Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Playboy Itu Suamiku

Playboy Itu Suamiku

Masa liburan yang seharusnya menjadi momen indah justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Renata. Tanpa diduga, ia menyaksikan pengkhianatan suaminya yang sedang memadu kasih dengan wanita lain tepat di depan matanya sendiri. Luka hati yang begitu mendalam membuat dunianya seketika runtuh. Kini, Renata terjebak dalam dilema batin yang menyiksa. Mampukah ia tetap bertahan dan menjaga martabatnya sebagai istri sah dari seorang pria yang tidak setia?
Bab
Bagikan

Bab 2

Kini Renata telah tinggal di sebuah rumah yang terbilang sangat besar. Renata sampai heran bagaimana menjelaskanya. Yang pasti rumah itu sangat besar walau hanya terdiri dari dua lantai tapi sangat luas, baik halamannya mau pun rumahnya.

Ehm, kalau tidak salah itu biasa di sebut mansion. Ya, sepertinya Miranda pernah membicarakan rumah mewah seperti ini dan namanya mansion. Semoga ia tak salah.

Renata melihat-lihat lagi dan di sana memiliki tanaman yang banyak dan juga tertata apik. Bahkan sampai di bentuk mirip hewan-hewan lucu, entah kenapa Renata menyunggingkan senyum padahal pagi ini ia sudah di dandani ala pengantin Eropa.

Ya, tidak seperti pengantin kebanyakan di Indonesia yang masih memakai adat, tapi sang calon suami memilih pernikahan ala pengantin Eropa. Apa Renata mampu menolaknya? Tentu saja tidak karena ia hanya bisa memasrahkan semuanya pada sang pemilik uang, selalu seperti itu kan?

Renata selesai di rias dan ia langsung bercermin tanpa sadar ia bergumam.

Cantik.

Para perias telah selesai bekerja, ia pun segera pergi dari kamar tersebut. Kamar super luas yang sudah seperti satu rumah dengan empat kamar di dalamnya. Dan ini hanya untuk satu kamar saja.

Sepertinya Renata baru sadar jika semenjak ia menginjakkan kaki di rumah ini tak ada satu orang pun yang berbicara dengannya. Bahkan termasuk perias tadi pun tak berbicara juga dengannya. Ada apa ya?

Seakan mereka semua kompak untuk tidak bicara padanya, apakah pria tampan yang akan jadi suaminya yang menyuruh mereka untuk diam? Tapi kenapa, apakah ini rumah pembantaian, setelah ia menikah maka Renata akan di bantai, begitu?

Eh, mikir apa Renata ini, tidak mungkin seperti itu. Sudah jangan berfikir hal yang aneh. Renata memukul kepalanya sendiri agar ia sadar dengan apa yang baru saja ia pikirkan.

renata data-p-id=ad9f0cca384be7bb0a3994347120f2cb,Para perias yang telah selesai segera pergi dari ruangan. Tak ada percakapan. Entah mengapa. Rasanya semua orang yang ada di sini seperti enggan berbicara dengannya.

Renata pun sudah tak mau ambil pusing, nanti saja kalau sudah sah menjadi istri pemilik rumah, ia akan mendekati para pelayan di sini. Ia akan buat mereka semua akrab seperti kawan main.

Sudah cukup kan menunjukkan rasa kasihannya, toh kini ia akan menjadi istri orang paling kaya, harusnya ia sombong sedikit, setidaknya ia akan menjadi nyonya di rumah besar jadi mari kita coba untuk menjadi Ratu di rumah sendiri.

Kira-kira sepert itulah Renata harus bersikap, ia tak boleh menunjukkan sisi lemahnya, ia adalah wanita yang kuat dan tegas, toh ini bukan Tante nya yang artinya ia bisa melawan tanpa takut dosa.

Untuk sekarang ia akan bersikap anggun dan penurut agar semua pelayan menganggapnya wanita yang terhormat dan elegan, ya harus seperti itu. Renata tersenyum sendiri membayangkan hal itu, ia akan menjadi seorang Ratu seperti hari ini ia telah memakai gaun putih cantik dengan mahkota kecil di kepalanya persis seperti seorang Ratu kan?

Tak lama seorang pria tua dengan setelan jas masuk tanpa kata-kata ia merenggangkan tangannya untuk ia pegang, Renata pun memasukkan tanganya di sela lengan dan badannya lalu ia pegang dan Renata mulai di ajak ke bawah. Mereka berjalan dengan di iringi pelayan wanita di belakangnya. Benar-benar seperti Ratu kerajaan Inggris, oh my God!

****

Tibalah Renata di tempat pernikahannya. Aula yang sangat indah ditambah dekorasi yang tak jauh lebih indah. Warna putih mendominasi ruangan.

Mawar merah bertaburan disepanjang karpet merah. Di sana para tamu sudah menanti dan berdiri ketika Renata mulai berjalan ke arah pria tampan yang menatapnya. Terpaku. Raut wajahnya tak terbaca.

Pria itu mengenakan toxedo warna putih dan dasi kupu-kupu warna senada. Bahkan sepatunya pun berwarna sama, ia sangat tampan dan mempesona, ketika Renata mendekat pria tua itu menyerahkan Renata padanya.

Renata beralih menyentuh tangan sang calon suami yang bernama ... bernama ... loh Renata lupa siapa nama calon suaminya ya? Renata langsung menatap wajah tampan tiu tapi ia justru beralih pada penghulu.

Pernikahan ini terasa khidmat tapi tak ada setetes pun air mata baik pada tamu undangan, keluarga pihak laki-laki apa lagi Renata, tak ada satu pun air mata yang menetes.

Mereka kini resmi menikah, Renata resmi menjadi istri dan pria tampan itu resmi menjadi suaminya, dan ah, lupa, Renata sudah tahu siapa nama suaminya karena tadi ia mendengarkan dengan seksama nama sang suami.

Frans Alexander, itulah nama suaminya.

Renata di genggam jemarinya oleh Frans, dan ia mulai memasukkan cincin berlian ke tangannya. Tangan yang selalu polos dan kasar itu kini nampak lembut, bersih, dan memakai cincin berlian.

Pemakaian cincin telah usai dan kini waktunya untuk mencium kening tapi bukan kening yang di kecup oleh Frans, melainkan bibir Renata. Sontak para undangan bersorak ramai karena hal itu sementara Renata hanya diam bagai boneka merasakan sensasi ciuman dingin. Dingin karena ia tahu ciuman itu tak ada rasa apa-apa. Hambar.

Renata duduk ditempat yang sudah disediakan. Dan makan makanan yang disediakan, ia sangat lapar. Tapi, tetap Renata harus menjaga sikap.

Renata melihat ke arah pria yang kini berstatus sebagai suaminya. Pria itu duduk dengan teman-temannya, mengobrol dan meneguk wine. Sesekali menyentuh lengan para gadis yang ada di sampingnya.

Entah ... tak ada rasa kesal atau apa yang disebut gadis lain ketika suami mereka genit dengan wanita lain. Cemburu? Tidak! Renata tak merasakan itu.

Kini yang Renata rasakan adalah lelah, ia ingin istirahat. Entah setan apa yang merasukinya Renata tak sanggup membuka mata dan ia sukses tertidur di meja makan.

Beberapa saat ia merasakan tangan kekar mengangkatnya dan berjalan entah ke mana. Renata sudah tak sanggup membuka mata ia benar-benar lelah.

****

Sinar matahari yang masuk lewat celah jendela mengusik ketenangan Renata. Ia mengerjab-erjabkan matanya dan dengan siaga ia membuka mata. Ia lupa ini pesta pernikahanya.

Ia bangun dan linglung. Ini di kamar, kamar siapa? gumamnya. Pasalnya kemarin ia tidak tidur di kamar ini. Ini di mana? ia melihat sekitar dan lebih terkejut lagi ketika melihat seorang pria tanpa pakaian tidur di sampingnya.

Dengan cepat ia melihat tubuhnya sendiri dan Renata hanya mengenakan selimut saja tanpa apa-apa di dalamnya.

"AAAA!!!!" teriaknya yang membuat suaminya bangun karena kaget. Renata berhenti berteriak ketika ia di jitak oleh Frans. Ia menoleh kesal.

"Berisik bodoh!" bentak Frans yang tak lain adalah suaminya sendiri.

Reanta masih mengusap kepalanya kasar, ia bingung karena seingatnya ia masih di pesta pernikahannya tapi kenapa sekarang ada di kamar ini?

"Kau lupa ingatan, hah?" tanya Frans kesal. Lalu bangkit menuju kamar mandi. Dari situ Renata baru sadar ternyata Frans masih mengenakan celana panjangnya. Hufh ... syukurlah.

Tapi ... Renata melongo. "KENAPA AKU TELANJANG !!!" teriak Renata.

Bluk ! Brak !

Terdengar suara lemparan dan tendangan dari arah kamar mandi.

"KAU BISA DIAM TIDAK SIH! BELUM JUGA AKU SENTUH! DASAR GADIS BODOH BERISIK!" teriak Frans dari dalam kamar mandi.

BRAKKK!

Ia membuka pintu kamar mandi dengan kasar. Lalu mengambil pakaian dalam lemarinya. Memakainya dan keluar begitu saja dari kamar.

Meninggalkan Renata yang masih melongo. Karena melihat pemandangan yang luar biasa ia melihat tubuh suaminya tanpa pakaian dan ada yang menggantung di sana. Dan ia biasa saja?????

"MATAKU PENUH DOSA. MAMA!"

Masih saja anak itu teriak. Mau aku bunuh apa. Gumam Frans yang sedang duduk di ruang makan dan menyantap sarapan paginya.

"Beritahu Renata, apa saja yang boleh dan tidak di rumah ini. Ingat aku tidak mau dia berisik," pinta Frans pada pelayannya yang mengangguk paham.

Frans pergi ke kantor tanpa melihat keadaan Renata lagi.

karena menurutnya istrinya itu sungguh menyebalkan. Bagaimana mungkin ia begitu berisik hingga membuat dirinya tak betah. Renata memang ia nikahi tapi bukan berarti ia bisa berisik seenaknya seperti itu, seperti melihat apa saja. Benar-benar aneh.

Bahkan setibanya Frans di kantor pun ia tetap terlihat seperti Frans yang dulu, tetap menggoda sfaf yang menurutnya cantik dan seksi sesuai seleranya. Mereka yang tidak terlalu tertarik dengan Frans sampai heran melihat kelakuan atasannya yang tak berubah walau ia sudah menikah.

Mereka sampai merasa kasihan pada sang istri yang berada di rumah dan baru di nikahi tapi sudah di selingkuhi. Tapi, bagi yang menyukai sifat Frans, mereka sangat senang karena sang atasan tetap bisa menggoda dan mereka goda.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah hanyalah gadis sederhana yang menjalin kasih dengan Krisna, seorang pria dari kalangan bangsawan. Namun, hubungan mereka terhalang restu ayah Krisna karena perbedaan keyakinan serta status sosial yang sangat kontras. Demi mempertahankan cintanya, Krisna nekat melawan kehendak sang ayah dan memilih pergi menjauh bersama Aisyah. Apakah perjuangan mereka mampu meluluhkan hati sang ayah hingga restu akhirnya diberikan bagi masa depan mereka berdua?
Sampul Novel Balas Dendam Putri Konglomerat
8.2
Aluna hancur saat memergoki suaminya, Dian, menemani Ratnasari di rumah sakit ketika ia sedang berjuang untuk program bayi tabung. Pengkhianatan memuncak saat Aluna dikurung dan dipaksa menggugurkan kandungannya akibat sabotase obat. Setelah kehilangan bayinya dan diusir dari rumah, identitas asli Aluna terungkap sebagai putri konglomerat media yang hilang. Kini, sang pewaris telah kembali untuk menuntut balas pada semua orang yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel HATE BEING A RICHMAN
8.3
Tsabit adalah yatim piatu sukses di Woodela yang tetap rendah hati meski kaya raya. Namun, dunianya hancur saat rahasia kelam orang tuanya terungkap. Ia terjebak cinta terlarang dengan Shakeela yang ternyata adalah saudara sedarahnya sendiri. Kenyataan pahit ini membuat Tsabit membenci kekayaannya dan menyesali pertemuan mereka. Meski dosa masa lalu memisahkan keduanya, ikatan tulus yang telah terjalin lama membuat mereka sangat sulit untuk saling melepaskan.
Sampul Novel Hijaunya Rumput Tetangga
7.8
Fian adalah sosok suami idaman yang sangat setia, namun ia harus menghadapi kenyataan pahit saat istrinya, Anti, mendadak meminta cerai. Anti merasa jenuh karena Fian dianggap tidak romantis meski sangat baik. Keputusan Anti untuk berpisah pun semakin kuat setelah dirinya bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang memiliki sifat sangat kontras dibanding Fian. Kini, keutuhan rumah tangga mereka berada di ujung tanduk akibat bayang-bayang masa lalu.
Sampul Novel Remember When
8.2
Dante memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan mereka, namun Olivia tetap bersikeras menolak. Meski Dante mendesak, Olivia memilih bungkam karena merasa penjelasan takkan mengubah keadaan. Dante pun bertekad mengungkap sendiri alasan di balik perpisahan pahit mereka. Di balik ciuman yang masih terasa semanis kenangan tiga tahun lalu, Olivia menyimpan sebuah rahasia besar. Inilah alasan tersembunyi mengapa ia dulu memilih pergi meninggalkan Dante.
Sampul Novel Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi
8.5
Suci merupakan sosok istri yang penuh kasih dan setia dalam mendampingi suaminya selama satu dekade pernikahan. Meski telah dikaruniai tiga anak, kehidupan ekonomi keluarga ini tetap sulit walau sang suami sudah bekerja keras sebagai mekanik lepasan. Di tengah perjuangan mencari nafkah, keteguhan hati mereka diuji oleh hinaan orang lain dan ancaman pihak ketiga yang ingin merusak rumah tangga. Mampukah kesabaran dan rasa syukur menjaga keutuhan cinta mereka dari kehancuran?