Sampul Novel Putra Rahasianya, Aib Publiknya

Putra Rahasianya, Aib Publiknya

9.1 / 10.0
Alina Wijaya mengira hidupnya sempurna sebagai dokter dengan keluarga kaya dan tunangan sukses bernama Ivan. Namun, segalanya hancur saat ia memergoki Ivan bersama Kiara Anindita dan putra rahasia mereka, Leo. Ternyata, keluarga Wijaya dan Ivan hanya memanfaatkannya demi koneksi bisnis. Alina hanyalah pengganti sementara dalam sandiwara kejam ini. Kini, setelah dikhianati oleh orang-orang terdekatnya, Alina tidak akan lagi tinggal diam sebagai korban.

Putra Rahasianya, Aib Publiknya Bab 1

Namaku Alina Wijaya, seorang dokter residen yang akhirnya bertemu kembali dengan keluarga kaya raya yang telah kehilangan aku sejak kecil. Aku punya orang tua yang menyayangiku dan tunangan yang tampan dan sukses. Aku aman. Aku dicintai. Semua itu adalah kebohongan yang sempurna dan rapuh.

Kebohongan itu hancur berkeping-keping pada hari Selasa, saat aku menemukan tunanganku, Ivan, tidak sedang rapat dewan direksi, melainkan berada di sebuah mansion megah bersama Kiara Anindita, wanita yang katanya mengalami gangguan jiwa lima tahun lalu setelah mencoba menjebakku.

Dia tidak terpuruk; dia tampak bersinar, menggendong seorang anak laki-laki, Leo, yang tertawa riang dalam pelukan Ivan.

Aku tak sengaja mendengar percakapan mereka: Leo adalah putra mereka, dan aku hanyalah "pengganti sementara", sebuah alat untuk mencapai tujuan sampai Ivan tidak lagi membutuhkan koneksi keluargaku. Orang tuaku, keluarga Wijaya, juga terlibat dalam sandiwara ini, mendanai kehidupan mewah Kiara dan keluarga rahasia mereka.

Seluruh realitasku—orang tua yang penuh kasih, tunangan yang setia, keamanan yang kukira telah kutemukan—ternyata adalah sebuah panggung yang dibangun dengan cermat, dan aku adalah si bodoh yang memainkan peran utama. Kebohongan santai yang Ivan kirimkan lewat pesan, "Baru selesai rapat. Capek banget. Kangen kamu. Sampai ketemu di rumah," saat dia berdiri di samping keluarga aslinya, adalah pukulan terakhir.

Mereka pikir aku menyedihkan. Mereka pikir aku bodoh. Mereka akan segera tahu betapa salahnya mereka.

Bab 1

Lima tahun. Selama itulah mereka bilang Kiara Anindita telah pergi. Lima tahun sejak dia pura-pura mengalami gangguan jiwa setelah mencoba menjebakku karena membocorkan rahasia perusahaan, sebuah tindakan yang hampir menghancurkan karier medisku. Tunanganku, Ivan Gunardi, dan orang tuaku, keluarga Wijaya, telah meyakinkanku bahwa dia dikirim pergi untuk berobat, dipermalukan dan disingkirkan dari kehidupan kami selamanya.

Aku percaya pada mereka. Aku adalah Alina Wijaya, seorang dokter residen, yang akhirnya bersatu kembali dengan keluarga kaya raya yang telah kehilangan aku sejak kecil. Aku punya orang tua yang menyayangiku dan tunangan yang tampan dan sukses. Aku aman. Aku dicintai. Semua itu adalah kebohongan yang sempurna dan rapuh.

Kebohongan itu hancur berkeping-keping pada hari Selasa.

Ivan seharusnya sedang rapat dewan direksi. Dia mengirimiku pesan, "Mikirin kamu. Kayaknya bakal lembur malam ini. Nggak usah ditungguin ya."

Tapi aku ingin memberinya kejutan. Aku baru saja menyelesaikan shift 36 jam yang melelahkan di rumah sakit dan langsung pergi ke kantornya, Gunardi Medika, dengan membawa martabak kesukaannya. Satpam di lobi memberiku senyum sopan. "Pak Ivan sudah pergi sekitar satu jam yang lalu, Dokter Alina."

Sebuah firasat buruk mulai menjalari perutku. Aku meneleponnya. Ponselnya berdering sekali, lalu langsung masuk ke pesan suara. Aku mencoba pelacak di mobilnya, fitur yang baru sekali kugunakan saat dia lupa memarkir mobilnya di garasi mal yang sangat besar. Titik yang bersinar di layar ponselku tidak berada di rute biasanya. Mobilnya menuju ke sebuah kompleks perumahan mewah di sisi lain Jakarta, tempat yang bahkan belum pernah kudengar.

Aku mengemudi, tanganku mencengkeram setir dengan erat. Firasat buruk di perutku semakin menjadi-jadi, mengencang di setiap kilometer yang kutempuh. Alamat itu membawaku ke sebuah mansion modern yang megah, lampunya menyala terang, musik terdengar sampai ke taman yang terawat rapi. Kelihatannya seperti ada pesta.

Aku memarkir mobil di ujung jalan dan berjalan menuju rumah itu. Melalui jendela kaca dari lantai ke langit-langit, aku melihat pemandangan yang tidak masuk akal. Dan kemudian, aku melihatnya. Tunanganku, Ivan. Dia tidak mengenakan setelan jas. Dia mengenakan pakaian kasual, senyum santai terpasang di wajahnya.

Dia sedang menggendong seorang anak laki-laki di pundaknya, mungkin berusia empat atau lima tahun. Anak itu tertawa terkekeh-kekeh, tangan mungilnya memegang rambut gelap Ivan.

Dan kemudian aku melihat wanita yang berdiri di samping mereka, tangannya bertumpu di lengan Ivan.

Kiara Anindita.

Dia tidak terpuruk. Dia tidak berada di fasilitas perawatan. Dia tampak bersinar, mengenakan gaun sutra, terlihat seperti seorang ibu dan pasangan yang bahagia. Dia tertawa, suara yang kuingat dengan ngeri, dan mencondongkan tubuh untuk mencium pipi Ivan. Ivan memalingkan wajahnya dan balas menciumnya, sebuah gestur penuh kasih yang familier, yang dia lakukan padaku pagi itu.

Napas ku tercekat. Dunia seakan berputar. Aku terhuyung mundur ke dalam bayang-bayang pohon beringin besar, tubuhku gemetar hebat.

Aku bisa mendengar suara mereka melalui pintu teras yang sedikit terbuka.

"Leo makin besar ya," kata Kiara, suaranya penuh kepuasan. "Dia makin mirip kamu setiap hari."

"Dia punya pesona ibunya," jawab Ivan, suaranya hangat dengan kasih sayang yang kini kusadari tidak pernah benar-benar kuterima. Dia mengangkat Leo dari pundaknya dan menurunkannya.

"Kamu yakin Alina nggak curiga apa-apa?" tanya Kiara, nadanya sedikit berubah. "Lima tahun itu waktu yang lama untuk terus begini."

"Dia nggak tahu apa-apa," kata Ivan, suaranya diwarnai kekejaman santai yang membuatku sesak napas. "Dia terlalu bersyukur punya keluarga, dia bakal percaya apa pun yang kita bilang. Hampir menyedihkan."

"Alina yang malang, yang menyedihkan," cibir Kiara. "Masih mikir kamu bakal menikahinya. Masih mikir Papa dan Mama Wijaya lebih sayang sama anak kandung mereka daripada aku."

Ivan tertawa. Bukan tawa yang menyenangkan. "Mereka merasa bersalah. Itu saja. Mereka tahu mereka berutang budi padamu. Kita semua. Rumah ini, hidup ini... ini yang paling sedikit bisa kita lakukan untuk menebus apa yang kamu 'alami'."

Dia mengucapkan "alami" dengan gestur tanda kutip di udara. Seluruh cerita tentang gangguan jiwanya adalah sebuah pertunjukan. Sebuah kebohongan yang mereka semua ikuti.

Aku merasa mual. Orang tuaku. Mereka juga terlibat. Uang untuk kehidupan mewah ini, keluarga rahasia ini, berasal dari mereka. Dari kekayaan Wijaya yang seharusnya menjadi milikku.

Seluruh realitasku—orang tua yang penuh kasih, tunangan yang setia, keamanan yang kukira akhirnya kutemukan setelah masa kecil di panti asuhan—adalah sebuah panggung yang dibangun dengan cermat. Dan aku adalah si bodoh yang memainkan peran utama, tidak sadar bahwa para pemain lainnya menertawakanku di belakang tirai.

Aku mundur perlahan, gerakanku kaku. Aku masuk ke mobil, tubuhku gemetar begitu hebat hingga aku hampir tidak bisa memutar kunci kontak. Ponselku bergetar di pangkuanku. Sebuah pesan dari Ivan.

"Baru selesai rapat. Capek banget. Kangen kamu. Sampai ketemu di rumah."

Kebohongan santai itu, yang diketik saat dia berdiri di samping keluarga aslinya, adalah pukulan terakhir. Dunia tidak hanya berputar; dunia hancur menjadi debu di sekelilingku.

Aku pergi, bukan menuju apartemen kami bersama, tetapi menuju masa depan yang tidak bisa mereka kendalikan. Kesedihan itu seperti beban fisik, menghancurkan dadaku. Tapi di bawahnya, bara kecil yang keras dari sebuah tekad mulai menyala.

Mereka pikir aku menyedihkan. Mereka pikir aku bodoh.

Mereka akan segera tahu betapa salahnya mereka.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Putra Rahasianya, Aib Publiknya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan