Sampul Novel Mr. Harrison & Passionette

Mr. Harrison & Passionette

9.1 / 10.0
Dalam Mr. Harrison & Passionette, Dayanira terjebak perangkap Anthony Harrison yang manipulatif. Kehidupan mahasiswi ini berubah drastis saat ia terseret ke dunia gelap penuh misteri. Baca romance novel ini untuk mengungkap takdirnya dalam cerita modern novel yang penuh intrik dan bahaya.
Ringkasan Mr. Harrison & Passionette
Passionette Dayanira dikenal sebagai gadis baik yang kontras dengan kembarannya, Jessica. Meski sering dicemooh sebagai bayangan kakaknya yang akrab dengan dunia malam, hidup tenang Dayanira seketika hancur setelah bertemu Anthony Donnell Harrison di parkiran kampus. Tatapan tajam pria dingin itu menyeretnya ke dalam jebakan manipulatif yang mustahil dihindari. Terperangkap dalam kelicikan sang Iblis Bijaksana, kini hanya kematian yang bisa membebaskannya.
Baca Selengkapnya

Mr. Harrison & Passionette Bab 1

01. Passionette Dayanira

Aku adalah Passionette. Ini bukan sebuah tipuan atau pembodohan. Memang, Gairah adalah nama yang di berikan untuk seluruh makhluk hidup yang berada dalam fase ingin di puaskan. Tetapi, aku bercerita tentang diri ku sang Passion yang berada di bumi, bukan hanya sebuah kebohongan.

Nama adalah awal dari doa dan dari nama Passion juga adalah awal dari hal-hal yang aku sukai tentang diriku, karena di mata ku semuanya adalah Gairah. Itu sebabnya menjadi Gairah berarti segalanya.

Perkenalkan namaku adalah Passionette Dayanira.

Aku menyisir rambutku dan melihat diriku di cermin. Aku menata rambut panjangku yang bergelombang dengan membiarkannya terurai. Aku menatap kembaran ku sambil tersenyum ketika pintu terbuka pada saat itu. "Jadi bagaimana menurutmu?" kakak ku adalah gadis yang sangat terawat, di dalam kamarnya bahkan banyak tumpukan masker wajah atau perawatan lainnya.

Dan, untuk saat ini kami akan mengubah warna rambut kami bersama dengan warna yang sama pula. Seperti biasanya itu akan menjadi idenya, tetapi aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menolak. Kali ini kami akam mewarnai rambut kami menjadi warna hitam.

Jessica menatap kearahku berbinar terlihat kekaguman disana.

"Nira, kamu gila. Jangan pernah berpikir untuk memilih pirang atau apapun. Karna warna hitam jelas merupakan warnamu. Lihat ini sangat cocok!" Aku mengerucutkan bibir dan melihat bayanganku di cermin. Lipstik merah muda yang selalu ku pakai. Sementara kulit putihku bersinar berkat rambut hitamku. Tadi malam kami berdua sepakat bahwa pirang tidak cocok untukku.

"Lihat, ini adalah akhirnya. Jangan membuat mama menangis karna warna rambut aneh mu lagi!" Jessica menggelengkan kepalanya memandang ku.

Aku memutar bola mata ku dan menatapnya. Jessica terlihat cantik, tetapi aku lebih menyukai saat dia mewarnai dengan warna pirang terangnya. "Pirang terang lebih cocok untukmu. Karna kamu memiliki rambut pendek." Jessica berdiri tepat di sampingku dan melihat pantulan kami di cermin. Kami berdua melihat diri kami sekarang yang terlihat berbeda pada rambutnya dari pada tadi malam.

"Aku memiliki orang yang baru dalam hidupku" Jessica mengedipkan sebelah matanya. "dan lagi ada seseorang yang terlihat berbeda dari sebelumnya" Aku memasang ekspresi tidak setuju, dan melebarkan mataku.

"Apa kamu menata gaya mu hanya untuk seorang laki-laki?"

Jessica menunjuk rambutnya dengan alis terangkat. "Kamu juga yang membantu menatanya untuk ku."

"Tapi kamu seorang gadis." Aku menyeringai. "Sepadan bukan?"

"Terserah." Ucap Jessica mendengus.

Dia menutup topik pembicaraan. Aku pergi mengambil tas kuliah ku ketika Jessica menghela nafas dan masih memeriksa dirinya di depan cermin sekali lagi.

"Aku masih tidak mengerti bagaimana mereka tidak marah pada mu. Kelas pagi mu telah berubah menjadi tempat club malamkah?, mengingat tidak adanya teguran saat kau menggunakan lipstik merah itu" Kami meninggalkan kamarku dan turun kebawah.

"Ini swasta bukan negri. Tidak ada yang melakukan dengan disiplin tentu pasti akan ada pelanggaran disetiap peraturan."

Kami berada di kampus yang sama, sehingga membuat kami lebih sering berangkat bersama tentunya saat mata kuliah kami serupa. Mengingat beberapa dosen jurusannya melarang untuk berpenampilan mencolok, misalnya pakaian minim, make up tebal, dan lipstik merah. Tentu saja hal itu tetep di lakukan Jessica setiap hari padahal gadis itu sudah mendapatkan teguran bahkan hukuman berkali-kali, tetapi tidak ada rasa menyesal atau jera dalam benak Jessica.

Papa sudah berangkat kekantor sementara mama sedang menyiapkan sarapan. Tak satupun dari kami menyela saat sarapan berlangsung. Keterdiaman menyelimuti pagi ini. Papa berangkat duluan karena katanya ada meeting penting dengan klien.

"Aku pergi ma" ucapku beranjak dari duduk. Jessica ikut beranjak setelah menyelesaikan sarapannya. "Jessica, juga ma".

"Hati-hati sayang. Rajin belajarnya ya." Ucap mama menyambut salam dari kami.

Aku dan Jessica meninggalkan rumah bersama, kami memasuki mobilku. Jessica tidak ingin mengemudi katanya makannya dia lebih menginginkan ikut dengan ku.

"Ada seorang gadis di kelasmu. Namanya Casya, aku tidak menyukainya. Kamu tahu itu?" Aku mengerutkan kening.

"Tidak, kenapa kamu bertanya?" Jessica menghela nafas dalam kemarahannya.

"Dia mendekati laki-laki yang aku suka"

Aku melirik Jessica dengan gelisah, saudari kembarnya ini jika sudah marah tidak akan tau tempat. "Jess, jangan konyol. Apa pun yang ada di dalam pikiranmu, lupakan saja dan jangan berbuat yang macam-macam."

Aku tidak ingin Jessica terlibat dengan perkelahian yang bahkan tidak masuk akal hanya karena seorang laki-laki yang tidak dia kenal dengan baik, mungkin.

Jessica selalu melakukan ini, dengan keterikatan kepada laki-laki yang bahkan tidak terlalu lama dia kenal ada juga yang baru dia kenal. Ia sangat posesif terhadap orang yang dia inginkan. Aku selalu memperingatkan dia berkali-kali untuk tidak berbuat ulah dengan siapapun tetapi Jessica selalu mengatakan "Ini kepuasan untuk ku sendiri, jika kamu ingin mencobanya akan aku perkenalkan dengan apa yang namanya kenikmatan" konyol, ya Jessica sangat konyol.

Jessica memalingkan wajahnya tanpa menjawab perkataan ku, di dalam mobil penuh keheningan.

Perjalanan kami memakan waktu sekitar 20 menit, karena jalanan yang macat membuat kami lama sampai.

Sesampainya di parkiran kampus, Jessica dengan cepat membuka pintu mobil dan keluar, dia berjalan cepat memasuki area taman dekat gedung jurusan ku. Aku memutar moba mata ku kesal saat Jessica dengan seenaknya meninggalkan ku, di kampus gadis itu mendapatkan julukan Ratu Iblis sedang kan aku Dayang Iblis, aku tidak tahu siapa yang pertama kali membuat nama itu dan lagi oh ayo lah masa dayang sih.

Aku berlari mengejar Jessica, karena sepanjang kami berada di area kampus semua mata mengarah ke kami. Aku menarik tangan Jessica. "Tidak bisakah kamu tidak melakukan ini?" Ayolah! Ini hari senin setelah hari libur tentunya, masa iya dia sudah berulah lagi.

"Tentu saja tidak bisa, sayang." Ketika Jessica mengatakan itu, aku ingin sekali memukul kepalanya kuat-kuat tetapi takut dosa dia kan kakak.

"Jessica!" Teriakku saat tangannya sudah terbebas dari tangan ku dia melanjutkan jalannya. Sungguh, dia mengabaikanku.

"Astaga, aku bisa gila jika dia berbuat onar lagi." Jika dipertanyakan kejahatan apa yang aku lakukan, aku dengan keras mengatakan bahwa satu-satunya kejahatan yang aku perbuat adalah datang ke kampus bersama Jessica, karna dia akan membuat masalah dengan perempuan lain dan aku yang malu!

Mata ku terbelalak saat mengingat gadis Casya yang baru saja dia sebutkan tadi di perjalanan. Aku belum pernah melihat Jessica semarah ini.

Meskipun Jessica bodoh karena di otaknya hanya laki-laki terus tetapi aku menyayanginya, mungkin karena dia saudari kembarku. Ketika dia terus-menerus membuat masalah, ketika dia mencoba mengubah ku sesuai apa yang dia inginkan dan semua perilakunya yang tidak ada habisnya yang tidak aku sukai.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mr. Harrison & Passionette

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, mendadak dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, Nadira harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel Menikahi Calon Kakak Ipar
7.9
Mentari Khairunnafiza, seorang reporter lapangan yang tomboi, terpaksa menikahi calon kakak iparnya yang bersifat dingin dan perfeksionis. Meski hampir tidak mengenal pria tersebut, ia tak kuasa menolak wasiat terakhir sang kakak yang terus mendesaknya. Kini, Mentari terjebak dalam dilema besar. Mampukah ia menjalani biduk rumah tangga tanpa rasa cinta dengan pria asing itu, sementara hatinya masih terpaku pada kekasih yang sangat ia sayangi?
Sampul Novel Nafsu Besar Sang Dokter
8.9
Di balik jubah putih yang melambangkan profesionalisme, seorang dokter tetaplah individu biasa yang memiliki sisi kemanusiaan mendalam. Kehidupannya tidak hanya seputar medis, tetapi juga melibatkan gejolak perasaan, empati hati, serta dorongan hasrat alami yang manusiawi. Kisah ini mengeksplorasi sisi lain dari dunia kedokteran, di mana emosi dan insting dasar sering kali beradu dengan dedikasi, membuktikan bahwa seorang praktisi medis pun punya rasa.
Sampul Novel ORANG KETIGA
9.5
Lea Khalilea tidak pernah bercita-cita menjadi orang ketiga atau merebut Varrell Damington dari pelukan orang lain. Namun, rentetan peristiwa dalam hidup memaksanya mengambil langkah ekstrem hingga ia terjebak dalam dunia yang asing baginya. Melalui kisah ini, Lea mengajak siapa pun untuk memahami alasannya sebelum menghakimi pilihannya. Bersiaplah mendengarkan sisi lain dari sebuah pengkhianatan yang dibungkus dalam rumitnya realita cinta masa kini.
Sampul Novel Suamiku Memilih Maduku
9.0
Demi menarik kembali perhatian Radwan, Arlisa nekat meminta sang suami berpoligami. Ia berharap kehadiran orang ketiga memicu rasa cemburu dan kerinduan Radwan padanya. Namun, rencana itu menjadi bumerang saat Radwan justru jatuh cinta pada istri barunya. Arlisa kini terjebak menyaksikan kemesraan yang dulu miliknya kini berpindah tangan. Di tengah rasa sesak dan pengkhianatan, akankah Arlisa tetap bertahan atau mencari kehangatan di pelukan pria lain?
Sampul Novel Yang Belum Terucap
8.1
Mora memutuskan untuk menampung seseorang di apartemennya demi niat baik. Namun, bantuan tersebut justru menyeretnya ke dalam rangkaian masalah rumit. Saat berusaha membereskan segalanya, tantangan yang lebih besar muncul ketika Mora mulai jatuh cinta. Di tengah kesendirian karena ditinggalkan orang-orang, ia berjuang keras memperbaiki keadaan. Tanpa rasa penyesalan sedikit pun, Mora terus bertahan hingga seluruh hidupnya kembali pulih seperti sediakala.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan