Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Berliku & Perceraian

Pernikahan Berliku & Perceraian

Terbangun sebagai tokoh antagonis dalam sebuah cerita, Sienna bertekad mengubah nasib tragisnya demi hidup mewah. Ia memilih menikahi Darren, pria kaya yang cemburu karena Sienna gemar menggoda orang lain. Meski pernikahan mereka didasari kehamilan, Sienna yakin Darren akan menceraikannya demi sang pahlawan wanita. Namun, saat ia terus menanti perpisahan itu, Darren justru menolak melepaskannya dan marah setiap kali topik perceraian muncul di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, Darren terbangun lebih awal dari biasanya. Ia terdiam sejenak, menatap langit-langit kamar yang gelap, mengingat percakapan semalam. Ada perasaan yang menggelora di dalam dadanya. Keputusan yang dibuat semalam, untuk tidur bersama tanpa membahas perceraian, seolah membebani pikirannya. Ia tahu bahwa perasaan itu bukanlah kebetulan, bukan sekadar keinginan untuk menyelamatkan pernikahan mereka, melainkan sebuah titik balik dalam hubungan mereka yang semakin tegang.

Ia melihat Sienna masih tertidur di sampingnya, wajahnya tenang dengan napas yang teratur. Sesuatu di dalam diri Darren membuatnya merasa iba, namun di sisi lain, ada sesuatu yang tak bisa ia hapus. Kenapa ia masih merasa cemas, meskipun semalam mereka telah berbicara? Apakah ini semua hanya perasaan sesaat, atau ada sesuatu yang lebih dalam yang harus dihadapi?

Darren mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Matahari pagi baru saja muncul, sinarnya menyelinap masuk melalui celah tirai. Ia tahu, apa pun yang terjadi, hubungan mereka tidak bisa terus berjalan seperti ini. Mungkin perasaan cemburu yang ia rasakan selama ini memang bukan sekadar reaksi terhadap Sienna yang menggoda orang lain, tetapi lebih kepada ketakutannya akan kehilangan.

Ketika Sienna terbangun, ia mendapati Darren sudah duduk di tepi tempat tidur, dengan pandangan kosong. "Darren?" panggilnya pelan, mencoba menarik perhatian suaminya. "Kamu sudah bangun?"

Darren hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa, menatap wajah istrinya dengan tatapan yang sulit dimengerti. Sienna, yang sudah terbiasa dengan sikap dingin Darren, merasa cemas. Ada sesuatu yang berbeda kali ini. Darren tidak seperti biasanya-tidak ada godaan, tidak ada candaan, hanya keheningan yang berat.

"Kenapa? Ada apa denganmu?" tanya Sienna dengan nada khawatir, mencoba mencari jawaban di mata Darren yang tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Darren menatapnya, kemudian menghela napas dalam-dalam. "Sienna, aku tidak tahu apa yang aku rasakan. Aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan ini, tapi aku tidak bisa terus seperti ini. Aku tidak bisa terus hidup dengan perasaan ragu, dengan perasaan seperti aku hanya tinggal di sampingmu tanpa ada ikatan yang nyata."

Sienna terdiam, perasaan tak nyaman semakin terasa di dadanya. "Apa maksudmu? Apa kamu merasa terjebak?" tanyanya, ada sedikit kepanikan dalam suaranya.

Darren menatap Sienna dengan serius, kali ini tanpa menahan apapun. "Aku merasa kita terjebak dalam rutinitas yang tidak jelas. Aku merasa kamu tidak benar-benar ada untukku, dan aku mulai mempertanyakan apakah kita memang benar-benar saling mencintai atau hanya terikat oleh kewajiban."

Sienna terperanjat mendengar kata-kata itu. Ia tidak pernah menyangka bahwa suaminya akan mengungkapkan perasaan seperti itu. Ia tahu hubungan mereka bukanlah yang ideal, dan ia sering merasa terperangkap dalam situasi yang tidak diinginkan, tetapi mendengar kata-kata tersebut dari Darren, membuatnya merasa lebih jauh lagi.

"Apa yang kamu inginkan, Darren?" tanya Sienna, suaranya terdengar lemah. Ia merasa ketegangan antara mereka semakin menjadi-jadi.

Darren tidak langsung menjawab. Ia memandang Sienna dengan tatapan yang penuh penyesalan. "Aku tidak tahu, Sienna. Tapi aku tahu satu hal, aku tidak bisa terus hidup dengan ketidakpastian ini. Jika kamu merasa tidak ada lagi perasaan di antara kita, kita harus berbicara tentang itu."

Sienna merasa hatinya terhimpit. Ia tahu pernikahan ini bukanlah yang diharapkannya, tetapi ia tidak siap untuk menghadapi kenyataan bahwa mungkin, suaminya benar-benar ingin mengakhiri semuanya. Namun, ada satu hal yang tak bisa ia lupakan: anak yang sedang ia kandung.

"Jadi, apa yang kamu inginkan dari aku sekarang?" tanya Sienna, berusaha menahan air mata yang mulai menggenang di matanya.

Darren menatapnya lebih lama, sebelum akhirnya berdiri dan mendekat ke arah Sienna. Ia menggenggam tangannya, kali ini dengan lembut. "Aku tidak ingin mengakhirinya, Sienna. Aku hanya... aku hanya ingin kita berbicara, mencari cara untuk memperbaiki semuanya. Aku tahu kita bisa melakukannya, asalkan kita saling berusaha."

Sienna menghela napas lega, namun perasaan cemasnya masih belum hilang sepenuhnya. Ia tahu bahwa meskipun mereka bisa memperbaiki keadaan, ada banyak hal yang harus dihadapi, termasuk ketidakpastian yang terus menghantui mereka.

"Darren..." Sienna memulai, suaranya sedikit bergetar. "Aku tahu pernikahan kita tidak sempurna, dan aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi aku tidak ingin kehilangan kamu. Aku hanya ingin kita bisa saling mendukung, apapun yang terjadi."

Darren mengangguk, tatapannya lembut. "Aku juga tidak ingin kehilanganmu, Sienna. Meskipun kita banyak berbeda, aku masih ingin mencoba bertahan."

Mereka terdiam sejenak, hanya saling memandang, mencoba merasakan kembali apa yang telah hilang. Suasana di kamar itu terasa semakin dekat, namun ketegangan masih mengendap di udara.

Tiba-tiba, Sienna berbicara dengan suara pelan namun penuh tekad. "Aku tahu pernikahan ini dimulai dengan alasan yang tidak biasa, Darren. Aku tahu kita menikah karena anak kita, dan aku juga tahu bahwa kamu mungkin menganggap aku tidak pantas untukmu. Tapi aku berjanji, aku akan berusaha menjadi lebih baik, untuk kita, untuk anak kita."

Darren tersenyum sedikit, lalu menggenggam tangan Sienna lebih erat. "Aku tidak pernah menganggapmu tidak pantas, Sienna. Aku hanya ingin kita berdua menjadi lebih baik. Itu saja."

Mereka berdua duduk diam, menikmati keheningan yang penuh dengan pemahaman yang belum sempurna, namun cukup untuk memberi mereka sedikit harapan. Mereka tahu perjalanan ini belum berakhir, dan mungkin akan lebih sulit dari yang mereka bayangkan. Namun, mereka sepakat untuk mencoba, bersama-sama, melewati setiap rintangan yang ada.

Dan malam itu, mereka tidur kembali dengan keheningan, namun kali ini, keheningan itu terasa berbeda. Tidak ada lagi perasaan terjebak, tidak ada lagi rasa cemas yang membelenggu hati. Hanya ada satu hal yang pasti: mereka masih bersama, untuk sekarang.

Akhir Bab 2

Bab ini melanjutkan perkembangan hubungan Darren dan Sienna, dengan mereka mencoba untuk berkomunikasi lebih jujur dan terbuka. Ketegangan masih ada, tetapi mereka mulai memahami pentingnya untuk saling berusaha. Semoga kelanjutan ini memberikan nuansa yang lebih mendalam dalam cerita!Tentu, berikut adalah kelanjutan dari **Bab 2**, di mana ketegangan antara Darren dan Sienna semakin berkembang:

---

**Bab 2: Keputusan yang Tidak Terduga**

Pagi itu, Darren terbangun lebih awal dari biasanya. Ia terdiam sejenak, menatap langit-langit kamar yang gelap, mengingat percakapan semalam. Ada perasaan yang menggelora di dalam dadanya. Keputusan yang dibuat semalam, untuk tidur bersama tanpa membahas perceraian, seolah membebani pikirannya. Ia tahu bahwa perasaan itu bukanlah kebetulan, bukan sekadar keinginan untuk menyelamatkan pernikahan mereka, melainkan sebuah titik balik dalam hubungan mereka yang semakin tegang.

Ia melihat Sienna masih tertidur di sampingnya, wajahnya tenang dengan napas yang teratur. Sesuatu di dalam diri Darren membuatnya merasa iba, namun di sisi lain, ada sesuatu yang tak bisa ia hapus. Kenapa ia masih merasa cemas, meskipun semalam mereka telah berbicara? Apakah ini semua hanya perasaan sesaat, atau ada sesuatu yang lebih dalam yang harus dihadapi?

Darren mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Matahari pagi baru saja muncul, sinarnya menyelinap masuk melalui celah tirai. Ia tahu, apa pun yang terjadi, hubungan mereka tidak bisa terus berjalan seperti ini. Mungkin perasaan cemburu yang ia rasakan selama ini memang bukan sekadar reaksi terhadap Sienna yang menggoda orang lain, tetapi lebih kepada ketakutannya akan kehilangan.

Ketika Sienna terbangun, ia mendapati Darren sudah duduk di tepi tempat tidur, dengan pandangan kosong. "Darren?" panggilnya pelan, mencoba menarik perhatian suaminya. "Kamu sudah bangun?"

Darren hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa, menatap wajah istrinya dengan tatapan yang sulit dimengerti. Sienna, yang sudah terbiasa dengan sikap dingin Darren, merasa cemas. Ada sesuatu yang berbeda kali ini. Darren tidak seperti biasanya-tidak ada godaan, tidak ada candaan, hanya keheningan yang berat.

"Kenapa? Ada apa denganmu?" tanya Sienna dengan nada khawatir, mencoba mencari jawaban di mata Darren yang tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Darren menatapnya, kemudian menghela napas dalam-dalam. "Sienna, aku tidak tahu apa yang aku rasakan. Aku tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan ini, tapi aku tidak bisa terus seperti ini. Aku tidak bisa terus hidup dengan perasaan ragu, dengan perasaan seperti aku hanya tinggal di sampingmu tanpa ada ikatan yang nyata."

Sienna terdiam, perasaan tak nyaman semakin terasa di dadanya. "Apa maksudmu? Apa kamu merasa terjebak?" tanyanya, ada sedikit kepanikan dalam suaranya.

Darren menatap Sienna dengan serius, kali ini tanpa menahan apapun. "Aku merasa kita terjebak dalam rutinitas yang tidak jelas. Aku merasa kamu tidak benar-benar ada untukku, dan aku mulai mempertanyakan apakah kita memang benar-benar saling mencintai atau hanya terikat oleh kewajiban."

Sienna terperanjat mendengar kata-kata itu. Ia tidak pernah menyangka bahwa suaminya akan mengungkapkan perasaan seperti itu. Ia tahu hubungan mereka bukanlah yang ideal, dan ia sering merasa terperangkap dalam situasi yang tidak diinginkan, tetapi mendengar kata-kata tersebut dari Darren, membuatnya merasa lebih jauh lagi.

"Apa yang kamu inginkan, Darren?" tanya Sienna, suaranya terdengar lemah. Ia merasa ketegangan antara mereka semakin menjadi-jadi.

Darren tidak langsung menjawab. Ia memandang Sienna dengan tatapan yang penuh penyesalan. "Aku tidak tahu, Sienna. Tapi aku tahu satu hal, aku tidak bisa terus hidup dengan ketidakpastian ini. Jika kamu merasa tidak ada lagi perasaan di antara kita, kita harus berbicara tentang itu."

Sienna merasa hatinya terhimpit. Ia tahu pernikahan ini bukanlah yang diharapkannya, tetapi ia tidak siap untuk menghadapi kenyataan bahwa mungkin, suaminya benar-benar ingin mengakhiri semuanya. Namun, ada satu hal yang tak bisa ia lupakan: anak yang sedang ia kandung.

"Jadi, apa yang kamu inginkan dari aku sekarang?" tanya Sienna, berusaha menahan air mata yang mulai menggenang di matanya.

Darren menatapnya lebih lama, sebelum akhirnya berdiri dan mendekat ke arah Sienna. Ia menggenggam tangannya, kali ini dengan lembut. "Aku tidak ingin mengakhirinya, Sienna. Aku hanya... aku hanya ingin kita berbicara, mencari cara untuk memperbaiki semuanya. Aku tahu kita bisa melakukannya, asalkan kita saling berusaha."

Sienna menghela napas lega, namun perasaan cemasnya masih belum hilang sepenuhnya. Ia tahu bahwa meskipun mereka bisa memperbaiki keadaan, ada banyak hal yang harus dihadapi, termasuk ketidakpastian yang terus menghantui mereka.

"Darren..." Sienna memulai, suaranya sedikit bergetar. "Aku tahu pernikahan kita tidak sempurna, dan aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi aku tidak ingin kehilangan kamu. Aku hanya ingin kita bisa saling mendukung, apapun yang terjadi."

Darren mengangguk, tatapannya lembut. "Aku juga tidak ingin kehilanganmu, Sienna. Meskipun kita banyak berbeda, aku masih ingin mencoba bertahan."

Mereka terdiam sejenak, hanya saling memandang, mencoba merasakan kembali apa yang telah hilang. Suasana di kamar itu terasa semakin dekat, namun ketegangan masih mengendap di udara.

Tiba-tiba, Sienna berbicara dengan suara pelan namun penuh tekad. "Aku tahu pernikahan ini dimulai dengan alasan yang tidak biasa, Darren. Aku tahu kita menikah karena anak kita, dan aku juga tahu bahwa kamu mungkin menganggap aku tidak pantas untukmu. Tapi aku berjanji, aku akan berusaha menjadi lebih baik, untuk kita, untuk anak kita."

Darren tersenyum sedikit, lalu menggenggam tangan Sienna lebih erat. "Aku tidak pernah menganggapmu tidak pantas, Sienna. Aku hanya ingin kita berdua menjadi lebih baik. Itu saja."

Mereka berdua duduk diam, menikmati keheningan yang penuh dengan pemahaman yang belum sempurna, namun cukup untuk memberi mereka sedikit harapan. Mereka tahu perjalanan ini belum berakhir, dan mungkin akan lebih sulit dari yang mereka bayangkan. Namun, mereka sepakat untuk mencoba, bersama-sama, melewati setiap rintangan yang ada.

Dan malam itu, mereka tidur kembali dengan keheningan, namun kali ini, keheningan itu terasa berbeda. Tidak ada lagi perasaan terjebak, tidak ada lagi rasa cemas yang membelenggu hati. Hanya ada satu hal yang pasti: mereka masih bersama, untuk sekarang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Terlahir kembali di tubuhnya yang berusia delapan tahun, Putri Yun Shang kini membawa beban ingatan dari masa depan yang kelam. Di kehidupan sebelumnya, ia hancur akibat pengkhianatan suami, kehilangan anak tercinta, dan kekejaman kakak perempuannya sendiri. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang bersumpah untuk membalikkan takdir. Ia tidak akan lagi menjadi korban yang lemah, melainkan sosok yang siap menuntut balas pada semua musuhnya.
Sampul Novel Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
8.9
Pasca kematian sang ayah oleh Rufus Black, Calista Kaz menyadari warisan darah penyihir dan psikokinesis dalam dirinya. Bersama Brisa, Ness, dan Darren, ia menuju Lembah Crystal demi memenuhi ramalan sebagai pembangkit naga. Namun, kegagalan Calista justru membuat lembah itu hancur diserang Zorca. Kini, di tengah perlindungan bangsa Elf Amorilla, Calista harus berjuang membangkitkan roh Arkhataya demi memenangkan pertempuran terakhir sekaligus mengurai kisah cintanya.
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Ratih tidak pernah menduga bahwa perasaannya terhadap Arsenna, teman masa SMA yang ia sukai, akan kembali terusik setelah sebelas tahun berlalu. Pertemuan tak terduga membawa mereka ke dalam rangkaian mimpi aneh yang saling bertautan secara misterius. Di antara batas realita dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah mereka memahami takdir ini? Ikuti perjuangan Ratih dan Arsenna dalam mencari jawaban atas ikatan masa lalu demi bersatu di masa kini.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.7
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah mengonsumsi seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya sirna, digantikan kekuatan luar biasa, mata tembus pandang, dan daya ingat super. Berbekal kemampuan baru ini, Tirta sukses memajukan klinik kesehatannya. Namun, kesuksesan dan kehebatannya justru memicu persaingan sengit di antara para janda, primadona desa, hingga putri keluarga kaya yang kini saling berebut untuk menjadi pendamping hidupnya.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Persahabatan Adrian dan Wandi retak akibat kehadiran Hesta, gadis misterius yang mempesona Adrian namun tampak mengerikan bagi Wandi. Wandi berusaha keras menyadarkan Adrian bahwa pujaan hatinya adalah makhluk astral, sementara serangkaian kejadian buruk mulai menghantui sejak mereka mendatangi sebuah pohon beringin tua. Di tengah belenggu misteri dan bahaya, mampukah Adrian melihat kebenaran? Akankah cinta beda dunia ini bersatu atau justru membawa petaka bagi mereka?
Sampul Novel JUST MATE
8.6
Renata tewas mengenaskan akibat pengkhianatan dua orang tercintanya. Menjelang ajal, ia teringat sosok Dewa Fenrir yang pernah dikenalkan ibunya, lalu memanjatkan doa terakhir demi membalas dendam. Namun, keajaiban terjadi saat nyawanya hampir hilang. Sebuah suara menggelegar memanggilnya 'Luna', disertai sentuhan tangan dingin yang mendekap wajahnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada takdir Renata di ambang kematiannya ini?