Sampul Novel Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

8.4 / 10.0
Dalam novel fantasy modern Tumbal Pengantin Iblis, Kalina harus melindungi permata siluman setelah melepas segel Elang. Di tengah kepungan pemangsa yang mengincar kekuatan tersebut, ia harus bertahan hidup. Baca kisah seru ini di platform web novel kami sekarang.
Ringkasan Tumbal Pengantin Iblis
Kalina hanyalah siswi biasa yang menyembunyikan identitasnya sebagai putri CEO demi ketenangan. Namun, hidupnya berubah drastis setelah ia tak sengaja melepas segel terlarang dan bertemu pemuda misterius bernama Elang. Kini, Kalina memiliki permata keramat bangsa siluman yang membuatnya diincar banyak makhluk buas. Di tengah dunia modern, ia harus berjuang bersama Elang untuk melindungi pusaka tersebut dari para pemangsa yang mengepung dan mengancam nyawa mereka.
Baca Selengkapnya

Tumbal Pengantin Iblis Bab 1

"Aaaa … tidak!" Teriakan menggema tertelan hujan lebat pada malam gelap dan dingin.

Kalina pasrah dengan nasib, saat kilatan dan petir sekonyong-konyong menyambar ranting pohon penopang tubuhnya. Gadis itu tersentak, berteriak, memejamkan mata, tubuhnya mulai terjun bebas ke bawah.

"Beginikah akhir hidupku?" ratap Kalina dalam hati. Hatinya kalut, seolah sesuatu lepas dalam dirinya, dadanya nyeri, melayang jatuh ke bawah dengan kecepatan yang sangat cepat. Ketika ia telah merasa di ambang ketidakberdayaan. Sebuah cahaya terang menyilaukan muncul di hadapan gadis itu.

"Apakah malaikat maut tampan datang menjemputku?"

Samar-samar ia melihat sesosok pemuda tampan. Tanpa sadar ia sudah berada dalam dekapannya, dirasakannya otot-otot lengan tangan si tampan yang mendekapnya. Tanpa ragu Kalina menyandarkan kepala pada dada bidang yang terasa sixpack saat tak sengaja tersentuh tangannya. Kalina mendongakkan kepalanya, pemuda itu tersenyum. Sungguh pemandangan indah tak ayal Kalina langsung dibuat terlena menatap wajah indah itu.

"Oh, aku akan mati dengan bahagia berkat ketampanannya."

Pemuda itu membelai pipi Kalina dengan lembut membuatnya tersadar dari lamunan sesaat. Tatapan mereka semakin dalam dan dekat dirasakan napas mereka yang saling menyapu wajah masing-masing. Kalina sempat terkejut ketika bibir mereka saling bertemu.

"My first kiss," bisiknya dalam hati. Kalina memalingkan wajahnya karena malu. 'Andai kata ini sebuah mimpi maka aku akan bangun dengan perasaan malu,' ucap dalam hati merasakan detak jantungnya berparade.

Melayang dalam dekapan seorang pemuda asing, tidak dikenal, berlatarkan cahaya terang yang entah dari mana berasal.

Gerimis yang turun seolah-olah ikut menambah suasana menjadi semakin romantis. Sungguh mimpi indah. Kesadaran Kalina mulai menghilang, mata mulai meredup dalam alunan musik alami malam.

'Aku siap mati dalam dekapanmu!' pikir Kalina.

Cahaya terang bersama kepulan asap putih melebur, hilang ketika jatuh menyentuh tanah. Lolongan serigala perlahan menjauh. Begitu pula dengan teriakan para burung hantu yang kembali tenang dan berbunyi seperti biasa. Seolah tidak terjadi apa pun, semua kembali tenang. Semua terasa gelap bagi Kalina.

Benarkah Kalina akan mati dengan nyaman?

*KarRa*

Beberapa saat sebelumnya.

Setiap tanggal lima belas ketika, bulan terlihat bulat sempurna, konon sering terdengar suara-suara orang menangis, merintih, bahkan jeritan bersahut-sahutan. Percaya atau tidak itulah cerita mitos, dari warga setempat mengenai hutan yang kini, menjadi tempat camping dari sekelompok murid sekolah menengah pertama. Ada yang sering melihat seorang lelaki tampan, atau wanita cantik. Namun, mereka akan menghilang ketika didekati. Malam semakin sunyi di antara bayangan yang berada di bawah sana, seperti terlihat sosok putih berkelebatan. Dia seperti tersenyum di antara pekatnya kabut tebal yang seolah menyelimuti. Sedikit cahaya masuk menerangi hutan rimbun tersebut. Auman binatang malam seolah ikut menyambut bahagia. Rengekan binatang malam lainnya jua seolah menatap penuh harap. Bayangan putih yang kasat mata oleh pandangan orang biasa. Kemudian terbang menari-nari mengitari sekitar sungai dan kemudian ke atas, menatap sebuah tubuh mungil yang tersesat. Tawa girangnya menggema, memecah belah kerumunan burung yang langsung berhambur keluar dari sarang. Bayangan putih itu kemudian terbang, semakin jauh ke atas sana. Namun, seperti ada yang menarik paksa. Bayangan itu kembali lagi ke bawah menjadi kepulan asap putih dan menghilang di balik batu. Ada beberapa serigala mendekat, melolong bersahutan, suara seramnya terdengar merintih seperti meminta pertolongan.

Seorang gadis menangis meraung-raung menyaksikan dengan mata kepala sendiri sang sahabat jatuh ke jurang. Tangannya mengepal memukul-mukul tanah. "Kalina," teriak di sela isak tangis. "Kenapa kamu yang jatuh ke jurang bukannya aku," lanjutnya. Dengan sempoyongan ia mencoba berdiri meski sempat terduduk kembali, lututnya lemas tak bertenaga. "Gak, Alinsia, kamu nggak boleh putus asa, kamu harus bangkit," ujar gadis bernama Alinsia itu menguatkan diri sendiri. "Demi Kalina, aku harus cepat mencari bantuan." Dihela napas panjang berulang kali. "Sabar Kalina aku pasti bakalan cari bantuan buat nolongin kamu, aku mohon bertahanlah."

Tidak patah semangat, dikuatkan hatinya dan kembali bangkit. 'Ayo Alinsi, kamu pasti bisa.' Dia mencoba menyemangati diri sendiri. Menghapus linangan air mata yang membasahi pipi dengan tangan, tak peduli ia dengan wajahnya yang menjadi kotor. Terseok-seok gadis merana itu menapaki jalan yang terjal, tak peduli badan yang terluka ketika melewati semak berduri. Jalanan licin tak dipedulikan lagi, yang ia pikirkan hanya segera mencari pertolongan. Dengan semangat empat lima membara, dipercepat langkah kaki.

Dari jauh sudah terlihat perkemahannya, Aliansi pun berlari pontang-panting mendekati tenda sekretariat. Tampak di sana para anak laki-laki yang tengah berjaga. Ada yang terduduk sambil menahan kantuk. Ada yang mondar-mandir kayak setrika. Ada pula yang tiduran di atas matras. Ada yang lagi ngopi sambil bercengkrama, dan masih banyak lagi.

Brak! Alinsi menggebrak meja sekretariat dengan sangat keras. Semua anggota OSIS yang berjaga pun dibuatnya kaget dan ada yang terjungkal jatuh dari kursi. Ia berhasil membangunkan kantuk mereka. Sebagian terkejut melihat penampilan compang-camping, wajah kotor hasil karya tangannya sendiri, dan rambut awut-awutan mirip nenek gayung itu.

"Tolong," pinta Alinsia, tangisannya pecah kembali.

"Kamu kenapa?" tanya salah seorang yang langsung berdiri dari duduknya.

Reza and the gank pun menghampiri.

"Keadaan kamu kenapa gitu, habis dikejar penunggu hutan ya?" tanya salah seorang pemuda.

"Atau habis gelut sama kucing garong?" timpal seorang cowok lagi.

"Pertanyaan kalian itu gak masuk akal tau gak sih?" cebik Rando, sang wakil ketua OSIS, menghentikan pertanyaan aneh yang lain sebelum mereka berucap. Spontan mereka kompak terdiam, kini hanya terdengar isak tangis Alinsi.

"Coba cerita, kalau kamu nangis gini kita semua gak paham," ucap Reza memegangi lengan Alinsi mencoba menenangkannya.

"Kalina jatuh ke jurang," jawab Alinsi masih menangis.

"Apa?" teriak mereka kompak.

"Kok bisa," pekik Rando. Dengan panjang kali lebar Alinsi menceritakan secara detail kejadian tersebut.

"Aduh kenapa mesti ada kejadian kayak gini sih," keluh Reza, sang ketua OSIS dengan wajah tampan paripurna, dia menggaruk kepala yang tidak gatal. "Rando tolong panggil anak-anak cowok yang lain buat bantu cari Kalina," lanjutnya.

"Sekarang nih," celetuk Rando.

"Nggak besok pagi," desis Reza kesal.

"Kalau besok pagi kenapa kamu perintahkan sekarang Za," keluh Rando dengan wajah tanpa dosa.

"Rando, lama-lama bikin darting tau nggak. Mending lengser aja dari jabatan wakil ketua OSIS sana," cibir Reza kehilangan kesabaran.

"Lho, kok bisa, salah saya apa?" Rando menatap dengan wajah mirip kerbau dicocok hidungnya.

Mendengar perdebatan tidak penting itu membuat Alinsi semakin menangis keras sejadi-jadinya. "Kalian ini punya perasaan gak sih!" bentak Alinsi membuat semuanya terdiam mematung.

"Sabar ya Alin, sekarang kau basuh wajah kotor kamu dulu sana, kamu kelihatan nyeremin kita di sini," ujar Rando membuat Alinsi mendelik ingin sekali menampar jidat cowok itu dengan panci.

"Ok, kita rapat darurat dulu sekarang!" ajak Reza.

Setelah berkutat dengan perdebatan yang penting tidak penting, para jantan-jantan pun akhirnya berkumpul. Dipandu Alinsia mereka menuju ke tempat kejadian perkara.

"Tunggu kami Kalina," gumam Alinsia.

Bersambung….

@lovely_karra

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Tumbal Pengantin Iblis

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel FWB Between Love and Lust
8.9
Lima tahun di Milan tak cukup bagi Satria untuk menghapus bayang-bayang Syera dari ingatannya. Sekembalinya ke tanah air, setiap sudut kota justru memicu kenangan pahit yang menghambatnya melangkah maju. Namun, segalanya berubah setelah malam pernikahan Bima. Satria terjerat dalam gairah semalam dengan wanita asing yang memikat. Terjebak dalam hubungan tanpa status, dia malah jatuh hati terlalu dalam pada sosok misterius yang kini memenuhi hidupnya.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Mafia
9.5
Keadaan darurat memaksa Reynand pergi meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Setahun berlalu, sang mafia kembali dan mendapati Keisha dikabarkan menikah dengan mantannya. Amarah Reynand memuncak pada Reza dan Bram, ayah Keisha. Ia bersumpah menghancurkan semua orang yang berkhianat setahun lalu. Saat berbagai rahasia kelam terungkap, Reynand semakin murka dan bertekad melindungi istrinya dari siapa pun, bahkan dari keluarga wanita itu sendiri.
Sampul Novel Kehebatan Ayah Mertua ku
9.6
Kehidupan pernikahan dalam novel modern Kehebatan Ayah Mertua ku berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan fatal. Di tengah kesunyian malam, sang istri sering menangis meratapi nasib dan kesepiannya. Didorong rasa iba, ayah mertuanya nekat mendekati ranjangnya di tengah malam. Ia menawarkan bantuan fisik untuk menggantikan mainan intim menantunya, lalu melangkahi batas hubungan keluarga dengan tindakan yang sangat berani dan kasar.
Sampul Novel Pacarku Sagapung
8.1
Konten dewasa 21+. Jeff, pria playboy yang memikat, langsung terpikat saat bertemu Anna di pesta topeng kafenya. Setelah melewati malam penuh gairah, keduanya resmi menjalin hubungan asmara. Namun, Anna tak menyadari rencana tersembunyi kekasih barunya. Jeff telah menyusun daftar aktivitas intim yang menantang untuk dilakukan bersama. Anna pun terseret dalam permainan hasrat yang tak terduga, di mana Jeff selalu mencari kesempatan untuk membakar gairah mereka.
Sampul Novel Pesona Ibu Angkat
8.2
Dewi memilih bungkam seraya merapikan pakaiannya di tepi ranjang meski tubuhnya masih terasa letih. Melihat kondisi itu, Anang berkeras menggendong Dewi kembali ke kamarnya walau sempat ada penolakan. Setelah mengecup kening Dewi sebagai tanda maaf, Anang pun pergi. Pagi harinya, suasana rumah terasa sunyi tanpa hidangan sarapan karena Dewi tak kunjung keluar. Meski masih menyimpan amarah, Tante Lina akhirnya mendatangi kamar Dewi untuk mencari tahu penyebabnya.
Sampul Novel Spoiled Husband
9.8
Mosa yang berusia 25 tahun harus menghadapi kenyataan pahit setelah menikah dengan Roni. Meski suaminya berumur sepuluh tahun lebih tua, Roni terbukti tidak mandiri dan sangat bergantung pada ibunya. Bagi Mosa, usia bukanlah jaminan kedewasaan karena Roni gagal memperlakukannya dengan layak. Di tengah sikap suami yang kekanak-kanakan, Mosa mulai mempertanyakan masa depan rumah tangga mereka. Akankah ia tetap bertahan atau memilih pergi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan