Sampul Novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran

Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran

8.1 / 10.0
Dalam fantasy novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran, Tanya Quinn harus bertahan hidup di Hutan Malapetaka setelah keluarganya dibantai. Petualangan ini mempertemukannya dengan pria misterius yang mengubah takdirnya. Baca kisah adventure story ini di platform web novel kami.
Ringkasan Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran
Tanya Quinn adalah gadis cantik yang hidup dalam kemewahan hingga sebuah serangan menghancurkan keluarganya. Terpaksa menghadapi dunia luar yang kejam, ia melarikan diri ke Hutan Malapetaka yang mematikan. Saat mengira ajalnya tiba, Tanya justru diselamatkan oleh seorang pria misterius tanpa busana. Di tengah duka dan dendam yang membara, Tanya harus berurusan dengan sosok asing ini. Apakah pria itu ancaman baru atau pelindung yang ia butuhkan?
Baca Selengkapnya

Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran Bab 1

Dalam keadaan di mana malam tidak bisa membuatnya berpikir tentang arah tujuan. Seorang gadis berlari secepat yang dia bisa seolah dikejar kematian. Dia hanya terus maju tanpa arah menembus semak belukar dan ranting pepohonan. Sebagai seorang putri yang tidak pernah mengenal luasnya bumi serta tingginya langit. Dia tidak sadar langkahnya telah membawanya jauh masuk ke dalam hutan.

"Argghhh!"

Dia terpental ke tanah setelah menabrak dahan pohon yang cukup kokoh. Pandangannya menangkap langit malam yang tidak bisa menampakkan apa-apa selain kegelapan.

"A-Ayah ... "

Sambil memegangi dadanya yang berdarah, gadis itu mencoba menstabilkan napas yang naik turun. Rasa perih terasa amat menyakitkan di tubuhnya yang lelah dan luka-luka.

Aku tidak boleh mati di sini. Orang-orang biadab itu harus membayarnya!

Membayangkan kembali apa yang terjadi pada keluarganya. Kebencian yang murni menjalar ke seluruh tubuh gadis tersebut. Dia berusaha mendapatkan pijakannya kembali. Dengan langkah yang putus-putus ia berharap dapat mencapai tempat yang lebih aman.

Cukup lama kesusahan menjejakkan kaki, sampailah gadis itu di depan sebuah gua yang memancarkan cahaya. Awalnya ia cukup takut untuk mendekat, tapi penasaran yang kuat menelan ketakutannya.

Semakin mendekat ke sana dingin semakin menusuk tulang. Arah cahaya yang menyilaukan membuatnya menyipitkan mata. Mencari sesuatu yang meredup serta kemudian dikepung gelap.

"A ... aku tidak ingin mati," gumamnya lemah sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

***

Suara air yang menetes terdengar menenangkan. Kelopak mata gadis itu akhirnya mau memperkenalkannya pada dunia. Entah benar seperti yang dia lihat, atau hanya sebatas halusinasi saja, seorang lelaki tampan tanpa mengenakan pakaian mengisi penuh pandangannya.

"Kau siapa?"

Untuk sesaat gadis itu berpikir yang dia lihat hanyalah mimpi karena tidak ada jawaban. Sampai lelaki itu mengerutkan dahi dan menunjuk dirinya sendiri. "Aku? Aku seorang dewa," ungkapnya.

Gadis itu memandangi orang yang mengaku dewa tersebut lebih intens. Rambutnya yang panjang dan tubuhnya yang atletis sungguh memanjakan mata. Penampilannya memang menggambarkan sebuah kesempurnaan.

"Apa dewa memang tidak mempunyai uang untuk membeli pakaian? Dan yang lebih penting di mana ayah serta keluargaku yang lain?"

Lelaki tersebut mengedarkan pandang ke sekitar. Dia memeriksa apakah ada seseorang selain gadis di depannya. Setelah dirasa tidak ada, dia kembali memandangi gadis itu.

"Ayahmu? Apa dia di sini juga? Aku tidak melihatnya dari tadi," jelasnya lagi.

"Apa kamu seorang dewa yang suka bercanda? Aku sudah mati, kan? jadi harusnya kamu mempertemukan aku dengan keluargaku."

Gadis tersebut tidak habis pikir apakah petugas di akhirat benar-benar diperbolehkan memiliki sisi humor.

"Aku sangat yakin bahwa kamu belum mati. Apa kamu mayat hidup yang bisa berbicara?"

Gadis itu mengangkat tangannya. Walaupun ada noda darah di pakaian yang ia kenakan. Tapi luka yang sebelumnya terasa sangat perih sembuh tanpa bekas.

"Lihatlah! Semua lukaku sembuh. Aku pernah mendengar bahwa di akhirat orang-orang tidak memiliki luka. Mereka juga tidak mengenakan pakaian, dan sekarang kau tidak mengenakannya," ujar gadis itu memberikan pengetahuan tentang akhirat.

"Begitu, ya? Aku belum pernah ke akhirat. Jadi aku tidak yakin apakah itu benar."

"Kau ini dewa apa? Bagaimana bisa dewa tidak pernah ke sana? Berhentilah membuat humor dan cepat bawa aku ke keluargaku!"

Gadis itu menjadi jengkel, dia masih terbaring di tempat yang sangat dingin. Tubuhnya memang sepenuhnya sembuh tapi dia sama sekali tidak memiliki tenaga untuk bergerak.

"Aku benar-benar belum pernah ke sana. Aku bahkan tidak tahu siapa kamu. Bagaimana bisa aku tahu ayahmu dan mengantarkan kamu ke tempatnya. Jadi, aku bingung harus bagaimana," kata lelaki itu berusaha meyakinkan.

Gadis di depannya masih tidak terlihat percaya. Dia perlu metode lain untuk meyakinkan ia masih berada di bumi. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Setelah berpikir sejenak lelaki tersebut memiliki ide.

TUK!

"Aawhhh!"

Gadis itu memegangi dahinya sambil meringis. Warna merah terlihat jelas di kulit putihnya. Dia hampir saja menangis.

"Kenapa kau menyentilku? Ini sangat sakit."

"Ini diperlukan ... kau tahu? di akhirat kamu tidak lagi menemukan rasa sakit."

Gadis itu mengangguk dan melayangkan tatapan kesal. Setengah sadar dia menyoroti laki-laki yang telanjang tersebut.

"Tunggu! kalau ini bukan akhirat kenapa kamu tidak menggunakan pakaianmu?!" teriaknya panik seolah sadar akan sesuatu.

Walaupun bisa menggunakan tangannya, gadis tersebut tetap saja tidak bisa berbuat apa-apa terhadap tubuhnya yang sulit digerakkan. Bahkan jika dalam keadaan normal, seorang perempuan tidak bisa mengalahkan kekuatan fisik seorang laki-laki. Ketakutan berangsur-angsur menjalar di pikirannya.

"Menurutmu aku sedang apa?" Lelaki itu sedikit menggoda.

"Kalau kamu berani macam-macam. Aku akan membunuhmu sepuluh kali. Tidak! akau akan bunuh kau ratusan bahkan ribuan kali!"

Lelaki tersebut tersenyum memperhatikan reaksi aneh gadis di depannya. "Tenanglah! Aku hanya akan menyentuhmu jika sudah mendapatkan izin. Aku sudah mengatakan bahwa aku seorang dewa. Aku baru saja terlahir kembali. Jadi aku tidak mengenakan pakaian."

"Bagaimana aku harus mempercayai pernyataan konyol itu? Kau pasti berbohong! Obat apa yang kamu masukan ke tubuhku? Apa yang akan terjadi jika aku tidak bangun?"

"Tentu saja kamu akan mengandung anakku."

"Heh!" Gadis yang tidak percaya dengan jawaban lelaki itu melayangkan sorot tajam. "Kau ingin mati?!"

"Kali ini aku juga bercanda. Aku sama sekali tidak memberimu obat. Pakaian saja aku tidak punya, apalagi hal-hal semacam itu. Kamu berbaring di balok es yang menyerap energi kehidupan. Tentu saja tubuhmu sangat sulit untuk digerakkan."

"Apa kamu mengatakan kebenaran?" Mata gadis itu menyipit.

Lelaki itu memberikan ekspresi santai. "Aku tidak berbohong. Jadi bagaimana?"

"Apanya yang bagaimana?"

"Aku mendapat izin menyentuhmu atau tidak?"

"Tentu saja tidak!" tegasnya dengan kesal. "Aku akan membunuhmu kalau itu terjadi!"

Walaupun lelaki di depannya sangat tampan, dia tidak akan mau melakukan hal yang tidak senonoh. Apalagi ia baru saja menginjak umur 16 tahun. Hal semacam itu masih tabu dalam hidupnya.

"Jangan tersenyum!" teriaknya kesal.

Lelaki tersebut segera menghapus ekspresinya dan bertanya, "Nah, siapa namamu?"

"Tanya."

"Nama yang bagus." Lelaki tersebut menengok sebentar ke luar gua. Lalu mengalihkan padangan lagi menatap Tanya intens.

"Aku akan pergi sebentar untuk memastikan sesuatu. jadi, jangan keluar dan tetaplah di sini!" pintanya memperingkatkan.

"Tunggu!" Saat laki-laki tersebut hendak pergi, langkahnya dihentikan oleh suara Tanya.

"Ada apa?"

"Bagaimana jika hewan buas datang?"

"Mereka tidak akan berani ke sini. Tenang saja, aku hanya sebentar dan akan secepatnya kembali."

"Aku akan membunuhmu jika tidak tepat janji."

"Baiklah. Aku pergi."

Setelah laki-laki tersebut pergi Tanya mencoba beringsut. Dia benar-benar berada di atas balok es besar. Beberapa es lain baik yang menempel di atas gua ataupun yang berada di dasar, berangsur-angsur mencair. Tanya lalu memeriksa kondisi tubuhnya, dia mendapati banyak robekan di gaun biru muda yang dia pakai. Pakaian tersebut sudah tidak layak karena salah satu robekan membuat dadanya tampak.

"Apa dewa mesum itu melihat dadaku tadi? Ah, mustahil menemukan pakaian di hutan ini. Bagaimana aku harus mencarinya," gerutu Tanya.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Diabaikan Saat Setia
9.2
Bertahun-tahun Tisni harus menelan pahitnya pengabaian dari sang suami yang justru membiarkannya menghabiskan waktu bersama pria lain. Rasa sepi yang mendalam dan ketidakpedulian pasangannya perlahan menghancurkan kesetiaan yang ia jaga. Kini, Tisni berada di titik jenuh dan berniat untuk pergi mengakhiri penderitaannya. Apakah keputusannya untuk meninggalkan pernikahan itu merupakan sebuah kesalahan? Kisah perjuangan hati yang mencari kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Belenggu Adik Ipar
9.5
Nara yang sedang hamil tua mendadak hancur saat menemukan tumpukan alat tes kehamilan misterius yang jatuh dari tas suaminya, Juan. Kecurigaan mendalam muncul karena setiap benda itu ditandai dengan angka unik, padahal Nara merasa tidak pernah memilikinya. Di tengah usia kandungan tiga puluh delapan minggu, hatinya bergejolak hebat antara rasa kecewa dan gelisah. Mungkinkah Juan selama ini menyembunyikan pengkhianatan besar di balik punggungnya?
Sampul Novel Diatas Ranjang Papa Angkatku
9.5
Bianca dibesarkan oleh Emanuel Carlos, pemimpin mafia kejam yang menghabisi keluarganya. Tumbuh menjadi gadis cantik, Bianca mengira Emanuel adalah ayah kandungnya meski pria itu selalu bersikap dingin dan acuh. Namun, rahasia besar terungkap bahwa ia hanyalah anak angkat. Bukannya menjauh, Bianca justru kian terobsesi menaklukkan hati pria tampan itu. Di tengah sikap keras Emanuel, Bianca bertekad mengubah status hubungan mereka menjadi sepasang kekasih.
Sampul Novel Panen Buah Cinta
9.1
Ken hanyalah pria biasa yang tidak pernah membayangkan bisa masuk ke dalam lingkaran kehidupan wanita-wanita luar biasa. Namun, keberuntungan besar justru memihaknya saat ia tanpa sadar memikat hati dua perempuan cantik sekaligus populer. Meski sebelumnya mereka terasa sangat mustahil untuk digapai, kini Ken terlibat dalam dinamika asmara yang tak terduga. Ikuti perjalanan Ken saat ia menghadapi pilihan sulit di antara dua sosok yang memuja dirinya tersebut.
Sampul Novel Suamiku Mantan Playboy
9.3
Kehidupan tenang Riri sebagai lulusan baru terusik saat Julian Raffa Gunawan tiba-tiba datang melamar. Meski tampan dan kaya, Raffa adalah sosok keras kepala yang dikenal sebagai mantan playboy kelas kakap. Riri yang awalnya enggan menikah terpaksa menerima pinangan tersebut. Sebelum melangkah ke pelaminan, mereka sepakat menjalani masa pacaran dan tunangan. Riri harus waspada, sebab ia tak akan sudi dikhianati jika sifat buruk Raffa kembali muncul.
Sampul Novel Tumbal lukisan
9.5
Kasus hilangnya sejumlah gadis muda secara misterius mulai menghantui seisi kota. Kini, nyawa Hani terancam saat ia menjadi target tumbal berikutnya dari sebuah keluarga penuh rahasia. Tanpa disadari, keluarga tersebut memiliki keterkaitan gelap dengan sejarah masa lalunya yang terkubur. Hani harus menghadapi teror mengerikan demi mengungkap kebenaran di balik alasan mereka memilihnya, sebelum ia benar-benar lenyap untuk selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan