Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 2

Pedang Kebenaran Sejati Seri 2

8.1 / 10.0
Dalam Pedang Kebenaran Sejati Seri 2, Permana Brata memulai adventure untuk melacak ayahnya. Berbekal jurus Sepuluh Syair Bumi Pertiwi, ia menghadapi tantangan dunia persilatan di fantasy novel ini. Sebuah action story tentang perjuangan menembus rintangan demi menemukan kebenaran keluarga.
Ringkasan Pedang Kebenaran Sejati Seri 2
Permana Brata, putra Prabasari dan Baron Smith, memulai misi baru mencari sang ayah. Berbekal pusaka Pedang Kebenaran Sejati serta teknik Sepuluh Syair Bumi Pertiwi dari Ki Sasmaya, ia menghadapi kerasnya dunia persilatan. Meski lahir dari hubungan gelap, tekadnya tak tergoyahkan. Segala rintangan dan musuh yang menghadang diterjang demi menuntaskan pencariannya. Sebuah petualangan penuh aksi dalam membuktikan keteguhan hati di tengah pahitnya konflik.
Baca Selengkapnya

Pedang Kebenaran Sejati Seri 2 Bab 1

Permana Brata meninggalkan Tanah Jawa dengan menumpang kapal dagang seorang saudagar kaya dari wilayah Kerajaan Pulungwarih. Begitu sampai tujuan, Permana segera meninggalkan kapal dagang yang berlabuh di pantai barat Pulau Seberang, begitu menurut kata ibundanya, Ratu Prabasari.Maksudnya, pulau yang terletak di seberang Tanah Jawa. Untuk menuju ke pulau itu, dengan cara menyeberangi lautan. Lewat jalan laut, menggunakan kapal atau perahu.

Orang menyebut pulau yang telah disinggahi Permana itu adalah Pulau Surga, atau Tanah Surga.Pulau yang terletak di timur Tanah Jawa terkenal indah dan memikat hati siapa pun mendatanginya.Terkait erat dengan keindahan yang dimiliki pulau tersebut maka ada yang memberinya sebutan Pulau Surga atau Tanah Surga. Satu dari banyak keindahan yang dimiliki Pulau Surga adalah pantai. Permana belum tahu nama pantai yang dia telusuri ini. Tapi yang pasti, pantai ini benar-benar mempesona pemandangannya.Indah dipandang, enak dinikmati selagi sedang istirahat sejenak.

“Hmmm…, benar-benar menawan hati pulau ini,” kata Permana Brata. “Kata orang-orang yang pernah datang kemari itu tidak salah.Mereka menyebut tempat ini bagaikan surga.Kata mereka tidak salah.Kata mereka memang benar.Aku berada di pulau ini serasa berada di surga.”

Menurut kata saudagar yang telah menolongnya tadi, pantai ini termasuk wilayah Kerajaan Bumitaru.Dan untuk menuju Hutan Lungit, dekat jaraknya, yakni ke arah selatan dengan menelusuri pantai tersebut.Permana menelusuri pantai yang indah itu.

Kedua kaki menapaki pasir yang terhampar.Permana terus berjalan di atas hamparan pasir putih.Pendekar Budiman Pedang Biru itu ingin segera bertemu ayahnya, Baron Smith.Keinginannya yang kuat untuk segera bertemu orang yang dia cari, membuat langkah kakinya mantap dan tidak terasakan kelelahan yang seharusnya dirasakan.

“Pada saat belajar berbagai ilmu silat pada guru dulu, aku tidak merasakan lelah walau seharian berlatih,” kata Permana Brata.Perkataannya ditujukan untuk diri sendiri.“Apalagi kalau yang dipelajari jurus-jurus baru, maka semakin semangat dan tidak merasa lelah sama sekali. Sekarang aku merasakan hal yang sama. Aku ingin segera tahu ayahku.Aku ingin secepatnya bertemu dia. Bagaimana keadaannya sekarang?Umurnya tentu tidak muda lagi.Namun aku yakin dia berwajah tampan, seperti yang pernah diceritakan ibunda padaku.”

Beberapa waktu lalu Permana Brata bertemu ibundanya. Setelah bertemu sang ibu, tentu saja ada keinginan untuk segera bertemu ayahnya. Sebagai seorang anak, keinginan Permana adalah sebuah keinginan yang wajar.Walaupun dia sebenarnya merasa sedih bila teringat tentang hubungan gelap kedua orang tuanya di masa muda dulu.

Ya…, Permana tidak mungkin lupa asal-usulnya. Dia tidak mungkin lupa bahwa dirinya lahir akibat perselingkuhan antara Prabasari sang permaisuri –waktu itu—dengan Baron Smith yang konon, sudah pula berkeluarga.

Kata beberapa orang yang dikenal Permana Brata, Baron Smith punya anak-istri di tanah asalnya, Tanah Hijau. Sebuah tempat yang terletak nun jauh di sebelah utara sana. Nun jauh di seberang sana. Untuk menuju ke Tanah Hijau, diperlukan waktu berlayar selama beberapa minggu.

Aib ini tidak mungkin lepas dari ayah, ibu, dan diriku.Permana Brata merenungi dalam hati.Keberadaanku di dunia ini tak lepas dari perbuatan tidak teruji ayah dan ibu di masa mudanya dulu.Mereka melakukan hubungan cinta terlarang.Namun mereka tidak bisa melarang diri masing-masing untuk saling cinta. Ah…, cinta memang tidak bisa dihalang. Tidak bisa dihadang. Halangan dan hadangan apa pun akan diterjang demi cinta.

Semua orang, termasuk Permana, pasti mempunyai sejarah masa lalu.Hanya saja, sejarah masa lalu Permana memang pekat.Buram.Gelap.Hitam.Sejarah kelam Permana tidak mungkin bisa dihapus.Sejarah adalah segala sesuatu yang pernah dialami seseorang di masa lalu.

Sejarah tidak bisa diingkari. Tidak bisa diputarbalikkan. Sejarah seseorang yang hitam, akan tetap hitam. Tidak bisa diputihkan. Tidak akan bisa menjadi putih hanya karena orang itu berkuasa. Memegang kendali kekuasaan.

Memang, selama orang itu memegang kekuasaan, maka sejarah hitam dirinya bisa dia ubah menjadi putih.Putih bersih.Bahkan sangat putih sekali.Suci.Bening.Tidak ada setitik nila pun. Namun begitu dia kehilangan kekuasaan yang dia pegang, maka sejarah hitamnya pasti akan terungkap. Akan diungkap oleh Yang Maha Tahu, Tuhan Yang Maha Esa. Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Tahu.

Mungkin manusia tidak mampu mengungkap hitamnya sejarah manusia lain. Karena selama berkuasa, manusia lain itu sewenang-wenang, menghabisi siapa saja yang ingin membuka sejarah hitamnya. Namun Tuhan Yang Maha Berkuasa atas segala yang ada di langit dan di bumi, pasti akan mengungkap sejarah hitam si manusia lain yang hati dan sejarah masa lalunya hitam itu. Entah kapan, hanya Tuhan Yang Maha Tahu saja yang mengetahuinya.

Permana menyadari benar bahwa sejarah hitam dirinya, pasti akan membayanginya selama hidup. Akan selalu menjadi bayang-bayang kelam di otaknya.Permana kalau ingat asal-usulnya, sebenarnya merasa malu.

Ya…, Permana Brata merasa malu karena tindakan orang tuanya di masa muda itu adalah sebuah tindakan yang memalukan.Betapa tidak, masa seorang permaisuri sampai berselingkuh dengan Orang dari Tanah Seberang.

Prabasari pernah mengaku kepada Permana, dirinya waktu itu melakukan hubungan gelap dengan Baron Smith karena mendiang suaminya Jarabastidak bisa memberikan keturunan.Waktu itu Prabasari khawatir, kalau sampai dirinya tidak mempunyai keturunan, maka sepeninggal suaminya, takutnya Pulungwarih jadi rebutan.Maka usaha yang sebenarnya buruk itu dilakukan juga.

Ternyata usaha Prabasari membawa hasil. Dia bisa mendapatkan anak, walau pada akhirnya dia buang juga anaknya itu di tengah Hutan Titir. Waktu itu Prabasari khawatir dirinya tidak diterima oleh Jarabas lagi. Kalau sampai dirinya tidak diterima kembali oleh Jarabas, maka akan celaka. Kalau sampai perselingkuhannya dengan Baron Smith ketahuan Jarabas, bisa-bisa mereka dihukum mati!

Pilihan dari dua hal yang memusingkan bagi Prabasari. Dan pada akhirnya Prabasari mengambil sebuah keputusan yang bagi orang kebanyakan dianggap gila! Membuang anaknya di tengah hutan!

Mereka mengambil tindakan yang sebenarnya keji. Kata Permana Brata dalam hati. Agaknya rasa panik dan takut membuat kedua orang tuaku itu kalap.Mereka membuang buah hati mereka di tengah rimba yang berbahaya bagi keselamatan si bayi.Untung saja waktu itu ada orang baik yang menolong si bayi.Kalau si bayi tidak ada yang menolong, maka saat ini aku tidak bisa berada di sini.

Permana sekuat tenaga menghilangkan lembaran hitam yang berkaitan dengan kedua orang tuanya.Paling tidak, untuk saat ini dia merasa lebih baik tidak mengingat-ingat masa lalu. Karena masa lalu yang selalu dipikirkan, justru akan membelenggu manusia ketika ingin melangkah maju.

Ya, lembaran hitam Permana di masa lalu memang tidak semua karena tingkah laku pendekar Pedang Biru itu.Sebagian besar karena tingkah laku kedua orang tuanya.Permana sebisa mungkin ingin melupakan masa lalunya yang kelam.Paling tidak, dirinya tidak ingin selalu mengingat-ingatnya. Karena dengan mengingat-ingat, maka secara sadar atau tidak, dirinya justru akan terseret ke masa lalu.

Kalau terus terseret masa lalu, sulit untuk melangkah maju. Sulit akan melaksanakan tekadnya menumpas segala bentuk angkara murka di muka bumi. Permana Brata berusaha keras mengubur dalam-dalam lembaran hitamnya untuk melaksanakan wasiat mendiang Ki Wacoko, yakni menggunakan Pedang Biru untuk menumpas segala bentuk angkara murka di muka bumi. Sebuah wasiat yang berat untuk dilaksanakan karena selalu ada bahaya yang menghadang di depan mata.

Ketika matahari condong ke barat, Permana mulai memasuki Hutan Lungid. Dia mulai melangkahkan kakinya di hutan yang lebat dan ditumbuhi berbagai macam tumbuhan. Ada yang termasuk tumbuhan yang mengandung obat-obatan. Ada pula yang termasuk tumbuh-tumbuhan beracun. Permana ingat kata ibundanya. Ayahnya masuk hutan ini juga melakukan seperti yang pernah dialkukannya sewaktu masuk Hutan Titir. Yakni mencari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan untuk obat. Untuk penyembuhan. Masalahnya sekarang, bagaimana cara menemukan ayahnya di hutan yang seluas ini?

Permana berjalan ke arah timur. Dia melalui jalanan setapak yang jarang dilalui manusia. Daun-daunan di kanan kirinya bergesekan dengan pakaiannya yang berwarna biru muda. Pedang Biru yang tersampir di punggung sekali waktu juga bersentuhan dengan ranting-ranting pepohonan yang berintangan di atas kepalanya.

Demi mencapai tujuan baiknya, Permana mengabaikan berbagai rintangan yang ada. Daun-daunan, ranting-ranting, duri-duri, dan berbagai bentuk rintangan lain, dianggap tidak ada. Untuk mencapai tujuan baik yang tertanam di hati, dia meniadakan segala bentuk hambatan yang bisa menghancurkan. Permana bertekad untuk menghabisi segala bentuk yang ingin menghambatnya dalam menumpas segala bentuk kejahatan.

Zhuuut…! Cheb!

Sebuah anak panah pendek melesat dari samping kiri. Melintas di depan hidung Permana. Lalu menancap di sebatang pohon ada di sebelah kanan Permana. Pohon besar sebesar tubuh orang dewasa itu berderak. Ambruk ke kiri. Merintangi jalan Permana!

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pedang Kebenaran Sejati Seri 2

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel bukan Wanita SIMPANAN
8.7
Cashe terjebak dalam malam penuh gairah yang tak terduga dengan seorang pria asing yang sangat menawan. Di bawah pengaruh alkohol, ia melupakan statusnya sebagai keturunan bangsawan yang terhormat. Padahal, Cashe telah dijanjikan untuk menikah dengan pria dari kalangan elit serupa. Kini, reputasi keluarganya terancam hancur akibat satu kesalahan fatal. Siapakah sosok pria misterius tersebut, dan bagaimana Cashe akan menghadapi konsekuensi dari pengkhianatan ini?
Sampul Novel Derita Cinta Sang Pelakor
8.7
Via memiliki segalanya dalam diri Jason, namun ia justru berpaling demi kemewahan dari Dimas, seorang miliarder beristri. Meski mengaku terikat perjodohan tanpa cinta, Dimas terdesak saat Via menuntut kepastian status. Di tengah dilema besar tersebut, sebuah rahasia kelam terungkap bahwa Dimas sebenarnya adalah kakak ipar Via sendiri. Kini, cinta terlarang ini memicu konflik batin yang menghancurkan saat identitas asli mereka saling bersilangan.
Sampul Novel Di Balik Topeng Cinta Pertama
8.1
Suami wanita ini tega menyuap dokter untuk memberikan jantung putri mereka kepada anak dari teman masa kecilnya. Akibatnya, sang putri meninggal dalam pelukannya, sementara sang suami merayakan keberhasilan operasi itu dengan membagikan bonus. Di duka mendalam saat divonis leukemia stadium lanjut setelah muntah darah, ia pulang membawa guci abu anaknya. Namun, suaminya justru berencana pergi keliling dunia bersama teman masa kecil dan putrinya untuk merayakan kehidupan baru mereka.
Sampul Novel Karma sang pelakor
8.2
Keluarga Christian bersaudara menyimpan amarah besar setelah mengetahui suami mereka mengkhianati komitmen demi gadis muda. Dendam ini memicu rencana pembunuhan gelap yang mengguncang segalanya. Namun, aksi tersebut justru memancing kecurigaan Nathan bersaudara. Mereka kini bertekad menelusuri jejak misterius demi mengungkap penyebab sebenarnya di balik kematian tragis adik bungsu mereka. Konflik antar keluarga pun pecah dalam balutan aksi dan misteri.
Sampul Novel Pernikahan Dingin yang Membara
8.7
Hidup Aria, wanita karier yang gemilang, berubah drastis setelah malam penuh gairah dengan Raka. Ia merasa dikhianati saat menyadari pria itu adalah CEO di kantornya. Hubungan mereka kian retak akibat manipulasi licik Mira yang memicu kesalahpahaman besar. Terbakar api cemburu karena dugaan perselingkuhan Raka, Aria menyusun rencana balas dendam yang sangat berisiko. Kini, ambisi dan luka hati Aria mengancam untuk menghancurkan seluruh karier Raka.
Sampul Novel THE GREATEST FIGHTER
8.2
Brandon, pemuda malas tanpa keahlian, bertransformasi menjadi petarung tangguh yang disegani. Dalam pencarian jati dirinya, ia memutuskan menjadi mualaf. Brandon bertekad menuntut balas atas kematian keluarga Pak Badrun serta melindungi kakak perempuannya yang diburu ibu tiri mereka. Sang kakak terancam dipaksa masuk ke dunia prostitusi, namun Brandon siap menghadang ambisi keji tersebut. Akankah ia berhasil membalaskan dendam gurunya dan menyelamatkan kakaknya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan