis lajang berusia dua puluh sembilan tahun itu mematut diri di depan cermin. Floral dress tanpa lengan berwarna putih gading melekat indah di tubuhnya. Rambut hitam panjangnya dibuat sedikit bergelombang di bagian bawah, menutupi bahunya yang sedikit terbuka. Make up tipis membuat penampilan gadis bertubuh mungil itu terlihat semakin cantik.

"Okay, semua sudah perfect," ucap gadis bernama Aeris itu setelah memoles lipstik berwarna nude di bibirnya. Sebentar lagi dia akan menghadiri acara reuni yang diadakan oleh keluarganya setiap setahun sekali. Aeris harus siap menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh keluarga besarnya. Mulai dari pekerjaan, hubungan asmara, juga pernikahan. Entah apa yang membuat Aeris betah melajang di usianya yang hampir kepala tiga. Padahal saudara perempuannya sudah banyak yang menikah, bahkan memiliki anak.

"Mau pergi ke mana, Amor?"

Aeris memutar bola mata malas mendengar ucapan lelaki berkulit tan yang tinggal di sebelah apartemennya.

"Jangan panggil aku Amor karena aku bukan cintamu."

"Mau pergi ke mana, Cantik?"

Aeris menghela napas panjang mendengar ucapan Kai barusan. "Terima kasih atas pujiannya. Aku mau pergi ke mana itu bukan urusanmu."

Aeris berjalan melewati Kai begitu saja karena sejak awal dia memang kurang menyukai lelaki play boy yang tinggal di sebelah apartemennya itu. Sebab setiap malam Kai selalu membawa wanita berbeda ke apartemennya.

Entah apa yang Kai lakukan dengan wanita itu?

Ah, membayangkannya saja sudah membuat tubuh Aeris bergidik.

Aeris memasukkan mini cooper kuning miliknya ke halaman rumah keluarga Yasodana. Ternyata sudah banyak mobil milik anggota keluarga Yasodana yang terparkir nyaman di sana. Sepertinya dia menjadi orang terakhir yang datang ke acara reuni.

"Tante Aeris!"

Aeris menghela napas panjang. Gadis itu terpaksa tersenyum mendengar panggilan dari para keponakan untuknya. "Sudah berapa kali kak Aeris katakan. Jangan panggil kak Aeris 'Tante'. Mengerti?"

Kelima anak kecil itu kompak mengangguk. "Mengerti, Kak."

"Bagus." Aeris menepuk puncak kepala keponakannya itu satu persatu dengan penuh sayang, lantas mengeluarkan beberapa buah lolipop dari dalam tas yang dibawanya.

"Aku mau, aku mau." Keponakan Aeris itu saling berebut meminta lolipop.

"Eh, baris yang rapi dulu. Nanti kak Aeris bagi lolipop ini satu-satu." Aeris mengangkat lolipop itu tinggi-tinggi agar jauh dari jangkauan keponakan kecilnya.

Mereka langsung membentuk barisan seseuai perintah Aeris agar mendapat lolipop. Aeris terkikik geli melihatnya lantas membagi lolipop yang dibawanya kepada mereka.

"Terima kasih, Kak Aeris." Para keponakan Aeris mengecup kedua pipi gadis itu bergantian setelah menerima lolipop.

"Sama-sama." Aeris masih mempunyai satu buah lolipop di tangannya. Dia memang sengaja membeli enam buah lolipop karena keponakannya yang masih kecil ada enam.

Kedua mata Aeria sontak berbinar ketika melihat seorang anak laki-laki yang sedang asyik bermain tablet. Aeris pun bergegas menghampiri anak tersebut.

"Hai, Dio," sapa Aeris terdengar ramah.

Anak lelaki bernama Dio itu bersedekap, sepasang mata hezel miliknya menatap Aeris dengan malas.

"Ini, untuk kamu."

"Gigi Dio nanti bisa rusak kalau kebanyakan makan permen."

Aeris menarik napas panjang. Gadis itu tidak tahu Dio mewarisi sifat dingin siapa karena kedua orang tua keponakannya itu sangat ramah.

"Kalau hanya satu nggak akan merusak gigi kok, ambillah." Aeris meraih telapak tangan Dio, lalu menaruh lolipop itu di atasnya.

"Tapi kakak sering bilang gigi Dio nanti bisa ada lubangnya kalau kebanyakan makan permen," ucapnya polos.

Aeris tersenyum. Di balik sifat dinginnya Dio tetaplah anak-anak. Sangat menggemaskan.

"Kakak kamu berbohong, sudah makan saja."

Dio menatap lolipop di tangannya dengan ragu. "Jangan bilang kakak kalau Dio hari ini makan permen ya, Tante," ucapnya malu-malu.

"Siap, Bos!" Aeris memberi hormat pada Dio seolah-olah siap melaksanakan perintah anak itu.

"Aeris Lilyana!"

Aeris sontak berbalik ketika mendengar namanya dipanggil. "Ibu!" teriaknya sambil melemparkan diri ke dalam dekapan wanita paruh baya yang sudah merawatnya sejak kecil.

"Dasar anak nakal!"

"Aduh, Ibu. Sakit!" Aeris meringis karena Hana menarik telinganya lumayan kuat.

"Ibu kan, sudah menyuruh kamu pulang dari kemarin. Kenapa kamu baru pulang sekarang?"

Aeris meringis sambil mengusap telinganya yang terlihat memerah. "Aeris sibuk."

Hana memutar bola mata mendengar jawaban putri bungsunya. "Sibuk apa? Nulis novel atau ngurus butik?"

"Dua-duanya," jawab Aeris tanpa berani menatap Hana karena dia tidak menulis novel sekarang, butiknya pun sudah ada teman yang membantu mengelola.

"Kemarin teman ibu sudah datang jauh-jauh dari Jogja ingin ketemu sama kamu. Tapi kamunya malah nggak ada. Kamu itu selalu bikin ibu malu."

Aeris malah terekekeh tanpa dosa. "Ya, maaf."

"Maaf-maaf," sungut Hana kesal. "Umur kamu itu sudah mau tiga puluh tahun, Aeris. Mau sampai kapan kamu melajang?"

Aeris menaruh jari telunjuknya di dagu, seolah-olah sedang berpikir serius. "Nggak tahu, mungkin selamanya—aduh! Kenapa Ibu memukul kepalaku lagi?"

"Kamu lihat Hera, dia sudah mempunyai anak tiga padahal umurnya baru dua puluh lima tahun."

Aeris pun mengikuti arah pandang Hana, melihat Hera dan suaminya yang sedang bermain bersama si kembar tiga.

"Lalu?" tanyanya malas.

"Kamu lihat Maura. Dia sekarang sedang hamil anak kedua padahal umurnya baru dua puluh tiga tahun."

Aeris pun mengikuti arah telunjuk Hana, melihat Maura yang sedang duduk bersandar pada suaminya. Mereka terlihat manis sekali, membuat siapa pun yang melihat iri, tapi tidak dengan Aeris.

"Lalu Aeris harus apa, Ibu?"

"Menikahlah, Sayang. Ibu sudah sangat tua. Ibu juga ingin menimang cucu dari kamu sebelum menutup mata."

"Umur Ibu baru enam puluh lima tahun. Ibu belum terlalu tua."

"Anak ini!"

Aeris refleks beringsut karena Hana ingin memukul kepalanya lagi. "Ibu kan, sudah punya cucu dari kak Aerin."

"Tapi Leon dan Dio sudah terlalu besar. Ibu sudah tidak kuat menggendong mereka."

"Eh, iya juga, sih." Aeris malah terkekeh.

"Karena itu cepatlah menikah dan beri ibu cucu."

Aeris memutar bola mata malas. "Kalau Ibu ingin cucu, Aeris bisa memberi tanpa harus menikah."

"Kamu ini kalau bicara suka ngawur. Dasar anak nakal!" Hana ingin menjewer telinga Aeris lagi, tapi gadis itu berhasil menghindar.

"Aeris, haus. Aeris ambil minum dulu ya, Bu?"

Bruk ....

Aeris tanpa sengaja menabrak seseorang hingga membuat minuman yang dibawa orang tersebut tumpah, mengotori kemeja putih yang dipakainya.

"Aduh, maaf, ya. Kakak nggak sengaja." Aeris segera mengambil sapu tangannya untuk membersihkan kemeja lelaki bertubuh jangkung tersebut.

"Aduh, kok, nodanya nggak bisa hilang. Bagaimana ini?"

Lelaki itu menarik napas panjang, berusaha menahan amarahnya agar tidak meledak karena Aeris membuat kemeja putih pemberian mantan kekasihnya kotor.

"Kamu lepas saja deh, biar kakak cuci dulu."

"Tidak perlu, Tante," tandas Leon terdengar dingin lalu pergi dari hadapan Aeris.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Menikah Dengan Keponakan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Anak Kembar Rahasia Milyader
9.2
Ivy Anderson terjebak dalam nasib buruk setelah melakukan kesalahan kecil di hadapan Ben Clayton, CEO berkuasa di New York. Ben yang terobsesi mulai menggunakan taktik licik untuk menjerat Ivy, termasuk mendekati anak kembarnya, Terra dan Terry. Demi keselamatan buah hatinya, Ivy dipaksa tunduk pada ancaman Ben yang kejam. Akankah Ivy mampu meloloskan diri dari cengkeraman pria berbahaya ini, atau justru terperangkap selamanya dalam dominasi Ben yang gelap?
Sampul Novel Forbidden of Love
9.4
Kehidupan pernikahan Aulia Sarah bersama suaminya yang perkasa awalnya terasa sempurna hingga hadirnya tetangga baru memicu sisi liarnya. Meski telah memiliki tiga anak, gairah Lia justru semakin memuncak setelah mengenal Manoj dan Scott. Scott sendiri jatuh hati sejak awal dan rela bersembunyi dari keluarganya demi mengejar Lia. Di tengah perselingkuhan dan nafsu yang membara, Lia harus menghadapi pilihan sulit antara kesetiaan atau mengikuti obsesi terlarangnya.
Sampul Novel Gadis Bangsawan
8.6
Seorang wanita menawan bergaun mewah menghina Amore Cardozo Pienza di depan umum pada hari ulang tahunnya yang ke-17. Ia mengejek Amore sebagai anak tiri manja yang hanya bisa menggambar bebek aneh. Ayah kandung Amore dan para tamu pun tertawa terbahak-bahak melihat coretan tersebut. Namun, dengan ketenangan luar biasa, Amore membungkam semua ejekan lewat satu pernyataan tajam yang mengungkap rahasia gelap sang ibu tiri sebagai seorang psikopat berbahaya.
Sampul Novel Hasrat Cinta Om Zafran
9.0
Hidup satu atap dengan Zafran Anthony membuat Bella Eleya Zadik terjebak dalam cinta terlarang pada omnya sendiri. Saat Bella mencoba menghapus rasanya, Zafran justru menyadari hasrat serupa hingga mereka berpacaran secara sembunyi-sembunyi. Namun, Bella dihantui ketakutan jika ayahnya tahu. Konflik memuncak saat Zafran dipaksa mengikuti perjodohan oleh kakaknya sendiri. Akankah hubungan mereka bertahan di tengah tekanan keluarga dan rahasia yang mengancam?
Sampul Novel Kesetiaanku Kau Balas Dengan Luka
8.3
Haura Ghania Eftikhar, mantan tentara bayaran, luluh oleh kesabaran Sean Wijaya, seorang CEO karismatik. Demi cinta, Haura rela beralih profesi menjadi CEO demi menutupi masa lalunya. Namun, pernikahan bahagia mereka hancur saat Haura memergoki pengkhianatan Sean dengan wanita lain. Saat Sean memohon kesempatan kedua dalam penyesalan, muncul seorang remaja tampan yang menawarkan kasih sayang tulus namun obsesif, menambah kerumitan di tengah luka hati Haura yang mendalam.
Sampul Novel Will Never Say Good Bye
8.0
Demi menyelamatkan diri dari niat bejat ayah tirinya, Yoan nekat melarikan diri hingga takdir mempertemukannya dengan Kenzo. Awalnya, hidup Yoan terasa jauh lebih tenang dan penuh kebahagiaan di samping pria itu. Namun, rasa aman tersebut rupanya tidak bertahan lama. Di saat cinta membutuhkan fondasi kepercayaan yang kuat, Yoan justru dihadapkan pada krisis batin yang hebat. Keadaan menjadi rumit ketika ia mulai kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan