Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

9.7 / 10.0
Dalam novel fantasi Dokter Ajaib Primadona Desa, Tirta Hadiraja yang semula impoten berubah menjadi sangat perkasa setelah memakan ular putih. Berbekal mata tembus pandang dan daya ingat super, ia memajukan kliniknya. Baca novel online gratis ini yang penuh intrik romantis dengan putri kaya.
Ringkasan Dokter Ajaib Primadona Desa
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah mengonsumsi seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya sirna, digantikan kekuatan luar biasa, mata tembus pandang, dan daya ingat super. Berbekal kemampuan baru ini, Tirta sukses memajukan klinik kesehatannya. Namun, kesuksesan dan kehebatannya justru memicu persaingan sengit di antara para janda, primadona desa, hingga putri keluarga kaya yang kini saling berebut untuk menjadi pendamping hidupnya.
Baca Selengkapnya

Dokter Ajaib Primadona Desa Bab 1

"Tirta! Dasar cabul! Kamu mengintipku mandi! Benar-benar nggak tahu malu!"

Cuaca di bulan Juli sangat panas. Tirta Hadiraja yang mendaki gunung untuk memetik bahan obat kepanasan sehingga langsung melepaskan pakaiannya dan menyelam di sungai. Begitu muncul ke permukaan, dia malah melihat pemandangan indah di depannya!

Nabila Frenaldi, putri kepala desa, tampak memaki Tirta seraya menunjuknya. Dia baru berusia 18 tahun. Melalui air sungai yang bergoyang, samar-samar terlihat sepasang buah dada yang memikat dan ....

Tirta yang tidak pernah melihat pemandangan seperti ini sontak terperangah di tempatnya!

"Berengsek! Kalau kamu masih menatapku, akan kucungkil bola mata!" maki Nabila dengan wajah memerah sambil menutupi bagian tubuhnya yang penting.

Nabila juga kepanasan. Kebetulan, sekarang liburan musim panas. Dia merasa bosan sehingga diam-diam keluar untuk berendam. Tanpa diduga, dia malah diintip oleh Tirta!

"A ... aku nggak mengintipmu. Aku juga datang untuk berendam. Apa aku perlu bertanggung jawab padamu?" tanya Tirta dengan wajah memerah.

"Siapa juga yang mau menjadi pasanganmu! Jangan mimpi! Lagi pula, seluruh penduduk Desa Persik tahu kamu pernah jatuh dari gunung! Kamu mungkin sudah cacat dan nggak bisa punya keturunan! Kalaupun aku berbaring di ranjang, apa kamu sanggup berhubungan intim denganku?" teriak Nabila dengan emosional.

"Aku ... aku ...." Ekspresi Tirta tampak malu sekaligus marah. Dia mengepalkan tangan dengan erat. Masalah ini selalu menghantuinya selama ini. Dia juga tahu alasan Nabila meremehkannya. Nabila adalah putri kepala desa yang menempuh pendidikan di kota. Sementara itu, Tirta hanya dokter yang bekerja di klinik kecil desa.

Wajar kalau wanita ini merendahkannya. Akan tetapi, Tirta tetap saja merasa kesal. Perasaan diinjak-injak seperti ini sungguh tidak menyenangkan. Dia bahkan tidak bisa melampiaskan kekesalannya kepada siapa pun!

"Jangan sampai kamu membocorkan kejadian hari ini! Kalau nggak, jangan salahkan aku bertindak kejam padamu!" ancam Nabila sambil memelototi Tirta. Dia buru-buru naik ke tepi dan mengenakan pakaiannya, lalu berlari pergi.

"Siapa juga yang mau menjadi pasanganmu! Jangan mimpi! Kalaupun aku berbaring di ranjang, apa kamu sanggup berhubungan intimu denganku?" Meskipun Nabila telah pergi, penghinaan ini terus terngiang-ngiang di benak Tirta.

"Ah! Masa aku nggak bisa bercinta dengan wanita! Kalau begitu, apa artinya kehidupan ini bagiku!" pekik Tirta yang merasa frustrasi. Kemudian, dia menceburkan diri ke dasar sungai dan tidak berniat untuk naik ke permukaan lagi.

Tiba-tiba!

Tirta merasakan sakit di lengannya. Begitu membuka mata, dia melihat seekor ular kecil berwarna putih menggigit lengannya!

"Sialan! Kamu juga ingin menindasku, ya! Karena kamu menggigitku, aku akan memakanmu!" teriak Tirta sambil menjulurkan tangan untuk meraih ular itu.

Saat berikutnya, Tirta sontak menggigit balik ular itu. Ular putih ini sangat aneh, panjangnya hanya mencapai 30-an sentimeter. Selain itu, ada antenna di sisi mulutnya dan tonjolan di atas kepalanya!

Hanya saja, Tirta yang murka tidak menyadari hal ini. Dia benar-benar menelan ular putih itu. Pada saat yang sama, dia meminum terlalu banyak air sungai sehingga pandangannya menghitam dan dirinya mulai kehilangan kesadaran.

Karena pingsan, Tirta tidak tahu bahwa ada sisik halus berwarna perak memenuhi sekujur tubuhnya. Sisik itu berkilauan di bawah air seperti sisik naga. Sementara itu, muncul pula sebuah mutiara berwarna perak di dalam perutnya.

....

"Tirta! Tirta! Bangun! Apa yang terjadi padamu?" Tirta yang linglung mendengar seseorang sedang memanggil namanya.

Begitu membuka mata, terlihat seorang wanita cantik berusia 30-an tahun bersandar di tubuhnya sembari berteriak dengan cemas.

Tubuhnya yang sintal dan kulitnya yang mulus pun membuatnya terlihat seperti baru berusia 20-an tahun. Sungguh memikat.

Sayang sekali, sepasang matanya tampak hampa karena dia buta. Wanita ini bernama Ayu Tobing, sahabat ibu Tirta. Ayu dan Tirta hidup bergantungan.

Tiga tahun lalu, orang tua Tirta tidak sengaja jatuh dari tebing dan meninggal. Mereka meninggalkan klinik kecil untuk Tirta. Biasanya, ketika Tirta mendaki gunung untuk memetik bahan obat, Ayu akan berjaga di klinik.

"Bibi, kenapa kamu di sini? Kamu nggak bisa melihat, bahaya lho!" Setelah tersadar kembali, Tirta bergegas memapah Ayu.

"Nabila bilang kamu melompat ke sungai, makanya aku kemari untuk mencarimu." Ayu menghela napas lega melihat Tirta baik-baik saja. Kemudian, dia mengeluh, "Kamu ini kenapa sih? Memangnya memetik bahan obat harus di sungai?"

"Uhuk, uhuk ...." Tirta terbatuk dan tidak tahu harus bagaimana menjelaskan. Saat ini, Tirta baru menyadari bahwa dirinya telah mengenakan pakaian. Begitu mendongak, dia pun mendapati Nabila yang berdiri tidak jauh dari sana.

"Lihat apa kamu!" Begitu mendapati Tirta menatapnya, Nabila sontak memelototinya dengan sorot mata merendahkan.

"Aku hanya mengejekmu sedikit, tapi kamu sudah mau bunuh diri? Memalukan sekali! Kamu pasti sudah mati kalau aku nggak menolongmu tadi!" bentak Nabila.

Nabila awalnya sudah pergi, tetapi mendengar teriakan Tirta yang mengatakan tidak ingin hidup lagi. Dia bergegas kembali, lalu menemukan Tirta yang tergenang di air.

Nabila yang ketakutan pun buru-buru membawa Tirta ke tepian, lalu membantunya mengenakan pakaian dengan mata tertutup. Setelah semuanya beres, dia baru menelepon Ayu supaya datang kemari.

Ketika mendengar ucapan Nabila, Tirta merasa agak malu dan kesal sehingga menunduk. Hanya saja, wanita ini telah menyelamatkannya, bahkan membantunya mengenakan pakaian ....

Tirta berucap dengan rasa syukur, "Nabila, terima kasih sudah menolongku ...."

"Cih! Jangan sok dekat denganku! Kalau begitu, aku pergi dulu. Kamu bawa bibimu pulang nanti," timpal Nabila sambil melambaikan tangan. Dia mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan berjalan pergi tanpa menoleh sedikit pun.

"Huh! Sombong sekali!" Tirta merasa jengkel dengan sikap Nabila yang begitu angkuh. Ketika melihat bokong sintal Nabila, sebuah niat jahat tiba-tiba muncul di benaknya. Pasti menyenangkan kalau dia bisa menindih wanita ini dan mempermainkannya! Siapa suruh Nabila meremehkannya!

Saat berikutnya, Tirta sendiri terkejut dengan pemikiran seperti ini. Selain itu, dia mendapati bahwa kemaluannya sudah bisa menegang!

"Aku ... aku nggak impoten lagi?" gumam Tirta dengan tidak percaya. Kemudian, dia sontak meraih kemaluannya sendiri dan merasa sangat senang! Bukan hanya sembuh, kemaluannya ini ternyata begitu besar saat terangsang!

Yang paling mengejutkan adalah Nabila yang jelas-jelas mengenakan pakaian malah terlihat telanjang di matanya sekarang! Kulitnya yang putih, lekukan tubuhnya yang seksi, membuat Tirta kesulitan bernapas. Dia pun tidak bisa mengalihkan pandangannya!

"Apa yang sebenarnya terjadi? Jangan-jangan aku punya mata tembus pandang?" gumam Tirta. Ternyata bukan hanya penyakitnya yang sembuh, tetapi dia juga memperoleh kekuatan supranatural. Tirta benar-benar gembira!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dokter Ajaib Primadona Desa

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku
8.0
Saat mendaftarkan sang buah hati ke sebuah playgroup, seorang ibu tidak pernah menduga akan mendapatkan voucer gratis untuk menikmati layanan spa yang berada tepat di sebelahnya. Pengalaman biasa ini seketika berubah drastis saat ia melangkah masuk ke dalam ruang perawatan. Di sana, ia ditangani oleh terapis terbaik yang justru melakukan sebuah tindakan tidak terduga dan mengejutkan di tengah sesi pijat mereka, memicu ketegangan romansa modern yang penuh tanda tanya dalam novel ini.
Sampul Novel Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna
9.4
Amelie terjerat dalam rasa bersalah yang mendalam setelah tanpa sengaja menyerahkan kesuciannya kepada kekasih kakak angkatnya, Alpha Rexton, akibat pengaruh alkohol. Meski serigalanya meronta, ia memohon agar sang Alpha menolaknya demi melindungi Matilda, sosok yang telah merawatnya sejak kecil. Amelie rela menderita asalkan keluarga angkatnya tetap utuh. Namun, rahasia tentang takdir mate ini mengancam segalanya. Akankah hubungan mereka bertahan saat kebenaran terungkap?
Sampul Novel Bukan inginku Selingkuh
9.1
Ruela sangat menjunjung tinggi kesetiaan, namun dikhianati oleh Frans, suaminya, yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Alih-alih terpuruk, Ruela bangkit untuk membalas dendam. Tak disangka, takdir membawanya pada Felix, pemuda yang menghabiskan malam penuh gairah bersamanya. Di tengah kemelut hati dan ambisi untuk menghancurkan para pengkhianat, mampukah Ruela menuntaskan dendamnya? Sebuah kisah tentang luka, pembalasan, dan pertemuan yang tak terduga.
Sampul Novel Hasrat Liar Istri Hyper
7.9
Zara, wanita cantik dengan gairah besar, terjebak dalam pusaran perselingkuhan yang berbahaya. Hasratnya yang tak terbendung membawanya menjalin hubungan rahasia dengan Pak Haris, atasan suaminya, hingga Dr. Zein yang memikat. Di tengah pertemuan terlarang ini, batas moralitasnya mulai memudar. Zara kini harus menghadapi konflik batin antara kenikmatan sesaat dan rasa bersalah yang mengancam kehancuran hidupnya. Mampukah ia berhenti sebelum semuanya musnah?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam
8.4
Morgan nekat menculik Vallen demi melampiaskan dendam lama yang membara. Ia menyiksa fisik serta mental wanita itu, menjadikannya tawanan pelampiasan nafsu yang menderita. Ironisnya, Vallen sama sekali tidak mengenali sosok Morgan di masa lalunya. Di tengah kebencian mendalam akibat kesalahpahaman besar, Morgan sebenarnya masih menyimpan benih cinta. Akankah insiden tragis ini menghancurkan mereka selamanya, ataukah ada ruang bagi cinta untuk kembali bersemi di hati?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan