Sampul Novel Bertahan Hidup di Dunia Komik

Bertahan Hidup di Dunia Komik

7.8 / 10.0
Pasca kecelakaan tragis, Delisha terbangun sebagai putri bangsawan yang baru saja menikah. Sialnya, ia menyadari dirinya terjebak dalam raga tokoh sampingan yang ditakdirkan tewas di tangan suaminya sendiri. Sang suami ternyata adalah antagonis utama yang licik di sebuah komik kerajaan. Kini, Delisha harus berjuang bertahan hidup di era abad pertengahan sembari menyusun taktik perceraian demi menghindari maut yang mengintai di balik sosok villain tersebut.

Bertahan Hidup di Dunia Komik Bab 1

Musim dingin tahun 423 kekaisaran Pytolarin.

Suara riuh pesta akhir tahun yang selalu rutin keluarga Grand Duke Swiss adakan terdengar begitu meriah, Ballroom utama yang selalu di buka hanya saat pesta perayaan sekali setahun itu di hias begitu mewah dan glamour. Namun tokoh utama dalam perayaan tersebut justru tampak begitu menyedihkan, duduk di pojokan sembari menyaksikan sang Suami yang tengah tersenyum begitu ramah kepada banyak orang yang mengajaknya berbicara.

‘Setidaknya aku merasa bersyukur masih bisa menatap senyuman yang begitu indah itu, meskipun dari jauh begini. Suamiku, kapan kau bisa memberikan senyuman yang begitu manis itu padaku?’

Wanita itu terus menatap suaminya, hingga sang suami yang merasa sedang di tatap melirik ke arahnya, hal itu membuat si wanita salah tingkah, empat tahun pernikahan mereka tapi baru kali ini sang suami tampak tersenyum manis kepadanya bahkan sampai menghampiri si wanita di kursinya. Sebelum sampai di posisi si wanita, sang suami tampak memberhentikan seorang pelayan yang membawa sebuah wine, lalu kembali melanjutkan langkahnya menghampiri istrinya.

“Ayesha kenapa kau duduk diam di sini? Bukankah ini adalah pesta yang sangat meriah?”

Si wanita yang ternyata bernama Ayesha itu mendongakkan kepalanya menatap suaminya, “Saya tidak memiliki teman.”

“Pft!”

“Hahaha!”

Ayesha terkejut kala mendengar suaminya tertawa, di susul oleh beberapa orang tamu yang sepertinya memang mendengar percakapan singkat mereka. Ayesha menyadari kalau beberapa dari mereka tampak saling berbisik-bisik seraya menatap ke arahnya, wanita itu menundukkan kepalanya karena ia merasa sangat malu dan rasanya ingin menangis.

“Minumlah, pesta meriah ini di buat untuk merayakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan, jadi apakah kau ingin bergabung dalam kegembiraanku ini?” tanya sang suami sembari memberikan segelas wine yang tadi ia ambil.

Meski merasa sedang bersedih, Ayesha kembali mengangkat kepalanya dan menerima uluran gelas wine yang disodorkan oleh suaminya sembari mengangguk pelan, “Saya mau.”

Tanpa sepengetahuannya, beberapa pasang mata menatap dengan serius Ayesha yang sedang meminum wine tersebut dengan begitu tenang, suaminya juga sedang menatapnya dengan tersenyum kecil penuh makna. Sementara itu gelas wine yang sedang di pegang oleh Ayesha langsung terlepas dari tangannya dan pecah berkeping-keping begitu mengenai lantai.

“Na-nafas sa-saya... Ke-kenapa begini?” tanyanya sambil bergumam pelan, sorot matanya yang biasa begitu tenang kini tampak melebar dan pupil matanya juga tampak bergetar.

“Bagaimana rasanya, Istriku?”

Dengan cepat Ayesha mendongakkan kepalanya, seluruh tubuhnya kini mulai bergetar hebat, air mata juga mulai membanjiri pipinya, kini ia tahu penyebab dirinya seperti ini, “Ka-kamu... ke-kenapa Derick? Kenapa? Hm?”

Matanya mulai kehilangan fokus, tubuhnya juga mulai melemas hingga akhirnya jatuh tersungkur ke lantai, namun matanya sempat menatap ke arah suaminya yang justru terlihat tersenyum begitu lebar.

‘Kenapa? Apa salahku? Apakah mencintai Suamiku sendiri begitu berdosa? Aku tidak tau, aku tidak tau, aku tidak tau kalau selama ini Aku telah mencintai orang yang salah. Aku selalu berharap di Cintai olehnya, Ayah dan kakak tolong maafkan aku. Aku sudah salah memilih masa depan.”

Air mata bercampur dengan darah yang keluar dari celah bibir Ayesha, membuat pakaian indahnya jadi terlihat begitu mengerikan. Namun, tidak ada satu pun dari sekian banyak orang yang mau membantu dirinya yang sedang meregang nyawa dengan begitu mengenaskan. Telinganya juga berdengung, tidak dapat mendengar ucapan suaminya yang sedang berbicara, ia hanya dapat menangkap beberapa kata saja.

“Menyedihkan... Jalang sialan... tamat.”

Rasa sakit yang ia rasakan ternyata masih lebih baik dari rasa sakit pengkhianatan suaminya yang justru mampu mencabik-cabik seluruh jiwa raganya, ‘Dewa, apa begitu bercandanyakah hidupku ini di mata para manusia-manusia bejat ini? Dosa apa yang sudah aku lakukan? Dari mana masalah ini bermula? Ah, ternyata karena pernikahan busuk ini. Tolong, jika kau sungguh ada, berikan aku kekuatan untuk membalas dendam pada suami brengsek itu, Dewa.’

***

Musim panas tahun 419 kekaisaran Pytolarin.

‘Hei Dewa! Apa-apaan ini?! Kenapa kau malah melempar jiwaku ke dalam tubuh wanita malang ini?! Udah gitu kenapa harus di saat Ayesha sudah menjadi Istri dari pria Brengsek itu satu jam setelahnya?!’

Begitulah teriakan tanpa suara seorang gadis muda yang sedang menatap cermin di sebuah kamar mewah, di belakangnya terdapat taburan bunga mawar dari pintu sampai ke atas kasur, sebab malam ini adalah malam pernikahan mereka. Gadis bersurai pirang pucat itu tampak beberapa kali menjambak rambutnya yang sedikit bergelombang, beberapa ingatan bercampur menjadi satu, bagai kaset rusak yang terus berputar dan menyatu dengan ingatan masa lalunya.

Dia adalah Delisha, gadis yang sudah bekerja seumur hidupnya untuk melunasi hutang kedua orang tuanya yang menumpuk begitu banyak, yang menyebabkan perusahaan ayahnya mengalami kebangkrutan. Hingga dirinyalah yang harus bekerja mati-matian untuk melunasinya, sebab ayah dan ibunya yang justru lebih memilih bunuh diri bersama di rumah kontrakan yang baru satu bulan mereka sewa, hanya menyisihkan Delisha sebagai satu-satunya ahli waris hutang-hutang yang menumpuk sekian ratus juta tersebut. Namun tampaknya takdir sedang merencanakan sesuatu yang lebih luar biasa padanya. Tepat setelah Delisha melunasi hutang-hutang orang tuanya setelah 10 tahun lamanya, saat itulah sebuah kejadian mengenaskan menimpa Delisha, dirinya yang sedang berjalan di pinggiran trotoar malah menjadi korban dari sebuah bus sekolah yang kehilangan kendali, yang menyebabkan Delisha tewas seketika itu juga.

‘Tapi kenapa aku harus merasuk ke dalam tubuh perempuan ini?!”

Kembali teriakan tanpa suara itu Delisha, ah tidak lagi, karena kini ia sudah menjadi Ayesha, tokoh yang akan bernasib malang sebab di bunuh oleh suaminya sendiri yang begitu ia cintai. Ayesha yang sudah di rias oleh para pelayan untuk menyambut malam pertama pernikahan mereka, kini tampak berjalan mondar-mandir karena merasa gelisah bukan main.

‘Kumohon jangan datang. Kumohon jangan datang. Kumohon jangan dat...’

Cklek!

Secara spontan Ayesha memutar tubuhnya ke arah pintu kamar yang baru saja dibuka. Di sana, berdiri seorang pria dengan postur tubuh tegap dan tinggi, pria tersebut menatap Ayesha dengan tatapan dingin dan tajam, membuat seluruh tubuh Ayesha yang sedari tadi merasa gelisah, kini bertambah menjadi gemetar ketakutan. Pria itu berjalan menghampiri Ayesha dengan perlahan, salah satu tangannya masuk ke dalam saku celana putih bersihnya.

“Minggir, aku ingin istirahat.” ucapnya begitu berdiri di hadapan Ayesha.

‘Ha? Apa kata laki-laki bangsat ini? Minggir? Woilah, jalan menuju ke kasur kan banyak, aku yang berdiri di pinggir ini mau di suruh kemana lagi? Mau ngusir ya?’ makian hanya bisa Ayesha lontarkan di dalam hati, ia tidak memiliki keberanian sebesar itu untuk menantang tokoh Antagonis di hadapannya.

Namun, karena tidak ada respon dari Ayesha, membuat Pria itu merasa kesal, “Apa kau tidak bisa mendengar ucapanku? Aku bilang minggir!”

Ayesha mendongakkan kepalanya ke atas, guna melihat wajah pria yang kini berstatus suaminya tersebut, “Matamu buta atau kau sengaja mencari perkara denganku?”

Lalu ‘Maafkan aku, silahkan lewat tuan,’ ucap Ayesha dari dalam hati sembari menggeser tubuhnya mepet ke dinding.

“Apa katamu?” tanya Derick balik sembari menggertakkan giginya.

“Ups!” oh tidak, ternyata Ayesha ke balik dalam mengatur dialog yang seharusnya ia lontarkan kepada Derick. Ia justru mengutarakan isi hatinya dan membatin dialog yang seharusnya ia ucapkan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bertahan Hidup di Dunia Komik

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.1
Sepulang berwisata dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular misterius yang diyakini bisa memberikan kemudaan abadi. Syaratnya mengerikan: patung itu harus diberi sesembahan darah menstruasi gadis perawan. Ibu memaksaku memberikan darah serta memotong rambutku untuk dililitkan pada kepala ular tersebut. Namun, dia tidak tahu bahwa aku sudah tidak perawan sejak kuliah. Dua bulan berlalu, petaka pun tiba saat kulit ibu mulai ditumbuhi sisik biru dan dia mulai berganti kulit layaknya ular.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan