Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PESONA IBLIS MAFIA KEJAM

PESONA IBLIS MAFIA KEJAM

Meskipun berusaha keras menjauh dari dunia kriminal dengan melarikan diri dari sang ayah, darah mafia tetap mengalir deras di nadinya. Pria ini dikenal sangat dingin dan kejam, memiliki rupa menawan layaknya iblis Lucifer dengan gerak-gerik yang mematikan. Namun, watak keras dan berbahaya tersebut justru menjadi daya tarik yang tak tertahankan bagi para wanita serta orang-orang di sekelilingnya, menciptakan pesona gelap yang sangat memikat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jeffrey Tanaka hanya memiliki sedikit stok rasa takut, dan kini ia telah kehilangan semuanya, tak bersisa!

"Jeff, letakkan senjatamu!" teriak Diego dengan rahang mengeras pada keponakannya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama itu.

Diego dan sisa personil timnya bersembunyi dibalik pepohonan di sepanjang tebing curam, sedangkan Jeff tepat berada di pinggiran tebing yang langsung berbatasan dengan laut. Debur ombak memecah batu karang, membuat suasana malam kian mencekam.

"Cih, jangan harap!! Kalian harus membayar semua perbuatan kalian!" pekik remaja tanggung itu dengan suara dingin penuh ancaman, sedikit bergetar oleh amarah.

Jeff telah cukup lama berlatih beragam ilmu  bela diri dan penggunaan berbagai jenis senjata, tapi baru kali ini ia membunuh. Entah sudah berapa orang yang telah terkena tembakan pistol revolver di tangannya, Jeff tak peduli. Baginya, mereka semua adalah pembunuh ibunya, Ayumi Tanaka.

Jeff memandang bengis puluhan pria berpakaian hitam yang berupaya membekuknya. Meskipun malam ini adalah untuk yang pertama kalinya ia membunuh belasan nyawa sekaligus, remaja tanggung itu tak terguncang sama sekali, wajah tampannya tampak memancarkan aura yang begitu dingin dan mengancam. Pantas saja Alex dan Diego berupaya merebutnya paksa dari tangan Ayumi Tanaka untuk menjadikannya salah satu penerus klan Rodriguez.

"Ibumu terlalu membangkang, tim terpaksa menembaknya. Seharusnya kau tak mendukung ibumu untuk kabur, karena dia bukan ibumu yang sebenarnya," tukas Diego lagi.

Sesungguhnya amarah Diego sudah mencapai ubun-ubun. Bagaimana tidak? Sebanyak lima belas orang anak buahnya harus mati konyol di tangan keponakannya sendiri, yang sedang mengamuk tak terkendali.

Diego tahu, Jeff sangat berbakat dan terlatih. Tentu saja berkat dorongan Alex dan dirinya. Namun tak pernah terlintas dibenak Diego, keponakannya ini akan menjadi begitu tangguh dan sadis. Haruskah ia heran? Tangguh dan sadis? Bukankah itu terdengar persis seperti Alex dan dirinya!

Sementara itu Jeff yang diliputi api amarah dan dendam, benar-benar tak mau mendengar apapun yang diucapkan Diego. "Omong kosong! Kembalikan hidup ibuku, Die-go Rod-ri-guez! Atau nyawa kalian sebagai gantinya!!" Pekik Jeff kalap. Netranya mulai memerah, lelah menahan gelombang dahsyat yang hendak menyembur dari dalamnya. Kehilangan Ayumi Tanaka menciptakan luka yang paling dalam di lubuk hatinya.

"Sekali lagi, letakkan senjatamu, Jeffrey! Atau tim terpaksa menembakmu. Jika kau terus keras kepala, maka akan kubiarkan kau menyusul Shurrogate mother-mu itu," ancam Diego. Sungguh, jauh dari kesan seorang paman yang penyayang.

"Fiuuh...! Demi tujuan kalian tercapai, kalian sanggup mengarang cerita bohong." Jeff tetap tak percaya dengan ucapan Diego yang mengatakan kalau Ayumi Tanaka bukan Ibu kandungnya, melainkan hanya seorang Shurrogate mother atau seorang Ibu Pengganti yang hanya bertugas untuk hamil dan melahirkannya.

Selama ini, Ayumi merawat dan mendidiknya dengan penuh kasih sayang, layaknya seorang Ibu sejati. Tak pernah terlintas dibenak Jeff kalau Ayumi Tanaka bukan Ibu kandungnya.

Dan hari ini, ia harus menyaksikan hal yang paling memilukan di hadapannya, dimana pamannya sendiri telah membawa orang-orangnya untuk menembak wanita yang dipanggilnya Ibu.

Dor...! Dor dor dor!!

Jeff melepaskan tiga tembakan untuk melindungi pergerakannya. Sambil terus berlari menjauh, ia menembak, lagi dan lagi.

Rimbunnya pepohonan menghalangi pandangan Diego dan timnya, membuat mereka kehilangan jejak dari remaja bandel dan labil itu. Diego menghempas puntung rokoknya dengan kesal, lalu menendang gundukan tanah yang tak berdosa di depannya, "Damned!'' Diego Rodriguez berteriak putus asa.

Sementara itu Jeff terus berlari dan berlari, tak peduli rasa sakit di bagian betis dan pahanya yang tertusuk oleh ranting-ranting pohon mati, juga semak-semak kering di sepanjang tebing Pantai Windansea, California.

Hampir tiga jam Jeff terseok-seok turun naik tebing dan lembah, dengan air mata mulai bercucuran begitu saja, ia terus menyalahkan dirinya yang tak bisa melindungi sang Ibu.

Kini, Jeff hanya ingin pergi jauh dari lingkungan klan Rodriguez yang penuh kekerasan dan pertumpahan darah. Ia akan mengikuti keinginan dan pesan Ayumi Tanaka untuk meninggalkan dan melupakan semua hal yang berkaitan dengan Klan Rodriguez.

Bugh!

''Aaargh...!"

Kaki Jeff tersandung. Karena kelelehan, Jeff mulai kehilangan fokus dan tak sadar akan adanya sebuah  batu cukup besar di depannya, ia pun jatuh terjungkal kemudian berguling-guling di antara semak dan bebatuan.

Beberapa kali kepalanya menghantam batu cadas dengan cukup keras, membuatnya pening tak sadarkan diri. Akhirnya tubuh malang berlumuran darah itu terkapar di halaman belakang salah satu vila mewah yang berada di pinggiran pantai Windansea.

***

Cahaya mentari pagi menyingsing memandikan tubuh Jeff yang terbujur lemah. Terlihat bercak merah mulai mengering di rerumputan hijau di sekitar tubuh Jeff. Sepertinya ia telah kehilangan cukup banyak darah.

"Kakak, apa kau baik-baik saja? Kenapa kau hanya tidur sendirian di sini? Apa kau tak punya rumah?'' Suara cadel dan lembut dari seorang gadis  kecil perlahan menyusup ke dalam  telinga Jeff yang mulai tersadar dari pingsannya.

Jeff berusaha mengangkat kepalanya yang terasa agak berat, agar ia dapat melihat siapa saja yang berada di hadapannya. Netra Jeff memindai seorang gadis kecil berusia sekitar enam tahun, tengah memeluk boneka panda lucu, juga sepasang pria dan wanita yang tampak sibuk memeriksa kondisi sekujur tubuh Jeff dengan ekspresi cemas di wajah mereka.

"Kita bawa dia masuk, Moana. Dia harus segera ditangani,'' ujar Reiji Fujiwara kepada sang istri. Moana hanya menganggukkan kepala dengan cepat, ia terlalu fokus memeriksa kondisi tubuh remaja di hadapannya.

"Ayah, Ibu, kasihan sekali kakak yang tampan ini. Mungkin, dia bisa jadi kakak laki-lakiku, hmm...?'' gumam Kiara setengah bertanya. Membuat kedua orang tuanya saling berpandangan dan tertawa.

"Oke, sayang. Kau boleh menjadikannya kakakmu. Dia pasti akan sangat senang memiliki adik secantik dan sepintar dirimu." Moana membelai sayang rambut indah sang putri cantik miliknya, membuat Kiara tersenyum dan berjingkat senang.

Reiji memiliki tubuh yang tinggi dan atletis, sehingga dengan mudahnya dapat mengangkat tubuh Jeffrey ke dalam vila, diikuti oleh Moana dan Kiara di belakangnya. Jeff yang masih linglung hanya diam pasrah, nalurinya meyakini kalau ketiga orang yang bersamanya saat ini adalah orang-orang baik yang berusaha menolongnya.

Reiji meletakkan tubuh kokoh Jeff pada sebuah matras tipis di dalam ruangan medis khusus yang melengkapi vila mewah itu. "Moana, kita berikan pertolongan pertama segera. Setelah itu panggil Dokter Glen atau kita bawa saja anak ini ke Rumah Sakit terdekat."

"Iya, sayang. Aku akan mengambilkan semua perlengkapan P3K untukmu."

Reiji membuka baju dan celana panjang Jeff perlahan, dibantu oleh Moana. Lalu keduanya mulai membersihkan seluruh darah dan luka di tubuh Jeff.

"Siapapun kalian, terimakasih telah berbuat baik dengan menolongku," desis Jeff parau.

"Jangan sungkan, kami hanya melakukan sebuah kesenangan. Iya, kami sangat menikmati saat bisa bermanfaat bagi sesama. Berbaringlah yang tenang," jawab Reiji dengan kalimat yang bijaksana. Ia dan Moana dengan cekatan membalut luka demi luka yang bersarang di tubuh Jeff.

"Hai Kakak, perkenalkan namaku Kiara Fujiwara. Cita-citaku adalah menjadi seorang Dokter, agar aku bisa membantu menyembuhkan orang-orang yang sakit sepertimu," cicit Kiara dengan wajah imut dan suara cadelnya yang menggemaskan.

Jeff menoleh lemah. "Hai..., aku Je--," ucap Jeff terputus, setelahnya ia kembali terkulai pingsan.

#bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
9.2
Setelah delapan tahun berjuang demi kehamilan, Amelia justru mendapati suaminya, Aditya, berselingkuh dengan Nasywa yang tengah mengandung. Dorongan kasar Aditya mengakibatkan Amelia keguguran dan kehilangan segalanya. Lima tahun berlalu, Amelia bangkit menjadi sosok sukses dan berkuasa. Saat Aditya kembali dalam kondisi hancur untuk memohon pengampunan, Amelia hanya menatapnya dingin. Baginya, wanita lemah yang dulu mencintai suaminya itu telah lama mati.
Sampul Novel Balapan Terakhir Sebelum Dijodohkan
8.6
Raina, pembalap liar legendaris Jakarta berjaket kulit hitam, baru saja membuktikan ketangguhannya dengan mengalahkan Melia di lintasan balap. Namun, kejayaan di jalanan seketika sirna saat ayahnya memberi ultimatum keras melalui telepon. Ia dipaksa pulang untuk menjalani perjodohan dengan putra sahabat keluarganya. Di tengah kemelut batin dan air mata, Raina menolak menjadi boneka kendali orang tuanya demi mempertahankan kebebasan hidup yang ia cintai.
Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, mantan perwira militer yang difitnah dan disiksa di penjara, berhasil melarikan diri sebagai buronan Interpol demi mencari adik angkatnya. Untuk bertahan hidup dalam pelarian, ia beralih profesi menjadi pembunuh bayaran yang dingin. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada gadis jelita bernama Rheyna. Konflik batin memuncak ketika Sammy menyadari bahwa target pembunuhan berikutnya adalah orang terdekat dari wanita yang sangat ia cintai itu.
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Disangka miskin diperantauan
8.4
Sisil dan orang tuanya terus-menerus dikucilkan serta dianggap rendah oleh keluarga besar mereka. Karena dipandang miskin, ia dilarang terlibat dalam urusan keluarga. Tak tahan dihina, Sisil bertekad mengubah nasib dan mengangkat derajat orang tuanya di mata dunia. Ia memulai langkah besar untuk membuktikan kesuksesannya sekaligus membalas rasa sakit hati terhadap mereka yang dulu meremehkannya. Perjuangan Sisil pun dimulai demi sebuah harga diri.
Sampul Novel Gerhana
9.6
Gerhana Putri Alam tak menyangka perselisihannya dengan preman garang bernama Tangguh Langit Ramadhan justru menumbuhkan benih cinta. Meski Tangguh bersikap dingin dan merasa tidak pantas bersanding dengan putri seorang jenderal, Gerhana tetap yakin ada perasaan tulus di balik sikap acuh tersebut. Tangguh bersikeras menepis kenyataan itu, namun Gerhana balik menggoda rahasia sang pria yang diam-diam sering menatap fotonya. Akankah perbedaan status menyatukan mereka?