Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PESONA IBLIS MAFIA KEJAM

PESONA IBLIS MAFIA KEJAM

Meskipun berusaha keras menjauh dari dunia kriminal dengan melarikan diri dari sang ayah, darah mafia tetap mengalir deras di nadinya. Pria ini dikenal sangat dingin dan kejam, memiliki rupa menawan layaknya iblis Lucifer dengan gerak-gerik yang mematikan. Namun, watak keras dan berbahaya tersebut justru menjadi daya tarik yang tak tertahankan bagi para wanita serta orang-orang di sekelilingnya, menciptakan pesona gelap yang sangat memikat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jeff mengernyitkan dahi, rasa sakit masih terasa sedikit menusuk di belakang kepalanya. Ia duduk santai di teras belakang sebuah rumah yang sekelilingnya ditumbuhi beraneka bunga liar nan cantik, juga pohon-pohon berukuran besar yang rindang.

Kursi tempat duduk Jeff terbuat dari kayu oak dengan warna alami, sangat serasi dengan suasana hutan yang tenang. Jeff duduk dengan ditemani si Kecil Kiara yang dengan semangat menyuapinya.

"Kakak harus makan yang banyak supaya lekas sembuh. Kalau tidak, Dokter Kiara akan menyuntikmu, hihihihi...," celetuk Kiara sembari menyodorkan sendok berisi potongan roti panggang dengan toping daging dan sayur ke dalam mulut Jeff yang terbuka dengan enggan.

Mau tak mau Jeff dibuat tersenyum kecil oleh tingkah lucu Kiara, Jeff tak mengucapkan sepatah katapun, hanya menuruti semua keinginan Kiara. Jeff terus saja membuka mulutnya meskipun ia mulai merasa kenyang.

Tiga hari sudah Jeff berada dalam perawatan keluarga ini, Kiara dan kedua orang tuanya benar-benar membuat Jeff bisa merasakan sebuah keluarga lengkap yang utuh dan bahagia.

Tak disadari oleh Jeff dan Kiara, di belakang mereka telah berdiri Reiji dan Moana, keduanya saling melempar senyum gemas melihat kebahagiaan Kiara karena kehadiran Jeffrey Tanaka. Reiji dan Moana sempat membaca nama yang tertera pada kartu identitas dari dompet kecil pada saku celana Jeff, tiga hari yang lalu.

"Jeffrey Tanaka, bagaimana keadaanmu pagi ini? Apakah kamu sudah bisa mengingat sesuatu, tentang ibumu atau keluargamu?" tanya Reiji Fujiwara, mengagetkan Jeff dan Kiara.

Jeff berhenti mengunyah sesaat, ia menolah ke sumber suara, diikuti oleh si kecil Kiara.

"Tuan dan Nyonya Fujiwara, kalian bisa panggil aku Jeff, saja. Sejauh ini, aku hanya ingat tentang ibuku, Ayumi Tanaka. Tiga hari yang lalu, ia dibunuh oleh orang-orang jahat yang tidak ku kenal," sahut Jeff, berlagak setengah amnesia.

"Oh..., Kami turut berbela sungkawa. Apakah kamu benar-benar tak bisa mengingat keluargamu yang lain? Ayah, bibi, paman, nenek atau kakekmu misalnya?" Moana turut mengintrogasi Jeff.

"Entahlah. Aku belum bisa mengingat mereka sama sekali." Jeff berdusta lagi. Ia benar-benar ingin melupakan semua latar belakangnya. Ia benci klan Rodriguez!

"Hmm..., baikah kalau begitu. Silakan jika ingin melanjutkan makanmu atau beristirahat. Kiara sudah lama ingin memiliki seorang kakak, tampaknya ia senang sekali dengan kehadiranmu di tengah - tengah kami." Reiji mengacak rambut hitam lebat di kepala Jeff dengan akrab, membuat Jeff terpaku sesaat. Ada kehangatan yang mengalir dari usapan tangan Reiji Fujiwara, Jeff merasa nyaman dan aman. Ini adalah sesuatu yang tak pernah ia dapatkan dari ayahnya, Alex Rodriguez.

"Terimakasih Reiji," ucap Jeff singkat. Masih banyak kalimat yang ingin diucapkannya untuk menunjukkan rasa terimakasih, namun lidahnya seakan kelu.

"Ayah, Ibu, apakah Kakak sudah boleh diajak bermain? Aku ingin mengajaknya bermain petak umpet." Kiara bersemangat.

"No, sayang. Jeff masih belum pulih sepenuhnya. Bermainlah sendiri dengan semua bonekamu, biarkan Jeff beristirahat." Moana mengulurkan tangannya, kiara meraihnya dengan enggan.

"Kakak, kalau kamu sudah sembuh aku akan mengajarimu cara bermain anggar dan katana," kicau Kiara sebelum melangkah pergi.

Dahi Jeff mengernyit mendengar ucapan Kiara, lagi-lagi ia tak bisa menahan senyumnya. 'Benarkah? sekecil ini, Kiara telah diperkenalkan pada pedang katana dan anggar? hmm..., setiap keluarga punya rahasia.' Jeff membatin.

Reiji, Moana, dan Kiara meninggalkan Jeff seorang diri di teras belakang. Sudah lima hari ini mereka menghabiskan liburan dengan traveling ke berbagai tempat rahasia yang menjadi favorit mereka.

Salah satunya adalah Vila pantai windansea, di mana mereka menemukan Jeff yang pingsan dan terluka. Kemudian, rumah pinggir hutan ini. Mereka membawa serta Jeff ke tempat ini, sebab Jeff mengaku tak bisa mengingat apapun tentang keluarganya.

Sesampainya di dalam, Moana membiarkan Kiara bermain seorang diri dengan boneka-bonekanya. Setelah itu, ia menarik lengan Reiji ke kamar pribadi mereka untuk berbicara empat mata.

Moana menatap dalam-dalam pria Jepang dengan pesona dan ketampanan eksotik yang kini menjadi pasangan hidupnya. "Apa kau sudah yakin akan mengadopsi anak itu, Rei? Seharusnya kita mencari tahu tentang latar belakangnya terlebih dahulu." Moana masih mencoba mencari jawaban dari manik hitam Reiji, yang selalu berbinar-binar tiap kali Moana menatapnya.

"Bukankah kamu sendiri yang menyelidikinya, sayang. Kita tahu, dia telah berbicara jujur mengenai ibunya. Dan dia juga berdarah Jepang, sama sepertiku. Aku semakin yakin untuk mengadopsinya. Namun, aku juga ingin tahu apakah menurutmu aku bertindak benar?" Reiji balik bertanya. Ia sangat mencintai dan menghormati istrinya, ia tak akan melakukannya tanpa persetujuan Moana.

"Aku setuju demi Kiara. Aku tak akan bisa memberi Kiara seorang adik setelah peristiwa di Monaco itu, apalagi memberinya seorang kakak, aku tidak akan pernah bisa, hahaha...." Moana tertawa getir dalam candanya karena  teringat kejadian di Monaco, saat ia terkena tusukan cukup dalam di perut, tepat di bagian rahimnya.

Reiji Fujiwara bangkit dari pembaringan, meraih bahu Moana, memberikan sebuah pelukan ternyaman di kala Moana tengah rapuh.

"Rei, aku ingin kita berhenti dari pekerjaan ini secepatnya. Aku mencintai pekerjaan ini sama sepertimu, tapi Kiara di atas semua itu. Aku selalu resah memikirkan keselamatan Kiara di saat para bandit itu tengah mengincar kita." Air mata Moana luruh tanpa permisi lagi. Wajahnya semakin tenggelam di dada bidang Reiji, berusaha meraup sebanyak mungkin ketenangan di sana.

"Tentu saja kita akan berhenti, setelah membereskan beberapa tugas yang masih menjadi tanggung jawab kita. CIA tak akan kekurangan agen-agen hebat meskipun kita pensiun dini." Reiji membelai rambut sang istri dengan lembut.

***

Dua hari kemudian

"Moa, sore ini kita berangkat. Pastikan semua barang sudah dikemas. Oh iya, kemana anak-anak?" tanya Reiji Fujiwara sembari sibuk mengusap-usap layar ponselnya.

"Honey, apakah kamu tidak mendengar suara gaduh itu? Mereka terus saja bermain semenjak pagi. Kiara benar-benar keterlaluan, kasihan Jeff," racau Moana.

Reiji hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, manakala ia menoleh ke ruang tamu dimana sumber kegaduhan berasal, ia melihat Kiara sedang berakting memukul Jeff dengan pedang katana palsu di tangannya, Jeff berpura-pura jatuh dan kalah. Lalu Kiara berjingkrak-jingkrak kegirangan, "Yey, Princess Kiara menang," pekik Kiara nyaring.

"Rei...!! Reiji Fujiwara, ada pesan darurat dari agen Tomy." Moana menuju Reiji, setengah berlari. Belum sempat Reiji bereaksi, Moana lebih dulu menekan layar ponselnya untuk memutar pesan suara itu.

"Darurat! Rei, Moa, segera cari jalan untuk meninggalkan rumah pinggir hutan kalian. Kevin The Baracuda dan pasukannya telah mengepung rumah kalian dari semua arah. Aku akan mencari bantuan secepatnya." Suara Tomy berakhir.

Reiji dan Moana saling menatap, berusaha tetap tenang. Tanpa komando, keduanya kompak menyiapkan perlengakapan tempur mereka.

Reiji mengangkat vas bunga yang berada di atas rak dinding, lalu menekan sebuah tombol di bawahnya. Sebagian tembok di hadapan Reiji bergeser ke kanan secara otomatis, di dalamnya terpajang beragam jenis dan ukuran senjata api, senjata tajam, dua buah pedang samurai juga bertengger gagah di sana.

Moana segera memilih dua pistol revolver, lalu menyelipkannya pada bagian celana panjangnya yang memang didesain untuk itu. Moana juga mengambil sebuah Grenade Launcher dan sebuah short gun.

Sedangkan Reiji meraih dua senapan laras panjang yang kemudian ia letakkan di atas meja dekat jendela, lalu ia kembali lagi ke biilik senjata untuk mengambil Machine Gun M249.

"Aku cari anak-anak dulu," ucap Moana, gelisah.

"Tidak Moa, tunggulah di sini sebentar. Aku yang akan bicara dengan mereka," sanggah Reiji. Ia berjalan menuju ruang tengah tanpa mendengar persetujuan dari Moana.

Moana menyalakan semua gadget dan komputer yang terhubung dengan sistem keamanan rumah. Tak lama kemudian tampaklah pada layar monitor, puluhan atau mungkin ratusan pria bersenjata lengkap berada dalam posisi siap menyerang, mengepung rumah pinggir hutan yang selama ini Keiji dan Moana rahasiakan. Jantung Moana berdetak lebih kencang, ia mengkhawatirkan Kiara.

Sementara itu, Reiji mendapati Kiara tertidur lelap di atas sofa setelah kelelahan bermain, dengan paha Jeff sebagai bantalnya. Sedangkan Jeff tengah asyik menghabiskan camilan Kiara sembari bersandar di sofa, ia belum menyadari apa yang terjadi.

"Jeff, tidak ada waktu untuk menjelaskan situasi ini. Aku akan membawa kalian ke ruang rahasia di basement. Ingat! Jangan pernah keluar, apa pun yang terjadi, kecuali aku yang datang memanggil kalian atau hari telah pagi dan kamu yakin situasi di luar benar-benar aman." Reiji langsung meraih tubuh mungil Kiara dan membopongnya di dalam pelukannya.

Jeff sedikit panik, tapi ia tidak begitu terkejut, sebab sejak awal instingnya yang tajam telah curiga kalau Reiji dan Moana bukan orang biasa kebanyakan.

"Apakah kita di serang?" tanya Jeff spontan seraya mengikuti langkah cepat pria Jepang dengan tubuh atletis dan garis-garis otot  kokoh yang berjalan di depannya.

"Iya," jawab Reiji singkat. Suara tembakan mulai terdengar.

"Kalian bisa mengandalkanku, aku akan bertempur bersama kalian," lanjut Jeff datar, namun tanpa keraguan sedikitpun.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DIHAMILI SUAMIKU
8.0
Dunia Alexa Banderas runtuh saat orang tuanya tewas dibunuh sang paman di hari kelulusannya demi dokumen Taurus Corps. Di tengah duka, gadis tangguh ini dipaksa menikahi Martin Snowden, pria kasar yang penuh kebencian. Alexa kini harus memimpin perusahaan besar sembari melindungi suaminya dari kekasih licik yang mengincar aset keluarga. Mampukah ia menuntaskan dendam, mengelola bisnis, sekaligus meluluhkan hati Martin yang sekeras batu?
Sampul Novel Cinta Sang Pewaris Lumpuh
8.6
Erios Danbert, pria kaya yang lumpuh, harus mencari istri meski hatinya tertutup rapat. Takdir mempertemukannya dengan Emery Olivia La Carlistee, putri keluarga pembunuh bayaran yang mengincar kekuasaan Erios. Awalnya Emery hanya memanfaatkan situasi, namun ia justru terjebak dalam pusaran bahaya yang mengintai sang pewaris. Meski saling curiga dan mengejar ambisi pribadi, benarkah ada cinta tulus saat topeng dan motif asli Emery akhirnya terungkap?
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan bahwa wanita yang tersakiti mampu menjadi sosok yang sangat tangguh. Demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya, ia bergabung dengan Agency The Angel sebagai wanita panggilan kelas atas. Bersama sang adik, Shasya, Felisha rela terjun ke dunia prostitusi elite demi melacak sang pembunuh. Mereka mempertaruhkan segalanya dalam misi berbahaya ini demi mengungkap kebenaran dan membalas rasa sakit hati yang selama ini terpendam.
Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Kehancuran hidup Jovan dimulai saat ia kehilangan keluarga dan martabatnya. Sebuah surat misterius menyeretnya ke dalam pusaran dendam dan masa lalu yang kelam. Di tengah pelarian mencari jawaban, ia menemukan kekuatan untuk bangkit demi mengejar jejak istrinya yang menghilang. Ini adalah kisah perjuangan seorang lelaki yang harus melampaui batas kemampuannya demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan yang telah menghancurkan segalanya.
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Saat menghadiri pesta di Negeri Suwarna, Putri Mahkota Manggalya menerima kabar duka atas wafatnya sang ayah. Karena takhta tak boleh kosong, Pangeran Rahagi yang berusia sepuluh tahun pun naik takhta menggantikannya. Sang Putri yang terpukul memilih mengasingkan diri demi menenangkan jiwa. Namun, di bawah kuasa raja muda yang baru, Manggalya justru berubah menjadi kerajaan agresif yang terus memperluas wilayah kekuasaannya secara membabi buta.
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati
8.7
Permana Brata adalah pendekar dengan masa lalu kelam yang penuh noda hitam. Demi menebus dosa lamanya, ia berkelana menyebar kebaikan. Berbekal jurus Sepuluh Syair Bumi Pertiwi dan Pedang Kebenaran Sejati, Permana bertekad mencari orang tuanya. Meski rintangan berat menghadang, ia tak gentar menghancurkan setiap aral. Prinsipnya teguh: membasmi angkara murka dan memusnahkan kejahatan agar kedamaian sejati tercipta di seluruh jagat raya.