Sampul Novel Suami Rahasia Sang Bintang

Suami Rahasia Sang Bintang

9.2 / 10.0
Dalam Suami Rahasia Sang Bintang, Anastasia Noire harus mengklaim pria asing sebagai suaminya demi membersihkan namanya dari fitnah. Ternyata, pria itu adalah Maximilian Kingsley, seorang miliarder misterius. Baca kisah romance novel ini di platform webnovel terbaik sekarang.
Ringkasan Suami Rahasia Sang Bintang
Kehidupan Anastasia Noire hancur setelah fitnah kejam menjatuhkan karier menyanyinya. Di titik terendah, ia menolong pria yang hampir tewas dan mengakuinya sebagai suami demi perlindungan diri. Publik mencibir pilihannya, tanpa menyadari bahwa pria itu adalah Maximilian Kingsley, miliarder rahasia yang penuh misteri. Di tengah pengkhianatan, Anastasia harus menentukan apakah Maximilian adalah pelindung tulus atau ancaman baru bagi masa depannya yang rapuh.
Baca Selengkapnya

Suami Rahasia Sang Bintang Bab 1

***

"Ah, ini terasa enak, Leon. Aku mau keluar."

"Tahan, sayang. Sebentar lagi."

Suara-suara lenguhan itu terdengar sangat jelas memenuhi kamar pribadi Leon Hale, seorang aktor ternama yang sedang naik daun.

Leon Haley yang masih terbius dengan kenikmatan itu pun tak akan pernah menyangka bahwa di balik pintu kamarnya sedang ada seseorang yang mematung sambil menahan tangisannya.

Ya, seseorang itu adalah Anastasia Noire, kekasihnya sekaligus calon tunangannya yang sudah ia kencani selama lima tahun.

Anastasia tentu saja tak percaya dengan pesan asing yang masuk ke ponselnya yang mengatakan kalau Leon, kekasihnya ternyata mengkhianatinya.  Hari ini seharusnya ia ada syuting iklan di Paris, tapi semua jadwalnya mendadak dibatalkan dan karena Anastasia merasa sedih, ia memutuskan datang ke apartemen mewah milik kekasihnya.

"Ini tidak mungkin, kan? Suara itu hanya halusinasiku?" gumam Anastasia menyakinkan dirinya. Ia dengan sekuat hati membuka pintu kamar itu dan berharap suara-suara aneh yang ia dengar tadi hanya sebuah ilusi.

Anastasia menggenggam gagang pintu dengan tangan yang gemetar. Hatinya berdebar tak karuan saat ia berdiri di depan kamar yang seharusnya kosong. Leon Hale, pria yang selama ini membuat hatinya berdebar, seharusnya sedang ada pemotretan hari ini. Tapi kenapa suara-suara itu terdengar dari dalam?

"Aku mungkin hanya berhalusinasi," bisik Anastasia lagi kepada dirinya sendiri, mencoba meredam kecemasan yang kian mencengkeram. Namun, rasa penasaran dan kekhawatiran yang lebih besar mendorongnya untuk membuka pintu itu. Pelan, ia memutar gagang pintu dan mendorongnya sedikit demi sedikit.

Saat celah pintu terbuka cukup lebar, mata Anastasia membelalak tak percaya. Ia merasakan jantungnya seakan berhenti berdetak saat pemandangan di hadapannya perlahan menjadi jelas. Di sana, di tengah ruangan yang remang, di atas ranjang yang seharusnya menjadi tempat istirahat suci bagi mereka kelak yang akan menjadi sepasang suami-istri, malah digunakan Leon dan seorang wanita lain bercinta dengan begitu intens. Tubuh mereka polos, menyatu dalam kegilaan yang tak tertahankan.

Tangan Anastasia gemetar semakin kuat. Nafasnya tercekat, tidak mampu untuk mengeluarkan suara, bahkan sekadar memanggil nama Leon. Hatinya seperti dihancurkan menjadi serpihan kecil yang tidak mungkin bisa disatukan lagi.

Tapi, ketika wanita itu memiringkan wajahnya sedikit, identitasnya terungkap jelas di bawah sinar lampu yang temaram. Anastasia merasa dunianya runtuh seketika. Wanita itu bukan orang asing. Ia adalah Elora Viviana-kakak tirinya, orang yang selama ini menjadi duri dalam hidupnya dan selalu terang-terangan iri padanya.

"Elora..." suaranya bergetar, hampir tidak terdengar, tetapi cukup untuk membuat kedua orang di atas ranjang tersentak. Leon langsung memandang ke arah pintu dengan keterkejutan di wajahnya, sementara Elora hanya menatap Anastasia dengan tatapan penuh kemenangan.

"Anastasia!" Leon berseru, buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Wajahnya berubah pucat pasi, seakan-akan darah di tubuhnya seketika menghilang. "Ini... ini tidak seperti yang kamu pikirkan."

Air mata menggenang di pelupuk mata Anastasia, tapi ia menolak untuk membiarkannya jatuh. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan mereka-terutama di depan Elora. "Tidak seperti yang aku pikirkan?" Anastasia mengulangi kata-kata itu dengan nada sinis, suaranya sarat dengan rasa sakit dan pengkhianatan. "Lalu apa? Apa yang terjadi di sini, Leon? Jelaskan padaku, karena dari yang kulihat, semua sudah sangat jelas."

Leon terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya bisa menundukkan kepala, menghindari tatapan tajam Anastasia. Ia tidak menyangka kalau kekasihnya itu akan datang malam ini, bukankah Anastasia sedang berada di Paris?

Elora, sebaliknya, tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Malah, ia tersenyum kecil, menampakkan kepuasan tersendiri.

"Aku sudah menduga suatu saat kamu akan menemukan ini," ucap Elora dengan suara manis yang beracun. "Seharusnya aku mengundangmu lebih awal, Anastasia. Kamu bisa ikut bergabung dengan kami, mungkin? Kekasihmu itu lebih bahagia denganku dan bisa jadi dirinya sendiri, aku bisa memuaskannya. Sedangkan kamu... hanya wanita yang menjadi beban baginya!"

Kata-kata Elora bagaikan racun yang menusuk hati Anastasia lebih dalam. Ia mengepalkan tangannya, menahan diri untuk tidak melayangkan tamparan pada wanita yang pernah ia panggil saudara. "Kamu sungguh tidak tahu malu, Elora! Nikmati saja, aku tak peduli," katanya dengan suara dingin. "Dan kamu, Leon, aku pikir kamu adalah pria yang berbeda. Tapi ternyata kamu sama saja seperti yang lain, bahkan lebih buruk."

Leon mendekat, mencoba meraih tangan Anastasia. "Anastasia, tolong dengarkan aku. Aku-"

"Jangan sentuh aku!" Anastasia mundur, menjauh dari Leon. "Aku muak denganmu! Aku muak dengan semua kebohongan ini! Dan aku muak disentuh oleh tangan kotormu!" Ia menatap keduanya dengan tatapan yang menyala penuh kebencian, meskipun air matanya sudah tak terbendung lagi. "Kamu bisa memiliki Leon, Elora. Kamu bisa memiliki semuanya. Aku tidak peduli lagi!"

Setelah itu, Anastasia berbalik dan berlari keluar kamar. Tangisannya pecah begitu ia melewati pintu, mengisi koridor panjang yang sepi. Setiap langkah yang ia ambil terasa begitu berat, seolah-olah ada beban besar yang menghimpit dadanya.

Leon berusaha mengejarnya, tapi Elora menahannya. "Biarkan dia pergi," bisik Elora sambil mengelus lengan Leon dengan lembut. "Dia hanya perlu waktu untuk menerima kenyataan. Lagipula, kita tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Aku sudah memberimu kepuasan yang tidak pernah dia berikan padamu."

Leon menghela nafas panjang, menatap pintu yang baru saja ditinggalkan Anastasia. Ada sesuatu di hatinya yang terasa salah, tetapi ia menepis perasaan itu, memilih untuk memeluk Elora lebih erat, seakan-akan dengan melakukannya, ia bisa melupakan semuanya.

Namun, jauh di dalam hatinya, Leon tahu bahwa ia telah membuat kesalahan yang tidak mungkin bisa diperbaiki. Tapi, memang benar yang Elora katakan, selama lima tahun ini, Anastasia selalu menolaknya jika ia menginginkannya di atas ranjang, alasan Anastasia itu sungguh kolot, perempuan itu hanya ingin melakukannya setelah mereka berdua resmi menikah.

"Leon, kamu mau melanjutkannya lagi?" bisik Elora dengan suara menggoda.

Leon tersenyum menyeringai, keduanya pun larut dalam lenguhan yang panjang malam itu.

***

Sementara itu, Anastasia terus berlari, mencoba melarikan diri dari kenyataan yang baru saja menghancurkan hidupnya. Tetapi sekeras apa pun ia berlari, rasa sakit itu tetap mengikutinya, menghantuinya setiap detik. Ia tidak tahu bagaimana harus menghadapi hari esok, tidak tahu ke mana harus pergi, atau siapa yang bisa ia percaya.

Satu hal yang ia tahu dengan pasti, adalah bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Leon Hale, yang ia anggap adalah malaikat hidupnya, ternyata berubah jadi iblis seperti keluarganya. Ia pikir, saat ayahnya tak lagi peduli padanya, Leon adalah jawaban Tuhan yang ia inginkan. Nyatanya, Leon Hale adalah pria kedua yang menyakitinya!

Dan saat Anastasia ingin masuk ke dalam mobilnya, ia terkejut dengan seorang pria yang sedang terbujur lemah dengan luka lebam-lebam. Tanpa pikir panjang dan rasa takut, ia menghampiri pria asing itu.

"Tuan, apakah anda masih sadar? Aku akan membawamu ke rumah sakit," ucap Anastasia.

Pria asing itu menggelengkan kepalanya lemah, "J-jangan... b-bawa aku ke tempatmu."

Anastasia mengernyitkan keningnya, awalnya ia akan menolak, namun ada beberapa pria yang bertubuh tinggi besar yang sedang berlari ke arahnya. Ia langsung memapah tubuh pria asing masuk ke mobilnya, ia tahu pria asing itu dalam bahaya!

"Aku akan mengobatimu sementara di apartemenku."

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Suami Rahasia Sang Bintang

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja
8.3
Hari pernikahan yang seharusnya sakral berubah hambar saat cinta pertama sang suami datang mengenakan gaun pengantin yang sama. Alih-alih murka melihat kebersamaan mereka, sang istri justru memuji keserasian keduanya. Reaksi tenang ini membuat wanita itu menangis lalu pergi, memicu kemarahan suami yang menuduh istrinya berhati sempit. Usai resepsi, sang suami memilih membawa cinta pertamanya pergi berbulan madu. Tanpa berniat memicu pertengkaran, sang istri langsung mendaftarkan diri untuk melakukan prosedur aborsi.
Sampul Novel Cinta Memang Begitu
8.8
Kematian tragis mengakhiri hidupku yang penuh persaingan sia-sia melawan Emma Moore, anak angkat kesayangan orang tuaku yang bahkan menerima donor retinaku dan menikahi kakak kandungku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, aku memutuskan untuk tidak lagi memedulikan mereka atau memperebutkan kasih sayang yang tak pernah jadi milikku. Fokus pada diri sendiri justru membuka jalan menuju babak baru yang penuh kebahagiaan tak terduga.
Sampul Novel Mantan Istri, Ratu Kekayaan Baru
9.3
Demi melindungi Meisya dari skandal hotel, Galvin memaksa Indri bercerai dan menjadi kambing hitam. Di kehidupan lalu, penolakan Indri berakhir tragis; ia difitnah, dihujat publik, hingga tewas kecelakaan. Kini Indri terbangun di masa lalu saat surat cerai disodorkan. Tak lagi menangis, ia justru tenang menyambut perpisahan itu. Namun, kebebasannya tidaklah gratis. Indri menuntut seluruh aset dan saham Galvin sebagai harga yang harus dibayar pria itu.
Sampul Novel Mati Untuk Hidup
9.3
Napas terakhirku berembus di rumah sakit akibat kanker stadium akhir, tepat saat anakku selesai ujian masuk universitas. Namun, kepergianku justru dinanti. Di hotel, suamiku memeluk mantan kekasihnya, berjanji posisi istri akan segera digantikan. Di bar, anakku mabuk-mabukan mengeluhkan sikapku yang mengekang, sementara mertuaku mencibirku di depan tetangga sebagai menantu tidak berguna. Kini, aku tidak bisa lagi membantah. Mereka akhirnya mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Sampul Novel Mertua Awal Pembawa Petaka
9.3
Kanaya terbiasa hidup mandiri setelah kepergian orang tuanya yang dulu menikah tanpa restu. Meski sukses menjadi asisten CEO dan memiliki suami tampan bernama Lukman, duka menyelimuti tahun keempat pernikahan mereka karena belum hadirnya buah hati. Kepercayaan Kanaya hancur saat mengetahui Lukman ternyata telah berpoligami. Kepedihan kian mendalam karena ibu mertuanya justru merestui pengkhianatan tersebut. Mampukah Kanaya bertahan di tengah badai ini?
Sampul Novel Sejuta cerita di balik pintu kos
8.2
Dens Bagus memulai babak baru di usia tujuh belas tahun dengan merantau ke Solo. Di balik pintu cokelat kamar kos nomor tujuh, ia menemukan kehidupan yang jauh berbeda dari kenyamanan rumahnya. Lorong kos sederhana itu menjadi saksi interaksinya dengan Bu Kos yang tegas namun peduli, serta Mei Lin yang ceria. Ada pula Li Hua yang pendiam, Fajar yang menyebalkan, dan Mas Arya yang penuh rahasia. Bersama mereka, Dens menghadapi hiruk pikuk kota yang asing ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan