Sampul Novel PESONA IBLIS MAFIA KEJAM

PESONA IBLIS MAFIA KEJAM

9.6 / 10.0
Dalam PESONA IBLIS MAFIA KEJAM, putra seorang bos besar berusaha kabur dari warisan darahnya. Namun, sifat dingin dan wajah tampan bak iblis menjadikannya sosok mematikan. Ikuti kisah penuh aksi ini di mafia romance books terbaik dan baca fiction books seru ini sekarang.
Ringkasan PESONA IBLIS MAFIA KEJAM
Meskipun berusaha keras menjauh dari dunia kriminal dengan melarikan diri dari sang ayah, darah mafia tetap mengalir deras di nadinya. Pria ini dikenal sangat dingin dan kejam, memiliki rupa menawan layaknya iblis Lucifer dengan gerak-gerik yang mematikan. Namun, watak keras dan berbahaya tersebut justru menjadi daya tarik yang tak tertahankan bagi para wanita serta orang-orang di sekelilingnya, menciptakan pesona gelap yang sangat memikat.
Baca Selengkapnya

PESONA IBLIS MAFIA KEJAM Bab 1

Jeffrey Tanaka hanya memiliki sedikit stok rasa takut, dan kini ia telah kehilangan semuanya, tak bersisa!

"Jeff, letakkan senjatamu!" teriak Diego dengan rahang mengeras pada keponakannya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama itu.

Diego dan sisa personil timnya bersembunyi dibalik pepohonan di sepanjang tebing curam, sedangkan Jeff tepat berada di pinggiran tebing yang langsung berbatasan dengan laut. Debur ombak memecah batu karang, membuat suasana malam kian mencekam.

"Cih, jangan harap!! Kalian harus membayar semua perbuatan kalian!" pekik remaja tanggung itu dengan suara dingin penuh ancaman, sedikit bergetar oleh amarah.

Jeff telah cukup lama berlatih beragam ilmu  bela diri dan penggunaan berbagai jenis senjata, tapi baru kali ini ia membunuh. Entah sudah berapa orang yang telah terkena tembakan pistol revolver di tangannya, Jeff tak peduli. Baginya, mereka semua adalah pembunuh ibunya, Ayumi Tanaka.

Jeff memandang bengis puluhan pria berpakaian hitam yang berupaya membekuknya. Meskipun malam ini adalah untuk yang pertama kalinya ia membunuh belasan nyawa sekaligus, remaja tanggung itu tak terguncang sama sekali, wajah tampannya tampak memancarkan aura yang begitu dingin dan mengancam. Pantas saja Alex dan Diego berupaya merebutnya paksa dari tangan Ayumi Tanaka untuk menjadikannya salah satu penerus klan Rodriguez.

"Ibumu terlalu membangkang, tim terpaksa menembaknya. Seharusnya kau tak mendukung ibumu untuk kabur, karena dia bukan ibumu yang sebenarnya," tukas Diego lagi.

Sesungguhnya amarah Diego sudah mencapai ubun-ubun. Bagaimana tidak? Sebanyak lima belas orang anak buahnya harus mati konyol di tangan keponakannya sendiri, yang sedang mengamuk tak terkendali.

Diego tahu, Jeff sangat berbakat dan terlatih. Tentu saja berkat dorongan Alex dan dirinya. Namun tak pernah terlintas dibenak Diego, keponakannya ini akan menjadi begitu tangguh dan sadis. Haruskah ia heran? Tangguh dan sadis? Bukankah itu terdengar persis seperti Alex dan dirinya!

Sementara itu Jeff yang diliputi api amarah dan dendam, benar-benar tak mau mendengar apapun yang diucapkan Diego. "Omong kosong! Kembalikan hidup ibuku, Die-go Rod-ri-guez! Atau nyawa kalian sebagai gantinya!!" Pekik Jeff kalap. Netranya mulai memerah, lelah menahan gelombang dahsyat yang hendak menyembur dari dalamnya. Kehilangan Ayumi Tanaka menciptakan luka yang paling dalam di lubuk hatinya.

"Sekali lagi, letakkan senjatamu, Jeffrey! Atau tim terpaksa menembakmu. Jika kau terus keras kepala, maka akan kubiarkan kau menyusul Shurrogate mother-mu itu," ancam Diego. Sungguh, jauh dari kesan seorang paman yang penyayang.

"Fiuuh...! Demi tujuan kalian tercapai, kalian sanggup mengarang cerita bohong." Jeff tetap tak percaya dengan ucapan Diego yang mengatakan kalau Ayumi Tanaka bukan Ibu kandungnya, melainkan hanya seorang Shurrogate mother atau seorang Ibu Pengganti yang hanya bertugas untuk hamil dan melahirkannya.

Selama ini, Ayumi merawat dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang, layaknya seorang Ibu sejati. Tak pernah terlintas dibenak Jeff kalau Ayumi Tanaka bukan Ibu kandungnya.

Dan hari ini, ia harus menyaksikan hal yang paling memilukan di hadapannya, dimana pamannya sendiri telah membawa orang-orangnya untuk menembak wanita yang dipanggilnya Ibu.

Dor...! Dor dor dor!!

Jeff melepaskan tiga tembakan untuk melindungi pergerakannya. Sambil terus berlari menjauh, ia menembak, lagi dan lagi.

Rimbunnya pepohonan menghalangi pandangan Diego dan timnya, membuat mereka kehilangan jejak dari remaja bandel dan labil itu. Diego menghempas puntung rokoknya dengan kesal, lalu menendang gundukan tanah yang tak berdosa di depannya, "Damned!'' Diego Rodriguez berteriak putus asa.

Sementara itu Jeff terus berlari dan berlari, tak peduli rasa sakit di bagian betis dan pahanya yang tertusuk oleh ranting-ranting pohon mati, juga semak-semak kering di sepanjang tebing Pantai Windansea, California.

Hampir tiga jam Jeff terseok-seok turun naik tebing dan lembah, dengan air mata mulai bercucuran begitu saja, ia terus menyalahkan dirinya yang tak bisa melindungi sang Ibu.

Kini, Jeff hanya ingin pergi jauh dari lingkungan klan Rodriguez yang penuh kekerasan dan pertumpahan darah. Ia akan mengikuti keinginan dan pesan Ayumi Tanaka untuk meninggalkan dan melupakan semua hal yang berkaitan dengan Klan Rodriguez.

Bugh!

''Aaargh...!"

Kaki Jeff tersandung. Karena kelelehan, Jeff mulai kehilangan fokus dan tak sadar akan adanya sebuah  batu cukup besar di depannya, ia pun jatuh terjungkal kemudian berguling-guling di antara semak dan bebatuan.

Beberapa kali kepalanya menghantam batu cadas dengan cukup keras, membuatnya pening tak sadarkan diri. Akhirnya tubuh malang berlumuran darah itu terkapar di halaman belakang salah satu vila mewah yang berada di pinggiran pantai Windansea.

***

Cahaya mentari pagi menyingsing memandikan tubuh Jeff yang terbujur lemah. Terlihat bercak merah mulai mengering di rerumputan hijau di sekitar tubuh Jeff. Sepertinya ia telah kehilangan cukup banyak darah.

"Kakak, apa kau baik-baik saja? Kenapa kau hanya tidur sendirian di sini? Apa kau tak punya rumah?'' Suara cadel dan lembut dari seorang gadis  kecil perlahan menyusup ke dalam  telinga Jeff yang mulai tersadar dari pingsannya.

Jeff berusaha mengangkat kepalanya yang terasa agak berat, agar ia dapat melihat siapa saja yang berada di hadapannya. Netra Jeff memindai seorang gadis kecil berusia sekitar enam tahun, tengah memeluk boneka panda lucu, juga sepasang pria dan wanita yang tampak sibuk memeriksa kondisi sekujur tubuh Jeff dengan ekspresi cemas di wajah mereka.

"Kita bawa dia masuk, Moana. Dia harus segera ditangani,'' ujar Reiji Fujiwara kepada sang istri. Moana hanya menganggukkan kepala dengan cepat, ia terlalu fokus memeriksa kondisi tubuh remaja di hadapannya.

"Ayah, Ibu, kasihan sekali kakak yang tampan ini. Mungkin, dia bisa jadi kakak laki-lakiku, hmm...?'' gumam Kiara setengah bertanya. Membuat kedua orang tuanya saling berpandangan dan tertawa.

"Oke, sayang. Kau boleh menjadikannya kakakmu. Dia pasti akan sangat senang memiliki adik secantik dan sepintar dirimu." Moana membelai sayang rambut indah sang putri cantik miliknya, membuat Kiara tersenyum dan berjingkat senang.

Reiji memiliki tubuh yang tinggi dan atletis, sehingga dengan mudahnya dapat mengangkat tubuh Jeffrey ke dalam vila, diikuti oleh Moana dan Kiara di belakangnya. Jeff yang masih linglung hanya diam pasrah, nalurinya meyakini kalau ketiga orang yang bersamanya saat ini adalah orang-orang baik yang berusaha menolongnya.

Reiji meletakkan tubuh kokoh Jeff pada sebuah matras tipis di dalam ruangan medis khusus yang melengkapi vila mewah itu. "Moana, kita berikan pertolongan pertama segera. Setelah itu panggil Dokter Glen atau kita bawa saja anak ini ke Rumah Sakit terdekat."

"Iya, sayang. Aku akan mengambilkan semua perlengkapan P3K untukmu."

Reiji membuka baju dan celana panjang Jeff perlahan, dibantu oleh Moana. Lalu keduanya mulai membersihkan seluruh darah dan luka di tubuh Jeff.

"Siapapun kalian, terimakasih telah berbuat baik dengan menolongku," desis Jeff parau.

"Jangan sungkan, kami hanya melakukan sebuah kesenangan. Iya, kami sangat menikmati saat bisa bermanfaat bagi sesama. Berbaringlah yang tenang," jawab Reiji dengan kalimat yang bijaksana. Ia dan Moana dengan cekatan membalut luka demi luka yang bersarang di tubuh Jeff.

"Hai Kakak, perkenalkan namaku Kiara Fujiwara. Cita-citaku adalah menjadi seorang Dokter, agar aku bisa membantu menyembuhkan orang-orang yang sakit sepertimu," cicit Kiara dengan wajah imut dan suara cadelnya yang menggemaskan.

Jeff menoleh lemah. "Hai..., aku Je--," ucap Jeff terputus, setelahnya ia kembali terkulai pingsan.

#bersambung

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PESONA IBLIS MAFIA KEJAM

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis
9.6
Sejak kecil, Wira dan Raisa tidak pernah akur. Saat dijodohkan, Wira menolak keras sementara Raisa justru menerima tantangan itu. Di hari pernikahan, Wira melepas puluhan ayam untuk mempermalukan pengantinnya, tetapi Raisa dengan tenang menganggap ayam tersebut sebagai suaminya. Sikap dingin Raisa membuat Wira mencibir dan memperingatkan bahwa dia akan menyesal. Tiga tahun berlalu, setelah memergoki Wira berselingkuh untuk ke-99 kalinya, Raisa akhirnya memahami arti penyesalan itu.
Sampul Novel Istri Kelima Sang Presdir
8.3
Menjadi istri Presdir kaya mungkin impian banyak orang, namun bagi Cassandra, hal itu adalah jebakan maut. Lewat siasat licik Bardolf Konstantino, ia terikat kontrak sebagai istri kelima. Hidupnya penuh penghinaan dan ia dipaksa melahirkan anak demi bertahan hidup. Demi melindungi masa depan sang adik dari ancaman keluarga Konstantino, Cassandra harus bertahan. Kini ia bertekad memenangkan hati suaminya yang dingin, meski pria itu tampak tak punya perasaan.
Sampul Novel Menikah dengan kakak ipar
9.0
Hanifah yang mandul mendesak suaminya, Raihan, untuk menikahi sang adik, Nur Naila Habibah, demi mendapatkan keturunan. Naila merasa tak layak bagi Raihan, dosen agama yang religius, karena ia adalah mahasiswi nakal yang belum berhijab. Tanpa mereka sadari, Naila sebenarnya bukan saudara kandung Hanifah, melainkan anak sahabat ibunya. Akankah Naila menerima permintaan kakaknya itu atau justru menolak pernikahan tersebut karena merasa terlalu berbeda?
Sampul Novel PASSIONATE CEO WITH TROUBLEMAKER SECRETARY
8.4
Briyan adalah seorang CEO berusia 35 tahun dengan sisi mesum yang menyimpan perasaan mendalam pada sekretarisnya sendiri, Sessyl. Namun, ambisinya terhalang oleh kenyataan pahit bahwa Sessyl telah memiliki kekasih. Di tengah dinamika kerja yang intens, sang miliarder berusaha keras memenangkan hati sang sekretaris. Akankah Briyan berhasil merebut Sessyl dari pelukan pasangannya dan menjadikannya miliknya sepenuhnya dalam balutan romansa kantor yang rumit ini?
Sampul Novel Perih Dicintai yang Tak Direstui
8.1
Lima tahun menjalin kasih, Luna yakin Arman adalah masa depannya. Namun, takdir berputar kejam saat ia justru menikah dengan Reza, tunangan sepupunya, demi menjaga kehormatan ayahnya yang sakit. Di balik pengorbanan Luna, terungkap pengkhianatan pahit: Arman dan Nadia ternyata menjalin hubungan gelap hingga memiliki anak. Kini Luna terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Reza yang pengangguran, sembari meratapi luka masa lalu yang menghancurkan impiannya.
Sampul Novel Sinar di Balik Pengkhianatan
7.9
Tiga tahun mendampingi penguasa dunia bawah Kota Beirus, Suryanto Pradana, Julianti Sahara harus bertahan dari puluhan teror mematikan demi suaminya. Namun, sebuah ledakan fatal yang hampir merenggut nyawanya justru memulihkan pendengaran Julianti. Di rumah sakit, ia mendengar kenyataan pahit dari mulut Suryanto sendiri. Pernikahan mereka hanyalah siasat kejam untuk menjadikan Julianti yang tuli sebagai tameng pelindung bagi Yulia Ananda, wanita yang sebenarnya dicintai pria itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan