Sampul Novel Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

8.5 / 10.0
Dunia Hannah hancur saat suaminya meminta cerai demi wanita lain setelah empat tahun pengabdiannya. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, ia bangkit dari keterpurukan dan bertransformasi menjadi sosok yang mandiri. Saat mantan suaminya mengira ia masih mengharapkan perhatian, Hannah kembali dengan pesona luar biasa. Seorang CEO dominan kini berada di sisinya, mengklaimnya sebagai istri di hadapan pria sombong yang dulu menyia-nyiakannya tanpa belas kasihan.

Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak Bab 1

"Kita bercerai saja."

Dua lembar kertas yang tipis itu menandai berakhirnya pernikahan yang berlangsung selama empat tahun.

Jemari Hannah Maximo yang ramping menyentuh tanda tangan suaminya yang tertera di dokumen tersebut. Saat dia mendongak untuk menatap mata Dylan Edwards, air mata menggenang di matanya.

"Apa tidak ada peluang lagi bagi kita?" ucap Hannah dengan suara yang sedikit bergetar karena tertekan oleh emosi dan beban pekerjaan rumah tangga. Bulir-bulir keringat menempel di kening dan bingkai kacamatanya yang tebal dan berwarna hitam, sehingga dia tampak naif dan polos.

Karena Dylan mengatakan akan pulang malam ini untuk mendiskusikan masa depan mereka, Hannah bangun pagi-pagi dengan penuh harapan. Dia berbelanja di pasar, memasak, lalu membereskan seluruh rumah. Dia bahkan tidak sempat berhenti untuk beristirahat sejenak saat menunggu kabar yang membuat jantungnya berdegup kencang. Setelah mendengar kabar yang menyayat hati itu, usahanya terasa sia-sia

Sambil menjentikan abu rokok, Dylan berkata, "Pernikahan kita pada dasarnya adalah perjanjian bisnis. Ditambah lagi, Eliana akan segera kembali."

Jadi begitu. Eliana Patrizio, wanita yang menempati hati Dylan, adalah sosok yang tidak akan pernah bisa dia lepaskan.

Dengan bibir terkatup rapat, Hannah merasa frustasi seperti yang dia rasakan empat tahun yang lalu. Dia menundukkan kepala dengan berbagai macam pemikiran yang berkecamuk di benaknya. Setiap kali Eliana muncul, Dylan akan mengabaikan segalanya, bahkan prinsipnya sendiri.

Pada saat itu, Dylan menikahi Hannah karena dipaksa. Selama bertahun-tahun dia hidup bersama Hannah, Eliana tetap menempati hatinya.

Setelah keheningan yang seakan tidak ada habisnya, Dylan mengamati wanita di hadapannya.

Hannah memang sangat cantik, kulitnya halus dan lembut, hidungnya mancung, dan bibirnya merah merekah seperti kelopak mawar. Bahkan di balik kacamata yang berbingkai tebal, matanya sesekali berbinar di bawah cahaya. Namun, dia tidak terlalu bersemangat sehingga terasa begitu membosankan.

Hannah selalu bersikap lembut. Kepribadiannya sebagai istri yang berbakti selama ini terasa begitu hambar seperti segelas air. Walaupun cocok menjadi Nyonya Edwards, dia tidak akan pernah bisa menjadi wanita yang benar-benar diinginkan Dylan.

Dylan menekan puntung rokok di asbak dan memecah keheningan dengan berkata, "Sebelumnya kamu ...."

Saat Dylan berhenti sejenak, tanpa sadar tatapannya tertuju pada Hannah. Hannah terus menundukkan kepala sehingga membuat wanita itu terlihat seperti sedang memendam rasa sedih.

Dylan lanjut berkata dengan dingin, "Mengingat latar belakangmu, kamu mungkin akan kesulitan mencari pekerjaan di masa depan. Jadi, selain harta gono-gini, kamu akan mendapatkan tiga vila lagi. Kamu juga akan mendapat Ferrari edisi terbatas dan secara pribadi, aku juga akan memberimu uang sebesar seratus miliar."

Ketika Eliana pindah ke luar negeri, Dylan mengikuti wanita itu karena cinta. Mengetahui hal ini, kepala keluarga di Keluarga Edwards sangat marah sampai ingin mencoretnya sebagai anggota keluarga. Namun, yang membuatnya memutuskan untuk pulang ke keluarganya adalah ibunya yang bersikap begitu dramatis sampai mengancam ingin bunuh diri.

Demi mendapatkan kembali dukungan keluarganya, Dylan setuju untuk menikahi Hannah, yang dikabarkan baru saja dibebaskan dari penjara.

Meskipun sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Hannah, mengingat wanita itu telah mengabdikan diri selama empat tahun dan tidak pernah memiliki masalah dengan Keluarga Edwards, Dylan bersedia memberikan kompensasi dengan murah hati. Ini seperti memelihara kuda untuk bersenang-senang walaupun mengetahui ada biaya yang harus dibayar.

Dylan menunjuk surat perjanjian itu dengan jari telunjuknya yang panjang, di mana terdapat sebuah cincin penuh makna yang melingkar di jari itu selama empat tahun.

Melihat cincin itu, mata Hannah seakan tersengat.

"Kamu punya waktu tiga hari untuk memikirkannya, tapi jangan terlalu lama, kesabaranku ada batasnya."

"Tidak perlu," ucap Hannah sambil mengambil pena hitam di sampingnya, lalu membubuhkan tanda tangannya di tempat yang ditentukan dan lanjut berkata, "Aku adalah orang yang tahu diri. Hari ini juga, aku akan pindah dan tidak akan menghalangimu lagi."

Dylan mengangguk dan berkata, "Bagus."

Dylan harus mengakui, bahkan dalam situasi seperti sekarang ini, Hannah tetap tenang dan bijaksana seperti biasanya, sehingga tidak pernah membuatnya khawatir. Akan tetapi, takdir berkata lain, dia mencintai wanita lain.

Sebenarnya, sebagai Nyonya Edwards, bisa dibilang Hannah adalah istri yang paling cocok di mata publik. Sayangnya, cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan.

Saat Dylan hendak membuka mulut, pintu terbuka. Sadie Edwards, adik perempuan Dylan, menerobos masuk dan berseru, "Kak Dylan, kudengar kamu akan menceraikan si narapidana hari ini. Apa boleh Ferrari edisi terbatas itu untukku?"

Ketika tatapannya bertemu dengan mata Hannah, yang baru saja menoleh untuk melihat siapa yang datang, Sadie langsung memutar bola matanya dengan cuek ke arah Hannah.

Dylan mengerutkan kening dan menegur, "Berapa kali aku harus mengingatkanmu? Ketika aku sedang mendiskusikan bisnis, kamu harus mengetuk pintu sebelum masuk. Apa pantas seorang sosialita bertingkah laku seperti itu?"

Sadie bersandar di meja sambil cemberut dan berkata, "Oke, oke, aku mengerti. Sekarang, berikan padaku kunci mobil itu. Aku mau pergi jalan-jalan bersama temanku."

Karena selalu memanjakan adiknya yang keras kepala, Dylan mengangkat dagu ke arah Hannah dan menyuruh, "Berikan kunci mobil itu padanya."

Hannah menunduk dan menjawab dengan nada datar, "Bukankah kamu bilang mobil itu untukku?"

Nada suara Hannah masih selembut biasanya, tetapi entah mengapa, itu terdengar dingin dan asing di telinga Dylan.

Marah, Sadie menerjang Hannah dan mendorongnya sekuat tenaga sambil menghardik, "Kamu bilang apa?! Semua yang ada di sini adalah milik kakakku. Bisa-bisanya kamu mengakui mobil itu untukmu? Serahkan kuncinya padaku!"

Selama bertahun-tahun menjadi bagian dari Keluarga Edwards, Hannah selalu memperlakukan Sadie dengan baik.

Sadie, yang suka berulah, selalu berlari mencari ibunya untuk meminta pertolongan ketika keadaan menjadi kacau.

Dulu, Sadie pernah menyinggung perasaan putri bungsu Keluarga Mitchell, sehingga dia ditawan di puncak menara oleh Bryson Mitchell, putra ketiga sekaligus kepala keluarga di keluarga tersebut. Jika bukan karena campur tangan Hannah, Sadie mungkin akan lumpuh seumur hidup jika didorong sampai jatuh dari tempat setinggi itu.

Namun, Sadie membalas kebaikan Hannah dengan menjulukinya sebagai si narapidana.

"Tidak," tolak Hannah dengan tegas, lalu dia melirik Dylan dan berkata, "Aku menginginkan mobil ini. Kamu sudah berjanji, Tuan Edwards. Bukankah kamu sangat murah hati? Lagi pula, ini hanya sebuah mobil."

Walaupun penampilan dan nada bicara Hannah masih lemah lembut, Dylan merasa wanita di hadapannya merupakan wanita berbeda dengan yang biasanya dia injak-injak selama ini.

Setelah terdiam sejenak, Dylan berkata pada Sadie dengan dingin, "Kita punya banyak mobil di rumah. Pergilah ke garasiku dan pilih satu untukmu."

Sadie adalah seorang gadis manja yang keras kepala. Kecuali saat dia berhadapan dengan Bryson, tidak ada seorang pun yang berani menantangnya, terutama wanita dengan riwayat kriminal seperti Hannah.

Sambil menuding Hannah dengan nada menuduh, Sadie berkata menuntut, "Kamu akan menyerahkan mobil itu padaku atau tidak?!"

"Tidak ...."

"Plak!" Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Hannah.

"Berani-beraninya kamu bersikap kurang ajar padaku! Kamu pikir kamu siapa? Kamu bahkan tidak layak untuk mengelap sepatuku!"

Mata Dylan berkedip sesaat sebelum berkata dengan raut wajah datar, "Sadie, jaga mulutmu."

Sambil memegangi pipinya yang baru saja ditampar, Hannah melirik ke arah Sadie dan mencibir, "Sepertinya kamu harus diajari sopan santun."

Namun, Sadie malah semakin menjadi-jadi, dia mengangkat dagu ke arah Hannah dengan arogan dan menantang.

"Terus kenapa ... ah!"

Hannah langsung menyambar vas berisi bunga di dekatnya dan menumpahkan seluruh isinya ke kepala Sadie sambil berkata dengan sinis, "Kalau begitu, biar aku yang akan mengajarimu."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan