Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Berliku & Perceraian

Pernikahan Berliku & Perceraian

Terbangun sebagai tokoh antagonis dalam sebuah cerita, Sienna bertekad mengubah nasib tragisnya demi hidup mewah. Ia memilih menikahi Darren, pria kaya yang cemburu karena Sienna gemar menggoda orang lain. Meski pernikahan mereka didasari kehamilan, Sienna yakin Darren akan menceraikannya demi sang pahlawan wanita. Namun, saat ia terus menanti perpisahan itu, Darren justru menolak melepaskannya dan marah setiap kali topik perceraian muncul di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam itu, setelah percakapan panjang yang penuh ketegangan dan pengertian, Darren dan Sienna terbaring di tempat tidur mereka, berbaring dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Kamar itu terasa sunyi, namun ada semacam kedekatan yang baru terbangun di antara mereka. Sienna merasa lelah, bukan hanya fisik, tetapi juga emosional. Pikirannya terus menerus berputar, memikirkan kata-kata Darren dan perasaan yang ia coba sembunyikan selama ini.

Namun, meskipun keheningan itu terasa nyaman, ada perasaan tak terungkap yang masih mengganjal di hati Sienna. Apa yang sebenarnya Darren inginkan? Apakah dia benar-benar ingin melanjutkan pernikahan mereka, atau hanya merasa terjebak? Sienna menatap langit-langit kamar, berusaha mencari jawaban.

Di sisi lain, Darren juga terjaga. Ia mendengarkan suara napas lembut Sienna di sampingnya. Ia merasa bersalah, merasa seperti telah membawa Sienna ke dalam pernikahan yang penuh dengan keraguan dan ketidakpastian. Namun, di saat yang sama, ada perasaan yang tak dapat ia jelaskan. Ia tidak ingin kehilangan Sienna, meskipun kadang rasa cemburu dan ketidakpastian menguasainya.

Beberapa detik berlalu, dan akhirnya, Darren memutuskan untuk memecah keheningan itu. "Sienna," panggilnya pelan, suaranya terasa berat.

Sienna menoleh, matanya sedikit lelah, namun tetap fokus pada Darren. "Apa, Darren?" jawabnya dengan suara pelan, seolah khawatir mengganggu suasana hati suaminya.

Darren menatapnya, mencoba mengungkapkan sesuatu yang selama ini ia tahan. "Aku ingin kamu tahu... aku ingin memperbaiki semuanya. Aku tahu aku mungkin tidak selalu menjadi suami yang baik, tapi aku berjanji akan berusaha menjadi lebih baik. Aku... aku tidak ingin kamu merasa sendiri lagi."

Sienna terdiam sejenak, merasa ada kejujuran dalam kata-kata Darren. "Aku tahu, Darren. Aku tahu kamu berusaha. Aku hanya... kadang aku merasa kita tidak saling mengerti satu sama lain."

Darren menggenggam tangan Sienna, merasakan getaran kecil dari tangan istrinya yang seolah menahan rasa takut. "Aku tahu, dan aku juga merasa begitu. Kita terlalu sering terjebak dalam kesalahan masa lalu, dan itu membuat kita semakin jauh. Tapi aku tidak ingin terus hidup dalam ketidakpastian ini, Sienna. Aku ingin kita sama-sama menemukan jalan keluar."

Sienna menatapnya, hatinya dipenuhi perasaan campur aduk. "Tapi bagaimana, Darren? Aku takut jika kita terus begini, kita akan semakin terperosok dalam jurang yang lebih dalam."

Darren menarik nafas panjang, merasa cemas. "Aku juga takut, Sienna. Tapi kita harus mencoba. Kita harus saling memberi kesempatan. Aku tahu itu tidak mudah, tetapi aku yakin kita bisa."

Sienna memejamkan mata sejenak, berpikir keras. "Kita... kita harus menemukan alasan kenapa kita saling mencintai, bukan hanya karena anak kita. Aku tidak ingin pernikahan ini menjadi semata-mata kewajiban, Darren."

Darren mengangguk, menyadari apa yang dimaksudkan Sienna. "Aku juga merasa begitu, Sienna. Kita tidak bisa hanya bertahan karena anak kita. Kita harus punya alasan yang lebih kuat. Mungkin kita belum menemukan itu, tapi aku percaya kita bisa mencapainya bersama."

Suasana kamar itu semakin terasa berat, namun kali ini tidak ada lagi rasa cemas yang menguasai mereka. Ada keteguhan dalam hati mereka berdua untuk mencoba, meskipun jalan yang mereka pilih tidak mudah.

Pagi harinya, mereka berdua terbangun dengan pikiran yang lebih terbuka. Sienna merasa ada perubahan kecil dalam dirinya, meskipun ia masih merasa takut akan masa depan mereka. Darren, di sisi lain, merasa lebih tenang karena telah mengungkapkan perasaannya. Namun, di dalam hati keduanya, ketidakpastian masih menggantung, seperti bayangan yang belum sepenuhnya hilang.

Mereka duduk bersama di meja makan, sarapan yang sederhana tapi terasa lebih berharga. Sienna menatap Darren dengan mata yang penuh pengertian, sementara Darren berusaha tersenyum meskipun hatinya masih penuh dengan pertanyaan.

"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Sienna dengan suara lembut, mencoba mencari arah dari semua percakapan malam itu.

Darren memandangnya, berpikir sejenak sebelum menjawab. "Kita akan mulai dengan langkah kecil, Sienna. Kita akan belajar untuk saling mendengarkan, saling memahami. Tidak ada solusi instan, tapi kita bisa melakukannya perlahan."

Sienna mengangguk, merasa sedikit lega mendengar kata-kata itu. Mereka mungkin belum menemukan jawabannya, tetapi mereka berdua siap untuk memulai perjalanan baru dalam pernikahan mereka, dengan segala kesulitan yang mungkin akan mereka hadapi.

Pagi itu, suasana rumah terasa sedikit lebih cerah. Sienna duduk di tepi ranjang, matanya menatap ke luar jendela, memandangi cahaya matahari yang mulai menembus tirai. Pikirannya masih terjaga dalam kebingungannya semalam, tetapi ada rasa tenang yang mengisi hatinya, meskipun perlahan. Dia tahu pernikahan mereka tidak akan berubah dalam semalam, tetapi setidaknya ada sesuatu yang berbeda kali ini.

Darren, yang telah lebih dulu bangun, sedang duduk di meja makan sambil menyeduh kopi. Ia menatap keluar jendela, pikirannya penuh dengan ketegangan yang telah lama menguasai hidupnya. Namun, setelah percakapan semalam, ia merasa ada sedikit harapan baru. Ia sadar bahwa pernikahan mereka tidak hanya soal pertahanan semata, tetapi juga soal saling mengerti dan berusaha memperbaiki kekurangan masing-masing.

"Sudah pagi," ujar Sienna pelan, sambil melangkah mendekat ke meja makan. Suaranya masih terdengar lirih, tetapi ada sedikit senyuman yang menghiasi bibirnya.

Darren menoleh, mata mereka bertemu untuk sesaat. Ia merasa ada sesuatu yang berbeda dalam tatapan Sienna kali ini, meskipun dia belum bisa mengatakan dengan pasti apa itu. "Iya," jawab Darren, dengan nada lebih lembut dari biasanya. "Bagaimana perasaanmu pagi ini?"

Sienna duduk di kursi yang bersebrangan dengan Darren, menyentuh cangkir kopi yang terhidang di depannya. "Aku merasa... lebih baik, sedikit. Tapi aku masih tidak tahu apakah ini benar-benar bisa berubah," jawabnya jujur, namun dengan rasa hati yang lebih terbuka.

Darren menatapnya dengan seksama. Ia menghela napas pelan, seolah mencoba memikirkan kata-kata yang tepat. "Sienna, aku tahu ini bukan hal yang mudah untukmu. Aku juga merasakannya. Tapi aku ingin kamu tahu, aku akan berusaha lebih keras kali ini. Aku tak ingin kita terus berada di titik ini. Aku... aku ingin kita bisa lebih dari ini."

Sienna terdiam sejenak, menatap Darren dengan mata penuh kebingungan dan keraguan. Ia tahu kata-kata Darren tidak hanya sekadar janji kosong. Ada kejujuran yang ia rasakan, meskipun ia masih ragu untuk benar-benar mempercayainya.

"Apakah itu berarti kamu tidak akan pernah membicarakan perceraian lagi?" tanya Sienna, meskipun hatinya sedikit bergetar. Pertanyaan itu sudah lama terpendam dalam dirinya, dan kini ia memutuskan untuk mengungkapkannya.

Darren meresapi pertanyaan itu, merasa perasaan berat menumpuk di dadanya. "Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan perceraian menjadi pilihan. Aku tahu ini rumit, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja," jawabnya tegas, meskipun suara hatinya masih bergemuruh dengan ketidakpastian.

Sienna mengangguk, matanya tak lepas dari wajah Darren. "Aku tidak ingin kita hidup hanya karena terikat oleh anak kita," katanya dengan suara pelan. "Tapi aku ingin... aku ingin kita berusaha, Darren. Aku ingin melihat apakah kita bisa mencintai lagi."

Darren merasa sebuah perasaan hangat mengalir dalam dirinya. Mungkin, inilah saat yang tepat untuk mereka. Mungkin, mereka bisa mulai dari awal, meskipun perjalanan itu pasti penuh dengan tantangan.

"Sienna, aku berjanji, kita akan mencoba. Aku tidak akan membiarkanmu merasa sendirian lagi. Aku akan berusaha menjadi lebih baik, lebih baik untukmu," ucap Darren dengan penuh keyakinan.

Sienna tersenyum kecil, meskipun hatinya masih penuh dengan keraguan. Ia tahu bahwa perjalanan ini tak akan mudah, tetapi setidaknya ada niat yang tulus dari Darren untuk berjuang. Ia memutuskan untuk memberi kesempatan, meskipun perasaan takut akan kekecewaan masih mengganggu.

Setelah sarapan, mereka berdua memutuskan untuk keluar rumah. Mereka berjalan berdua, kali ini tanpa beban yang sebelumnya mengikat. Darren menggenggam tangan Sienna, dan meskipun terasa canggung, ada sesuatu yang berbeda. Ada perasaan saling mengerti yang mulai tumbuh di antara mereka.

Sienna menoleh ke Darren, "Darren, kamu... kamu yakin kita bisa memperbaikinya?" tanyanya, meskipun pertanyaan itu sudah terjawab dalam hatinya.

Darren menatapnya dengan penuh perhatian. "Aku yakin, Sienna. Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi aku percaya kita bisa. Kita bisa memperbaikinya, asal kita mau mencoba."

Sienna merasakan ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Mungkin pernikahan mereka belum sempurna, tapi ini adalah kesempatan kedua, kesempatan untuk memperbaiki yang telah retak. Dan meskipun mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka siap untuk mencoba.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LCH" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LCH
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Terlahir kembali di tubuhnya yang berusia delapan tahun, Putri Yun Shang kini membawa beban ingatan dari masa depan yang kelam. Di kehidupan sebelumnya, ia hancur akibat pengkhianatan suami, kehilangan anak tercinta, dan kekejaman kakak perempuannya sendiri. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang bersumpah untuk membalikkan takdir. Ia tidak akan lagi menjadi korban yang lemah, melainkan sosok yang siap menuntut balas pada semua musuhnya.
Sampul Novel Calista Kaz : Penyihir Naga Arkhataya
8.9
Pasca kematian sang ayah oleh Rufus Black, Calista Kaz menyadari warisan darah penyihir dan psikokinesis dalam dirinya. Bersama Brisa, Ness, dan Darren, ia menuju Lembah Crystal demi memenuhi ramalan sebagai pembangkit naga. Namun, kegagalan Calista justru membuat lembah itu hancur diserang Zorca. Kini, di tengah perlindungan bangsa Elf Amorilla, Calista harus berjuang membangkitkan roh Arkhataya demi memenangkan pertempuran terakhir sekaligus mengurai kisah cintanya.
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Ratih tidak pernah menduga bahwa perasaannya terhadap Arsenna, teman masa SMA yang ia sukai, akan kembali terusik setelah sebelas tahun berlalu. Pertemuan tak terduga membawa mereka ke dalam rangkaian mimpi aneh yang saling bertautan secara misterius. Di antara batas realita dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah mereka memahami takdir ini? Ikuti perjuangan Ratih dan Arsenna dalam mencari jawaban atas ikatan masa lalu demi bersatu di masa kini.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.7
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah mengonsumsi seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya sirna, digantikan kekuatan luar biasa, mata tembus pandang, dan daya ingat super. Berbekal kemampuan baru ini, Tirta sukses memajukan klinik kesehatannya. Namun, kesuksesan dan kehebatannya justru memicu persaingan sengit di antara para janda, primadona desa, hingga putri keluarga kaya yang kini saling berebut untuk menjadi pendamping hidupnya.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Persahabatan Adrian dan Wandi retak akibat kehadiran Hesta, gadis misterius yang mempesona Adrian namun tampak mengerikan bagi Wandi. Wandi berusaha keras menyadarkan Adrian bahwa pujaan hatinya adalah makhluk astral, sementara serangkaian kejadian buruk mulai menghantui sejak mereka mendatangi sebuah pohon beringin tua. Di tengah belenggu misteri dan bahaya, mampukah Adrian melihat kebenaran? Akankah cinta beda dunia ini bersatu atau justru membawa petaka bagi mereka?
Sampul Novel JUST MATE
8.6
Renata tewas mengenaskan akibat pengkhianatan dua orang tercintanya. Menjelang ajal, ia teringat sosok Dewa Fenrir yang pernah dikenalkan ibunya, lalu memanjatkan doa terakhir demi membalas dendam. Namun, keajaiban terjadi saat nyawanya hampir hilang. Sebuah suara menggelegar memanggilnya 'Luna', disertai sentuhan tangan dingin yang mendekap wajahnya. Apa yang sebenarnya terjadi pada takdir Renata di ambang kematiannya ini?