Sampul Novel Rahasia di Bawah Selimut

Rahasia di Bawah Selimut

9.1 / 10.0
Satu malam bersama pengasuh baru mengubah drastis kepribadian anakku. Dia mendadak menjauh dan menolak setiap upayaku untuk mendekat. Demi keselamatan, aku segera memecat pengasuh tersebut dengan harapan situasi rumah akan kembali normal. Namun, keanehan tidak berhenti di sana. Saat hendak mengambil sesuatu yang terjatuh di bawah ranjang, kakiku tidak sengaja menginjak sebuah benda. Di kegelapan itu, aku justru menemukan sang pengasuh bersembunyi dengan wajah pucat pasi dan sepasang mata merah yang menatapku tajam.

Rahasia di Bawah Selimut Bab 1

Setelah pengasuh baru mengasuh anakku selama satu malam ....

Anakku mulai mengalami perubahan temperamen yang drastis. Entah kenapa, dia menolak pendekatan yang aku lakukan.

Menyadari ada yang tidak beres, aku mengusir pengasuh itu. Aku mengira semuanya akan kembali seperti semula.

Suatu hari, aku tidak sengaja menginjak sesuatu di bagian bawah tempat tidur saat ingin mengambil sesuatu.

Aku melihat mata merah pengasuh itu, serta wajah pucatnya yang menyedihkan, yang tengah menatap lurus ke arahku.

Setelah pengasuh baru mengasuh anakku selama satu malam ....

Anakku mulai mengalami perubahan temperamen yang drastis. Entah kenapa, dia menolak pendekatan yang aku lakukan.

Menyadari ada yang tidak beres, aku mengusir pengasuh itu. Aku mengira semuanya akan kembali seperti semula.

Suatu hari, aku secara tidak sengaja menginjak sesuatu di bagian bawah tempat tidur saat ingin mengambil sesuatu.

Aku melihat mata merah pengasuh itu, serta wajah pucatnya yang menyedihkan tengah menatap lurus ke arahku.

Suamiku merasa tidak tega kepadaku karena harus kelelahan setiap hari dalam mengurus anak. Jadi, dia mencarikan pengasuh untuk meringankan beban pekerjaanku.

Aku melihat pengasuh itu menatap ponselnya sambil melamun. Aku mendekat dan melihat foto bayi di sana. Wajahnya tidak terlihat jelas, sepertinya sedang tertidur.

"Apa ini anakmu? Lucu sekali." Aku memuji bayi itu.

"Ya, sayangnya dia sudah pergi ke tempat yang jauh."

Dalam pantulan lampu yang samar, ekspresinya terlihat tidak jelas.

Sekarang, akulah yang terdiam, berpikir bahwa aku sudah mengulik luka di hati seseorang. Aku pun langsung minta maaf.

Namun, dia menutup mulutnya dan tertawa, "Saya cuma bercanda, kok. Kenapa Ibu seserius itu? Anak saya ikut sama neneknya di rumah."

Setelah mendengar ini, aku langsung menghela napas lega dan dengan cepat mengganti topik pembicaraan, "Sebentar lagi liburan, kapan kamu mau pulang kampung buat bertemu dengannya?"

Dia menatap foto-foto di ponsel sambil bergumam, "Ya, sebentar lagi saya sudah bisa bertemu dengannya."

Tidak disangka, suamiku tiba-tiba batuk di malam hari dan tidak kunjung berhenti. Sepertinya dia sakit.

Aku menyeduh herbal penurun panas, menyempatkan untuk melirik anakku yang berumur tiga tahun di samping suamiku, Dikka. Karena takut akan tertular, jadi aku membawanya ke kamar pengasuh.

Sekarang sudah tengah malam, tetapi Mbak Rini tidak terlihat terkejut saat melihat kedatanganku. Dia dengan gesit mengambil Dikka dari gendonganku, seolah-olah sudah menunggu lama untuk momen ini. Aku juga sempat melihat kegembiraan yang tersembunyi di bagian bawah matanya.

Aku merasa bingung. Ketika aku mengedipkan mata beberapa kali, aku mendapati bahwa reaksinya sudah kembali normal.

Mungkin ini hanya ilusi, begitulah aku mencoba menenangkan diriku.

Beberapa hari kemudian, suamiku akhirnya sembuh. Aku berencana kembali membawa Dikka untuk tidur bersama kami.

Namun, dia tiba-tiba sangat menolak untuk bersentuhan denganku. Ketika aku mencoba mendekatinya, dia bersembunyi di belakang Mbak Rini tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mbak Rini menghiburku, mengatakan bahwa reaksi ini mungkin karena Dikka sudah tidur dengan Mbak Rini selama beberapa hari, jadi sedikit menolak keberadaan orang lain. Katanya, setelah beberapa hari reaksinya akan kembali seperti semula.

Dia juga pernah tidur dengan orang lain sebelumnya, tetapi tidak menunjukkan reaksi seperti ini. Kenapa hanya tidur beberapa hari dengan Mbak Rini, sikapnya jadi seperti tidak mengakuiku? Apalagi, emosi Dikka juga kurang baik dalam beberapa hari ini. Dia jadi lesu, nafsu makannya berkurang, bahkan porsi makannya hanya setengah dari porsi makannya sebelumnya.

Otakku terus-menerus muncul gambaran tentang pengasuh yang memberi anak obat secara diam-diam dan pengasuh yang melakukan pelecehan kepada anak. Aku tidak bisa mengawasi Dikka saat malam karena dia tidur dengan Mbak Rini.

Memikirkan hal ini, aku memiliki niat untuk mendatangi kamar Mbak Rini di tengah malam agar lebih tenang.

Malamnya, aku diam-diam mendatangi kamar Mbak Rini dan mendapati bahwa pintu kamar tidak bisa dibuka.

Ternyata pintu kamar Mbak Rini dikunci.

Jelas-jelas saat itu dia tidak menguncinya.

Hatiku menjadi lebih ragu. Tidak ingin membuatnya curiga, aku mencari kunci cadangan, ingin melihat situasi di dalam.

Setelah membuka pintu, kamar begitu gelap, sosok Mbak Rini dan Dikka pun tidak terlihat. Hanya ada benjolan tertutup selimut yang terlihat jelas.

Mungkinkah mereka ....

Aku langsung menyibak selimut dan melihat camilan, mainan dan ponsel yang masih memutar video kartun di atas kasur. Yang lebih menusuk mata adalah setengah bagian dada Mbak Rini terbuka, sementara dia memeluk putraku dengan erat.

Dia sepertinya tidak menyangka aku akan masuk di tengah malam, wajahnya penuh dengan kepanikan.

Aku tidak berani memikirkan apa yang sebenarnya terjadi di sini.

"Kamu cabul sekali!" Aku menamparnya dengan keras.

Mbak Rini sedikit menyamping setelah mendapatkan tamparan dariku. Dikka lepas dari pelukannya dan jatuh ke tempat tidur sambil menangis.

Dengan hati yang begitu sakit, aku mengangkat Dikka dari tempat tidur sambil membujuknya dengan lembut.

Suamiku bergegas ke kamar ini, juga terkejut saat melihat keadaan kamar.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Rahasia di Bawah Selimut

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.6
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kepergian mendadak itu membuat nenek Cherish syok hingga muntah darah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Kecewa mendalam, Cherish langsung mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon dimaafkan dan berjanji menyerahkan segalanya demi mendapatkan kembali hati Cherish.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan