Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia di Bawah Selimut

Rahasia di Bawah Selimut

Satu malam bersama pengasuh baru mengubah drastis kepribadian anakku. Dia mendadak menjauh dan menolak setiap upayaku untuk mendekat. Demi keselamatan, aku segera memecat pengasuh tersebut dengan harapan situasi rumah akan kembali normal. Namun, keanehan tidak berhenti di sana. Saat hendak mengambil sesuatu yang terjatuh di bawah ranjang, kakiku tidak sengaja menginjak sebuah benda. Di kegelapan itu, aku justru menemukan sang pengasuh bersembunyi dengan wajah pucat pasi dan sepasang mata merah yang menatapku tajam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tidak tahu kapan perawat itu pergi.

Yang aku tahu, pikiranku langsung kosong setelah mengetahui apa yang dia bicarakan.

Kata-kata Mbak Rini dan perawat itu terus berkeliaran dengan liar di benakku.

Siapa yang sebenarnya berkata jujur dan siapa yang berbohong?

Perawat itu tidak perlu berbohong kepadaku, lalu kenapa Mbak Rini mencoba menyembunyikan hal ini dariku?

Tiba-tiba aku teringat tingkah aneh Mbak Rini tadi malam.

Mungkinkah dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya telah tiada, kemudian dia jadi gila?

Astaga! Kemungkinan itu sangat mungkin!

Aku segera menelepon sahabatku yang bernama Linda, memintanya untuk datang dan menemaniku. Kalau Mbak Rini tiba-tiba jadi gila, aku tidak bisa menahannya sendirian.

Seiring berjalannya waktu ....

Aku jadi makin panik. Aku mengambil ponsel, lalu meletakkannya lagi. Aku ragu-ragu saat ingin memberitahu Mbak Rini kalau dia tidak perlu datang, tetapi aku takut kalau sikapku ini akan membuatnya kesal.

Ketika aku akhirnya mengumpulkan cukup keberanian untuk menekan tombol panggil, Mbak Rini mendorong pintu dan melangkah masuk.

Aku panik dan mengunci layar, berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

Mbak Rini datang dengan membawa kotak makan siang dan berkata dengan sopan, "Saya sudah memasak beberapa hidangan, nggak tahu Ibu akan suka atau nggak. Tolong jangan keberatan."

"Nggak kok, kamu malah jadi repot." Aku tersenyum, tetapi di dalam hati aku merasa takut.

Mbak Rini mengeluarkan piring yang dibawanya satu per satu. Dia terlihat sama seperti biasa dan tidak terlihat ada yang berbeda dengan dirinya.

Makin dia seperti ini, entah kenapa aku makin merasa takut.

Karena tidak tenang, aku dengan susah payah menghabiskan makananku. Untung saja Mbak Rini menganggap nafsu makanku berkurang karena Dikka tengah sakit. Dia pun pergi setelah membereskan semuanya.

Begitu Mbak Rini pergi, Linda datang.

Aku memelototinya dengan kesal. "Kenapa lama sekali? Tahu nggak apa yang barusan aku alami?"

Linda hendak menimpali perkataanku, tetapi senyumnya membeku saat melihat Dikka.

"Apa belakangan Dikka berhubungan sama orang luar?" Dia bertanya dengan wajah serius.

Aku terkejut dengan perubahan sikapnya yang tiba-tiba. Setelah terdiam selama beberapa detik, aku menjawab, "Aku baru mau bilang. Ada pengasuh baru di rumah. Anehnya, dia ...."

Aku menceritakan semua yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Makin dia mendengarkan ceritaku, cemberut di wajahnya terlihat makin jelas.

"Kamu lagi diganggu," katanya sambil mengerutkan kening.

"Diganggu? Apa maksudmu?"

"Anakmu bukan manusia lagi, dia setengah manusia, setengah hantu!"

Aku langsung membeku saat mendengar ini dan membantah tanpa sadar, "Bagaimana mungkin, jangan bercanda!"

"Aku nggak bercanda. Apa kamu nggak lihat kalau wajahnya sudah sangat pucat?"

Aku mendongak, wajah Dikka memang seperti yang dia katakan, sangat pucat. Jelas-jelas sebelum makan malam keadaannya tidak seperti ini.

Mungkinkah ini ada hubungannya dengan makanan yang disajikan Mbak Rini?

"Anakmu sudah berubah." Dia kembali bergumam.

"Apa?"

Lina bercerita tentang teknik kuno yang menggunakan rambut janin atau tali pusar bayi yang sudah meninggal sebagai akta perkenalan. Teknik ini menggunakan jimat untuk menekan jiwa pemilik tubuh asli, kemudian mengoleskan abu dari janin yang sudah meninggal ke dahi pemilik tubuh asli untuk menarik jiwa tersebut ke dalam tubuh.

Pada akhirnya, air susu dari ibu bayi yang sudah meninggal itu digunakan sebagai media untuk memberi makan bayi hantu di dalam diri pemilik tubuh asli. Setelah menyusu selama tujuh puluh sembilan hari, bayi hantu akan mengambil alih tubuh asli itu dan dibangkitkan.

Setelah mendengarkan penjelasan Linda, aku ketakutan setengah mati sampai tidak bisa berdiri. Melihat ini, Linda pun langsung menopangku.

Ini tidak seperti sesuatu yang akan terjadi dalam hidup, tetapi potongan-potongan yang hilang dari tumpukan itu semuanya cocok satu sama lain.

Ketika aku menatap Linda lagi, mataku dipenuhi dengan permohonan. "Tolong selamatkan Dikka."

Linda melambaikan tangannya ke arahku. "Kita sudah berteman selama lebih dari sepuluh tahun, mana mungkin aku akan diam saja? Masih ada kesempatan untuk membalikkan semuanya seperti semula."

Mendengar itu mataku langsung berbinar. "Benarkah?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bapakku Dukun
9.4
Dijauhi dan dikucilkan oleh masyarakat sekitar adalah makanan sehari-hari bagi sang protagonis. Keluarganya dituduh sebagai pemuja setan dan pelaku pesugihan, bahkan ayahnya kerap dicap gila. Sejak kecil, ia terbiasa menyaksikan berbagai kematian tragis di sekitarnya. Alih-alih peduli pada cemoohan orang, ia tetap bertahan hingga sebuah kebenaran besar akhirnya terkuak secara alami. Alih-alih malu, ia justru merasa bangga bahwa ayahnya adalah seorang dukun.
Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca kecelakaan, Inestia Rossi mampu melihat hantu dan mencium aura kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya alat yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang justru memberinya keberanian. Meski sering terancam kasus-kasus mengerikan di apartemennya, Ines terus berjuang. Konflik keluarga sempat memisahkan mereka, namun takdir membawa keduanya bertemu kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang berbeda.
Sampul Novel CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK
9.7
Pasangan pengantin baru, Nagita Wangi Kuncoro dan Rusdi Pratama Habsy, mendadak dirundung gangguan gaib yang mencekam setelah resmi menikah. Sahabat Rusdi pun turun tangan menyelidiki asal-usul teror tak wajar tersebut. Terungkap bahwa dalangnya adalah Listiowati Dewi, mantan karyawan yang menyimpan dendam akibat cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Kini, Rusdi dan Gita harus berjuang menghadapi kiriman santet mematikan demi menyelamatkan nyawa mereka.
Sampul Novel Crazy Woman
8.3
Ria Ananta menyembunyikan statusnya sebagai putri konglomerat meski gaya hidupnya selalu mewah. Ia memilih hidup normal, namun ketenangannya terusik sejak menjalin asmara dengan Christian, seorang idola terkenal. Tekanan dari keluarga Christian yang tidak merestuinya memicu depresi dan sisi gelap dalam diri Ria yang tak terduga. Di balik tumpukan harta, Ria berjuang melawan kehancuran mental dan pikiran bunuh diri akibat konflik hubungan yang penuh kekerasan.
Sampul Novel Gairah sang Gadis
9.5
Sejak kecil, hidupku terkekang oleh aturan konservatif Ibu yang memaksaku memakai bodysuit ketat berikat simpul mati demi menjaga kesucian. Gesekan konstan pakaian kasar itu memicu gatal tak tertahankan, membuatku mencari cara ekstrem untuk meredakannya, bahkan dengan memasukkan berbagai benda besar. Saat Ibu tewas dalam kecelakaan dan aku akhirnya bisa melepaskan pakaian terkutuk itu, kelegaan yang kunantikan tidak pernah datang. Rasa tidak nyaman yang jauh lebih mengerikan justru mulai menggerogoti tubuhku.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.